LOGINNayla Azzahra, seorang gadis sederhana, terpaksa menerima pernikahan kontrak dengan Revan Adrian, CEO tampan dan arogan, demi menyelamatkan keluarganya dari kebangkrutan. Baginya, pernikahan ini hanyalah transaksi tanpa perasaan. Namun, siapa sangka kehidupan sebagai istri seorang CEO tidak semudah yang dibayangkan? Di balik kemewahan dan status tinggi, Nayla harus menghadapi penghinaan dari keluarga suaminya, intrik bisnis yang berbahaya, serta kehadiran Tara Wijaya, mantan tunangan Revan yang masih menginginkannya kembali. Saat perlahan benih cinta mulai tumbuh di antara Nayla dan Revan, sebuah pengkhianatan besar mengubah segalanya. Dapatkah Nayla bertahan dalam pernikahan yang penuh luka? Ataukah ia akan memilih pergi dan menemukan kebahagiaan lain? Cinta, ambisi, dan pengorbanan berpadu dalam kisah "Kehidupan Istri CEO", sebuah perjalanan emosional tentang wanita yang berjuang untuk kebahagiaannya sendiri.
View MorePagi itu, mentari menyelinap lembut melalui celah tirai apartemen. Suara burung yang samar terdengar dari kejauhan memberi nuansa damai yang sudah lama tak dirasakan Nayla. Ia terbangun lebih dulu, menyandarkan punggung di kepala ranjang sambil menatap Revan yang masih terlelap.Wajah itu... begitu tenang saat tidur. Tak ada tanda-tanda kekakuan CEO arogan seperti biasanya. Hanya Revan, laki-laki yang pernah ia cintai secara diam-diam, lalu akhirnya ia tinggalkan demi harga diri dan kebebasan.Nayla tersenyum getir. “Bodohnya aku waktu itu...”Namun di balik senyumnya, hatinya tetap menyimpan ragu. Ia belum tahu seperti apa Revan sekarang. Apakah perubahan itu hanya sesaat karena rindu, atau memang tulus ingin memperbaiki semuanya?Revan membuka mata perlahan. Menemukan Nayla sedang menatapnya dengan pandangan sendu.“Aku mimpi kamu ninggalin aku lagi,” gumamnya serak.Nayla tersentak kecil. “Kenapa mimpi seperti itu?”Revan menarik nafas dalam. “Karena aku takut. Meskipun kamu ada di
Sejak Nayla meninggalkan rumah untuk menjalankan proyek kemanusiaannya di desa terpencil, rumah Revan terasa lebih sunyi dari biasanya. Tidak ada suara langkah kaki di pagi hari, tidak ada wangi kopi yang biasa disiapkan Nayla, dan tidak ada percakapan kecil yang menjadi pengisi waktu mereka. Hari-hari Revan terasa kosong, meskipun pekerjaannya di kantor semakin padat. Di ruang kerjanya yang luas dan modern, Revan mencoba fokus. Namun, bayangan Nayla selalu muncul di sela-sela kesibukannya. Terkadang ia memandangi layar ponselnya berjam-jam, menunggu pesan dari Nayla. Namun sinyal di desa sangat terbatas. Hanya sesekali Nayla bisa mengirim kabar singkat. "Anak-anak di sini lucu-lucu, Van. Mereka memanggilku Kak Nay. Aku merasa seperti punya adik-adik baru." Revan tersenyum setiap kali membaca pesan itu. Ia membalas, "Aku bangga padamu. Tapi aku juga rindu." Suatu malam, setelah rapat panjang dan makan malam bisnis yang melelahkan, Revan kembali ke rumah. Ia berjalan melewati k
Malam mulai larut, tapi Nayla masih duduk di depan jendela, memandangi lampu-lampu kota yang berkedip-kedip dari kejauhan. Dalam diam, pikirannya sibuk memutar ulang kenangan yang membuat hatinya terasa sesak. Ia memeluk lututnya sendiri, berharap kehangatan dari pelukannya bisa menggantikan dingin yang merambat ke dalam hatinya. Sudah beberapa minggu ini hubungan mereka tidak lagi sama. Revan masih bersikap baik, masih pulang ke rumah, masih menatapnya dengan mata yang sama—tapi Nayla bisa merasakan jarak yang perlahan tumbuh di antara mereka. Ada hal-hal yang dulu terasa hangat, kini mulai terasa asing. Ketukan pelan di pintu kamar membuatnya menoleh. Revan masuk, membawa secangkir teh hangat. “Untukmu,” katanya singkat, meletakkan cangkir di meja dekat jendela. Nayla tersenyum tipis. “Terima kasih.” Revan tidak langsung pergi. Ia duduk di sisi tempat tidur, lalu menatap punggung Nayla dalam diam. Ada banyak yang ingin ia katakan, tapi entah kenapa lidahnya terasa kelu.
Nayla menatap Revan dengan perasaan tak menentu. Ia bisa melihat ketegangan di wajah suaminya—sesuatu yang jarang sekali terjadi. “Apa yang ingin kau katakan?” tanyanya hati-hati. Revan menarik napas dalam, mencoba mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan kebenaran. Ia tahu ini akan sulit, tapi ia juga tahu bahwa Nayla berhak untuk mengetahui semuanya. “Aku bertemu dengan seseorang hari ini,” ujarnya pelan. Nayla mengernyit. “Seseorang?” “Clara.” Dada Nayla terasa seperti dihantam palu. Nama itu—nama yang hanya ia dengar sekilas dalam percakapan singkat Revan dengan beberapa orang di masa lalu—kini muncul kembali di hadapan mereka. Matanya membulat, tetapi ia mencoba tetap tenang. “Mantan kekasihmu?” Revan mengangguk. “Ya.” Nayla mengatupkan bibirnya. Perasaan tidak nyaman mulai menyelimuti hatinya, tetapi ia masih menunggu kelanjutan dari Revan. “Aku baru tahu sesuatu yang selama ini disembunyikan dariku,” lanjut Revan dengan suara berat. “Aku... aku punya seora
Malam itu, setelah percakapan mereka, Revan kembali mengunci diri di ruangannya. Nayla duduk di ranjang, menatap kosong ke arah jendela. Kata-kata Revan terus terngiang di kepalanya. "Dia tunanganku yang meninggal." Hatinya terasa sesak. Jadi selama ini, dia hanya bayangan dari seseorang di m
Nayla menatap pintu depan yang baru saja tertutup setelah Revan masuk ke dalam rumah. Langkah kakinya terasa berat saat ia beranjak dari taman belakang, mendekati ruang tamu tempat pria itu berdiri sambil melepas jas hitamnya. Revan tampak lelah, tapi wajahnya tetap tanpa ekspresi, seolah kehadira
Nayla membuka matanya perlahan. Cahaya matahari pagi menyelinap melalui celah tirai, menerangi kamar megah tempatnya tinggal sejak hari pernikahan. Hari keempat sebagai istri Revan Adrian. Namun, sebutan ‘istri’ terasa begitu asing baginya. Tidak ada momen manis, tidak ada pagi penuh kasih sayang
Langit Surabaya mendung, seolah menggambarkan suasana hati Nayla Azzahra yang dipaksa mengenakan gaun pengantin putih hari ini. Tangannya terasa dingin saat ia duduk di depan cermin besar, wajahnya tampak pucat meski telah dipoles dengan riasan sempurna. Hari ini seharusnya m












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews