Beranda / Romansa / Gairah Cinta Tuan Mafia / 65. Atau menghadapi dunia

Share

65. Atau menghadapi dunia

Penulis: Rentya Karin
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-04 12:28:29

"Bagaimana keadaan Assa, pah? Apakah dia baik-baik saja?" tanya Merry pada suaminya.

Kekhawatiran jelas terpancar dari raut wajahnya perempuan paruh bayah itu.

"Mama tenang saja. Assa baik-baik saja. Leo menjaganya dengan ketat. Dia tidak membiarkan siapapun mendekati Assa. Termasuk Arsen. Leo benar-benar sangat posesif, tapi papa yakin, Assa akan aman bersamanya," jawab Ronald membuat Merry bernafas lega.

"Syukurlah. Keamanan Assa emang paling penting sekarang," lirih Merry sambil menjatuhkan bokongnya di atas kursi sofa. "Lalu, bagaimana dengan Raya, pah? Apakah sudah ada kabar?" tanyanya sambil menatap suaminya.

Sudah berapa hari ini, Raya tidak ada kabar sama sekali, bahkan ponselnya pun tidak aktif. Membuat Merry khawatir.

Ronald menghela nafasnya kasar, ia melangkah dan duduk di kursi sofa yang berada di samping istrinya. "Belum, mah. Orang suruhan papa juga belum ada kabar. Berdoa saja, semoga Raya baik-baik saja."

"Ya, semoga saja, pah. Bagaimana pun juga, Raya itu penyel
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gairah Cinta Tuan Mafia   72. Terlalu kuat, terlalu dalam

    "Bagaimana, pah? Apakah sudah ada kabar tentang Raya? Perasaan mama kok gak enak, ya?" Merry melangkah mendekati suaminya. Wajahnya terlihat khawatir, karena anak angkatnya tidak ada kabar sampai detik ini juga. Bagaimana pun juga, Mery tidak tahu jika Raya adalah penyebab putrinya kecelakaan dan kehilangan ingatannya. Merry hanya tahu, jika Raya adalah gadis kecil yang menyelamatkan putrinya dulu, saat kebakaran. Ronald terlihat menghela nafasnya kasar, dia meraih secangkir kopi yang terlihat masih mengepulkan asapnya. "Belum, mah. Kita berdoa saja, semoga Raya baik-baik saja di sana," jawab Ronald, lalu menyesap kopi hitamnya perlahan. "Tapi, pah. Mama khawatir banget sama keadaan Raya. Mama takut Raya kenapa-kenapa," lirih Merry sembari memainkan jari jemarinya, berusaha untuk menghilangkan pikiran negatifnya tentang sang anak angkat. "Papa juga khawatir, mah. Tapi mau bagaimana lagi, anak buah papa belum bisa menemukan keberadaannya," kata Ronald seraya menatap istrinya. "Ja

  • Gairah Cinta Tuan Mafia   71. Kamu pasti akan memilihku

    Clarissa tidak benar-benar sadar bagaimana ia bisa kembali ke dalam kamar itu.Yang ia ingat hanya dada Leo yang keras, lengannya yang mengunci tubuhnya seperti borgol hidup, dan suara detak jantung laki-laki itu, terdengar keras, cepat, seperti seseorang yang baru saja berlari cepat. Pintu kamar itu di tutup. Di kunci, bukan sekali. Tapi dua kali."Jangan bergerak," suara Leo rendah, nyaris bergetar."Jangan berpikir. Jangan mengingat apa pun dulu." Lanjut laki-laki tampan nan dingin itu. Clarissa didudukkan di tepi ranjang. Leo berlutut di depannya, memegang wajahnya dengan kedua tangan.Jempolnya menekan pelipis Clarissa, seolah ingin menahan sesuatu agar tidak bocor keluar."Kepalamu masih sakit, baby?" tanyanya cepat.Clarissa mengangguk. Napasnya putus-putus."Ada… potongan," katanya terbata. "Aku dengar dia memanggilku… dengan nama itu lagi."Rahang Leo kembali mengeras. Matanya menatap gelap kedua bola mata wanita yang sedang berperang dengan masa lalunya. "Assa," gumam Leo

  • Gairah Cinta Tuan Mafia   70. Kau sangat egois

    Leo menghantam tubuh Arsen ke dinding. Retakan terdengar. Tulang mungkin patah."Aku membangun ulang dirinya," kata Leo penuh amarah. "Aku menyelamatkannya ketika kau gagal melindunginya dulu. Bahkan, kau saja tidak bisa menemukan dia selama bertahun-tahun. Sungguh konyol!"Ucapan Leo tentu saja menusuk ke dalam dada Arsen. Selama bertahun-tahun, dia memang tidak bisa menemukan keberadaan Assanya, dan saat ia menemukan satu petunjuk, namun petunjuk itu kembali menghilang bak di telan bumi. Ia memang tidak bisa melindungi Assanya, bahkan ketika Assa kecelakaan dan mengalami hilang ingatan, Arsen sama sekali tidak mengetahuinya. Yang ia tahu hanyalah, Assa menghilang, tidak ada kabar, tidak ada berita. Arsen tetap tersenyum meski sudut bibirnya berdarah. Ia menatap Leo, tatapan matanya gelap dan penuh amarah. "Aku pasti bisa menemukan Assa jika seseorang tidak menyembunyikannya," kata Arsen dingin. "Bukan seseorang yang menyembunyikannya, itu semua karena kau yang terlalu bodoh! Bah

  • Gairah Cinta Tuan Mafia   69. Dia mengingatku

    Suara itu datang lagi. Bukan teriakan.Bukan tembakan.Tapi tepukan tangan pelan yang bergema di halaman rumah.Clarissa terbangun dengan napas tersengal. Dadanya terasa sesak, seolah mimpi buruk baru saja menamparnya dari dalam."Assa…"Panggilan nama itu kembali hadir dalam mimpinya. Kepalanya berdenyut hebat. Ia memegangi pelipisnya, tubuhnya gemetar.Gambaran samar muncul, hujan deras, bau darah, tangan seseorang yang menggenggamnya erat."Assa, kamu sangat keras kepala sekali. Sudah aku katakan, jangan main hujan-hujanan, nanti kamu akan sakit.""Assa, jangan lari. Nanti kamu akan jatuh.""Jangan lihat ke belakang. Jangan, Assa! Kamu akan jatuh! "Clarissa menjerit kecil.Pintu kamar langsung terbuka dengan keras.Leo muncul, wajahnya berubah total. Tidak ada kelembutan. Tidak ada pengekangan. Yang tersisa hanya amarah dingin dan naluri pembunuh."Clarissa," panggilnya cepat.Ia langsung memeluk gadis itu, pelukannya terlalu erat, hampir menyakitinya. Tangannya merangkul kepala

  • Gairah Cinta Tuan Mafia   68. Aku tidak bisa jauh darimu

    Clarissa berdiri di depan jendela ketika pintu kamar kembali terbuka.Langkah kaki itu sangat ia kenal.Tidak berat. Tidak tergesa. Tapi penuh kuasa.Leo.Ia belum menoleh, namun tubuhnya langsung menegang. Seolah setiap sel di dalam dirinya telah menghafal kehadiran laki-laki itu. Bahkan tanpa suara."Kamu tidak mengunci pintu," suara Leo rendah, tenang, namun berbahaya.Clarissa menoleh perlahan. Tatapan mereka bertemu. Ada jeda singkat, cukup untuk membuat udara di antara mereka memanas."Aku tahu kamu akan kembali," jawab Clarissa jujur.Leo menutup pintu. Kali ini, ia menguncinya.Klik.Suara kecil itu terdengar jauh lebih keras dari seharusnya."Aku selalu kembali," katanya sambil berjalan mendekat. "Tapi, masalahnya… aku tidak suka melihatmu berdiri sendirian seperti itu."Clarissa menelan ludahnya kasar, keningnya mengernyit bingung. "Kenapa?""Karena dunia tidak pantas melihatmu," jawab Leo tanpa ragu. "Dan karena aku tidak suka ketika ada jarak antara kita." Lanjutnya lagi.

  • Gairah Cinta Tuan Mafia   67. Cinta berbahaya

    Pagi menyusup pelan melalui celah tirai. Cahaya pucat jatuh di wajah Clarissa, membangunkannya dari tidur yang terlalu hangat untuk disebut tenang. Ia bergerak sedikit dan kembali merasakan itu.Lengan Leo.Masih melingkar di pinggangnya. Erat. Nyata. Seolah sepanjang malam ia tidak pernah melepaskannya. Clarissa menahan napas, jantungnya berdetak lebih cepat dari seharusnya. Ia memiringkan kepala, mendapati wajah Leo begitu dekat, mata terpejam, rahang mengeras bahkan dalam tidur sekalipun. Laki-laki itu seperti singa yang tertidur setengah tenang, namun siap menerkam kapan saja.Clarissa mengangkat tangannya, ragu. Ujung jarinya menyentuh dada Leo, merasakan detak jantung yang stabil dan kuat. Sentuhan sekecil itu cukup membuat Leo membuka mata. Tatapannya langsung tajam, lalu melunak ketika mengenali siapa yang ada dalam pelukannya. Tangannya mengencang sesaat, refleks posesif yang nyaris naluriah."Kau sudah bangun, baby?" suaranya serak, khas bangun tidur. Clarissa mengangguk

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status