Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kafan Hitam

Kafan Hitam

ujar Kiai. Raden Arya masih memelototi Kiai dari tempatnya berdiri. Sosok itu menampilkan sorot kebencian yang begitu kentara. Meski demikian, ia tidak bisa mendekat lebih dari jaraknya saat ini hingga pada akhirnya menghilang bagai asap terbawa angin. Kiai mengembus napas panjang. Bibirnya mulai menggumamkan kalimat tauhid beberapa kali sampai akhirnya tasbih jatuh ke lantai saat jiwanya sudah berpulang pada Sang Pencipta.
9.775.2K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as zero kara
Read
+Library
Ketika Karma Berbicara

Ketika Karma Berbicara

Braak! Tinju Nathan mengenai ujung telinga Kinan dan menghantam dinding di belakangnya. "Aku nggak main tangan sama perempuan, tapi kalau kamu membuat rumor lain tentang Lucia, aku nggak keberatan membuat pengecualian."
11.5K viewsCompletedAdded to Library 320 Times as zero kara
Read
+Library
ZOE

ZOE

Komentarnya. Aku mengangguk, mengiyakan, "Pakailah sepatuku Sora. Terik Israel tidak sebercanda itu." aku mengambil Cow Girl Patrol Thigh High Boots-ku yang baru saja dibawa Jack dan menyodorkan padanya, "Nanti kakimu terluka." Sora menggeleng cepat, "Walaupun juru tembak, aku harus tampil match dari atas sampai bawah, Zoe. Sepatu itu akan merusak point utama yang ingin aku tonjolkan." Ia menunjuk bajunya.
106.4K viewsOngoingAdded to Library 205 Times as zero kara
Read
+Library
ZANNA

ZANNA

ZANNA KIRANIA - Pendiam, dingin, kaku. Zanna tidak banyak berinteraksi dengan banyak orang, sahabat dari Fanna. Anak dari pemilik perusahaan terbesar di kota Bandung. KAFKA KAFINDRA - Humoris, pecicilan, kocak, egois, Kafka dengan segala sifat egoisnya namun di sisi lain Kafka sangat humoris. ELEINA - Licik, benci Zanna, menyukai Kafka, segala cara pasti dia lakukan asal bisa mendapatkan hati Kafka.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as zero kara
Read
+Library
Duka Cita

Duka Cita

“Mami! Kakiku! Gerak sendiri!” “Kaki?” Sandra melangkah cepat, lalu berjongkok di hadapan Cita. Debaran jantungnya berdetak keras, saat melihat kaki kanan Cita mendadak jatuh dari pijakannya. Ada rasa bahagia yang tidak terkira, karena melihat sedikit kemajuan seperti sekarang. Saking gembiranya, sudut mata Sandra sampai berair dan tidak henti berucap rasa syukur. “Besok, kita ke dokter! Mami yakin, kamu pasti bisa jalan lagi. Bisa, Sayang, pasti bisa!”
9.839.3K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as zero kara
Read
+Library
Kyraka

Kyraka

"Oh, iya. Aku Kyrana Azaria dari jurusan DKV, panggil Kyra aja. Aku tahun ketiga. Kakak dari jurusan Sistem dan Teknologi Informasi, 'kan, ya?" Raka mengangguk. "A-Apa kita pernah ketemu?" Dewi Matahari bernama Kyra itu menggeleng. "Nggak, sih, seingetku. Tapi, aku tahu tentang Kakak. Kakak cukup terkenal sampai ke FSRD, loh." "H-Hah?"
105.5K viewsCompletedAdded to Library 142 Times as zero kara
Read
+Library
Si Tampan yang Posesif

Si Tampan yang Posesif

Devano menunjukkan gestur agar Kara berdiri dan memperkanalkan diri pada semua orang. “Nyusahin banget sih,” Kara mau tak mau berdiri sambil menepuk bagian belakang celananya yang mungkin kotor. “Hai, semua. Nama gue Sangkara, panggil aja Kara.” Setelah mengatakan itu dengan wajah dan suara yang datar, Kara kembali duduk ke posisinya semula. “Buset… cepet amat, bro,” gurau Seno tak bisa menahan tawa.
105.5K viewsCompletedAdded to Library 109 Times as zero kara
Read
+Library
Kiara

Kiara

Kiara mendesak. Ishita tertawa, duduk di sampingnya di kursi taman. Kiara telah belajar dalam waktu kurang dari satu jam dengan Ishita bahwa dia adalah seorang yang banyak bicara dan monyet sosial yang tidak sabar untuk melemparkan celemeknya ke udara sambil berlari melalui ladang, telanjang. Dia tertawa. Dan itu persis kata-kata Ishita. Ishita bertanggung jawab atas semua yang berkaitan dengan Kiara mengambil peran yang pernah dimiliki sudaranya.
5.0K viewsOngoingAdded to Library 159 Times as zero kara
Read
+Library
Karrie Karina

Karrie Karina

Dan sekarang kakaknya hilang begitu saja? Tring! Dari: K Aku udah di bawah Karina menatap nanar pesan yang dikirim Karie untuknya. Sahabatnya yang satu ini memang sangat tau, dirinya sedang bersedih. Karina berjalan ke kamar mandi, mencuci muka lalu turun menemui Karrie. Karrie sudah rapi dengan hoodienya. Rambut lemas, bibir tipis, hidungnya yang mancung dan mata coklat yang membuat siapa saja tertarik dengannya.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as zero kara
Read
+Library
Sepuluh Selir Ratu Arischa

Sepuluh Selir Ratu Arischa

"Subject 00. Pria dengan jas abu-abu baja. Hati-hati, Lia. Frekuensi otaknya tidak stabil. Dia... dia seperti badai yang siap meledak." Pria itu berdiri di balkon VIP, menatap kerumunan di bawahnya dengan mata yang tidak berkedip. Tubuhnya lebih besar dari Kael, otot-ototnya terlihat seperti jalinan kabel baja di balik jas mahalnya. Itu adalah Zero, prototipe pertama yang seharusnya dimusnahkan karena kecenderungan psikopatnya. "Aku akan menarik perhatiannya," bisik Lia pada Rian. "Kau tetap di bar. Jika dia melakukan sesuatu yang mencurigakan, berikan sinyal pada Xander."
101.7K viewsCompletedAdded to Library 36 Times as zero kara
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status