เข้าสู่ระบบReyhan adalah pria miskin yang penuh dengan hinaan. Namun siapa sangkah ternyata dia adalah Tuan Levrawnch Britama. Putra kedua dari Chriss Levrawnch Britama yang paling kaya diKota Hunan. Tuan Levrawnch jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seorang Artis cantik dan pintar. Merekapun menjalani hubungan jarak jauh dengan melewati banyak tantangan dan rintangan. Hingga akhirnya hubungan mereka berakhir dengan pernikahan yang bahagia.
ดูเพิ่มเติม"Kinan, ayo bangun ini sudah siang!" teriak bu Susi pada Kinan anak tirinya.
Terdengar suara air yang mengguyur badan Kinan yang masih tertidur.Kinan yang masih tertidur pun kaget karena, bu Susi menyiramnya pakai air."Iya bu, ini Saya sudah bangun. Maaf bu tadi malam Saya tidak bisa tidur karena, kemarin pulang antar pesanan Saya kena air hujan." Kinan menjelaskan pada ibu tirinya."Emangnya saya peduli! Bodo amat Kamu mau sakit atau terluka sekali pun, Saya tidak peduli. Sekarang kamu bangun dan cepat masak sarapan pagi,” Bentak Bu Susi.Selesai mengguyur Kinan, Bu Susi pergi keluar menuju ke dalam kamarnya. Ia sibuk menelpon seseorang yang berada di seberang sana.Sedangkan Kinan langsung bangun dan segera Dia mengganti pakaiannya yang basah. Setelah itu Dia segera turun ke bawah dan menuju ke dapur. Sesampainya di dapur ia melihat ada nasi sisa tadi malam dan dia berinisiatif untuk membuat nasi goreng.Ibu dan Saudara tirinya turun dari lantai dua menuju ke ruang makan dan Mereka menikmati sarapan tersebut dan menghabiskan nasi goreng yang Kinan siapkan di atas meja tersebut. Untung tadi Kinan sempat memisahkan sedikit nasi goreng untuk dirinya sarapan.Kinan yang melihat adik dan ibu tirinya sedang menyantap sarapan pagi dengan lahapnya. Tidak ingin mendapat masalah lagi, maka dari itu Dia langsung pergi menuju ke dapur. Selesai makan Mereka pergi dari ruang makan,Kinan yang melihat Ibu dan saudara tirinya pergi, langsung membersihkan meja makan. Setelah itu Dia menyantap nasi goreng yang Dia pisahkan tadi. Kinan pergi menuju ke kamar mandi dan siap untuk mandi karena sebentar lagi Dia akan pergi kerja.Sedangkan Adik tirinya sudah duluan pergi dengan mengendarai motor maticnya dan langsung menuju ke kampus.Sedangkan Bu Susi duduk di ruang keluarga dan membuka aplikasi belanja online Dia memilih tas yang menurutnya bagus dan menarik. Dia tertarik untuk membeli tas tersebut.Selesai memakai seragam ia segera mengambil tas tote bag yang biasa dipakai untuk menyimpan handpone dan dompet kecil di tasnya tersebut.Kinan berpamitan pada bu Susi yang sedang asik memilih beberapa tas di aplikasi online tersebut."Bu, saya pamit mau berangkat kerja dulu." Pamit Kinan pada Ibu tirinya."Ya sudah pergi kerja sana, oh iya Kinan kasih Ibu uang 100 ribu dulu. Ibu mau membeli tas, kebetulan ada diskon makanya Ibu tidak mau kalau sampai stok tas nya habis," ujarnya pada Kinan."Bu, Kinan sudah tidak ada uang lagi. Uang gaji kemarin saja Ibu sudah ambil kan," ujarnya pada Ibu tirinya."Pasti kamu punya uang, ayo kasih untuk Ibu," ujarnya yang memaksa Kinan untuk memberikan uang padanya."Demi Allah bu, Saya sudah tidak punya uang lagi," ujarnya pada Bu Susi.“Pasti Kamu bohongi Saya! Kamu pasti sembunyi uang dari Ibu. Iya kan,” ucap Bu Susi dengan suara tinggi.“Nggak Bu, Saya mengucapkan yang sebenarnya. Kalau Saya sudah tidak memiliki uang lagi,” jawab Kinan.“Mana tas Kamu! Saya mau lihat. Apa benar Kamu tidak memiliki lagi uang, Hah."Bu Susi merebut tas yang Kinan bawa dan membongkar isi di dalam tas tersebut. Namun Dia tidak menemukan uang yang Dia cari. Setelah itu Dia membuang tas Kinan ke lantai."Lagian Kamu kerja kok di toko bunga yang gajinya itu minim sekali, kalau cari kerjaan itu di kantor dong. Biar gajinya besar,” ucap Bu Susi pada Kinan yang langsung mendorong pundak Kinan."Bu, Kinan hanya tamatan SMK mana ada kantor yang menerima ijazah lulusan SMK," ujarnya pada Bu Susi.Kinan langsung mengambil tas yang tadi di bongkar oleh Ibu tirinya tersebut."Emang nasib Kamu itu selalu sial, bayangkan saja Ibumu meninggal saat melahirkan Kamu dan memang benar Kamu itu anak pembawa sial!” ujarnya dengan nada tinggi pada Kinan dengan tangan di atas pinggang."Cukup Bu! jangan sudutkan Saya lagi dan jangan bawa nama almarhumah Bunda," ucap Kinan dengan suara yang bergetar dan setelah itu Kinan langsung lari keluar dari rumah."Eh kamu mau kemana! Ibu belum selesai bicara," teriaknya pada Kinan.Namun kinan tidak peduli dan Dia langsung pergi meninggalkan rumah.Sesampainya di toko Dia melihat kedua temannya yang sedang melayani pembeli. Di atas meja kasir sudah terdapat jadwal tugas untuk dirinya mengantar bunga pesanan milik hotel Areta.“Wah hari ini Saya harus antar bunga-bunga ini ke hotel Areta. Semangat Kinan! Kamu pasti bisa,” gumamnya dalam hati dan menyemangati dirinya sendiri.Kinan berpamitan pada kedua temannya untuk mengantar pesanan bunga pada pelanggan toko. Sepanjang perjalanan Kinan bersenandung dengan gembiranya. Tanpa Dia sadari dari jalan perumahan elit keluar sebuah mobil BMW berwarna hitam yang akan keluar dari perumahan elit tersebut. Tanpa Dia sadari sepeda yang Dia pakai bergerak kekanan dan kekiri akibatnya sepeda tersebut jatuh dan menggores samping mobil tersebut.Kinan kaget dan Dia hilang keseimbangan dan sepeda Kinan kini tersungkur di aspal sedangkan bunga yang Dia bawa dalam keranjang semuanya berserakan di jalanan.Pemilik mobil pun berhenti dan membuka pintu mobilnya. Dia melangkahkan kaki menuju ke arah Kinan yang saat ini masih berada di bawah.“Hei Kau sudah menabrak mobilku!” Ucap suara dingin dari seorang Laki-laki tersebut.Kinan mendongakkan wajah, menatap seseorang yang sedang menatapnya dengan sorot mata yang tajam dan mematikanSetelah memasangkan cincin ke jari manis Maminya, mereka merasa bingung karena semua orang berlari ke arah depan jalan raya.Saking penasaran, Yulia bertanya pada salah satu bapak bapak yang juga ikut berlari ke depan jalan raya. "Pak, ada apa itu?? Apa yang terjadi di depan jalan itu??""Lecelakan, Non." Jawab bapak itu."Siapa yang celaka, Pak??" Tanya Yusuf."Katanya, Nona Marsyalinda berlari keluar jalan dan tertabrak mobil, Non. Kata mereka juga Nona Marsya tidak bernafas lagi." Jawab bapak itu lalu bergegas pergi.Yulia langsung berlari mengikuti bapak itu dengan begitu cepat dan berkata dalam hati, "Tanteeee... Maafkan aku."Lenia dan Yusufpun berjalancepat ke tempat kejadian itu. Setelah sampai, terlihat Yudha yang sedang menggendong Marsyalinda dan membawanya ke dalam ambulance.Semua keluarga Levrawnchpun menuju ke Rumah Sakit The L Medika. Namun sayangnya, setelah sampai di Rumah Sakit, Marsyalinda tidak sempat tertol
Air mata bercucuran tiada henti. Tangisan para tamu tak kalah dengan kesedihan keluarga Levrawnch. Meski menu makanan tiada henti di layani pada setiap individu yang datang, namun rasa sedih mendalam menutupi rasa dahaga mereka saat ini.Host 3 : "Itulah ucapan dari sang istri tercinta Tuan Levrawnch yang membuat kita semua yang hadir di sini merasa sedih."Host 1 : "Sedih banget. Namun masih ada lagi yang akan kita dengar, yaitu tentang kronologis keluarga Levrawnch Britama yang akan di sampaikan langsung oleh Nyonya Levrawnch Britama."👏👏👏Nyonya Levrawnch berjalan menuju kursi yang di taru di atas panggung. Meski begitu, Nyonya Levrawnch malah berdiri untuk menyampaikan hal tersebut dan menjadikan tempat duduk itu sebagai persiapan ketika dia merasa lelah berdiri."Pasti semuanya sudah kenal saya. Benar nggak??" Tanya Nyonya Levrawnch."KENAAAALLLL..." Sontak mereka semua."Baikah, terimakasih sudah datang maupun yang sudah menonton di
======== Sore hari tiba. Semua para Koki dan pelayan tengah sibuk di rumah baru Nyonya Levrawnch Britama. Ada begitu banyak penjemput tamu yang menggunakan gaun berwarna biru dan juga setelan jass yang sama berwarna hitam. Di kursi paling depan terlihat begitu banyak pengusaha pengusaha dan para direktur, serta pemilik saham yang sedang duduk bercerita dan bergunda ria. Sementara keluarga besar Levrawnch Britama, keluarga besar Debora serta keluarga besar Oscandra, semuanya memakai pakaian putih dan setelan jass berwarna hitam. Tak hanya itu, bahkan Marsyalinda, keluarga Yudha, teman teman Reyhan serta para pembantu juga serentak memakai pakaian putih dan hitam. "Sayang, kamu cantik banget hari ini." Kata Yudha pada Marsyalinda. "Terimakasih, sayang. Terimakasih sudah menemani aku, sudah melindungi dan memotivasi aku. Aku akan berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi." Jawab Marsyalinda dengan mata yang berbinar menyimpan 1000 tetes
1 Bulan Kemudian. "Nak... Coba kamu lihat awan itu, indah bukan??" Tanya Gebriella pada Ali yang sedang duduk bersama di teras atas sambil membicarakan masa depan mereka. "Iya Mi... Sangat indah..." Jawab Ali. "Mami ingat waktu masa dulu saat melihat matahari mulai terbit dan awan putih mulai tebal. Waktu itu, Papi kamu bercerita soal dia yang sedang sibuk mencari Mami di Kota Naung. Tapi begitu ketemu, sepi terasa ramai. Malampun terlihat terang." Kata Gebriella sambil menikmati indahnya matahari terbit. "Terus, Mi...??" Tanya Ali. "Terus, setelah sekian lama terpisah, Papi dan Mami baru bertemu kembali di bukit bunga Kota Naung. Papi mencari mami di sana. Dia sangat setia juga sangat romantis. Tiap hari Papi datang ke rumah Mami yang kecil demi mengambil hati Oma dan juga Opa, hingga akhirnya Oma dan Opapun setuju. Lalu, Mami ikut papi ke Kota Hunan dan menghadapi cobaan bersama. Hehehe... Mami masih ingat, dulu Papi kamu sangat tegas. Dia h
3 HARI KEMUDIAN "Selamat pagi pak Kajur..." ucap teman teman Reyhan pada Kajur yang datang menengok Reyhan di Rumah Sakit The L Medika. Pak Kajur langsung mendekati Reyhan dengan membawa 1 bingkisan dan 1 tas jumbo buah dan juga makanan ringan. "Gimana kabarmu, Rey?"
"Apakah kalian berdua lulus seleksi berkas?" tanya Gebrilla pada Lili dan Frita. "Iya dong...!! Hehehe..." kata Lili. "Teman teman, jangan senang dulu. Besok ujian Psikotes, lusa ujian fisik dan wawancara, Sabtu tes kesehatan, terus... Senin pengumuman," ucap Frita. "Hmmmp
Sesampainya di kampus, Gebriella melihat lelaki yang di bentak bentak oleh perempuan yang tidak di kenalnya, dan siapa lagi laki laki itu kalau bukan Reyhan serta perempuan perempuan yang kemaren yang bernama Pevita bersama Sisi dan Vera. "Cepatan Reyhan...!! kenapa sih? Lama banget membe
Reyhan sengaja memesan satu kamar dengan 1 Bad kecil untuk mereka bertiga. "Pasti pas bangun, badan mereka pada sakit," ucap Reyhan pelan dan bergegas untuk tidur dimobil. Tringg.. Tringg.. Tringg.. Tringg.. Tring Tringg.. Tringg.. (Nada dering HP) Mereka beritiga












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
คะแนน
ความคิดเห็นเพิ่มเติม