Teilen

37. Demi hasrat

last update Veröffentlichungsdatum: 20.04.2026 22:50:42

Iis masih terduduk lemas di lantai semen yang basah, napasnya tersengal-sengal setelah badai kenikmatan yang baru saja menghantamnya. Matanya sayu, menatap kosong ke arah pintu tripleks yang tadi menjadi saksi bisu aksi binalnya.

"Bangun, Iis. Pakai kaos putihmu sekarang. Jangan sekali-kali kau menyentuh handuk itu untuk mengelap sisa air di kulitmu."

Iis tersentak mendengar suaraku yang menggema di dalam kepalanya. Tangannya yang gemetar meraih kaos putih tipis yang tadi ia sampirkan. "Tapi Tu
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Kacamata Penakluk Wanita   128. Di atas meja mekanik

    Langit di luar sudah menghitam pekat saat si pria besar menggendong tubuh Ajeng yang lemas menuruni tangga beton. Lengannya yang kekar melingkar di bawah lutut dan punggung Ajeng, membawa tubuh mungil itu seperti membawa sekarung beras.Kepala Ajeng terjatuh di bahunya, rambut hitam bergelombangnya tergerai liar, menutupi wajahnya yang basah oleh campuran air mata, air liur, dan sperma.Begitu mereka mencapai lantai bawah, area bengkel yang tadinya bising oleh suara mesin kini sudah sepi. Tiga mekanik yang tadi masih fokus bekerja kini tengah beres-beres—menyapu lantai berminyak, menutup drum oli, dan menggulung selang kompresor.Satu mekanik bertubuh gempal dengan brewok tebal sedang mengelap tangannya dengan kain lap kotor saat matanya menangkap pemandangan yang membuat seluruh gerakannya terhenti.

  • Kacamata Penakluk Wanita   127. Dikasari, tapi suka

    Kata-kata Ajeng menggantung di udara, terpotong oleh gerakan brutal si pria besar. Tangannya yang kekar merobek simpulan blus di bawah dada Ajeng, membuat kain putih itu melorot ke lantai. Kini tubuhnya hanya terbungkus bra hitam berenda dan celana ketat krem yang sudah melorot rendah—nyaris memperlihatkan segalanya."Suami lo pergi? Bagus. Berarti lo udah lama nggak dijamah, kan?"Tanpa menunggu jawaban, si pria besar mencengkeram pinggang Ajeng dan mengangkatnya seperti boneka. Dia mendorong tubuh Ajeng ke atas meja lebar Oji, menelungkupkannya di antara tumpukan brosur mobil yang berhamburan. Satu gerakan kasar, dan celana ketat Ajeng ditarik paksa hingga melorot ke pergelangan kakinya."Aduh, Bang... pelan-pelan dong..." rintih Ajeng, tapi dia tidak melawan. Posisinya menelungkup justru membuat bokongnya semakin

  • Kacamata Penakluk Wanita   126. Godaan Ajeng

    Suara langkah berat mendaki tangga beton sudah terdengar sebelum pemiliknya muncul di ambang pintu."Ini gue udah bawa orang dari depkolektor yang punya alat nih. Mana uangnya?!"Pintu yang sudah terbuka tadi langsung dimasuki sesosok pria bertubuh sedang dengan perut buncit yang menonjol di balik kemeja batik lengan pendek. Wajahnya persegi dengan rahang lebar, dihiasi kumis tipis yang sudah mulai memutih di ujung-ujungnya. Dialah Oji, pemilik dealer mobil bekas merangkap penadah mobil curian ini.Di belakangnya, seorang pria kurus berkacamata membawa koper hitam berisi mesin pendeteksi uang palsu. Wajahnya datar, tapi matanya langsung membelalak begitu melihat pemandangan di dalam ruangan.Oji berhenti tepat di depan pintu. Kalimatnya menggantung di udara karena matany

  • Kacamata Penakluk Wanita   125. Uang palsu?

    Pintu kantor di ujung tangga itu terbuka dengan engsel berkarat yang memekik nyaring. Mataku langsung menangkap pemandangan sebuah ruangan yang jauh dari kata rapi.Kursi direksi besar berbahan kulit sintetis hitam yang sudah mengelupas di beberapa bagian berdiri megah di balik meja lebar. Itu jelas singgasana pemilik dealer ini, yang mereka sebut Bang Oji, kalau tidak salah dengar tadi.Di sekitarnya, tumpukan berkas dan brosur mobil berhamburan, beberapa bahkan sudah menguning dimakan usia. Sebuah lemari besi hijau pupus berdiri di sudut, pintunya sedikit terbuka memperlihatkan setumpuk STNK dan dokumen kendaraan.Sofa kulit sintetis murahan—yang sama mengenaskannya dengan kursi direksi—teronggok di sisi ruangan. Kulitnya terkelupas di sana-sini, memperlihatkan busa kuning di dalamnya."Sini, Neng. Duduk dulu. Nunggu Bang Oji paling bentar lagi," si kurus bertato itu mempersilakan Ajeng sambil menunjuk

  • Kacamata Penakluk Wanita   124. Ajeng bersama para mekanik

    Ajeng sekali lagi mengangguk setelah mendengar perintahku. Wajahnya yang resah berganti menatap mereka satu per satu—si pria besar di depan, si kurus bertato di kanan, si brewok di kiri. Dia menggigit bibirnya lagi, kali ini lebih lama, lalu memulai aksinya."Jadi... jadi... mobilnya di mana ya, Pak? Boleh saya lihat langsung?" tanyanya dengan suara yang dibuat lebih manja dan ragu. Dia merapatkan kedua tangannya di depan dada, gerakan lugu yang justru membuat belahan payudaranya semakin mengintip jelas.Si pria besar menyeringai lebar. "Oh, boleh banget, Neng. Mobilnya ada di belakang. Sini saya anterin.""Tapi sebelum itu," potong si kurus, "Neng mau minum dulu? Air es atau teh manis? Saya bisa ambilin di warung sebelah. Siapa tau Neng capek habis perjalanan jauh.”"A-

  • Kacamata Penakluk Wanita   123. Dealer panas

    Aku merebahkan tubuh di atas kasur, memejamkan mata di balik lensa hitam kacamata ajaibku. Dunia nyata perlahan memudar, tergantikan oleh visual tiga dimensi yang muncul di hadapanku. Mode monitor—pandangan langsung dari perspektif Ajeng yang baru saja turun dari mobil taksi online. Suara pintu mobil yang tertutup, lalu langkahnya yang pelan menyusuri trotoar retak di depan deretan ruko tua yang terbengkalai.Mata virtualku menyipit mengamati area yang dilihat Ajeng. Dealer mobil bekas itu berada di pojok jajaran ruko yang nyaris tak terpakai. Beberapa bangunan bahkan sudah tidak berkaca, jendelanya menganga hitam kosong. Jalan aspal di depannya sunyi, hanya dilewati sesekali truk pengangkut pasir yang lewat.Di samping deretan ruko, lahan kosong dengan rumput ilalang setinggi pinggang membentang luas. Beberapa rongsokan mobil terparkir acak di atas tanah

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status