Cinta Dalam Kekuasaan
“Kau membuat masalah pagi ini.”
Arlena mengangkat kepalanya sedikit, meskipun tubuhnya tetap membungkuk. “Ampun, Yang Mulia. Saya tidak bermaksud membuat masalah.”
Kael berbalik perlahan, matanya yang tajam menyapu sosok Arlena dari kepala hingga kaki. Ia tampak tenang, walau ada kilatan amarah di matanya.
“Tidak bermaksud, katamu? Lalu kenapa calon permaisuriku, Lady Mirana, datang dengan wajah merah padam, melaporkan bahwa seorang dayang berani menantangnya di koridor?”
Hot Chapters