Share

08.

Penulis: Nyemoetdz Kim
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-01 10:00:17

"Turunlah," bujuk Yuda pada Dara yang masih berdiri dengan air mata yang terus berlinang. Dia menatap ke arah Yuda tanpa berbicara apapun.

Sudah berapa kali Dara coba mengakhiri hidupnya, dia tidak bisa menerima apa yang sudah terjadi padanya. Demi kepuasan kakaknya, dia dijadikan taruhan oleh Juan. Padahal, Yuda meminta maaf dan mau bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan. Seperti kali ini, dia tidak memperdulikan kondisinya untuk mencari wanita yang merubahnya beberapa hari ini.

Yuda berjalan perlahan lebih dekat dengan Dara yang hanya diam. Tatapannya kosong, dia tidak tau lagi harus melakukan apa saat harapannya hilang begitu saja.

"Kita pulang. Aku berjanji akan melakukan apa yang kau mau, tapi turun dari sana. Kau akan terjatuh nanti." Yuda terus membujuk Dara yang menggeleng pelan ke arah pria yang berjalan padanya.

Yuda melepaskan sling untuk menggendong tangannya begitu saja, dia coba naik ke tempat yang sama d
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gadis Peliharaan Ketua Gangster   11.

    Dara menghentikan ciumannya pada bibir Yuda, dia tertunduk menahan rasa sesak di dadanya. Dia berusaha melawan rasa takut itu dengan mencium Yuda yang terkejut akan sikap Dara."Kau baik-baik saja?" tanya Yuda khawatir."Ya, aku baik-baik saja." Dara melepaskan tangannya dari leher pria yang ada di hadapannya. Tatapan khawatir terlihat di sorot mata Yuda."Kau hanya membuktikan apa yang kau katakan itu. Aku ingin rasa takut ini hilang dengan bantuanmu," imbuh Dara yang menatap Yuda dengan tangis yang sudah pecah."Sudah, tidak perlu menangis lagi. Aku akan buktikan saat itu memang kemauan mu. Apa kau ingin ke kamar mandi agar terasa segar? Biar pelayan yang menyiapkan pakaianmu," jelas Yuda."Maafkan aku sudah bersikap buruk padamu. Aku hanya bingung harus bersikap seperti apa saat hidupku hancur begitu kau mengambil sesuatu yang berharga milikku. Aku hanya memiliki hal itu, semua hancur setelah orang tuaku tiada."Bukannya menja

  • Gadis Peliharaan Ketua Gangster   10.

    "Kau mau ke mana?" tanya seorang pria tampan dengan lesung pipi, mata tajam dan dagu lancip membuatnya terlihat sempurna. Wanita pasti luluh saat menatapnya. "Bukan urusanmu," jawab Dara, dia berjalan turun tangga dengan bertelanjang kaki, tidak peduli pada pria yang sedang mengkhawatirkannya. "Hati-hati." Dia langsung menangkap tubuh Dara saat tubuhnya masih terasa lemas akan terjatuh. Sejenak mata mereka saling menatap, Dara yang begitu dekat dengan pria yang membantunya itu bahkan bisa merasakan deru nafasnya. Namun, tak bertahan lama, dia segera mendorong tubuh pria itu dan berdiri dengan kakinya sendiri. "Sudah begitu malam. Tinggallah di sini, hujan juga belum reda," jelas pria yang tak lain Yudanta. "Kenapa kau membantuku?" tanya Dara ketus. "Kale yang membawamu kemari. Untuk malam ini diam lah di sini saja," jelas Yuda yang terus mencoba membujuk Dara untuk tetap tinggal.

  • Gadis Peliharaan Ketua Gangster   09.

    Dara memilih pergi, dia mencoba hidup semestinya dia mau bersama Juan, kakaknya. Walau Juan masih ringan tangan padanya, dia tak ingin pergi darinya. Dia memiliki alasan untuk itu, karena hanya Juan keluarga satu-satunya. Dulu Juan kakak yang perhatian, sampai dia mengenal dunia hitam, dia menjadi kasar pada adiknya. Pyarrr Suara piring jatuh membuat Dara menutup telinganya, dia sangat takut dengan suara keras ataupun seseorang bersikap kasar padanya, luka hatinya menimpulkan trauma. Seseorang tak sengaja menjatuhkan piring, membuat Dara tampak ketakutan dengan suara itu. Dia sedang di tempat kerjanya, beberapa hari ini dia menyibukkan diri dengan bekerja. "Kau tidak apa-apa, Dar?" "Akhh!" Teriak Dara saat temannya itu coba untuk menanyakan kondisinya. Dia seperti ketakutan saat temannya hanya ingin bertanya. Dara menangis, dia menutup telinganya karena ketakutan. Bayangan di mana kakaknya ser

  • Gadis Peliharaan Ketua Gangster   08.

    "Turunlah," bujuk Yuda pada Dara yang masih berdiri dengan air mata yang terus berlinang. Dia menatap ke arah Yuda tanpa berbicara apapun. Sudah berapa kali Dara coba mengakhiri hidupnya, dia tidak bisa menerima apa yang sudah terjadi padanya. Demi kepuasan kakaknya, dia dijadikan taruhan oleh Juan. Padahal, Yuda meminta maaf dan mau bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan. Seperti kali ini, dia tidak memperdulikan kondisinya untuk mencari wanita yang merubahnya beberapa hari ini. Yuda berjalan perlahan lebih dekat dengan Dara yang hanya diam. Tatapannya kosong, dia tidak tau lagi harus melakukan apa saat harapannya hilang begitu saja. "Kita pulang. Aku berjanji akan melakukan apa yang kau mau, tapi turun dari sana. Kau akan terjatuh nanti." Yuda terus membujuk Dara yang menggeleng pelan ke arah pria yang berjalan padanya. Yuda melepaskan sling untuk menggendong tangannya begitu saja, dia coba naik ke tempat yang sama d

  • Gadis Peliharaan Ketua Gangster   07.

    Dara sedang menatap Yuda yang hanya diam bersandar merasakan tubuhnya yang lemas. Beberapa saat lalu mereka berdebat, sampai Dara memaksanya untuk kembali ke mobil. Dan setelah di mobil, mereka malah hanya diam."Apa yang kau mau sekarang? Katakan kau ingin aku melakukan apa lagi?" tanya Yuda dengan posisi yang masih sama, bersandar dengan memejamkan mata."Ahhh!!" Teriak Dara meluapkan kekesalannya. Dia tidak bisa rela saat Yuda mengambil kesuciannya, dia begitu dendam pada Yuda yang berjanji untuk bertanggung jawab.Yuda hanya diam membiarkan Dara meluapkan emosinya. Dia sadar jika apa yang Dara rasakan begitu mengganggunya."Bisa kau jemput aku? Tubuhku tidak akan baik jika aku memaksanya. Aku sedang di kantor polisi," ujar Yuda dengan seseorang di sambungan teleponnya."Kenapa kau di sana?" tanyanya."Sudah, datanglah. Aku tidak bisa menahannya lagi, kau harus segera datang," jawab Yuda.Yuda bersandar dengan mata terpejam, melupakan Dara yang terus menangis di sampingnya. Rasa sa

  • Gadis Peliharaan Ketua Gangster   06. Menyerahkan Diri

    Kebohongan apa yang sedang Yuda buat, sampai dia mengganggap Dara tunangannya. Sebenarnya siapa Yuda, kenapa dia tampak seperti preman saat dia sebenarnya memiliki rumah mewah seperti ini. Di dalam kamar, Dara sesekali menatap ke arah pintu kamarnya. Ada keinginan ingin melihat kondisi Yuda, namun dia coba untuk tidak peduli. Luka yang dia lihat di bahunya tadi begitu dalam, tapi dia melihat Yuda seperti tidak merasakan apapun. Yudanta dengan selamat membawa Dara ke rumahnya. "Apa dia di dalam kamarnya?" tanya Dara saat seorang pelayan masuk ke kamar untuk memberikan camilan Dara. "Tuan muda kehilangan banyak darah, tapi beliau tidak mau di bawa ke rumah sakit. Sekarang beliau ada di kamarnya, sedang terlelap setelah Dokter mengobati lukanya," jelasnya. Bahkan Yuda mendatangkan Dokter pribadi untuk mengobati tubuhnya. Dara begitu penasaran dengan kondisi Yuda, meski dia tidak ingin melihatnya, tapi hati kecilnya mau mengecek kondisinya. Perlahan kakinya melangkah masuk ke kamar Yu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status