แชร์

Bab 578: Ras Tak Hidup

ผู้เขียน: Rianoir
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-29 18:15:16
Ratusan sosok kabut itu menyerbu ke arah Ryan sekaligus, membawa serta aroma dingin yang bukan aroma biasa dan dendam yang sudah terakumulasi selama waktu yang tidak bisa diukur dengan kalender biasa.

Ryan mengembuskan napas pelan, sudah mengeluarkan Panji Seratus Jiwa.

Tapi sebelum panji itu terentang penuh, suara Elena terdengar dari belakangnya.

"Ryan, jangan."

Ia menoleh.

Elena melangkah maju dari belakangnya, memposisikan dirinya setengah langkah ke depan.

Wajahnya tidak takut, tapi
Rianoir

ini bab reguler terakhir hari ini. Akumulasi Gem: 5/15 Akumulasi Hadiah: 30/1000 Bab bonus: 2 Yuk tambah Gem atau Hadiah untuk bab bonus malam ini(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠) Selamat Beraktivitas (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 10
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1527: Harga Menyakiti Calista

    lReinhart Mulvane masih belum bisa menerima kenyataan di hadapannya. Selama ini, ia menganggap Ryan hanyalah pemuda tidak berguna yang kehilangan kultivasi setelah diburu musuh. Karena itulah, ketika Calista memutuskan menikah dengannya, Reinhart merasa putrinya telah mengorbankan kebahagiaan seumur hidup demi seorang lelaki yang tidak memiliki masa depan. Namun sekarang, menantu yang selama ini dipandang rendah itu ternyata mampu menggunakan formasi! Bahkan Lysander sendiri menyebutnya sebagai Ahli Mistik tingkat dua! 'Bagaimana mungkin bocah ini menyembunyikan kemampuan seperti itu?' Reinhart memandangi Ryan dengan perasaan campur aduk. Penilaian yang selama ini diyakininya mendadak terasa keliru. "Dia... seorang Ahli Mistik tingkat dua?" Calista juga belum pulih dari keterkejutannya. Perempuan itu menatap Ryan yang berdiri di arena. Bibirnya sedikit terbuka, tetapi tidak ada kata-kata yang keluar. Selama beberapa hari, Calista mengira dirinya telah memahami keadaan lelaki

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1526: Ahli Mistik Tingkat Dua

    Boom! Begitu Faust Morrow muncul di hadapan Ryan, tekanan mengerikan langsung meledak dari tubuhnya. Udara di sekitar panggung bergetar, seolah seluruh ruang telah membeku akibat kekuatan yang dilepaskannya. Para penonton yang berada di dekat arena segera berubah wajah. Sebagian bahkan tanpa sadar mundur karena tidak tahan menghadapi tekanan tersebut. "Faust Morrow benar-benar sudah mencapai Setengah Langkah Ranah Maestro!" "Hebat sekali! Dengan bakat seperti itu, tidak lama lagi Lembah Durjana pasti akan memiliki ahli Ranah Maestro baru!" "Generasi muda sekarang memang tidak bisa diremehkan!" Beberapa tokoh besar dari berbagai kekuatan ikut mengangguk kagum. Bagaimanapun, Faust masih tergolong generasi muda. Namun kekuatannya sudah melampaui sebagian besar ahli Tingkat Transenden, bahkan sebelum benar-benar menerobos Ranah Maestro. Tiba-tiba, seseorang dalam kerumunan berseru, "Lihat! Silas Stein sama sekali tidak bergerak!" Semua orang segera mengalihkan perhatian kepada Rya

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1525: Hari Ini Ada Aku!

    Sejak tiba di Alam Purba, Ryan hanya bertemu dua orang yang benar-benar memperlakukannya dengan baik, yakni Juwita dan Calista Mulvane. Kebaikan Juwita tidak perlu diragukan. Gadis itu bahkan pernah memohon kepada Calista agar menyelamatkannya ketika ia ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri. Sementara itu, meskipun Calista tidak memiliki perasaan terhadapnya, perempuan tersebut selalu melindunginya setiap kali menghadapi masalah. Bahkan demi memenuhi janji mendapatkan Buah Asal Langit, Calista berlatih mati-matian selama beberapa hari terakhir. Ia memaksakan tubuhnya melampaui batas, hanya karena ingin memenangkan ajang adu bela diri dan merebut kembali hak pengelolaan Pulau Kabut Roh. Ryan mengetahui semua itu. Setiap malam, melalui Kesadaran Ilahinya, ia bisa merasakan bagaimana Calista terus berlatih meskipun kondisi tubuhnya semakin memburuk. Di hadapan orang banyak maupun ketika tidak ada yang melihat, perempuan itu telah berusaha menjaga kehormatannya sebagai suami.

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1524: Saatnya Sang Suami Bertindak

    "Bagus! Nona Besar hebat sekali!" Sorak-sorai langsung menggema dari rombongan Benteng Mulvane. Setelah menyaksikan kematian tragis Nevan, kemenangan Calista atas Kalib Durga membuat mereka kembali bersemangat. Para pendekar bahkan berseru sambil mengangkat tangan, melampiaskan kemarahan yang sejak tadi tertahan. Namun suasana di kubu Lembah Durjana justru sebaliknya. Wajah para anggotanya muram, sementara Faust Morrow memandang Calista dengan tatapan dingin. "Bagus sekali, Calista. Karena kau sudah membunuh Kalib, sekarang biar aku sendiri yang bermain denganmu!" Begitu selesai berbicara, tubuh Faust langsung melesat ke atas panggung. Duk! Kakinya yang kurus mendarat dengan keras hingga papan panggung berderak. Selubung formasi di sekeliling arena ikut bergetar akibat tekanan yang dipancarkannya. Faust melirik sisa darah Kalib yang memercik di dekatnya. Ia menyekanya dengan ibu jari, kemudian menjilat darah tersebut tanpa menunjukkan rasa jijik. "Kau bukan tandinganku. Leb

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1523: Amukan Calista

    "Kau sendiri yang ingin maju?"Reinhart Mulvane menatap putrinya dengan terkejut. Ia tidak menyangka Calista akan menawarkan diri untuk bertarung secepat ini.Alasan para petarung terkuat dari empat kekuatan besar belum turun ke arena sebenarnya cukup sederhana. Mereka tidak ingin menghabiskan kekuatan terlalu awal, sehingga memilih mengirim peserta lain terlebih dahulu.Namun Calista justru ingin maju sebagai petarung kedua. Kalau harus menghadapi Kalib Durga sekarang, ia pasti akan menghabiskan cukup banyak Qi Sejati sebelum bertemu lawan yang lebih kuat."Yanuar bukan tandingannya, Ayah!" Calista menggeleng tegas. "Biar aku yang maju. Setidaknya, kita tidak perlu kehilangan lebih banyak anggota generasi muda Benteng Mulvane."Ia melirik panggung tempat Nevan baru saja terbunuh."Lagi pula, Kalib Durga bukan lawanku!"Tanpa menunggu jawaban ayahnya, Calista melangkah maju dan langsung melompat ke at

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1522: Santet Mayat Bayi

    "Aku!"Begitu tantangan Wyatt Rensa terdengar, sesosok bayangan langsung melesat keluar dari belakang Fergus Varan.Pemuda berjubah hijau itu mendarat di atas panggung, lalu menatap lawannya dengan sorot tajam."Sekte Golok Darah, Sorin Malaka! Puncak Tingkat Transenden!"Pada saat bersamaan, seorang lelaki bertubuh kekar melompat ke panggung pertarungan lainnya.Lelaki itu bertelanjang dada, memperlihatkan otot-otot besar dan bulu lebat yang memenuhi dadanya. Setelah mendarat, ia menyapu rombongan Benteng Mulvane dengan tatapan meremehkan."Lembah Durjana, Kalib Durga! Puncak Tingkat Transenden! Siapa dari Benteng Mulvane yang ingin naik menyerahkan nyawanya?"Mendengar tantangan tersebut, wajah Calista langsung menggelap.Ia menoleh kepada seorang pemuda yang berdiri di belakangnya."Nevan, kau maju!""Baik, Nona!"Nevan Mulvane, yang juga memiliki kultivasi Puncak Tingkat

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 8 - Masakan Kaisar Iblis

    Ryan berjalan perlahan ke kamar Aira. Mengintip dari celah pintu, dia melihat putrinya tertidur di tempat tidur kecil, masih mengenakan pakaian lengkap, seolah kelelahan setelah menangis.Ryan masuk dengan hati-hati, setiap langkahnya pelan. Dia mendekat ke tempat tidur dan menatap wajah putrinya y

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 7 - Janji Ryan

    "Elena menangis sambil memeluk Aira," Hendrik melanjutkan, suaranya hampir berbisik. "Dia memeluk putrinya sangat erat. Aira saat itu menangis kencang, tidak mengerti apa yang terjadi. Elena... Elena mencium keningnya berkali-kali, lalu menitipkan kalungnya, kalung berliontin bulan sabit emas, ke A

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 6 - Keluarga Yang Hancur

    Setelah Hendrik Hartono pulang, keluarga itu duduk bersama di ruang tamu yang sempit. Cahaya lampu kuning redup menerangi ruangan sederhana dengan sofa lusuh dan meja kayu yang sudah banyak goresan. Suasana hangat meskipun masih ada ketegangan yang menggantung di udara dari kejadian tadi.Hendrik m

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 5 - Alasan Berhutang

    Wulan mempersilakan Ryan duduk di sofa lusuh yang pegas-pegasnya sudah nyungsep di beberapa bagian. Lalu dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, dia mulai menceritakan semuanya.Ayahnya, Hendrik Hartono, bekerja sebagai buruh bangunan. Gajinya tidak besar, tiga juta GDP per bulan kalau lagi be

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status