/ Sci-Fi / Algoritma Bonanza / Bab IX: Metodologi Penelitian

공유

Bab IX: Metodologi Penelitian

작가: Fikhachu
last update 최신 업데이트: 2025-12-22 12:59:01
Mirah mulai mengocok kumpulan kertas yang sudah digulung-gulung. Sejenak, Lema, Luhung, Gendhis, dan Ceko terdiam, fokus mengamati Mirah. Lema mulai memasang raut wajah datar, antara gugup dan terbawa suasana timnya yang mulai hening. Mereka tak lagi penuh canda tawa, hanya bisa berpasrah.

"Yuk, kita mulai. Bang Luhung, silakan ambil pertama," Mirah menyodorkan kumpulan gulungan kertas lalu Luhung mengambilnya.

"Lanjut. Kamu duluan deh, Lema."

"Astaga, Mir, lu udah ngincer Lema ya? Curiga nih, gue," ledek Luhung. Mirah hanya tersenyum jahil.

"Thank you, Mir." Lema mengambil gulungan kertas dengan agak sungkan.

"Lanjut, Kak Gendhis, lalu sisanya buat aku."

Mereka mulai membuka lembaran kertas yang sudah ada di tangan masing-masing.

"Wah, gue dapat nomor 1, nih. Bab Pendahuluan, dong, berarti," Luhung terkekeh.

"Cocok. Lu kan suka melantur. Lu akalin aja deh, gimana caranya biar masih make sense dan logis nanti," komentar Gendhis.

"Dih, sial. Tapi iya juga, sih," timpal Luhung sambil ter
이 책을.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Algoritma Bonanza   Bab IX: Metodologi Penelitian

    Mirah mulai mengocok kumpulan kertas yang sudah digulung-gulung. Sejenak, Lema, Luhung, Gendhis, dan Ceko terdiam, fokus mengamati Mirah. Lema mulai memasang raut wajah datar, antara gugup dan terbawa suasana timnya yang mulai hening. Mereka tak lagi penuh canda tawa, hanya bisa berpasrah."Yuk, kita mulai. Bang Luhung, silakan ambil pertama," Mirah menyodorkan kumpulan gulungan kertas lalu Luhung mengambilnya."Lanjut. Kamu duluan deh, Lema.""Astaga, Mir, lu udah ngincer Lema ya? Curiga nih, gue," ledek Luhung. Mirah hanya tersenyum jahil."Thank you, Mir." Lema mengambil gulungan kertas dengan agak sungkan."Lanjut, Kak Gendhis, lalu sisanya buat aku."Mereka mulai membuka lembaran kertas yang sudah ada di tangan masing-masing."Wah, gue dapat nomor 1, nih. Bab Pendahuluan, dong, berarti," Luhung terkekeh."Cocok. Lu kan suka melantur. Lu akalin aja deh, gimana caranya biar masih make sense dan logis nanti," komentar Gendhis."Dih, sial. Tapi iya juga, sih," timpal Luhung sambil ter

  • Algoritma Bonanza   Bab VIII: Design Research

    Sebuah meja berbentuk persegi yang di sekelilingnya terdapat lima buah kursi telah diisi dan digunakan oleh Lema, Luhung, Gendhis, dan Mirah di Kantin Puspadana. Kantin Puspadana merupakan kantin khusus berkumpulnya para peneliti Puspemas. Kantin Puspadana bisa dikatakan sebagai urban food court-nya Puspemas yang dikhususkan untuk para peneliti. Di dalamnya terdapat banyak stand sehingga para peneliti bisa memilih ingin memesan makanan dari stand kesukaannya. Selain itu, karena sifatnya yang urban, di dalam Kantin Puspadana terdapat beberapa spot foto yang instagramable. Lema sempat tak percaya, sebegitu sejahteranya peneliti yang bekerja di Puspemas ini. "Bang, gue merasa bersyukur bisa kerja di sini. Takjub banget, fasilitas untuk para penelitinya betul-betul diperhatikan," kata Lema sambil menatap sekitar Kantin Puspadana. Mirah hanya menatap Lema sambil tersenyum. "Lu kenapa cengar-cengir ngeliatin Lema, Mir?" ledek Luhung dengan menatap jahil Mirah. "Ish, apa sih, Kak. Aku jad

  • Algoritma Bonanza   Bab VII: Giriwarsa

    Sepasang bola mata berwarna kecokelatan itu menatap halaman buku satu per satu yang sedang dipegangnya. Sambil membaca buku, jemarinya mengetuk tombol kibor laptop. Di layar laptopnya, tertera sebuah nama kota di belahan Antapura yang lain dan masih asing baginya.Giriwarsa. Lema belum pernah sekalipun berkunjung ke kota ini. Pikirnya, yang namanya kota, pasti kehidupan di sana sudah maju. Sedangkan Luhung bilang kota ini termasuk daerah yang agak terpencil. Tentu saja hal itu memancing Lema untuk ingin tahu lebih lanjut mengenai Giriwarsa. Lema pun menelusuri informasi mengenai Giriwarsa di laptopnya melalui mesin pencari.Mesin pencari yang ada di layar laptop menampilkan beberapa situs yang berkaitan dengan kata kunci Giriwarsa. Beberapa situs yang muncul itu seperti, Sepuluh Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Giriwarsa, Begini Indahnya Penampakan di Atas Gunung Jatarupa Giriwarsa, serta Hutan Pinus yang Masih Lestari di Giriwarsa.Kenapa kebanyakan situs yang muncul berkaitan

  • Algoritma Bonanza   Bab VI: Diskusi Petitur

    Luhung memutar-mutar bolpoinnya. Kakinya digerakkan ke depan dan belakang. Meskipun posisinya saat ini sedang duduk di kursi, hampir seluruh badannya sibuk bergerak, menunjukkan bahwa Luhung seorang yang kinestetik. “Jadi ....” Luhung menoleh ke arah Lema dengan tangannya masih memutar-mutar bolpoin. “Gue enggak sangka.” Lema menggenggam kedua tangannya di atas meja. “Kita sekelompok!” Buru-buru Luhung bangun dari kursi dan menunjuk ke arah Lema. Lema menutup mulutnya dengan kedua tangannya, lalu disusul dengan tertawa terbahak-bahak. “Terkadang gue masih enggak habis pikir ya. Orang kayak Kakak bisa jadi koordinator peneliti Pendmat.” Perempuan yang saat rapat tadi duduk di samping kiri Lema ikut angkat bicara melihat tingkah laku Luhung. “Jangan begitu dong, Mirah. Kalian seharusnya bersyukur, di Pendmat koordinatornya asyik diajak bercanda, enggak selalu serius.” Luhung membela diri. “Ya lihat-lihat juga dong, Kak, kalau mau bercanda. Kan sekarang kita sedang di perpustakaa

  • Algoritma Bonanza   Bab V: Ceko Pembaun

    Lema memarkir motornya di tempat parkir bawah tanah sebelum lantas berlari kocar-kacir memasuki gedung Puspemas. Kemarin, sebelum resmi bekerja sebagai peneliti di sini, Lema memarkir motornya di tempat khusus pengunjung sehingga kelabakan mencari motornya saat pulang. Berbeda dengan tempat parkir bawah tanah ini yang hanya dapat diisi oleh mobil dan motor para staf dan peneliti di sini sehingga Lema tidak perlu terlalu pusing mencari motornya nanti.Di tempat parkir bawah tanah, ada eskalator yang menghubungkan masuk ke gedung Puspemas lantai satu. Jika kemarin melewati pintu depan, melalui tempat parkir bawah tanah ini, Lema memasuki gedung Puspemas dari pintu belakang. Setelah menaiki eskalator, Lema bergegas mencari lift. Ditekannya tombol berlambang angka 7 itu dan lift pun segera berjalan naik.Sebetulnya, Lema tidak bangun telat. Lema tidak tertinggal menjalankan salat subuh berjamaah di masjid. Lema juga tidak mandi dan makan terlalu lama. Namun, Lema lupa mengisi angin untuk

  • Algoritma Bonanza   Bab IV: Tentang Puspemas

    Semburat lembayung senja telah menampakkan dirinya di cakrawala yang mulai terlihat redup. Jarum kecil yang ada pada jam dinding di dalam ruangan Lema telah menunjuk pada angka 3 sedangkan jarum panjangnya menghadap angka 12. Setelah membaca beberapa buku mengenai jenis-jenis penelitian yang diperoleh dari perpustakaan Puspemas, Lema bersiap pulang.Gedung Puspemas terdiri atas sepuluh lantai. Seperti gedung pada umumnya, halaman lobi, display, dan layanan pelanggan ada di lantai satu. Layanan keanggotaan dan penelusuran informasi ada di lantai dua. Kantin dan koperasi ada di lantai tiga. Berbagai jenis laboratorium terletak di lantai empat. Ruang rapat, auditorium, dan ruang multimedia terdapat di lantai lima. Barulah di lantai 6 terdapat layanan perpustakaan dan tempat salat.Ruangan tempat Lema bekerja ada di lantai tujuh yang berisi perkantoran. Selain Lema, ruang kerja peneliti lainnya juga terdapat di lantai tujuh. Jika ingin turun atau naik, pengunjung, staf, atau peneliti dapa

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status