Teilen

24

last update Veröffentlichungsdatum: 08.07.2026 09:00:31

Tetesan air mata Pangeran Alexander terasa luar biasa panas saat menyentuh pipi Elloist yang sedingin es. Bagi sang naga yang terbiasa hidup dalam kekejaman dan pertumpahan darah. Air mata adalah simbol kelemahan yang sangat diharamkan. Namun hari ini, demi wanita yang sekarat di pelukannya, tembok es keangkuhan sang jenderal hancur lebur tanpa sisa.

Tepat saat air mata penyesalan dan cinta mutlak itu meresap ke dalam pori-pori kulit Elloist. Sebuah resonansi sihir kuno yang sangat d
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (8)
goodnovel comment avatar
putristana
hahahah sekarang kamu jadi rebutan.... kasian Marcus, udah datangnya telat masih cemburu juga ...
goodnovel comment avatar
eany ajjach
tidak ada yg mau mengalah ya?
goodnovel comment avatar
Ida Cliquers Queenbee
baru aja selamat dari maut sekarang elloist harus ngadepin perang cemburu 2 suaminya. yang sabar ya elloist. ini baru 2 suamimu yg perang, masih ada 3 lagi loh yaaaa
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   60

    Cahaya keperakan melesat membelah langit utara Benua Moon layaknya komet yang terlahir kembali.Pusaran awan hitam dan petir ungu yang abadi menyelimuti Jurang Dunia Hampa perlahan tertinggal di belakang, digantikan oleh semburat jingga fajar yang menyingsing di ufuk timur.Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun membusuk dalam ketiadaan, paru-paru Liliyana akhirnya menghirup udara permukaan.Aroma embun pagi, rumput basah, dan getah pepohonan menyerbak masuk, membersihkan sisa-sisa miasma neraka yang masih menempel di pori-pori kulitnya.Angin fajar menerpa wajahnya, menerbangkan rambut peraknya yang kini kembali berkilau suci. Kesembilan ekor rubahnya berayun bebas di udara, tak lagi membawa beban milyaran jiwa Orb yang kelaparan.Gadis remaja itu melayang di atas hamparan awan, merasakan kebebasan yang membuat air matanya kembali menetes.Elloist benar-benar menepati janjinya. Sang Putri Mahkota telah menukar ny

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   59

    Badai miasma kegelapan yang meledak dari tubuh Liliyana menyapu ruang singgasana bawah tanah itu layaknya angin topan yang menghancurkan segalanya.Pilar-pilar obsidian retak dan runtuh, sementara ratusan Pasukan Orb mundur berhamburan, tak berani mendekati sang ratu yang tengah dilanda histeria.Di tengah pusaran angin beracun yang menyayat kulit itu, Elloist tetap menolak untuk mundur.Meski pergelangan tangannya masih terbelenggu oleh borgol besi abadi dan tubuhnya remuk redam, sang Putri Mahkota memaksa kedua kakinya untuk melangkah maju.Pendaran emas kehijauan dari Kekuatan Penyembuh Level SSS membalut tubuhnya, menahan hawa kematian yang berusaha merobek jiwanya."Liliyana!" panggil Elloist, suaranya bersaing dengan gemuruh badai.Gadis itu terus berjalan mendekat, membiarkan ujung-ujung miasma tajam menggores pipi dan gaun hitamnya."Lihat aku! Aku tidak menggunakan kekuatanku untuk menyerangmu! Aku men

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   58

    Bilah sabit hitam yang tercipta dari miasma kegelapan itu bergetar hebat, hanya berjarak setipis helaian rambut dari kulit leher Elloist.Hawa dingin yang mematikan menguar dari senjata ilusi tersebut, membekukan butiran keringat yang menetes di pelipis sang Putri Mahkota.Namun, Elloist tidak memejamkan mata. Ia membalas tatapan Liliyana dengan keteguhan absolut, menyerahkan nyawanya sepenuhnya pada keputusan gadis remaja penguasa ketiadaan ini.Tawaran kebebasan untuk Thomas.Kalimat itu seolah menjadi mantra yang melumpuhkan seluruh rasionalitas dan dendam kesumat di dalam kepala Liliyana.Napas gadis bersuku rubah itu tersengal-sengal. Sepasang netra birunya yang tadi menyala oleh api ungu kegelapan, kini membelalak lebar, memancarkan keterkejutan, harapan yang menyayat hati, dan teror yang berbaur menjadi satu."Kebebasan ... untuk kakakku?" bisik Liliyana dengan suara yang nyaris tak terdengar, bibir pucatnya berg

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   57

    Cahaya keemasan yang memancar dari inti jiwa Elloist menerangi ruang singgasana bawah tanah itu dengan pendaran suci yang menyilaukan.Di tengah neraka ketiadaan yang dipenuhi miasma hitam, energi kehidupan murni tersebut terasa begitu kontras, hangat, dan nyata.Elloist menyodorkan nyawanya secara harfiah di atas telapak tangan, membiarkan pertahanan absolutnya terbuka lebar demi meyakinkan sang penguasa kegelapan.Namun, bagi seseorang yang telah dikhianati dan dihancurkan hingga tak bersisa, kebaikan adalah racun yang paling diwaspadai.Sepasang netra biru rubah Liliyana membelalak lebar. Gadis remaja itu menatap kristal jiwa yang berdenyut di depannya dengan napas tertahan.Insting silumannya meronta, merasakan kebenaran dan ketulusan yang memancar dari inti jiwa tersebut. Tidak ada kepalsuan di sana.Akan tetapi, memori kelam tentang tawa arogan sang putri di atas tebing kembali berkelebat, menutupi cahaya kebenara

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   56

    Cekikan ekor-ekor rubah hitam pekat itu terasa seperti jerat kawat baja yang dipanaskan di atas bara api. Tubuh Elloist menggelepar di udara, kakinya menendang-nendang ruang kosong mencari pijakan yang tak pernah ada.Pasokan oksigen ke otaknya terputus total. Wajah sang Putri Mahkota berubah kebiruan, sementara pembuluh darah di pelipisnya menonjol seolah siap meledak.Namun, rasa sakit fisik yang meremukkan lehernya itu sama sekali tidak sebanding dengan siksaan psikologis yang terpancar dari sepasang netra biru rubah milik Liliyana.Di dalam mata gadis remaja itu, terdapat lautan penderitaan, keputusasaan, dan kebencian yang telah mengkristal menjadi racun mematikan."Kau pikir aku tidak mengingatnya, Elloist?" desis Liliyana. Suaranya yang merdu berubah menjadi geraman parau yang menggema memantul di dinding obsidian ruang singgasana.Liliyana melangkah maju, membiarkan tubuh mungilnya tersorot oleh cahaya redup dari pilar a

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   55

    Kegelapan absolut menyambut tubuh Elloist seketika. Sensasi jatuh menembus Jurang Dunia Hampa sama sekali tidak menyerupai rasanya melayang di udara bebas, melainkan seperti dihancurkan perlahan-lahan oleh jutaan ton tekanan air di dasar palung samudera terdalam. Angin menderu memekakkan telinga, membawa jeritan pilu jiwa-jiwa yang telah lama membusuk di dalam ketiadaan. Suhu udara anjlok hingga membekukan darah. Kulit Elloist mulai terkelupas, seolah diiris oleh ribuan belati es tak kasatmata yang terbuat dari energi kegelapan murni. Namun, janji yang ia ukir di dalam hatinya tak mengizinkannya mati semudah itu. Kekuatan Penyembuh Level SSS miliknya bekerja secara otomatis dan brutal. Setiap jaringan sel yang koyak oleh miasma jurang, langsung beregenerasi dalam hitungan milidetik. Pendaran cahaya emas dan hijau menyelimuti tubuhnya, bertarung habis-habisan melawan energi perusak dari dasar neraka tersebut,

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   6

    'Apa aku benar-benar tidak bisa menyelamatkan suamiku sendiri?' Elloist semakin frustrasi. Ia tanpa ssadar mengacak-acak rambutnya. Sementara itu, Nyonya Celeste justru berjalan ke arah Tabib Anand, meraih ujung rantai yang terhubung pada lehernya, lalu menariknya sedikit kuat hingga pria itu t

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   5

    Nyonya Celeste terpana sebentar, sebelum menyunggingkan senyum culas. "Well! Well! Well! Aku pikir siapa yang datang mengganggu—" Ia perlahan menoleh ke samping, membuat seorang pelayan wanita mendekat dan memberikan sebuah sapu tangan. "Ternyata sang putri buangan," hinanya pedas. Nyonya

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   4

    "Apa?!" pekik Elloist keras. "Benar, Yang Mulia," sahut pengawal itu terbata-bata sambil menatap ke arah Elloist dengan sorot takut. Ia bahkan berusaha keras menahan tangis. Bagaimanapun juga ia merasa berhutang budi pada sang tabib yang telah menyelamatkan nyawa putrinya di masa lalu. "Kok

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   3

    Elloist menangis tersedu-sedu. Penampakan yang ia pikir sebelumnya adalah hantu, ternyata wajahnya sendiri. Bertepatan dengan itu, Momo kembali muncul, terbang berputar-putar mengelilingi kepala Elloist hingga debu perak sekilas terlihat berterbangan mengikutinya. [Tuan rumah jangan bersedih!

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status