Pengkhianatan Terbesar Suamiku
Saat makan malam, Ibu tidak bisa menahan diri untuk berkata padaku, “Mina, dulu kamu mati-matian nggak mau bertemu dengannya. Sekarang kamu tahu betapa baiknya dia, ‘kan?”
“Nggak mau bertemu dengannya?” Aku terkejut. “Apa maksudmu, Bu?”
Hari itu, setelah kupaksa, Zayn akhirnya menceritakan kebenarannya.
Ayahnya adalah Wisnu Armuza, yang juga teman baik Ayahku.
Mereka telah menjodohkan aku dan Zayn sejak kami masih muda.
Aku ingat, saat itu Ayah dan Ibu sering memintaku untuk bertemu Zayn. Tetapi saat itu pikiranku sudah dipenuhi Jovan, jadi aku menolak semuanya.