Beranda / Fantasi / Anak Rahasia Sang Alpha / 173. Retakan yang Menganga

Share

173. Retakan yang Menganga

Penulis: malapalas
last update Tanggal publikasi: 2026-06-23 14:23:53

​Aldrick menegakkan punggungnya, membaca ulang nama pemilik saham yang tertera di sana.

"Hendra," gumamnya, matanya langsung menyipit tajam. "Ternyata seperti ini dirimu yang asli."

​Sudut bibir Aldrick terangkat, membentuk seringai dingin.

Ia segera menyambar dokumen berikutnya dari dalam map yang sama. Itu adalah laporan utang piutang, disusul oleh surat teguran hukum dari lembaga keuangan, dan laporan penyitaan aset. Semuanya mengarah pada satu nama yang sama.

Hendra.

Realitas yang bertolak
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Anak Rahasia Sang Alpha   244. Kepulangan Sang Pewaris

    Setelah meninggalkan laboratorium medis tersembunyi milik Aaron, helikopter pribadi itu melaju menembus langit malam.Helikopter tersebut dikirim dari kawasan hutan pinus atas perintah Aldrick melalui ikatan batin, tepat setelah Aaron memutuskan membawa Fay dan Arsen kembali ke mansion. Semua dipersiapkan dengan cepat dan cermat demi memastikan perjalanan sang Luna serta sang pewaris berlangsung nyaman tanpa gangguan.Fay duduk bersandar dengan nyaman di dalam kabin, memeluk Arsen yang tengah tertidur tenang dalam dekapannya. Di samping mereka, Aaron duduk tanpa suara.Sejak helikopter lepas landas dan mengudara, tatapannya hampir tidak pernah beralih dari Fay dan putranya. Sesekali tangannya terulur untuk memastikan selimut Arsen tetap menutupi tubuh mungil tersebut dengan sempurna.Fay menatapnya sambil tersenyum kecil. "Kamu sudah memeriksa selimutnya entah berapa kali."Aaron tidak terlihat merasa bersalah. "Belum cukup."Fay terkekeh pelan. "Dia sedang tidur.""Aku tahu.""Jadi k

  • Anak Rahasia Sang Alpha   243. Target yang Salah

    "Ayah ... apakah Ayah tahu sesuatu?" bisik Jessi ragu."Jadi selama ini kamu bahkan tidak tahu siapa yang sedang kamu ikuti?!""Maksud Ayah apa?" tanya Jessi semakin bingung."Kamu benar-benar tidak tahu apa yang sudah kamu lakukan, Jessi. Damian adalah kaki tangan Marcus yang diperintahkan dalam pembantaian berdarah itu."Dunia Jessi seakan berhenti. "Apa...?"Pendengaran Jessi mendadak berdenging panjang.Nama Damian dan kata 'pembantaian' berputar di kepalanya seperti mimpi buruk yang nyata. Oksigen di sekitar terasa lenyap, membuatnya terpaku dengan bibir bergetar tanpa mampu mengeluarkan suara.Jessi tahu bahwa ayahnya pernah bekerja sama dengan Tetua Marcus dalam serangkaian pembantaian di berbagai tempat, termasuk di kediaman pribadi orang tua Aaron. Semua itu dilakukan demi memenuhi kesepakatan perjodohan dirinya dengan sang Alpha ketika dewasa nanti. Namun, ia tidak pernah menduga bahwa Damian juga terlibat dalam tragedi berdarah yang telah merenggut begitu banyak nyawa terse

  • Anak Rahasia Sang Alpha   242. Murka Sang Ayah

    Ruangan perawatan VVIP itu sunyi. Jessi masih terbaring dengan wajah pucat, sementara suara monitor jantung terdengar teratur dari sisi ranjang.Beberapa jam sebelumnya, ia baru saja menjalani operasi setelah terluka parah akibat serangan Aaron. Pergelangan tangannya yang patah telah ditangani dan diposisikan kembali dengan prosedur medis. Namun, kondisi yang paling mengkhawatirkan bukanlah patah tulangnya.Hantaman Aaron telah menyebabkan trauma serius pada bagian dalam tubuh Jessi. Karena itu, dokter memutuskan untuk terus mengawasinya setelah operasi.Salah satu dokter yang menangani Jessi sejak awal adalah dokter spesialis yang sudah lama bekerja di rumah sakit tersebut. Bagi seluruh staf rumah sakit, ia hanyalah dokter senior dengan reputasi sangat baik. Namun, Stanley mengetahui identitas lain yang disembunyikan pria itu.Ia adalah salah satu dokter klan yang ditempatkan di rumah sakit tersebut. Keberadaannya memungkinkan beberapa anggota klan mendapatkan penanganan medis modern

  • Anak Rahasia Sang Alpha   241. Kelahiran Sang Pewaris

    Suara tangisan itu pecah membelah keheningan yang mencekam. Bukan tangisan bayi biasa, nada jeritan pertamanya menggelegar dipenuhi getaran-getaran energi gelombang murni yang tak kasatmata.Nampan stainless baja, tempat peralatan bedah, serta botol-botol sampel medis di atas meja operasi seketika bergetar hebat hingga berdenting keras. Suara itu begitu kuat hingga kaca jendela berderit kencang, menampakkan retakan-retakan halus bagaikan disapu gelombang kejut infrasonik.Tangisan itu kembali menggema.Udara di dalam ruangan mendadak terasa berat.Lampu-lampu indikator menyala liar, monitor-monitor medis berbunyi bersamaan, beberapa layar bahkan sempat mengalami gangguan sebelum kembali menyala, menandakan lonjakan aura yang belum pernah tercatat dalam sejarah laboratorium rahasia itu.Dokter Reynard membelalakkan mata. "Semua tetap tenang!"Namun suaranya sendiri terdengar tegang.Di luar ruangan, Aldrick yang berdiri menempel pada dinding kaca refleks melangkah mundur dua langkah. T

  • Anak Rahasia Sang Alpha   240. Sang Pewaris Mendengar Ayahnya

    ​"AAAAARRRGGHH!!"Fay kembali menjerit histeris.Rasa sakit itu tidak memberikan ruang untuk bernegosiasi. Rahim Fay terasa seperti dicabik-cabik dari dalam, seolah tekanan dari tubuh mungil sang pewaris mencengkeram dinding rahimnya, menghantam panggul, lalu menjalar ke seluruh saraf tubuhnya dengan kekuatan yang tidak seharusnya dimiliki janin mana pun."Aaron! Sakit!" Tubuhnya menegang hebat.Aaron langsung mencengkeram tangan Fay. "Aku di sini, Sayang!"Tangisan Fay mengguncang seluruh ruangan.Setiap kali kontraksi hebat itu datang, paru-paru Fay serasa kehabisan udara. Tubuhnya terangkat dari meja operasi saat gelombang kontraksi berikutnya menghantam bagaikan pukulan palu godam.Sementara Aaron, setiap mendengar jeritan Fay, jiwanya seolah-olah direnggut paksa.Dokter Reynard melangkah mendekati Aaron, menatap lurus ke arah sang Alpha yang semakin sulit mengendalikan emosinya."Hanya Anda yang bisa menyelamatkannya, Alpha!"Aaron menoleh tajam. "Apa yang harus kulakukan?""Bayi

  • Anak Rahasia Sang Alpha   239. Pertarungan Hidup dan Mati Sang Pewaris

    Jauh di balik benteng tebing-tebing batu yang menjulang membelah awan, tersembunyi sebuah lembah terisolasi yang sama sekali tidak tersentuh oleh peta peradaban manusia.Tempat itu terkunci rapi di tengah hutan yang lebat, diselimuti kabut alami yang berbahaya bagi siapa pun tanpa insting bertahan hidup yang tajam. Hutan ini sepenuhnya steril dari wilayah kekuasaan klan werewolf mana pun, sebuah tanah tak bertuan yang terlupakan oleh zaman.Dahulu, tempat inilah yang tak sengaja ditemukan oleh Aaron dalam pelarian masa kecilnya yang kelam. Kala itu, sebagai seorang anak yang baru terbangun dengan kekuatan Alpha Murni, Aaron belum mampu mengendalikan gejolak aura serigalanya hingga ia terasingkan dan tersesat di tempat asing ini.Namun kini, lembah terasing yang sunyi tersebut telah disulap menjadi benteng medis rahasia berteknologi paling canggih milik Sang Alpha. Sebuah laboratorium rahasia yang selama bertahun-tahun menjadi tempat paling aman yang pernah dimiliki Sang Alpha.Wuuusss

  • Anak Rahasia Sang Alpha   40. Kebenaran yang Meradang

    Keheningan di dalam kamar ini terasa jauh lebih berat daripada teriakan kesakitan Aaron tadi. Aku masih terpaku di sisi ranjang, jemariku masih gemetar saat menyentuh seprai yang ternoda darah. Kata-kata nenek tentang musuh yang mengincar sesuatu di dalam diriku terus berputar di kepala, menciptaka

  • Anak Rahasia Sang Alpha   34. Serigala Putih Perak

    Lucien yang berdiri beberapa meter dari Aaron segera menyadari perubahan drastis pada pemimpinnya itu. "Tuan? Ada apa?"​"Mereka memang memancing kita ke sini," desis Aaron dengan nada suara yang sanggup membekukan darah siapa pun yang mendengarnya. "Jebakan. Jessi ... dia menggunakan kekacauan ini

  • Anak Rahasia Sang Alpha   33. Ikatan yang Memanggil

    Aaron berlari menembus lebatnya hutan tanpa sekali pun menoleh ke belakang. Paru-parunya terasa terbakar, namun ia tidak peduli. Udara dingin menerpa wajahnya, sementara aroma darah semakin kuat setiap kali ia mendekati perbatasan utara. Dalam hitungan menit pepohonan mulai menipis, memperlihatkan

  • Anak Rahasia Sang Alpha   25. Istirahatlah, Bunga Hujanku

    Suara jangkrik di luar jendela perlahan memudar, tenggelam oleh keheningan yang terasa berat namun familier bagiku. Aku berada di antara sadar dan tidak. Tubuhku terasa sangat ringan, seolah-olah aku sedang mengapung di atas awan, namun di saat yang sama, rasa lelah yang luar biasa menahan kelopak

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status