MasukDemi melunasi hutang keluarga, papa dan mama tirinya memaksa Kinara untuk menikahi seorang pria paruh baya mesum. Kinara pun memilih kabur. Sayangnya, dia ditabrak sebuah mobil. Saat Kinara pikir akan mati, dia justru terkejut ketika menemukan dirinya terbangun di kamar Keny–seorang salesman yang juga mantan kekasih Kinara. Waktu itu, Kinara terpaksa memutuskan Keny karena ancaman sang mama tiri yang ingin membunuh pria tersebut. Namun, pria di hadapannya ini mengaku bahwa dirinya bukanlah Keny, melainkan Kenzo–CEO Wirawan Company. Belum sempat memproses semuanya, Kinara kembali dikejutkan pada penawaran Kenzo. Pria itu tiba-tiba menawarkan bantuan untuk membalaskan dendam Kinara pada mama tirinya. Di sisi lain, Kenzo meminta meminta bantuan Kinara untuk menjadi “istri kontraknya” demi keberhasilan bisnis yang sedang pria itu jalankan. Kinara–yang tak punya pilihan–pun menerimanya. Sayangnya, Kinara tak tahu bahwa Kenzo sebenarnya Keny–pria yang mencintai dan juga membencinya. Bagaimana kisah keduanya? Apakah kesalahpahaman di antara keduanya dapat berakhir? Atau, justru kisah mereka berdua yang berakhir selamanya?
Lihat lebih banyakBab 1
[Happy 2nd anniversary sayang... Semoga kamu suka sama hadiah spesialnya.... Love you more and more my honey... Kekasih halalmu, Arkatama..]Kata-kata itu tertulis di memo yang terselip pada buket bunga mawar yang dikirim oleh kurir kerumahku.
Anniversary? Bukannya hari ulang tahun pernikahanku dengan Mas Tama masih lama? Apa dia lupa sama bulan dan tanggalnya ya?
Tumben juga Mas Tama seromantis ini. Bahkan selama hampir sepuluh tahun menikah, dia tidak pernah memberikan hadiah bunga seperti ini. Justru malah aku yang selalu mengingatkan dan meminta hadiah terlebih dahulu padanya,
Setiap kali tiba hari Annyversary pernikahan kami.Selama beberapa detik, kubaca berulang-ulang isi memo yang ditulis Mas Tama.
Dua tahun....Dua tahun....Dua tahun.
Hanya kata itu yang membuatku mengerutkan kening merasa heran. Pernikahan kami sudah hampir sepuluh tahun. kenapa jadi dua tahun? apa Mas Tama memang salah tulis? Angka 2 dan 10 tahun itu sangat berbeda jauh, tidak mungkin dia salah tulis.
Seharusnya seorang wanita merasa bahagia mendapat kejutan seperti ini. Namun, tidak denganku. Justru datangnya hadiah ini mengundang banyak pertanyaan dalam benakku.
Dahiku mengernyit bersamaan dengan datangnya mobil truk yang mengangkut sebuah mobil jazz berhenti didepan rumah. Mobil itu masih dibaluti pita seperti sebuah bingkisan."Paket, Bu."
Teriak sopir itu. Lantas, dia segera turun dan memberikan kunci mobil padaku.
Mimpi apa aku semalam? ...hari ini dikejutkan dengan sikap aneh Mas Tama yang tiba-tiba memberi bingkisan semewah ini.
Bagiku ini sangatlah mewah dan menghamburkan uang. Apalagi dirumah sudah ada mobil. Untuk apa Mas Tama membelikanku mobil lagi?
[ Mas , ini serius hadiah untukku? Bukan bingkisan yang nyasar?]
Segera kukirim pesan untuk Mas Tama. Rasa penasaran masih menyeruak. apa benar hadiah ini untukku atau memang salah kirim. Seharusnya tanggal pernikahan kami ada di bulan maret sedangkan ini masih desember.
[Hadiah apa Ma maksdunya?]
Pertanyaan itu justru mengundang prasangkaku semakin travelling sangat jauh. Kalau dia menanyakan hadiah apa, berarti dia tidak memberikan semua bingkisan ini. Lalu siapa pengirim semua ini? Jelas-jelas nama pengirimnya Arkatama. Perasaanku tiba-tiba bergemuruh. Merasakan seperti ada sesuatu yang Mas Tama sembunyikan dariku.
[Ini lho Mas,, terus siapa yang ngirim ini? Masa iya penggemar aku Mas? jangan ngeprank Mas!...nama pengirimnya juga nama Mas ko. Makasih bnyak lho Mas, ternyata Mas romantis juga, aku suka banget bingkisannya.....]
Kukirim foto mobil dan buket bunga yang ia kirim. Pura- pura merasa sangat bahagia mendapat bingkisan darinya . Padahal hatiku merasa curiga sebenarnya untuk siapa hadiah ini diitujukan.
[Ah, iya...iya...Kamu suka?]
[Suka banget Mas, aku jadi punya dua mobil dong!!]Mas Tama tidak membalas pesanku, tapi pesannya sudah terlihat centang dua. Itu artinya dia hanya membacanya.
Jam dinding masih menunjukkan pukul dua siang. Namun, Mas Tama sudah sampai dirumah. Akupun merasa heran tak seperti biasanya dia pulang sesiang ini. Aku bergegas menghampiri dan mengambil tasnya seperti biasa. Kucium punggung tangan kanannya.
"Mas, Mas lupa ya sama tanggal pernikahan kita?" Godaku untuk memancing.
"Ah, engga ko Ma, itu Mas sengaja belikan untukmu surprice." Jelasnya sambil membuka jas.
Pintar sekali kamu Mas. Jelas-jelas tulisannya dua tahun pernikahan.
"Oh, gitu ya Mas."
Aku manggut-manggut pura-pura percaya bahwa itu memang hadiah untukku.
Sejak pulang dari kantor Mas Tama menjadi pendiam. Seharusanya dia mangajakku untuk mencoba menyalakan mobil yang ia berikan. Atau setidaknya ia mengajakku membuka pita yang masih terbalut dimobil itu. Tapi ini tidak. Mobilnya pun masih belum aku sentuh, dan masih terpajang cantik di garasi.
Dan saat makan malampun mas Tama tak mengeluarkan perkataan sedikitpun. Aku sebagai istri hanya bisa mengikuti bagaimana sikap suami. Sesekali kutawarkan lauk kesukaannya. Namun dia makan yang lain bahkan ia makan hanya sedikit dan lebih banyak melamun. Apa mungkin dia menyesal memberikan mobil itu padaku? Ah, masa bodo itu bukan urusanku. Yang terpenting sekarang mobil itu sudah ada di garasi.
Malam semakin larut. Namun mataku enggan untuk terpejam. Sedangkan Mas Tama sudah terlelap dan terbuai dalam mimpi. Tiba-tiba ponselnya berkedip tanda panggilan masuk.
Sekertaris Rahma...
Nama itu nongkrong dilayar ponsel.
Sekertaris Rahma? Sejak kapan Mas Tama mempunyai sekertaris wanita? Bukannya sekertasinya hanya Sekertasis Gun? Dan, Ada apa Malam-malam gini menelepon.
Tanpa membangunkan Mas Tama aku mengangkat panggilan itu.
"Mas, mana hadiah ulang tahun pernikahannya? ko nggak dateng-dateng? Katanya datangnya cepet? Atau jangan-jangan Mas bohongin aku lagi ya?"
Suara seirang wanita yang sangat manja seperti anak kecil meminta jatah jajan.
Deg...
Hadiah ulang tahun pernikahan?
Astagfirulloh apa aku salah dengar? Kutelan saliva dalam-dalam. Nafasku tiba-tiba tercekat seperti ingin berhenti. Mas Tama mempunyai wanita lain selain aku?
"Maaas... Maaas... Mas Arka denger aku nggak sih?"
Wanita itu melanjutkan kalimatnya.
"Mas cepat datang kesini! atau aku yang datang kerumah Mas." Nadanya seperti memgancam.
Aku masih bergeming tak menjawabnya. Kubiarkan dia merengek terus. Tak lama kemudian telepon itu mati.Hmmh Mas, Mas, hebat kamu Mas .. Mas Arka?? Sungguh gagah panggilannya Mas.
Aku tak menyangka Mas. Kamu bisa setega ini mengkhianatiku. Pantas saja dia tidak merasa kalau dia mengirimkan bingkisan itu untukku.
Beruntung hadiah itu jatuh ketangan yang tepat. Takkan kubiarkan kamu memberikan sedikitpun harta peninggalan Papaku untuk wanita lain Mas. Kamu camkan itu! kukepalkan tanganku sambil melihat wajah suamiku yang masih terlelap. Dia bilang dia akan setia padaku. Tapi nyatanya dia sama saja dengan lelaki lain.
Lihat saja Mas! akan kuberikan bingkisan terindah untukmu.
Sinar mentari menerobos masuk, mengusik tidur nyenyak seorang Kenzo Wirawan. Mata lebar pria tampan itu mengerjab, sembari meraba sisi ranjang yang kosong.Menyadari itu, Kenzo lantas bangun dan mengedarkan pandangan. Mencari sosok Kinara.“Sayang!” panggilnya dengan suara serak khas orang bangun tidur.Tak ada siapapun di toilet, Kenzo memutuskan untuk turun. Ia menebak, jika Kinara berada di dapur seperti biasa untuk menyiapkan sarapan.“Ana, di mana Kinara?” tanya Kenzo saat melihat ART-nya membawa gagang pel menuju ke ruang kerja.“Tadi ada di taman, Tuan. Menyiram tanaman. Tapi, tadi ada kurir yang nganter paket. Non—“ Ana menggangtung kalimatnya, karena Kenzo sudah berlari dengan menuruni anak tangga.Kenzo berlari menuju ke teras rumah, mencari keberadaan Kinara, lantas ke pos satpam, karena di depan tidak ada sosok istrinya itu.Rasa takut menghantui Kenzo. Mengingat Dirga kini sudah mulai berani.“Di mana Kinara?” tanya kenzo kepada satpam dengan napas ngos-ngosan.“Tadi ke s
“Ternyata Dirga tidak bisa dianggap remeh. Dia terus mengungkit itu. Padahal dia sudah gue kasih posisi yang baik menjadi asisten, tetapi masih melunjak.”Kenzo membuang paket berisikan foto-foto beberapa tahun yang diambil Dirga, saat Kenzo menjadi Keny.Kenzo melirik benda itu di tempat sampah. Ia takut Kinara akan menemukannya. Sehingga, ia memilih untuk membakarnya di halaman belakang, mumpung Kinara masih mandi.“Tuan, apa itu?” tanya Anna yang baru saja pulang dari supermarket.“Bukan apa-apa.Sampah yang tidak berguna.”Mendengar jawaban bosnya yang datar, Anna tahu, mood Kenzo sedang tidak baik-baik saja. Ia memilih pergi dari pada menjdi sasaran amukan dari bosnya itu.Merasa semua sudah melebur menjadi debu, Kenzo memilih untuk masuk, tetapi matanya melebar dengan perasaan was was saat melihat Kinara yang berdiri di ambang pintu.“Na-nara? Sejak kapan kamu di situ?”“Kamu kenapa tegang gitu, Mas? Paketnya isinya apaan?” Kinara mengerutkan dahi.Kini Kenzo yang kelabakan. Bahk
“Ada apa? Kenapa kamu nangis? Apa aku buat salah?”Kinara menggelengkan kepala. Tersenyum tipis untuk tidak membuat suaminya semakin panik. “Aku baik-baik saja.”Kinara memeluk Kenzo, menenggelamkan wajahnya di dada bidang Kenzo. Seolah pria itu adalah Keny. Meski ini salah, setidaknya dengan ini ia bisa mengucapkan kata maaf. Begitu banyak penderitaan yang suah ia berikan kepada mantan kekasihnya itu. Meski itu tidak akan mudah bagi Keny bisa memberikan maaf kepadanya yang begitu jahat.Kinara berpikir, jika ia adalah wanita terjahat di dunia ini. Meski menahan air matanya untuk tidak luruh, bulir bening it uterus menetes.Hal ini membuat Kenzo semakin panik.“Nara, ada apa ini?”“Aku kangen banget sama kamu, Mas. Aku hanya ingin seperti ini.” Kinara mengeratkan pelukannya. Seakan takut ini akan berakhir.“I-iya, ta-taoi kenapa harus nangis? Aku jadi takut, Nara.”Kinara justru menggelengkan kepalanya. Mulutnya terkunci, namun hatinya bergemuruh. Entah mengapa ia hanya ingin menumpah
Kinara berencana untuk membuatkan kue untuk Kenzo. Selama ini, ia melihat suaminya begitu lahap memakan makanan yang ia buat.Cheese cake caramel menjadi pilihat Kinara saat ini. Ia tak tahu banyak mengenai makanan kesukaan Kenzo.Tidak, kue itu adalah kesukaan Keny. Kinara memejamkan mata, karena terlalu ceroboh.“Nona, daging ayam ini apa akan dimasak nanti?”“Tolong masukkan itu ke dalam freezer saja, Mbak Ana. Mbak Ana bisa langsung beli dagingnya di super market. Biar saya sendiri yang melanjutkan ini.” Kinara kembali mengaduk adonan kuenya.“Baik, Nona. Saya akan mencari iga sapinya sekarang juga.” Ana mengulas senyuman. Ia meraih tas belanjaannya, lantas pergi dari dapur.Hanya Kinara seorang yang di sana dengan bahan-bahan untuk membuat cheese cake untuk suaminya.Kinara berlonjak, saat ada yang memeluknya dari belakang. Ia lantas menoleh ke belakang, rasa takutnya menghilang saat melihat senyuman Kenzo.“Aku pikir siapa? Tiba-tiba meluk begitu. Kamu bikin aku horor.”Kenzo me












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan