공유

Hak Sang Duchess

작가: Aksara_Lizza
last update 게시일: 2026-05-27 00:25:36

Sienna mencoba menarik pergelangan tangannya, namun cengkeraman Lucien bagai borgol besi yang menempel erat pada kulitnya. Jantungnya bertalu kencang, berbenturan dengan dada bidang sang Duke yang terasa kokoh bak dinding batu kastil.

"Lepaskan aku, Lucien! Kau tidak berpikir jernih!" rintih Sienna, mencoba memalingkan wajahnya dari tatapan mata kelabu yang menghipnotis itu.

"Aku berpikir jauh lebih jernih daripada siapa pun di benteng ini, Sienna," jawab Lucien, suaranya merendah namun bergeta
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku   Akhir Cerita Kita - Tamat

    Beberapa minggu telah berlalu sejak malam persalinan yang menegangkan itu. Kini, suasana Kastil Blackwood telah kembali tenang, dilingkupi oleh kebahagiaan yang lengkap dan murni.Sisa-sisa perancah kayu di sayap timur telah dibongkar sepenuhnya, menampilkan detail arsitektur lanskap Utara yang damai dengan dinding-dinding batu granit yang kokoh, kini bertengger megah di bawah hamparan salju putih yang berkilauan bagai jutaan berlian diterpa cahaya fajar.Di dalam ruangan yang hangat oleh kertak kayu ek di perapian itu, Sienna sedang duduk dengan anggun di atas sofa kulit besar. Jubah sutra bepergiannya yang kaku telah digantikan oleh gaun rumah berbahan wol lembut sewarna madu.Dengan dekapan yang teramat mendekap penuh naluri keibuan, ia sedang menyusui Sophia kecil yang perlahan-lahan mulai tertidur lelap, menyisakan suara hisapan kecil yang teramat damai.Di atas lantai karpet beruang kutub yang tebal di dekat kaki sofa, Edward duduk bersila. Tangan mungilnya memegang sebuah maina

  • Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku   Hadirnya Shopia Vance

    OEKKK… OEKKK… OEKKK…Tangisan bayi perempuan yang begitu bersih, nyaring, dan sehat itu terus menggema indah di bawah kubah menara barat. Suara itu bertindak bagai hembusan angin suci yang menyapu bersih seluruh residu ketegangan, bau obat bius, dan ketakutan ekstrem yang sempat menjajah seisi Kastil Blackwood selama berjam-jam.Badai hujan musim gugur di luar jendela seolah mereda, menyisakan desau angin malam yang tenang untuk menyambut sang pewaris baru.Dokter utama klan Blackwood bergerak dengan cekatan yang terlatih. Mengikuti praktik medis modern awal abad ke-20, ia memotong tali pusat menggunakan gunting perak steril, membersihkan sisa cairan ketuban dari tubuh mungil itu dengan kain linen hangat, lalu membungkusnya ke dalam selimut wol halus berbordir lambang elang ganda klan."Ini dia, Yang Mulia Duchess. Putri kecil Anda," ucap dokter dengan suara baritonnya yang bergetar haru.Dengan gerakan yang teramat lembut, dokter meletakkan bayi merah itu di atas dada Sienna. Sang Du

  • Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku   Tangisan Bayi di Kastil

    Hujan badai di luar menara barat kian menggila, menghantam kaca-kaca jendela yang bergetar hebat. Di dalam kamar bersalin, suasananya tak kalah mencekam. Udara pekat dipenuhi oleh aroma tajam uap antiseptik karbol dan uap air panas yang membubung dari baskom-baskom tembaga.Proses persalinan itu telah berjalan selama berjam-jam, berubah menjadi drama psikologis dan fisik yang teramat melelahkan bagi semua orang yang berada di dalam ruangan.Sienna terbaring di tengah ranjang besar, gaun tidurnya telah basah kuyup oleh keringat dingin. Setiap beberapa menit sekali, gelombang kontraksi yang mengerikan datang menggulung rahimnya, memaksanya berjuang di antara hidup dan mati. Rambut hitamnya menempel kusut di dahi, dan wajah cantiknya pias menahan rasa sakit yang teramat primitif.SREEEKKK!Sienna meremas seprai katun Mesir hingga kain mahal itu koyak di beberapa bagian. Tangan kanannya mencengkeram jemari tangan Lucien yang berdiri setia di sisi kepala ranjang.Cengkeraman Sienna begitu

  • Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku   Kontraksi Pertama Sienna

    Petir menyambar hebat membelah langit Utara yang kelabu, disusul deru badai hujan musim gugur yang menghantam kaca-kaca jendela tinggi Kastil Blackwood dengan bising yang konstan. Sore itu, bulan kesembilan kehamilan Sienna akhirnya digenapi.Di dalam ruang duduk menara barat yang hangat, Sienna sedang mencoba memfokuskan pikirannya dengan menyulam saputangan linen di dekat perapian. Jari-jarinya yang lentik bergerak ritmis di antara benang sutra emas, mencoba mengabaikan pegal ringan yang menggelayuti pinggangnya sejak pagi.Namun, ketenangan domestik itu hancur berantakan dalam hitungan detik.JLEB!Sebuah gelombang kontraksi asli yang teramat hebat dan mendadak menghantam dinding rahim Sienna tanpa ampun. Rasanya bagai sebilah belati panas yang diputar paksa di dalam perut bawahnya. Sentakan rasa sakit yang luar biasa itu membuat cengkeraman tangannya lepas seketika; pemidang dan benang sulamnya jatuh tergelincir ke atas karpet wol.Sienna terkesiap, tubuhnya melengkung menahan per

  • Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku   Bayang-Bayang Kelam Masa Lalu

    Keheningan yang mencekam menyelimuti kamar utama klan Blackwood, hanya diinterupsi oleh kertak kayu pinus yang terbakar di dalam perapian. Di bawah temaram pendar lampu minyak karbida yang bergoyang pelan, atmosfer kamar terasa begitu sarat akan beban emosional yang pekat.Kemarahan Sienna yang semula berkobar bagai api perang, mendadak membeku, lalu mencair sepenuhnya melihat sang Serigala Utara berlutut pasrah dengan tubuh yang bergetar di pangkuannya.Sienna perlahan menurunkan jemarinya, menyusup di antara helaian rambut perak Lucien yang biasanya tertata rapi namun kini berantakan. Ia bisa merasakan kehangatan napas Lucien yang memburu di balik lipatan sutra jubah tidurnya."Lucien... tatap aku," bisik Sienna, suaranya melunak, kehilangan seluruh ketajaman hukumnya.Dengan perlahan, Lucien mengangkat kepalanya. Sepasang mata kelabu yang biasanya memancarkan kilat intimidasi militer yang mematikan, kini tampak begitu rapuh, diselimuti oleh kabut luka lama yang teramat kelam.Topen

  • Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku   Rasa Muak sang Duchess

    CEKLEK!Pintu jati besar kamar utama bergaya Edwardian itu bergetar pelan saat Lucien memutar kunci cadangan kuningan dari luar. Drama proteksi yang berlebihan ini akhirnya mencapai titik puncaknya malam ini.Setelah Lucien bertindak teramat diktator dengan membatalkan kunjungan sosial Sienna ke toko buku Emma di distrik bawah, serta melarangnya membaca katalog fiksi terlalu lama dengan dalih medis kuno bahwa aktivitas mental yang intens dapat "membebani pikiran" dan merusak temperamen sang jabang bayi, Sienna memilih jalannya sendiri.Sang Duchess mengunci diri, menolak turun untuk makan malam, dan melancarkan aksi mogok bicara yang sukses membuat seisi kastil dilingkupi atmosfer horor yang mencekam.Aksi mogok bicara Sienna terbukti jauh lebih mematikan bagi Lucien ketimbang kepungan artileri faksi kerajaan di Ibu Kota. Sang Duke yang biasanya berwibawa mutlak itu kini melangkah masuk dengan guratan kepanikan domestik yang nyata di wajah tampannya.Di dalam kamar yang temaram, Sienn

  • Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku   Akan Memastikan Sienna tak Meninggalkannya

    Gema tawa Lucien memantul di dinding-dinding batu ruang kerja yang tinggi, memecah keheningan pagi dengan cara yang tak terduga.Itu bukan tawa sinis bernada meremehkan yang biasa ia gunakan untuk mengintimidasi musuh politiknya, bukan pula tawa kering palsu seperti milik Albert.Itu adalah tawa mu

  • Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku   Berita Mengejutkan dari Harry

    Keheningan yang menyesakkan menyelimuti ruang kerja itu segera setelah pertanyaan Sienna terucap. Waktu seolah berhenti berputar; hanya suara jarum jam dinding yang berdetak monoton, seolah menghitung setiap denyut nadi Sienna yang kian memburu.Ia menahan napas, matanya tak lepas dari manik kelabu

  • Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku   Perintah Sang Duke

    Sienna masih bersimpuh di atas lantai batu yang dingin, sisa-sisa teriakan penyesalannya seolah masih memantul di sudut-sudut ruangan yang lembap.Namun, Lucien Blackwood tidak memberikan reaksi emosional yang diharapkan. Pria itu berdiri membelakanginya, bayangannya yang jangkung tampak seperti mo

  • Duke Dingin itu Menginginkan Tubuhku   Gairah di Bawah Cahaya Fajar

    Di atas ranjang mahogany berukuran besar dengan empat tiang penyangga yang kokoh, suasana sunyi kastil Blackwood seolah teredam oleh deru napas yang memburu.Sienna tidak lagi menarik diri. Ia membiarkan jemarinya tenggelam dalam helai rambut hitam Lucien yang masih lembap oleh keringat fajar.Juba

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status