Teilen

Bab 252

last update Zuletzt aktualisiert: 13.01.2026 01:20:38

Qiang Suli memiringkan kepalanya sejenak dan berpikir.

"Hm, kurasa tidak. Dia hanya pria tua pengembara. Selain bahasa itu, dia juga mengajariku bahasa dari benua lain," jawabnya dengan sikap tenang.

Seketika Ming Yue menghela napas kecewa. Dia melepaskan genggamannya di bahu Qiang Suli, lalu menunduk merenung.

'Andai saja aku bisa bertemu dengannya lebih awal,' pikirnya berandai-andai.

Selama dua kehidupan Ming Yue, dia baru tahu ada pengembara yang tahu tentang bahasa Klan Zhao.

Tapi apa pun penyesalan Ming Yue, sudah terlambat karena pengembara itu sudah tiada.

Qiang Suli mendekat ke meja kerja Ming Yue. Dia lalu membuka gulungan yang sejak tadi membuatnya penasaran.

"Ini tulisan apa, Bu? Seperti kode?"

Ming Yue tak bisa menutupinya lagi. Akhirnya dia mendekat dan kembali duduk di kursinya.

"Iya. Ibu sedang memecahkan kode di gulungan ini. Sebenarnya cukup rumit, bahkan ibu membutuhkan waktu bertahun-tahun. Sekarang tersisa sedikit lagi."

Qiang Suli mengangguk paham.

"Kalau begitu
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas   Bab 253

    Namun, bukannya takut, An Beiye justru mengeluarkan tawa pendek."Aku sudah meminta izin soal ini pada Kaisar, dan dia mengizinkannya. Kau seharusnya bersyukur mendapat pelatihan khusus dariku."Qiang Wangyi seketika mendelik, seluruh ekspresi wajahnya mencerminkan kemarahan dan kejijikan yang tak terbendung.‘Pelatihan apanya?! Ini penyiksaan!’ geramnya dalam hati.Tapi tak ada waktu lagi untuk protes. Sebelum Qiang Wangyi bisa menarik napas panjang, An Beiye sudah seperti bayangan yang bergerak.Qiang Wangyi terpaksa berguling di tanah untuk menghindar, debu dan daun kering menempel di pakaiannya yang basah oleh keringat.Hingga langit di ufuk timur mulai menunjukkan semburat pucat, menandakan larut malam, An Beiye akhirnya menghentikan pelatihan khususnya.Qiang Wangyi terjatuh dengan tubuh babak belur, hanya bertumpu pada pedangnya yang tertancap di tanah untuk mencegahnya jatuh sepenuhnya.Namun, kekuatan terakhirnya pun habis. Pedangnya tergelincir dari genggaman, dan dia jatuh

  • Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas   Bab 252

    Qiang Suli memiringkan kepalanya sejenak dan berpikir."Hm, kurasa tidak. Dia hanya pria tua pengembara. Selain bahasa itu, dia juga mengajariku bahasa dari benua lain," jawabnya dengan sikap tenang.Seketika Ming Yue menghela napas kecewa. Dia melepaskan genggamannya di bahu Qiang Suli, lalu menunduk merenung.'Andai saja aku bisa bertemu dengannya lebih awal,' pikirnya berandai-andai.Selama dua kehidupan Ming Yue, dia baru tahu ada pengembara yang tahu tentang bahasa Klan Zhao.Tapi apa pun penyesalan Ming Yue, sudah terlambat karena pengembara itu sudah tiada.Qiang Suli mendekat ke meja kerja Ming Yue. Dia lalu membuka gulungan yang sejak tadi membuatnya penasaran."Ini tulisan apa, Bu? Seperti kode?"Ming Yue tak bisa menutupinya lagi. Akhirnya dia mendekat dan kembali duduk di kursinya."Iya. Ibu sedang memecahkan kode di gulungan ini. Sebenarnya cukup rumit, bahkan ibu membutuhkan waktu bertahun-tahun. Sekarang tersisa sedikit lagi."Qiang Suli mengangguk paham."Kalau begitu

  • Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas   Bab 251

    Di tengah rasa terkejutnya, Ming Yue memeriksa kembali lebih teliti bagian tubuh kakak dan keponakannya. Di bagian bahu dan kaki mereka terlilit perban."Mereka terluka di sini?" tanya Ming Yue memastikan.Xiao Lin mengangguk. "Entah ada serangan dari siapa, hanya ada luka itu saja. Padahal aku sudah memeriksa, di luka tidak ada racun, hanya sayatan biasa."Ming Yue berpikir keras akan hal yang membingungkan ini. Dia masih mencoba mengobati mereka. Perban di tubuh Ming Hao dan Ming Hyun dibuka, tetesan darah masih keluar.Ming Yue lalu meneteskan darahnya secara langsung pada luka itu. Namun sebanyak apa pun dia memberikannya, tetap tidak ada pengaruh apa-apa.‘Ini tidak benar. Ada yang salah,’ batin Ming Yue tak percaya.Hingga ketika Ming Yue teringat sesuatu, perasaan gelisah dan takut mulai merayap di hatinya."Yang Mulia, mereka masih belum bangun. Apa yang terjadi?" tanya Xiao Lin dengan nada penuh kekhawatiran.Ming Yue menoleh. Melihat wajah Xiao Lin, dia tak tega untuk mengat

  • Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas   Bab 250

    "Ini pasti ulah Sekte Yuhong," gumam Qiang Jun penuh keyakinan. Atas semua yang terjadi dan penyelidikan para tabib, semuanya tertuju pada kelompok orang-orang itu.Ming Yue pun ikut mengangguk setuju. Tapi Qiang Rui tak tahu menahu tentang mereka."Sekte Yuhong? Apa itu?""Mereka, singkatnya seperti musuh leluhurku. Dan kurasa mereka masih mengincar Klan Zhao yang tersisa, bahkan sampai mengejar ibuku sampai ke sini," jelas Ming Yue.Qiang Rui mengangguk singkat, langsung paham garis besarnya. Dalam kepalanya dia seperti menyadari sesuatu."Kalau begitu, mungkin wabah kematian dulu seperti pendeteksi? Karena hanya perempuan Klan Zhao yang tak terpengaruh. Jadi dengan itu mereka bisa menemukannya dengan mudah."Perkataan Qiang Rui seolah membuat mereka tersadar. Jika memikirkan dari sudut pandang lain, mungkin saja itu benar.'Mereka sampai mengorbankan banyak nyawa hanya untuk mencari target mereka? Benar-benar kejam, ' batinnya menggeram kesal.Namun tak dipungkiri, dalam hati, Ming

  • Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas   Bab 249

    Mereka yang mendengar fakta itu tampak terkejut. Hanya Qiang Rui yang diam, kepalanya tertunduk dalam. Wajah yang biasanya begitu ceria dan penuh kelakar itu kini tampak tak berenergi."Kenapa? Bagaimana bisa? Apa ada yang menyerang kalian?" tanya Ming Yue dengan nada khawatir.Qiang Rui menggeleng perlahan. "Bukan. Ibu—"Namun, sebelum bisa menjelaskan, tiba-tiba terdengar suara lantang penuh energi dari belakang."Rui!"Semua orang menoleh. Di sana, berdiri seorang pria dengan wajah yang nyaris identik dengan Qiang Rui.Qiang Shen, adik kembarnya, berjalan mendekat dengan senyuman lebar yang khas. Tanpa banyak basa-basi, dia langsung merangkul erat saudaranya itu."Dasar bajingan. Kenapa kau tak menghubungiku jauh-jauh hari?" gerutunya, namun di balik kata-kata kasar itu, terasa jelas kerinduan yang terpendam lama.Qiang Rui tersenyum tipis, sebuah ekspresi yang terasa asing di wajahnya yang murung. Dia membalas pelukan itu dengan erat."Kejutan," katanya singkat.Qiang Shen melepas

  • Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas   Bab 248

    "A-apa yang, kau bicarakan, Ayah?" Qiang Wangyi tergagap, namun masih berusaha menyangkal, matanya menghindari tatapan ayahnya.Hal itu membuat Qiang Jun semakin kesal sekaligus kecewa. Urat di pelipisnya berdenyut-denyut."Ayah kira kau akan benar-benar berubah setelah berbaikan dengan saudarimu. Tapi kenapa kau masih seperti ini?""Ugh! Ayah, lepaskan dulu. S-sakit," Qiang Wangyi meringis, napasnya mulai pendek.Qiang Jun menatap datar sembari mendengus kasar, tak bergeming."Sakit, kan? Suli mengalami hal yang lebih sakit dari ini. Dia jatuh ke jurang saat kecil. Kehilangan ingatannya dan hilang tanpa arah. Bagaimana bisa kau tega menyakitinya?!" bentak Qiang Jun tanpa sengaja meluapkan emosinya.Seketika Qiang Wangyi terdiam. Selain tak punya tenaga untuk berusaha melawan, dia benar-benar ketakutan saat melihat ayahnya yang marah seperti ini.Para bawahan Qiang Jun yang berdiri di sudut ruangan itu pun tak berani berbuat apa-apa. Tapi tetap saja khawatir tuan mereka akan melewati b

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status