Se connecter"Paman, ayo kita menikah!" Seorang gadis polos melamar seorang pria dewasa yang lebih tua 10 tahun darinya, itu hanya lamaran tanpa makna, setidaknya dibenak pria dewasa seperti Lucian. Namun, lamaran dari gadis bernama Leanna adalah awal dari datangnya masalah di masa depan. Leanna telah melalui kehidupannya yang penuh dengan siksaan , sejak depresi yang dialami ibunya semakin parah. Dia bertemu lagi dengan paman tirinya -Lucian Gu datang di saat-saat sulit dalam hidupnya, memberikannya kehangatan dan membuatnya jatuh cinta. Lucian cukup peka saat melihat gelagat gadis itu. Dia yang menunda pernikahan akhirnya memutuskan untuk menerima perjodohan dari keluarganya. Namun, gadis itu mendatanginya seminggu sebelum pertunangannya dan mengatakan hal gila. "Paman, kau tidak perlu menikahi wanita lain. Aku akan menemanimu sampai tua, jika kamu membutuhkan anak, aku akan melahirkannya untukmu." Bagaimana mungkin seorang gadis muda pendiam dan pemalu yang berusia awal 20-an mengatakan hal seperti itu dan mulai menerjang batasan diantara mereka? Banyak hal yang terjadi setelah ini mewarnai hubungan mereka.
Voir plus- Je trouve que vous êtes trop arrogant, prétentieux et trop sûr de vous! Craché-je au visage de mon patron.
Un homme majestueusement beau, trop beau à mon goût mais aussi très arrogant. J'en ai marre de devoir le supporter en permanence.
Et aujourd'hui enfin, depuis le jour où il m'a embauché en tant que sa femme de ménage, je lui ai dis ce que je pensais. Je me suis beaucoup retenue par respect mais il se peut que le respect soit mutuel entre employeur et employé. Je suis en colère et ne mesure pas l'ampleur de mes mots face à cet homme qui détient ma vie, ma situation financière.
Il me fixe sans toutefois comprendre, me demandant si je venais de perdre la tête ou si je savais à qui je m'adressais. Il me fixe un peu trop et je sens sa colère monter au visage. Je ferme les yeux le coeur battant, attendant qu'une chose: Qu'il me mette dehors.
Revenons en arrière où tout à commencé...
- Hey Odette tu as vu les annonces dans la page journal des jobs? Me demande ma colocataire d'amie.
Je dirais ma meilleure amie. On se connaît depuis 3 ans déjà. Après notre licence universitaire, ça n'a pas été facile pour nous de trouver un travail stable et il se trouve qu'on a du mal à payer le loyer. Ce studio, nos mamans se sont associées pour nous trouver ce petit bijou. Elles l'ont trouvé après notre baccalauréat quand nous avions décidé de changer de ville pour continuer nos études et en versant également un an de loyer. Depuis ce jour, on s'est toujours débrouillé pour ne pas avoir à déranger qui que ce soit et aussi grâce aux ex petits amis friqués de Lena...bref
Nos deux mères ont grandi ensemble et sont devenues aussi meilleures amies. Bien que je trouve que ma mère est la plus stricte, la plus pointilleuse par rapport à la mère de Léna.
Mon amie tient une tasse de café en main, et fixe son téléphone. Elle lit quelque chose en plissant les yeux.
- Euh non, ça dit quoi aujourd'hui? Lui demandé-je avec un manque de volonté extrême encore en pyjama sur notre canapé. Je matte des mangas.
- Ah lèves tes fesses de là et viens voir feniasse ! M'ordonne Léna.
Je me lève difficilement, manquant de me boiter la cheville.
- Regarde, je vais postuler pour le poste de secrétaire dans cet établissement et toi bah tu pourras regarder autre chose qui peut t'intéresser...pas forcément en rapport avec ton domaine d'étude. Un peu de connaissance, de volonté et de motivation, tu pourras appliquer à n'importe quel poste. Tiens, aide comptable par exemple...
- Tu sais bien que je ne connais rien en bureautique. Pff fais voir, dis-je en ajustant la luminosité de son téléphone. Léna il n'ya rien ici pour moi.
- Donne moi ce téléphone... Il y'a aussi un monsieur qui cherche une femme de ménage 3 fois par semaine dans l'un des plus beaux quartiers du pays. Ça peut être intéressant et le salaire aussi vu que les factures sont déjà là, dit-elle en allant déposer sa tasse vide. On n'a pas de temps à perdre.
- Femme de ménage ? Tu plaisantes ? J'ai une licence en droit...non non c'est impossible. Et pourquoi toi tu ne postules pas ? M'enervé-je en retournant m'allonger.
- Écoute Odette, j'ai déjà rendez vous demain. Moi je peux tout faire dans ce pays tant que ça me rapporte de l'argent. C'est pour un moment ma belle. Tu ne seras pas ménagère toute ta vie! C'est pour ne pas rester ici sans rien faire et regarde... tu ne seras pas dans n'importe quelle maison.
- MDR...ma mère va me tuer
"Tuan Lucian, kenapa kau memperlakukanku sekejam ini? Kau memutuskan pertunangan saat hubungan kita baik-baik saja dan sekarang kau mengusirku saat aku ingin--" "Cukup! Aku sudah bilang padamu untuk membahas ini di luar," ucap Lucian menghentikan keluhan dari tamu yang tidak dia harapkan-Luna. "Kenapa kita tidak bisa membicarakan di sini? Apa kekasih barumu ada di sini?" Luna tiba-tiba saja menerobos masuk. Lucian mendorongnya keluar. "Jangan membuat keributan!" "Biarkan aku masuk! Aku harus bertemu dengan wanita yang tidak tahu malu itu." "Tidak ada gunanya kau marah padanya! Akulah yang memilihnya. Lebih baik kau pergi, mulai saat ini tidak adalagi yang perlu dibahas dari kita." "Apa yang terjadi?" Leanna tiba-tiba saja datang. Luna menerobos masuk ke dalam tanpa sempat dicegah oleh Lucian. Dia memegang kedua tangan Leanna. "Leanna, kau tahukan bagaimana baiknya aku padamu dan kau pasti tidak menerima Lucian punya pasangan baru yang akan merebut perhatiannya dari
"Anda ingin saya melakukannya? Kenapa Anda tiba-tiba ingin membatalkan pertunangan?" Asistennya terkejut dan menatapnya dengan tatapan curiga. "Kau tidak perlu tahu. Hanya lakukan saja apa yang aku perintahkan!" ucap Lucian dengan dingin. "Bos, bagaimana bisa kau mengatalkan acara yang hanya tinggal beberapa hari lagi? Apa kau sudah mendiskusikan ini dengan Nona Luna?"tanya Asistennya. Lucian melipat tangannya di depan dada. "Cepat lakukan sekarang dan kau yang akan bertanggung jawab urusan kantor selama 3 hari!" Asistennya hanya menghela nafas pasrah. Dia hendak pergi, tetapi berhenti saat melihat Leanna yang hanya menggunakan kemeja Lucian. Asistennya sebenarnya meragukan tentang pikirannya, tetapi saat dia melihat Leanna duduk di pangkuan Lucian dan mereka saling berciuman di bibir, semua menjadi lebih jelas. Asistennya memegang kepalanya yang merasa pusing karena memelihat kelakuan Bosnya. Lucian melihat keberadaan Asistennya. "Kenapa kau masih berada di sini? Cepat pe
Malam harinya, Leanna tidur dalam keadaan resah. Tubuhnya bergerak dengan tidak nyaman, keningnya berkeringat. Leanna membuka matanya, "Tidak!" Nafasnya masih tidak beraturan. Leanna melempar selimutnya dan langsung berlari keluar. Leanna menuju ke kamar Lucian. Saat pintu sedikit terbuka, Leanna mendengar suara Lucian yang sedang mengobrol dengan seseorang di telepon. "Jangan khawatir, lebih baik kau fokus saja urusanmu di sana, kau kirim saja ukuran dan model cincin yang kau inginkan, aku akan membelinya. " Leanna mengepalkan telapak tangannya. Dia teringat mimpi yang dia alami. Leanna yang mengalami penyiksaan seperti yang terjadi tadi siang, tetapi yang berbeda, Lucian justru memunggunginya dan meraih tangan wanita itu. "Tidak. Aku tidak boleh membiarkan mereka menikah. Aku harus melakukan apa yang telah aku rencanakan, tidak ada waktu untuk menundanya lagi. " Leanna masuk ke kamar Lucian. "Paman!" Lucian dengan cepat mengakhiri panggilan. Dia menoleh ke arah Leanna yang
Lucian masuk ke dalam mobil, diikuti dengan Luna diam-diam tersenyum. "Semoga gadis itu tidak pernah muncul lagi dalam hidup Lucian," ucapnya dalam hati. Lucian melajukan mobilnya melewati Leanna. Cengkeraman tangannya pada kemudi begitu erat saat meliriknya dari kaca mobil. "Lucian, jangan khawatir. Bukankah kau bilang dia akan kembali ke apartemen?" Lucian tidak mengatakan apapun. Pandangannya fokus me depan dengan tatapan dingin. *** Leanna menatap mobil yang semakin menjauh dari pandangnya. Dia tidak menyangka bahwa Lucian akan benar-benar meninggalkannya seperti ini. Leanna menatap dengan sedih Dia menghadang taksi dan masuk ke dalam. "Nona, kemana kita akan pergi." Leanna terdiam sejenak. Dia merogoh tas kecilnya dan melihat uang yang ada disana. Leanna dengan terpaksa menyebutkan alamat rumah besar keluarganya. Taksi itu melaju menyusuri jalanan. Leanna hanya diam sepanjang jalan. Jujur, dia merasa takut bertemu orang-orang itu lagi, khususnya jika ibunya
Jika itu wanita lain, Lucian akan menariknya, mencium seluruh tubuhnya yang indah. Namun, ini keponakannya. Paman macam apa yang akan menodai tubuh keponakannya sendiri? Dia harus tetap tenang. Lucian menatap keponakannya dengan ekspresi datar untuk menyembunyikan hasrat yang bergejolak. Dia melepas
Leanna menunggu apa yang akan terjadi. Jantungnya berdebar dengan kencang, tangannya mengenggam kain sprei dengan erat. Matanya terpejam dengan sudut mata yang sedikit bergetar. Dia sangat gugup dan takut, tapi ini adalah cara untuk menjadi milik Lucian.Beberapa detik berlalu, Leanna mengerutkan k
Seorang wanita yang menggenakan jubah tidur memeluk tubuh Lucian dari belakang. "Sayang, kenapa kau akan pergi? Kita bahkan baru saja mulai." Lucian menepis tangan itu dengan kasar bahkan mendorong wanita itu menjauh. "Aku sedang tidak memiliki mood untuk melanjutkannya." "Kenapa? Apa kau memiliki
Wajah tampan Lucian hanya menujukkan ekspresi datar, matanya begitu tajam menatap wanita yang berusaha mempermalukannya itu. "Apa yang ingin kau beritahu pada keponakanku? Kau ingin mengarang cerita seperti kau melakukannya pada para pria yang menjadi targetmu?" "Lucian, kali ini aku serius bahwa












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
commentaires