LOGINReyhan adalah pria miskin yang penuh dengan hinaan. Namun siapa sangkah ternyata dia adalah Tuan Levrawnch Britama. Putra kedua dari Chriss Levrawnch Britama yang paling kaya diKota Hunan. Tuan Levrawnch jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seorang Artis cantik dan pintar. Merekapun menjalani hubungan jarak jauh dengan melewati banyak tantangan dan rintangan. Hingga akhirnya hubungan mereka berakhir dengan pernikahan yang bahagia.
View More“Cuk! Mid!” seru seorang anak laki-laki yang berumur delapan belas tahun. Matanya sedang fokus menatap layar monitor lima belas inch. Anak itu sedang fokus memainkan game MOBA—permaian tim dalam jaringan berbasis pertarungan dalam arena—bersama tim kesayangannya.
“Woy! Anj—”
“Sabar, Arya! Aing otw nih,” sahut temannya dari dalam game tersebut.
“Lo kebanyakan farming, Cuk! Mid sampe ditinggal,” komentar anak laki-laki itu. Tangan kirinya tak berhenti memencet tombol pada keyboard-nya, memberikan efek skill pada lawan di dalam game tersebut. Sementara itu tangan kanannya sibuk memegang mouse, berjaga jika dia harus bergerak untuk menghindar dari serangan musuh.
“Arya! Arya!” panggil seorang wanita sembari menggedor pintu kamar. “Arya! Buka pintunya!” serunya lagi. Perempuan itu berteriak sangat keras, tapi Arya tak menggubrisnya.
“Arya, ibu lo manggil, tuh,” tegur seorang temannya di dalam game. Namun sayang, Arya tak menggubris ucapan temennya itu. Dia fokus memberikan skill demi skill pada lawan di dalam game, sampai dia mendapatkan triple kill-nya.
“Arya! Kamu denger Ibu, nggak? Ibu tahu kamu lagi main game!” teriak perempuan itu lagi. Dia terdengar sangat marah pada anak laki-lakinya itu.
“Arya, ke sana dulu, gih. Ibu maneh udah teriak-teriak. Mati sekali nggak papa kali.” Temannya yang lain menegur Arya.
“Bacot, lo, Hildan. Main, ya main aja. Gak usah peduliin Ibu gue!” sergah Arya yang tatapannya tak lepas dari layar monitor. Bola matanya itu bergerak mengikuti arah karakter hero-nya di dalam game.
“Yeh, aing gak enak aja. Ibu maneh kedengerannya udah marah-marah gitu,” timpal Hildan.
‘You have been slain.’ Terdengar suara dari dalam game dan seketika karakter hero Arya dalam game itu mati.
“Jancuk! Bacot anjayani!” geram Arya. Ia kemudian langsung membanting mouse dan juga headset yang sedang dikenakannya. Kemudian ia beranjak dengan perasaan kesal dan marah. Wajahnya pun berubah merah padam. Arya melangkahkan kaki menuju pintu dan menghampiri ibunya.
“Apa, sih? Arya kan bilang kalau lagi main game jangan diganggu!” sentak Arya saat dia membukakan pintu dan mendapati sang ibu dengan tatapan tajam.
“Game, game, game! Apa ibu perlu bakar komputermu itu, hah?” pekik sang ibu kesal.
“Ah! Ya udah mau apa manggil Arya?” Dia menyentak kembali wanita yang ada di hadapannya. Sungguh, Arya tidak memiliki sopan santun pada ibunya sendiri.
“Ya Tuhan, Arya!” sentak Eva, ibu Arya. Kini perempuan itu sudah tidak bisa menahan emosinya lagi. Anak laki-lakinya sudah sangat kelewat batas.
“Apa sih, Bu? Kalau nggak penting banget gak usah panggil-panggil Arya!”
Plak!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Arya. Ini adalah kali pertama sang ibu menamparnya, membuat Arya sedikit kaget dan tersentak. Perlahan Arya menatap ke arah ibunya dengan pupil yang membulat.
Bahu Eva naik turun, dia melayangkan tatapan tajam dan penuh rasa marah pada anak semata wayangnya. Eva sudah tidak bisa membendung lagi rasa marah, kesal, dan kecewa pada anak laki-lakinya itu. Pasalnya ini bukan kali pertama Arya memperlakukan Eva demikian. Hampir setiap hari anaknya ini memarahinya, tak pernah sedikit pun menuruti perintah Eva.
“Ibu! Beraninya, ya, main fisik sama anak.” Arya menggeram. Wajahnya kini merah padam, matanya membulat maksimal, dan rahangnya pun mengetat.
“Apa? Beraninya main fisik pada anak?” Eva mulai murka. “Ibu setiap hari sudah sabar dengan sikap kamu yang kurang ajar. Dari dulu kamu selalu mementingkan game-mu itu. Sampai sekolah pun terbengkalai. Ibu capek hampir setiap semester dipanggil oleh pihak sekolah. Capek, Ya, capek!” cecar Eva pada anaknya yang menatap sang ibu dengan tatapan kesal. Perempuan itu menepuk-tepuk dadanya, saking sakitnya.
Arya tak langsung menanggapi ibunya. Entah kenapa hatinya benar-benar terluka dengan ucapan sang ibu. Kemudian di tengah emosinya yang mulai memuncak, Arya membatin. 'Arya kayak gini karena siapa? Karena Ibu sama Ayah! Kalau kalian nggak suka berantem dan akhirnya cerai. Arya nggak akan kayak gini!'
Saat Arya duduk di bangku kelas 3 SMP, dia selalu melihat kedua orang tuanya bertengkar. Akhirnya demi menenangkan diri dan pikirannya, anak laki-laki itu memutuskan untuk bermain game.
“Kamu dan ayahmu sama saja! Selalu membentak ibu, memarahi, dan berbuat seenaknya. Kenapa kamu tidak bisa menghargai ibumu sendiri, hah? Aku ibumu, Arya!” jerit Eva frustrasi. Kepalanya hampir pecah menghadapi anaknya ini.
“Kalau Ibu sudah tidak mau mengurusku tinggal bilang, Bu! Aku akan pergi dari sini!” sentak Arya. Bukannya sadar dengan kesalahannya, Arya malah mendorong ibunya sambil berlalu.
Eva tersungkur, kini air matanya sudah tak bisa dia bendung lagi. Tangisannya pecah, ketika mendapatkan perlakuan buruk dari sang anak. Sebagai seorang ibu hatinya benar-benar hancur sekarang. Sungguh, perbuatan anaknya itu sudah tidak bisa dimaafkan.
Anak laki-laki itu lantas pergi meninggalkan ibunya. Arya seperti manusia yang tak memiliki hati. Dia memperlakukan ibunya sangat kasar sekali. Apa dia tidak takut dengan dosa yang akan dia tanggung nanti?
“DASAR ANAK DURHAKA!” jerit Eva ketika melihat anak semata wayangnya itu pergi meninggalkannya.
***
Kicauan burung terdengar jelas di telinga Arya. Ia mencoba membuka matanya perlahan. Di hadapannya dia melihat seekor burung berwarna biru sedang bertengger di lengannya. Merasa sedang ditatap, burung itu tiba-tiba langsung terbang meninggalkan Arya.
Arya menggeliat dan mencoba bangkit. Namun, betapa terkejutnya dia, ketika mendapati dirinya berada disebuah tempat yang sangat asing. Sejauh mata memandang, Arya hanya melihat hamparan rumput berwarna hijau. Arya mendongak ke atas, dia melihat langit yang sangat biru dan beberapa burung berterbangan di atas.
Arya mulai panik. Seingatnya tadi malam dia tidur di depan sebuah mini market yang buka 24 jam. Dan di sana tidak ada hamparan rumput seperti ini.
'Sebenarnya di mana ini? Perasaan semalam di depan mini market nggak ada hamparan rumput kayak begini?' batin Arya.
Belum juga pertanyaan itu terjawab. Tiba-tiba saja Arya melihat sebuah hologram di hadapannya. Awalnya terlihat samar, tapi perlahan mulai jelas. Seorang laki-laki yang kira-kira umurnya empat puluh tahunan, dengan ajaibnya muncul di depan Arya. Hanya jarak sekitar tiga meter antara Arya dengan laki-laki itu.
“I-itu apa?” Mata Arya membulat, jantungnya berdegup kencang. Rasa takut kini mulai menjalar di sekujur tubuhnya. Kenapa tiba-tiba muncul sebuah hologram manusia di hadapannya?
BERSAMBUNG ….
Setelah memasangkan cincin ke jari manis Maminya, mereka merasa bingung karena semua orang berlari ke arah depan jalan raya.Saking penasaran, Yulia bertanya pada salah satu bapak bapak yang juga ikut berlari ke depan jalan raya. "Pak, ada apa itu?? Apa yang terjadi di depan jalan itu??""Lecelakan, Non." Jawab bapak itu."Siapa yang celaka, Pak??" Tanya Yusuf."Katanya, Nona Marsyalinda berlari keluar jalan dan tertabrak mobil, Non. Kata mereka juga Nona Marsya tidak bernafas lagi." Jawab bapak itu lalu bergegas pergi.Yulia langsung berlari mengikuti bapak itu dengan begitu cepat dan berkata dalam hati, "Tanteeee... Maafkan aku."Lenia dan Yusufpun berjalancepat ke tempat kejadian itu. Setelah sampai, terlihat Yudha yang sedang menggendong Marsyalinda dan membawanya ke dalam ambulance.Semua keluarga Levrawnchpun menuju ke Rumah Sakit The L Medika. Namun sayangnya, setelah sampai di Rumah Sakit, Marsyalinda tidak sempat tertol
Air mata bercucuran tiada henti. Tangisan para tamu tak kalah dengan kesedihan keluarga Levrawnch. Meski menu makanan tiada henti di layani pada setiap individu yang datang, namun rasa sedih mendalam menutupi rasa dahaga mereka saat ini.Host 3 : "Itulah ucapan dari sang istri tercinta Tuan Levrawnch yang membuat kita semua yang hadir di sini merasa sedih."Host 1 : "Sedih banget. Namun masih ada lagi yang akan kita dengar, yaitu tentang kronologis keluarga Levrawnch Britama yang akan di sampaikan langsung oleh Nyonya Levrawnch Britama."👏👏👏Nyonya Levrawnch berjalan menuju kursi yang di taru di atas panggung. Meski begitu, Nyonya Levrawnch malah berdiri untuk menyampaikan hal tersebut dan menjadikan tempat duduk itu sebagai persiapan ketika dia merasa lelah berdiri."Pasti semuanya sudah kenal saya. Benar nggak??" Tanya Nyonya Levrawnch."KENAAAALLLL..." Sontak mereka semua."Baikah, terimakasih sudah datang maupun yang sudah menonton di
======== Sore hari tiba. Semua para Koki dan pelayan tengah sibuk di rumah baru Nyonya Levrawnch Britama. Ada begitu banyak penjemput tamu yang menggunakan gaun berwarna biru dan juga setelan jass yang sama berwarna hitam. Di kursi paling depan terlihat begitu banyak pengusaha pengusaha dan para direktur, serta pemilik saham yang sedang duduk bercerita dan bergunda ria. Sementara keluarga besar Levrawnch Britama, keluarga besar Debora serta keluarga besar Oscandra, semuanya memakai pakaian putih dan setelan jass berwarna hitam. Tak hanya itu, bahkan Marsyalinda, keluarga Yudha, teman teman Reyhan serta para pembantu juga serentak memakai pakaian putih dan hitam. "Sayang, kamu cantik banget hari ini." Kata Yudha pada Marsyalinda. "Terimakasih, sayang. Terimakasih sudah menemani aku, sudah melindungi dan memotivasi aku. Aku akan berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi." Jawab Marsyalinda dengan mata yang berbinar menyimpan 1000 tetes
1 Bulan Kemudian. "Nak... Coba kamu lihat awan itu, indah bukan??" Tanya Gebriella pada Ali yang sedang duduk bersama di teras atas sambil membicarakan masa depan mereka. "Iya Mi... Sangat indah..." Jawab Ali. "Mami ingat waktu masa dulu saat melihat matahari mulai terbit dan awan putih mulai tebal. Waktu itu, Papi kamu bercerita soal dia yang sedang sibuk mencari Mami di Kota Naung. Tapi begitu ketemu, sepi terasa ramai. Malampun terlihat terang." Kata Gebriella sambil menikmati indahnya matahari terbit. "Terus, Mi...??" Tanya Ali. "Terus, setelah sekian lama terpisah, Papi dan Mami baru bertemu kembali di bukit bunga Kota Naung. Papi mencari mami di sana. Dia sangat setia juga sangat romantis. Tiap hari Papi datang ke rumah Mami yang kecil demi mengambil hati Oma dan juga Opa, hingga akhirnya Oma dan Opapun setuju. Lalu, Mami ikut papi ke Kota Hunan dan menghadapi cobaan bersama. Hehehe... Mami masih ingat, dulu Papi kamu sangat tegas. Dia h
3 HARI KEMUDIAN "Selamat pagi pak Kajur..." ucap teman teman Reyhan pada Kajur yang datang menengok Reyhan di Rumah Sakit The L Medika. Pak Kajur langsung mendekati Reyhan dengan membawa 1 bingkisan dan 1 tas jumbo buah dan juga makanan ringan. "Gimana kabarmu, Rey?"
"Apakah kalian berdua lulus seleksi berkas?" tanya Gebrilla pada Lili dan Frita. "Iya dong...!! Hehehe..." kata Lili. "Teman teman, jangan senang dulu. Besok ujian Psikotes, lusa ujian fisik dan wawancara, Sabtu tes kesehatan, terus... Senin pengumuman," ucap Frita. "Hmmmp
Sesampainya di kampus, Gebriella melihat lelaki yang di bentak bentak oleh perempuan yang tidak di kenalnya, dan siapa lagi laki laki itu kalau bukan Reyhan serta perempuan perempuan yang kemaren yang bernama Pevita bersama Sisi dan Vera. "Cepatan Reyhan...!! kenapa sih? Lama banget membe
Reyhan sengaja memesan satu kamar dengan 1 Bad kecil untuk mereka bertiga. "Pasti pas bangun, badan mereka pada sakit," ucap Reyhan pelan dan bergegas untuk tidur dimobil. Tringg.. Tringg.. Tringg.. Tringg.. Tring Tringg.. Tringg.. (Nada dering HP) Mereka beritiga






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore