LOGINAbang sedang berkumpul di luar. Aku pergi menjemputnya. Aku pun mendengar abang sedang bertanya pada Oscar Nando, “Bukannya kamu sudah punya kekasih? Padahal sudah selama ini, aku masih nggak pernah bertemu dengannya.” Tiba-tiba aku merasa gugup. Aku sudah berpacaran tiga tahun dengan Oscar. Hanya saja, hubungan kami masih dirahasiakan, tidak diketahui oleh siapa pun. Oscar membalas dengan suara malas, “Dia bukan kekasihku. Aku hanya untuk habisin waktu saja. Aku juga nggak berencana untuk menikah.” Aku mengepal erat tanganku, langsung membuka pintu ruangan.
View MoreSetelah Jerry dan Oscar keluar dari rumah sakit, Charles mempersiapkan jamuan untuk merayakan kepulihan mereka. Aku terus merawat Jerry, meski dia telah pulih total.Charles merasa agak bangga. “Astaga, sepertinya kelak ada seseorang lagi yang akan memanggilku dengan sebutan Kakak.”Ucapan Charles itu dibalas Jerry dengan pelototannya. Alhasil, Charles segera menghentikan omongannya.Di dalam taman bunga, Jerry dan Oscar sedang duduk berhadapan. Berhubung aku penasaran dengan apa yang mereka katakan, aku pun menguping dari belakang pintu.“Jerry, aku nggak sangka kamu sudah memendam perasaan seperti itu sejak awal. Malam itu, kenapa kamu meneleponku dengan memakai ponsel Bella?”Jerry tersenyum tipis. “Bukannya kamu ingin mengejarnya? Aku memberimu sebuah kesempatan, sekaligus memberiku kesempatan juga. Sayangnya, kamu terlalu nggak berguna.”Rasa penyesalan tampak sejenak di wajah Oscar, tetapi dia segera menyembunyikannya dengan baik.“Tapi justru karena telepon itu, aku benar-benar
Begitu ucapan Bella dilontarkan, aku melihat ekspresi penuh semangat di wajah Oscar. Napasnya berubah cepat. Terlihat rasa gembira di dalam tatapannya.Baru saja Oscar hendak menggandeng tangan Bella, Bella pun berkata, “Nggak lama lagi, aku dan penerus Grup Sunardi akan melangsungkan pertunangan. Aku harap kalian semua bisa merestuiku!”Semua orang bertepuk tangan dan bersorak untuk Bella. Namun berbeda dengan Oscar, tangannya terpaku di udara dan sedikit gemetar. Wajahnya juga kelihatan memucat.Reaksi ini mirip seperti ekspresiku ketika berdiri di luar ruangan perkumpulan hari itu. Aku tiba-tiba merasa gembira.Orang yang telah mengecewakan orang lain, pada akhirnya juga akan dikecewakan. Balasan untuk Oscar datang dengan sangat cepat.Tatapan Jerry tertuju pada diriku. Aku dapat merasakan tatapannya. Kali ini, aku tidak menghindar, melainkan bertukar pandang dengannya. Tadinya Jerry terbengong sejenak. Setelah itu, dia pun tersenyum padaku.Disusul ada goncangan yang kuat, senyuman
Setelah tidur, aku ke lantai bawah untuk meminum air. Aku menyadari Oscar sedang berada di rumahku. Ketika melihatku, dia bertanya dengan buru-buru, “Apa kamu merasa nggak enak badan?”Saat Oscar menyadari tidak ada orang di sekeliling, dia ingin datang untuk menarik tanganku.“Hari itu, aku bukan sengaja nggak ingin menghiraukanmu. Aku hanya dengar Bella ….”Aku memotong ucapannya, “Kamu nggak usah jelasin. Aku ngerti, kok.”Sepasang tanganku diletakkan di belakang tubuh. Penolakanku sudah cukup jelas.“Thia, meski kita bukan pasangan, kamu bisa anggap aku sebagai abangmu. Untuk apa kamu bersikap seperti ini?”“Abang? Aku punya abang kandung, kok. Ngapain kamu jadi abangku?”Oscar menghela napas ringan. “Thia, sepertinya Jerry terlalu perhatian sama kamu. Kamu mesti hati-hati. Jangan menyinggung orang seperti dia.”“Memangnya dia seperti apa?” Aku mentertawakan Oscar. “Apa mungkin dia lebih parah daripada kamu yang menjadikan orang lain sebagai ban serapmu!”Setelah itu, Oscar terdiam
Usai berbicara, Jerry tidak menghentikan langkahnya. Dia buru-buru berjalan ke sisi mobil. Setelah memasukkanku ke baris belakang, dia pun melihatku dari atas hingga ujung kaki. “Apa kamu merasa nggak enak badan? Apa kamu tersedak?”Aku menggeleng. “Sedikit saja. Aku nggak merasa nggak enak badan. Kita nggak usah ke rumah sakit.”Hanya saja, Jerry bersikeras untuk menolak, “Nggak, kita mesti ke rumah sakit.”Usai berbicara, Jerry segera menyalakan mesin mobil. Sepanjang perjalanan, Jerry telah menerobos beberapa lampu merah demi mengantarku ke rumah sakit.Setelah melakukan pemeriksaan, aku memang baik-baik saja. Hanya saja, dokter mengatakan berhubung air di dalam danau agak dingin, kemungkinan aku akan flu.Jerry mendengar dengan sangat serius, lalu membelikanku banyak jenis obat pereda flu.Saat perjalanan mengantarku pulang ke rumah, aku melihat wajah samping Jerry yang mengendarai mobil dengan serius. Dia pun spontan bertanya, “Kenapa kamu bisa ke sana?”“Aku pergi cari Bella. Pap
Oscar mengenakan jas rapi. Begitu memasuki rumah, pandangannya langsung tertuju pada diri Bella. Dia berjalan maju beberapa langkah. Baru saja Oscar hendak berbicara, dia baru melihat diriku yang duduk di sebelah.Langkah kaki Oscar berhenti. Kemudian, dia langsung berjalan ke sisi Bella. “Ini untuk
Setelah Oscar mengangkat panggilan, dia tidak kembali ke ruangan VIP lagi.“Tadi Bella telepon, entah apa yang dia katakan, Oscar pun mengatur pesawat pribadi untuk dia.”Semua orang sedang mentertawakan Oscar, hanya aku saja yang sedang menangis.Oscar memperlakukanku dengan sangat baik, tetapi aku
Aku benar-benar tidak bisa tinggal di tempat ini lagi. Aku pun mencari alasan untuk permisi ke toilet.Baru saja aku keluar, Oscar pun mengejar langkahku. Tidak terlihat lagi kelembutan seperti sebelumnya dari dalam matanya. Yang digantikan adalah perasaan dingin yang bercampur aduk dengan sedikit p
Setelah Oscar Nando melihatku, dia langsung menutup mulutnya. Tatapan semua orang terpusat pada diriku. “Kenapa kamu ke sini?” Abangku, Charles Lukanda, meletakkan gelas alkoholnya, lalu menggeser tempat di samping untuk membiarkanku duduk.“Papa dan Mama lagi bertemu sama klien, nggak lagi di ruma












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews