Se connecterHidup Nia berubah 360° saat ia menerima penawaran seorang milyuner untuk menjadi ibu pengganti dengan menyewakan rahimnya untuk ditanamkan benih sperma dari anak sang milyuner yang menjabat CEO dan kelak mewariskan aset sang milyuner. Nia bersedia karena penawaran dengan sejumlah uang fantastis apabila berhasil melahirkan bayi laki-laki sebagai penerus tahta namun ia harus merahasiakan identitasnya sebagai ibu pengganti dari sang CEO dan istri sah-nya.
Voir plus“Lepaskan aku, Mas," pintaku kepada pria di hadapan.
"Selamanya aku tidak akan melepaskanmu dari pernikahan ini! Ada simpul tak kasat mata yang sangat kuat, yang akan mengikatmu padaku selamanya. Ingat itu! Kalau kamu terus berkata seperti itu, terpaksa aku lakukan ini!" Tangannya mengayun, mendarat di kepalaku.
Aku terduduk, memekik kesakitan, lantas menangis.
“Atau silakan menikah lagi. Aku lebih suka dimadu," ujarku. Kali ini sangat lirih, sambil terisak. Rasa sakit tidak hanya di fisik, tetapi psikisku lebih hancur.
“Selamanya hanya kau istriku! Hanya kau yang menjadi samsak dalam hidupku!" Dia kembali berteriak.
“Ingat, Niha! Jangan sampai kamu lapor polisi. Kalau itu kamu lakukan, kamu tahu konsekuensinya.”
Aku melirik ke arahnya. Dia tampak mengepalkan tangan dan dada terlihat naik turun. Kemudian dia berlalu, meninggalkan rasa pening di kepalaku karena hantaman tangan kekarnya barusan. Juga hati yang berdenyut sakit luar biasa.
Air mataku berderai, kepala kutenggelamkan di tangan dan kaki. Menangis dan menangis. Hanya itu yang bisa kulakukan.
Dia, Aqsal. Seseorang yang bergelar suami, seharusnya memberi rasa nyaman dan aman kepadaku, istrinya. Dia, Aqsal. Harusnya dekapannya menjadi tempat paling damai kala rasa lelah melanda. Namun, dia lain. Pria itu sangat arogan, kasar, temperamental, dan dingin, yang selalu memperlakukanku dengan buruk. Dia, Aqsal. Pria yang matanya berkilat tajam seperti mata pisau yang siap mengoyak diriku. Tangan kekarnya seperti gada, yang selalu meremukkan jiwa dan ragaku.
Ingin sebenarnya kabur atau melapor polisi, tetapi aku tidak bisa. Ancaman sekaligus pembuktiannya lebih berbahaya jika sampai aku melakukan itu. Atau setidaknya membuat rumah tangga yang kujalani seperti pada umumnya, tetapi aku tak kuasa melunakkan kebekuan yang selalu ditunjukkannya.
Aku tak kuasa menggapai hatinya. Dinding kokoh yang sengaja didirikannya, tak mampu kurobohkan. Aku takut, ingin lepas dari jerat pernikahan toksik ini. Namun, aku tak berdaya. Mas Aqsal selalu punya cara membuatku diam hingga aku tak berkutik.
Perlakuan kasar barusan, hanya karena aku telat pulang.
***
"Lu, tuh, udah edyan tahu nggak? Saat wanita lain kebakaran jenggot suaminya nikah lagi. Lah, lu? Malah nyuruh suami nikah lagi! Otak lu udah geser berapa kilometer, hah!” maki Asti, sahabatku.
Aku hanya mengedikkan bahu. Mulut ini sibuk merasakan rasa manis dari minuman yang kupesan.
Saat ini, kami sedang berada di sebuah kafe. Asti, sahabat terbaikku itu memaksaku datang menemuinya di sini setelah semalam aku bercerita telah meminta Mas Aqsal menikah lagi. Benar saja, Asti memarahiku habis-habisan.
“Denger, ya, Ti, Siti. Pernikahan gue sama Aqsal itu tinggal menunggu waktu kapan akan, boom,” ujarku padanya. Pada kata terakhir, tanganku melebar, menunjukkan ungkapan ada ledakan besar. Siti adalah panggilan sayangku pada gadis yang sudah membersamaiku sejak SMA ini. Dialah satu-satunya orang yang paling mengerti luar dalamnya aku. Bisa dibilang dia itu tempat sampah, tempat berkeluh kesah.
Gadis itu memijat keningnya. Aku hanya tersenyum melihat ekspresi tersebut.
“Niha, honeyku. Dengerin gue ya. Sekali-kali gitu, lu coba pepet itu suami lu. Pakai lingerie sambil lenggak-lenggok di depannya. Gue jamin, pasti itu garangan langsung nyerang lu, tapi bedanya kali ini lu nggak dianiaya, tapi dianuin. Nah, pasti sikap suami lu akan berubah. La ini, si Aqsal kaku, lunya jaim banget. Pernikahan lu ini, harus ada salah satu yang mancing,” ucapnya lagi.
Lagi-lagi aku hanya menanggapinya dengan menggeleng dan mata melotot. Sarannya sungguh di luar nalar.
“Hello, demi apa gue harus merendahkan harga diri gue demi dia? Dih, ogah banget. Ti, dengerin gue, ya. Sejak awal, pernikahan kami itu sakit keras. Gue nggak mau berjuang sendirian menjadi obat, sedangkan dia yang bergelar suami tidak ada niat ikut menyembuhkan pernikahan ini. Dia menolak gue mentah-mentah sejak awal pernikahan. Lu tau itu. Ada tidaknya gue, tak berpengaruh dalam hidupnya. Gue terjebak dalam hubungan menyakitkan di balik simpul pernikahan.”
Kini, bulir kristal malah dengan tidak sopannya meluncur dari mata. Ternyata, rasa sakit yang selama ini aku terima tak membuatku menjadi wanita berhati kokoh, tetapi malah membuat makin rapuh.
Asti yang awalnya duduk berseberangan denganku, kini menggeser posisinya menjadi duduk di sampingku. Tangannya merengkuh tubuhku dalam dekapannya. Dalam dadanya, aku bisa terisak dengan leluasa.
“Iya, gue tahu. Kalau gitu, lawan dia.”
“Kalau gue ngelawan, akan ada banyak orang yang gue sayang, kena imbasnya. Lu tahu sendiri apa yang pernah terjadi.”
“Iya juga, sih.”
"Semalam dia ngamuk lagi. Rambut gue ditarik, kepala gue dipukul. Sampai kapan gue bisa bertahan, Ti? Apa gue harus selalu sabar dan menyerahkan begitu saja nyawa gue padanya?" Aku berkata sambil terisak.
“Gue ini lemah jika menyangkut orang yang gue sayang. Makanya gue hanya bisa diam saat dia kayak gitu," lanjutku.
Air mata ini tak pernah aku tunjukkan pada siapa pun selain pada Asti. Terbiasa memasang topeng kuat pada orang lain, topeng itu lepas dengan sendirinya jika di depan Asti.
“Menangislah. Gue tahu ini berat buat lu. Maafkan saran yang gue berikan tadi. Gue hanya membaca dari beberapa novel, kalau wanita tak salah jika harus merebut hati suaminya, merendahkan diri demi mengiba cinta suaminya,” tutur Asti lagi.
Bahuku masih berguncang karena tangisan. Sayangnya ini bukan dunia novel. Ini duniaku, dunia Niha Fikratuhal Muna yang penuh warna hitam, pekat. Aku tak se-bucin itu harus merendahkan belas kasih, mendamba belaian, walaupun itu pada suami sendiri. Aku tak senekat tokoh novel yang sering Asti ceritakan untuk menaklukkan hati seorang Aqsal yang arogan. Hati pria itu terlalu kokoh untuk aku tembus.
“Apa tak ada cinta secuil pun di hati lu untuk suami lu itu, Ha? Kalau ada, berjuanglah agar dia bisa cinta sama lu. Ya, caranya itu tadi. Lu harus berusaha menggodanya.”
Aku menggeleng. “Saat setiap hari yang didapatkan hanya makian, cacian, bentakan, apa bisa cinta merambat ke dalamnya, Ti?”
Aku merasakan kepala Asti menggeleng. Seperti itulah, cinta yang sempat ingin aku persembahkan untuk seseorang yang bergelar suami, terpaksa aku tarik kembali setelah mengetahui watak suamiku sebenarnya. Mas Aqsal pria tak punya hati dan belas kasihan.
"Ha, asal lu tahu. Keputusan lu ini bukan keputusan terbaik. Gue yakin sakit lu ini bertambah parah saat suami lu benar-benar menikah lagi. Keenakan pasti dia lu suruh nikah lagi," ujarnya lagi.
“Gue nggak peduli. Toh, selama ini gue udah sangat menderita.”
“Atau gimana kalo gue aja yang jadi madu lu?”
"Periksa apakah ada yang mencurigakan pada staff dapur dan siapa wanita yang membawa Nia pergi itu?" Tidak ada yang mampu memberikan jawaban, semua isi mansion seakan larut dalam pernikahan Adell, dan saat kejadian Gustav bersama orangtuanya menghadiri pernikahan Adell, tidak ada yang menyangka bahwa kepergian mereka dimanfaatkan untuk menculik Nia. "Pasti ada hubungannya dengan orang dalam, ada orang yang memang telah mengetahui seluk beluk mansion, bahkan mungkin bekerja di dalam mansion demi tujuannya yang entah apa. Coba periksa karyawan baru mansion dalam tiga bulan terakhir!""Karyawan yang baru masuk dalam tiga bulan terakhir ini hanya baby sitter untuk bayi Banu dan Bani, Pak. Tapi tiga bulan sebelumnya juga masih ada karyawan baru lagi bertugas di pantry, namanya Tono. Ia diterima karena portofolio sebelumnya bekerja di sebuah hotel bintang lima.""Coba aku mau lihat profil dia!" Kepala sekuriti segera membuka file data karyawan pada komputer pantau lalu menunjukkan wajah pe
Ada iri terselip saat melihat Adell dapat menikah dengan pria yang mencintainya. Gustav juga berpikir untuk menjadikan Nia sah secara negara, karena saat diperkenalkan status Nia adalah ibu pengganti yang menyewakan rahim, mereka menikah sebelumnya hanya secara agama, tanpa adanya pengakuan negara yang ditandai dengan buku nikah. Saatnya Gustav memindahkan Nia di rumah besar, tidak lagi di pavilion dan disembunyikan. "Apa bisa, Ma? Aku ingin seperti Adell. Menikah secara resmi dengan Nia dan memiliki buku nikah. Kasihan Nia jika statusnya masih istri siri, sedang jelas-jelas ia yang melayani dan mengurus keperluanku.""Ssssstt...Mama akan bicara dulu dengan Papamu agar tidak jantungan mendengar kabar mendadak ini. Biar ayahmu tahunya kau baru mengenal Nia dan ingin menikahinya. Soal ibu pengganti dan yang lalu tidak perlu diceritakan. Bisa mengamuk Papamu karena Mama merahasiakan hal ini. Tunggu sampai pernikahan Adell mereda euforia-nya dan lampu hijau dari Papa. Baru kau dan Nia bi
Gustav menjatuhkan talak tiga pada Adell. Ia ingin Adell bahagia, tidak hanya menjalani pernikahan semu dengannya. Jika orang lain bercerai mungkin dengan suasana sedih, tidak demikian dengan Gus dan Adell, keduanya berpelukan, saling bersalaman dan meminta maaf atas salah yang mungkin terjadi selama lima tahun kebersamaan dalam pernikahan dua perusahaan raksasa. Bagaimanapun, Gustav lega kini karena Adell ada yang menjaga seorang perwira polisi yang sangat mengaggumi dan mencintai Adell sejak jaman mereka putih abu-abu. Mama Gustav yang selama ini selalu menjadi teman ngobrol melepas Adell yang telah dianggap anak sendiri. Mama Gus tahu jika Adell tidak memiliki rahim, hal itu pernah diceritakan saat mencetuskan ide untuk menyewa ibu pengganti yang bersedia menyewakan rahim agar lahir seorang penerus sekaligus pewaris dua perusahaan raksasa di negeri itu. "Dell, kita masih keluarga, ya. Kalau ada apa-apa jangan sungkan ngobrol. Mama titip si kembar Banu padamu ya. Semoga Bani tidak
Adell menggendong si kembar, meskipun bayi itu tak lahir dari rahimnya, namun ia merasa ada ikatan batin antara mereka. Tidak ada yang tahu kecuali dokter dan mama Gustav, tentang dirinya yang tidak memiliki rahim. Aneh bukan? Adell perempuan tapi tidak punya rahim, bahkan ia tak pernah merasakan namanya menstruasi. Hal itu yang membuat Adell takut didekati laki-laki. Namun, pertemuannya dengan Brian memporak-porandakan tembok yang ia bangun sedemikian rupa. Selama ini tembok itu melindungi dirinya dari semua pria yang ingin mendekati. Menikah dengan Gustav juga salah satu cara menghindari dari laki-laki yang hanya menginginkan dirinya tapi bukan jiwa dan keseluruhan seorang Adell. Jauh di lubuk hati, Adell takut jika laki-laki menuntut seorang anak dari rahimnya, sedang ia sendiri tak memiliki rahim. "Kak Adell melamun?" Pertanyaan Nia sontak menyadarkan Adell dari lamunan. Nia adalah salah satu jembatan agar ia dapat ikut memiliki seorang bayi. Ada sesuatu dalam dirinya yang mengh
Kinan tak dapat lagi berkata-kata saat seorang polwan membuka topeng silikon di wajahnya. Apa yang dilakukannya termasuk tindak pidana penipuan pasal 378 KUHP yaitu berpura-pura sebagai orang penting untuk mendapatkan keuntungan finansial atau informasi penting dengan ancaman hukuman penjara paling
"Dell, kamu dimana?" Gustav bertanya pelan dengan nada khawatir."Ya dirumahlah. Lima belas menit lagi aku akan datangi perusahaanmu. Aku tidak lupa, kok. Kita bertukar peran bukan? Kau di perusahaanku, aku diperusahaanmu.""Bukan, tapi ada seseorang yang mirip kamu di sini." Gustav lalu memutar ka
Sepuluh orang kandidat masuk ruangan kepala HRD yang hanya berdinding kaca sehingga semua aktivitas dalam ruangan tersebut akan terlihat pada semua staff divisi HRD dalam kubikelnya masing-masing. Tampak satu gadis amat mencolok, selain karena dandanan berani juga karena sepatu high hells yang dike
Dua hari lagi menjelang melahirkan, bunda membujuk Nia untuk operasi saja khawatir riskan melahirkan normal mengingat perut Nia yang besarnya di atas normal. "Bisa, Bunda. Nia usahakan normal. Nia suka baca-baca buku ibu dan bayi, katanya lebih baik normal agar pemulihan cepat dan lebih bonding an






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.