LOGINKarna kesalahan satu malam, membuat Davin harus menikahi wanita yang bernama Yutta. Pernikahan terpaksa itu membuat Davin tak bisa menerima istrinya, karna sudah ada wanita lain yang sejak dulu mengisi hatinya. Namun, Yutta berusaha mengejar cinta suaminya. Walaupun semua itu terasa sia-sia, Davin yang menganggap Yutta sebagai malapetaka baginya, membuat pria itu membenci kehadirannya, apa lagi di saat tahu jika istrinya itu hamil. Davin semakin murka, sikapnya semakin semena-mena, membuat Yutta harus menelan pil pahit kehilangan janin yang ada di dalam kandungannya. Yutta, menyerah. Tapi, bersamaan dengan itu sebuah fakta terungkap, siapa Yutta sebenernya. Fakta yang membuat Davin menyesali semuanya. Keadaan berbanding terbalik pada Davin, karena pada faktanya wanita yang selama ini dia cari dan cinta ternyata Yutta, istrinya yang selalu dia sakit. Akankah Yutta membuka hatinya kembali untuk memaafkan Davin? Ikuti kelanjutannya! Bagaimana kelanjutan cerita Davin dan Yutta? ikuti kelanjutannya.
View More――子どもは、まだなの。
御門家の朝食卓で、その問いは天気の話みたいな顔で落ちてきた。 問いというより、確認だ。いつまで待たせるつもりなのか、と。銀のスプーンが白い皿に触れる小さな音のほうが、よほどやさしい。 「仕事が忙しいのはわかるけれど、女には期限がありますからね」 義母の冴子は穏やかに微笑んだ。 露骨に責める人より、こういう人のほうが厄介だ。やさしい声のまま、逃げ場のないところだけを刺してくる。 隣では、義祖母の千鶴が新聞を畳み、こちらも見ずに口を開いた。 「会社を支えたことは評価しているわ。でもね、真尋さん。妻の仕事は、それだけじゃないの」 喉の奥が細くなる。飲み込んだ味噌汁の温度だけが、やけに熱かった。 ええ、知っています。私は道具です。会社でも、家でも。用途が違うだけで。 何度もそう言おうとしたのに、結局口に出せなかった。 年長者との上下関係を気にしてしまうのかもしれない。 あるいはただ彼に自分をかばってほしいと期待しているだけ。 「高齢出産は、どうしても虚弱のリスクがありますからね」 義母は気遣うように微笑んだ。 「男の子なら朔臣、女の子なら美琴。あまり虚弱では、名前に負けてしまうでしょう?」 一瞬、意味がわからなかった。 まだ性別もわからない。そもそも、名前の話など一度もしていない。 「……その名前」 「この家の子の名前よ」 義母は穏やかに紅茶を口に運ぶ。 「もう決めてあるの」 その瞬間、隣で朔弥さんがカップを置く音が、かすかに硬く響いた。思わずそちらを見ると、彼は伏し目がちのまま黙っている。けれど、その横顔だけが、ひどく冷えて見えた。まるで何かを押し殺すように。 その沈黙すら、私を守るものではなかった。 会社に着くころには、肩がもう硬かった。 私は経営管理と再建実務を握る上級マネージャーで、表向きの肩書き以上に、この会社の継ぎ目を縫う側の人間だ。人が嫌がる穴埋めほど、たいてい私の机に落ちてくる。 九時前だというのに、デスクには三つの付箋と四件のメッセージが積まれていた。役員会資料の差し替え、来週の銀行説明の数字確認、ホテル部門の予算再計算、ブライダル案件の火消し。どれも急ぎで、どれも本来は別の誰かの仕事だ。 「高瀬さん、こっちも見てもらえます?」 「悪い、これ今日中」 「真尋さんなら早いから」 感謝ではない。信頼に似た、もっと雑なものだ。水道の蛇口をひねるみたいに、当然の顔で私を使う。 午前中だけで二つ会議を回し、昼前には役員の言い争いを止め、午後には数字の穴を埋めた。社内政治まで含めて帳尻を合わせるのが私の仕事らしい。決算書に載らない部分ほど、どうしていつも人の体温を削っていくのだろう。 助かりましたの一言もないまま会議室を出る背中を見送って、私はやっと息を吐いた。胃のあたりが空っぽなのに重い。 心から好きな仕事が、いつの間にかこうなってしまった。 社長夫人になっても部下から尊重されず、かえって仕事をこなすだけの存在になった。 ――その根本にはやはり社長――朔弥さんの態度がある。 もういい。仕事は、ここまでだ。 会社を辞めよう。家庭に入ろう。そうすれば少なくとも、役に立つ場所を一つに絞れる。全部を満たして、それでも足りないと言われるよりはましだ。 そう決めた夜、私はいつもより少しだけ早く帰宅した。朔弥さんに話そうと思ったのだ。仕事を辞めること。子どものことを、ちゃんと考えたいこと。これ以上何も取りこぼしたくなかった。こうすれば、もしかしたら私たちの関係も、もう一歩進めるかもしれない。冷蔵庫にあった食材で、簡単なおかずを二品だけ作った。前に一度、朔弥さんが「君の料理はうまい」と言ったことがある。忙しくて、そういうことをする余裕なんてほとんどなかったのに、あのとき少しうれしかったから、その一言だけは案外きれいに覚えていた。
今日の朔弥さんはなんだか機嫌がよさそうで、何かを待っているみたいだった。 もしかして、彼も私と同じことを考えているのだろうか。 今夜こそ、私たちは……。 「朔弥さん、大事な話があるの……」 言いかけたそのとき、彼のスマホが鳴った。 遠慮する間もなく、彼はすぐに電話に出た。 「……わかった。今行く」 彼は立ち上がるのが早かった。私を見る。何か言いかけて、言わない。 「悪い。急ぎだ。話は後で」 彼が待っていたのは、電話だったんだ。 仕事の急用? でも、どうも仕事という感じでもない……。 その夜、社員用のグループチャットに流れてきた雑談が目に入った。 〈見た?〉 〈マジで帰国したって〉 〈一条澄麗さん〉 〈社長、自分で空港まで迎えに行ったらしい〉 一条|澄麗《すみれ》。 あの女が......帰ってきた。Brak!Yutta yang baru saja memejamkan matanya terlonjat kaget saat mendengar suara pintu kamarnya terbuka dengan cukup keras. Wanita itu bangkit dari tempat tidur mendapati Davin yang sudah berdiri diambang pintu dengan wajah penuh amarah. “Davin ...” lirihnya. “Apa yang kau katakan pada Mamah, hah?” tanya Davin menghampiri wanita itu setalah menutup pintu kamar tersebut. Tak ingin pembicaraannya terdengar keluar, apa lagi sampai terdengar oleh kedua orang tuanya. Yutta mengerutkan keningnya, kebingungan, tidak mengerti dengan pertanyaan pria yang berstatus suaminya itu. “Apa maksudmu?” “Jangan sok polos! Kau yang sudah mengadu perbuatanku tadi pada Mamah, ‘kan?” tuduhnya penuh penekanan. Sontak Yutta langsung menggelengkan kepalanya cepat, menyangkal tuduhan suaminya itu. Dirinya tidak berkata apapun soal kejadian tadi di hotel pada mamah mertuanya.Tidak ada obrolan panjang antara dirinya dan Mamah Adelia tadi, Mamah Adelia hanya bertanya apakah Yutta ingin istirahat di kamar
“Loh Davin, kok kamu sendirian mana istri kamu?” tanya Mamah Adelia disaat melihat kedatangan Davin. Wanita itu menatap Davin penuh tanya, karena Davin turun hanya sendirian tanpa Yutta bersamanya. Davin tak menjawab, putranya itu malah berjalan begitu saja melewati kedua orang tuanya masuk ke dalam mobil dengan raut wajah yang sulit diartikan. “Davin!” panggil sang Mamah menyusulnya.“Mana Yutta?” tanyanya lagi.“Masih di atas,” jawab Davin dingin. “Ken, jemput Yutta,” titah Papah Wijaya langsung mendapatkan anggukan dari sekertaris Ken. Namun, baru saja Sekertaris Ken berbalik, Yutta terlihat sudah muncul di sana. Melihat kedatangan Yutta, Mamah Adelia langsung menghampiri menantunya itu. “Sayang kamu baik-baik aja, ‘kan?” tanyanya panik. Yutta mengangguk kecil seraya menarik tipis ujung bibirnya. Sebisa mungkin Yutta menyembunyikan kesedihannya, ia tidak mau membuat Mamah mertuanya itu khawatir. “Ya sudah, ayo kita pulang,” ajak Papah Wijaya langsung diangguki oleh mereka.
“Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Davin, tak suka melihat Yutta yang menatapnya. “Emm ... ti-tidak, aku-” ucap Yutta menggantung, ragu untuk mengatakannya. Setelah itu Yutta pun kembali bergegas menuju kamar mandi untuk memakai pakaian tersebut. “Ck! Wanita aneh!” decih Davin, menatap sinis Yutta yang berlalu dari sana.Sementara itu, Yutta yang berada dikamar mandi. Langsung mengeluarkan isi yang ada dalam peperbag tersebut. “Bagaimana bisa ukurannya pas dengan biasa yang aku pakai?” gumam Yutta. Wanita itu memakai pakai dalam atas dan bawahnya, ukuranya sangat pas membuat ia keheranan. Dari mana pria itu tahu ukuran dadanya? Dan ... Ah sudahlah, rasanya Yutta malu sendiri memikirkannya. Hingga beberapa saat kemudian, ia pun sudah selesai mengenakan pakaiannya itu. Yutta pun langsung keluar dari sana dengan perasaan yang lebih lega. Masalah pakaian akhirnya sudah selesai, walaupun dalam hati kecilnya masih bertanya-tanya dari mana pria itu tahu jika Yutta membutuhkan pak
Jam 10 malam tepat, acara resepsi pernikahan Davin dan Yutta selesai. Sepasang pengantin baru itu kini sudah berada di dalam kamar hotel yang sudah disiapkan khusus untuk mereka melewati malam pertama. Dengan ranjang yang sudah dihiasi kelopak bunga mawar merah segar membentuk love, tak lupa hiasan dua angsa dengan kepala yang menyatu membentuk love juga menghiasi di atasnya. Yutta yang sejak awal masuk ke dalam kamar tersebut hanya terduduk ditepi ranjang seraya menatap kesekitar ruangan tersebut. Yutta masih menggunakan gaun bekas resepsi pernikahannya. Sementara Davin, pria itu sudah sejak tadi berada di kamar mandi. Jarum jam terus berjalan, sudah hampir satu jam Yutta duduk termenung di sana, dan Davin pun belum juga keluar dari kamar mandi. “Itu orang mandi apa tidur sih, kenapa lama sekali?” gumam Yutta menggerutu. Pasalnya ia sudah tak tahan ingin segara membersihkan tubuhnya, di tambah badannya terasa tidak nyaman, kerena gaun yang dikenakannya begitu ketat. “Ganti baju












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.