Episode 7

"Huhuhu! Kak aku mau pulang!,"ucap salah satu peserta yang menangis dan ingin pulang.

"Silakan! Silakan kamu pulang kalau kamu berani! Ini sudah tengah malam,tidak ada kendaraan umum. Silakan kamu pulang!"teriak kakak kelas kepada peserta yang menangis.

Dalam hatiku berkata,"duh,sebenarnya aku juga mau nangis kalau diginiin,tapi aku tahan-tahan biar enggak malu dan malah dimarahin nantinya. Eh ada juga yang enggak kuat ternyata".

Setelah diteriaki oleh kakak kelas dan diberi tahu bahwa ini sudah tengah malam,peserta yang tadi menangis tidak jadi pulang. Ini adalah pilihan yang sangat sulit. Mau pulang takut enggak pulang juga takut.

Kami di suruh memasuki ruangan kelas yang di dalamnya ada kakak kelasnya. Gila! Ini horor banget! Dan kelompok aku adalah yang pertama jalan duluan. Ya Allah! Aku tuh orangnya penakut banget padahal,tapi melihat teman aku yang sama-sama takut,aku mencoba memberanikan diri. Alhamdulillahnya malam ini bulan purnama,jadi malamnya tidak terlalu gelap melainkan terang mendapat sinar dari bulan purnama.

"Eh ayo jalan! Biar cepat selesai,"kataku mengajak teman kelompok agar segera mencari kelas yang di dalamnya ada kakak kelas.

"Aku enggak mau ah! Takut! Gelap!"jawab salah satu dari mereka.

"Aku juga takut! Tapi,aku coba untuk berani. Pokoknya jangan mikir yang aneh-aneh! Sebenarnya ini terlihat seperti udah pagi,tuh lihat bulannya terang!"jelasku kepada teman-teman kelompokku.

Kamipun berjalan mencari beberapa kelas,alhamdulillah teman-teman kelompokku jadi berani,karena kami sudah melewati beberapa kelas. Ketika,kami mau masuk kelas yang terakhir,terdengar bunyi peluit yang menandakan kami segera berkumpul di lapangan. Ternyata ini sudah subuh,kami disuruh solat subuh terlebih dahulu.

Matahari mulai menyorotkan sinarnya ke bumi sedikit demi sedikit hingga di sekolah ini tidak gelap lagi. Seluruh peserta disuruh menutup matanya menggunkan dasi. Kakak kelas ingin menuangkan makanan ke dalam piring kami. Dan kami harus makan makanan yang sudah ada di piring dalam keadaan mata tertutup.

Setelah kakak kelas mengizinkan kami makan,aku sedikit ragu-ragu untuk memakannya. Karena mendengar beberapa teman yang berkata,"huek! Ini makanan apa? Enggak enak!". 

Karena punyaku belum dimakan. Tiba-tiba ada kakak kelas yang berbicara di depanku.

"Kamu mau disuapin?"kata kakak kelas panitia itu.

"Enggak,Kak. Aku bisa sendiri," jawabku,karena kalau kakak kelas yang nyuapin pasti banyak banget.

"Ya sudah cepat makan dan habiskan!"perintah kakak kelas itu.

Akupun mencoba sedikit makanan itu,ternyata benar rasanya aneh banget. Aku jadi mau muntah.

Setelah beberapa menit,kami disuruh membuka mata dan melihat makanannya. Busyet! Makanan apa ini? Bentuknya aja aneh banget. Pas dicium baunya bikin mual. Kakak kelas memberitahu kami bahwa makanan yang kami makan adalah mie instan yang direbus tadi malam,di tambah susu dan energen lalu didiamkan sampai pagi ini. 

"Kak! Ini enggak baik loh buat pencernaan. Kalau sampai ada yang sakit kakak harus tanggung jawab ya," kata salah satu peserta yang protes.

Acara sarapan yang paling buruk sudah selesai,kini perserta mukanya dikasih arang hitam dan dibentuk garis di pipi seperti abri. Kami disuruh jalan ke car free day,mengambil sampah yang bisa di daur ulang dan menjualnya ke masyarakat yang ada di car free day. Malunya pake banget! Muka kayak ondel-ondel,ngambil sampah,jalannya jauh. Lengkap sudah penderitaan ini.

Huh! Matahari semakin panas,kami disuruh balik ke sekolah dan istirahat. Kakak kelas memberikan waktu untuk istirahat tapi tidak di beritahu berapa menit. Mata ini sudah berat dan lelah sekali. Aku duduk di ruangan dan sedikit tertidur,tapi aku kaget barangkali tiba-tiba kakak kelas gebrok-gebrok pintu sama tembok lagi seperti tadi malam. Tidur-kaget-bangun,tidur-kaget-bangun begitu terus sampai-sampai kepalaku pusing. Sebenarnya aku tidak mau tidur sebelum pulang tapi,matanya ngantuk banget. Padahal kakak kelas memberikan waktu istrirahat 2 jam,kalau saja aku tahu dikasih waktu istirahatnya sampai 2 jam aku akan tidur sedikit pulas.

Waktu istirahat sudah habis,kami disuruh duduk di lorong sambil menutup mata. Entah apa lagi yang mau dilakukan kakak kelas aku enggak tahu. Tiba-tiba ada menyiram air dari arah belakang. Aku kaget dan langsung berdiri,ini mimpi atau bukan? Soalnya mataku gelap. Akhirnya kakak kelas memerintahkan kami untuk membuka mata. Ya ampun! Kami disiram sama air kembang 7 rupa. Dengan prosesi penyiraman tadi menandakan kegiatan hari ini telah usai dan resmi menjadi anggota osis.

Alhamdulillah aku bisa tidur di rumah pulas sekali,setelah pulang dari kegiatan. Capek,ngantuk,laper menjadi satu. Mau makan matanya merem. Mau tidur perut keroncongan.

***

Ke-esokan harinya ada jadwal pelajaran olahraga di sekolah. Aku baru ingat ketika pagi,baju olahraganya masih basah habis dipakai kemarin.

"Mah! Baju olahraganya masih basah,sekarang ada jadwalnya. Gimana dong?"rengekku pada mamah.

"Pakai kaos biasa aja,"jawab mamah.

"Tapi malu,nanti beda sendiri,"kataku kesal dan bingung.

"Terus kamu mau pakai baju yang masih basah? Udah enggak papa,bilang aja bajunya habis dipakai kemarin jadi belum kering. Pasti gurunya ngerti kok,"ucap mamah menjelaskan kepadaku.

Akhirnya,aku setuju juga untuk pakai kaos biasa. Ketika sampai di sekolah,temanku yang kemarin ikut seleksi juga memakai kaos biasa. Alhamdulillah ada teman yang memakai kaos berbeda,aku jadi enggak terlalu malu.

Sebelum olahraga,murid-murid menunggu guru olahraga datang ke lapangan. Tiba-tiba temanku yang bijak,Ferdi namanya mendekatiku dan duduk di sampingku.

"Hani!"sapanya yang membuat aku kaget,tumben banget dia menyapaku. Ini kali pertama aku berkomunikasi dengannya.

"Iya,kenapa?"tanyaku sedikit deg-degan.

"Kamu pakai kaos ini,karena baju olahraganya habis dipakai ya kemarin?"tanya Ferdi.

"Oh,iya. Hehe!"jawabku sambil tersenyum canggung.

"Sebenarnya aku juga harusnya kemarin ikut seleksi itu,tapi kemarin aku izin karena ada urusan yang penting sekali,"katanya yang tiba-tiba cerita seperti itu kepadaku.

"Oh begitu. Berarti kamu enggak lolos seleksi terakhir dong?"tanyaku mencoba untuk basa-basi.

"Aku lolos,"katanya yang bikin aku heran. Kenapa bisa lolos kalau tidak ikut seleksi kemarin.

"Loh! Kok bisa?"tanyaku mengerutkan dahi.

"Iya. Kata kakak kelas kalau sudah lolos seleksi tahap 2,sudah pasti lolos tahap 3. Meskipun kemarin aku izin aku tetap lolos,"jelas Ferdi.

"Oh begitu." Tiba-tiba terdengar bunyi peluit. "Eh ayo kita ke sana!" Aku mengajak Ferdi untuk segera berlari ke arah sumber bunyi peluit. Peluit itu dibunyikan oleh guru olahraga agar kami segera berkumpul.

Aku orangnya jarang olahraga,jadi sekalinya olahraga badannya berasa remuk. Ditambah sisa lelah yang kemarin,tambah remuk badanku.

Kaki aku pegal sekali,karena habis lari muterin lapangan 5 kali. Sehabis olahraga aku berjalan tertatih menuju kelas.

"Kamu kenapa?"tanya Ferdi yang tiba-tiba nongol dari samping.

"Ini kakiku pegal banget,"jawabku dengan nafas terengah-engah.

"Muka kamu juga pucat loh,"kata Ferdi.

"Masa? Aku ngos-ngosan banget,tadi pas lari hampir kehabisan nafas," aku berusaha menjawab dan terus berjalan tertatih.

Entah kenapa disaat teman-teman yang lain jalan ke kelas duluan,dia malah nemenin aku jalan. Aku jadi tambah deg-degan berada didekatnya.

Ketika sampai di kelas,aku langsung duduk dan memejamkan mata. Lalu aku tidak mendengar suara apa-apa lagi. Aku tertidur sampai bermimpi. 

Tiba-tiba telingaku mendengar suara ramai sekali. Ada yang menepuk-nepuk pipiku juga,tapi rasanya mataku enggak bisa dibuka. Perlahan-lahan aku berusaha membuka,akhirnya terbuka juga. Aku heran,kenapa banyak yang mengerubungiku. Tubuhku terasa lemas sekali,aku langsung di kasih minum sama Santi.

"Alhamdulillah! Kamu sudah sadar,"kata Santi yang bikin aku heran.

"Memangnya aku kenapa?"tanyaku lemas.

"Kamu pingsan,Han. Aku kira tadi kamu tidur,tapi pas aku bangunin karena guru sudah datang kamu malah enggak bangun-bangun. Sampai aku teriak dan cubit kamu. Kamu masih enggak bangun juga berarti kamu pingsan,"jelas Sasya yang terlihat khawatir dengan keadaanku.

"Badanku lemas sekali,aku enggak bisa bangun,"kataku yang mencoba untuk duduk,karena sekarang posisiku sedang ditidurkan di kursi.

"Kamu istirahat saja di UKS,Han! Cowok-cowok lagi ngambil tandu buat kamu,"kata Sasya.

Beberapa menit kemudian,datanglah 4 orang orang teman cowokku membawa tandu. Ketika aku lihat salah satu dari mereka ada Ferdi. Aku mencoba bangun dan pindah ke tandu. Lalu aku digotong ke UKS. Sasya dan Santi ikut mengantarkanku ke UKS.

"Han! Istirahat ya! Kita balik ke kelas dulu,"pamit Sasya dan Santi.

"Iya,terima kasih." Aku tidak bisa banyak berkata karena masih lemas.

Mereka kembali ke kelas dan aku tidur di UKS. Setelah badanku agak enakan sedikit aku memutuskan untuk kembali ke kelas. Karena aku tidak tahu,sekarang jam berapa.

Ketika sampai di kelas,teman-teman yang lain biasa saja melihat kedatanganku,tapi Sasya dan Santi heboh.

"Kamu kenapa balik ke kelas? Harusnya kamu istirahat aja di UKS,"protes Sasya kepadaku.

"Aku udah sedikit enakan kok. Lagian di UKS enggak ada orang,"jawabku.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status