分享

Bab 210. Dingin yang Merayap

作者: nanadvelyns
last update publish date: 2026-04-09 18:00:33

Aroma pahit dari ramuan herbal yang mendidih mulai memenuhi kamar paviliun, bercampur dengan wangi cendana yang membakar di sudut ruangan.

Tabib agung, seorang pria tua dengan jenggot putih yang menjuntai, perlahan menarik tangannya dari pergelangan tangan Diana.

Ia membungkuk rendah ke arah Arthur yang berdiri tegak di sisi ranjang, wajah sang Kaisar baru itu masih tampak kaku dan tegang.

"Bagaimana kondisinya?" Suara Arthur berat, mengandung desakan yang tak bis
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (1)
goodnovel comment avatar
Netty Tya
Yaaa boleh gak Thor jangan ada SeLir Hahahahaha soalNya kalau ada seLir dan seLir akhirNya akan ada Teh HijauNya Hahahahaha
查看全部評論

最新章節

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 290. Jiwa yang Berlabuh

    Dua minggu telah berlalu sejak guntur peperangan di perbatasan Barat berhenti bergemuruh. Sisa-sisa reruntuhan benteng pertahanan Kekaisaran Delore yang hancur perlahan-lahan mulai dimusnahkan oleh pasukan gabungan Norvenia dan faksi klan Rumi. Tanah tandus yang dulunya bersimbah darah kini dibersihkan, mengubur dalam-dalam memori kelam tentang tirani Alon yang telah runtuh berkeping-keping. Kaisar Arthur tiba kembali di Ibu Kota Norvenia tepat di saat musim dingin benar-benar telah angkat kaki dari daratan. Hamparan salju putih yang membeku kini sepenuhnya menghilang, digantikan oleh hamparan rumput hijau dan kuncup-kuncup bunga krisan yang mulai bermekaran. Suhu udara yang hangat dan bersahabat menyambut kepulangan sang Dewa Perang beserta pasukan elitenya. Aroma kemenangan membubung tinggi di sepanjang jalan kota, di mana ribuan rakyat bersorak-sorai mengelu-elukan namanya. Namun, Arthur tidak memedulikan semua kemegahan itu. Ia bahkan melewati barisan sambutan upacara dari para

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 289. Penebusan Dosa Isabella

    Sorakan kemenangan menyerukan nama Kaisar Arthur dan kejayaan Kekaisaran Norvenia menggema dengan sangat lantang di sepanjang lembah perbatasan. Suara gemuruh dari ratusan ribu prajurit memecah keheningan pegunungan salju, mengubur sisa-sisa ketakutan yang sempat mencekam beberapa saat lalu. Begitu tubuh Kaisar Alon tumbang tak bernyawa di atas hamparan salju yang membeku, runtuh pula pilar Kekaisaran Delore. Kemenangan mutlak kini sah menjadi milik Norvenia.Namun, di tengah atmosfer euforia yang membara itu, kedamaian belum sepenuhnya mendarat. Tak lama setelah Alon mengembuskan napas terakhirnya, sepasang mata tajam milik Arthur menangkap pergerakan dari arah celah bukit. Pasukan lain yang mengenakan zirah perang lengkap tiba-tiba muncul dan merangsek masuk ke dalam area pertempuran.Melihat kedatangan rombongan asing tersebut, Arthur, Sai, dan Adipati Deon secara refleks kembali memasang raut wajah waspada. Tangan mereka kembali mencengkeram gagang pedang yang masih bersimbah dara

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 288. Tumbangnya Pengkhianat

    Diana masih duduk berlutut dengan khusyuk di atas bantalan beludru merah. Jemarinya yang ramping bergerak ritmis, memindahkan sebutir demi sebutir biji tasbih Buddha berukuran besar yang terbuat dari kayu gaharu hitam. Ia telah berada di posisi itu sejak fajar menyingsing, mengabaikan rasa kaku yang mulai menyerang persendiannya. Bibi Erna berdiri tidak jauh di belakangnya, meremas selendangnya dengan gundah. Matanya menatap cemas pada punggung Permaisuri yang tampak tegang. "Yang Mulia, Anda sudah berdoa terlalu lama hari ini. Saya khawatir Anda akan jatuh sakit nanti jika terus memaksakan diri dalam kondisi mengandung seperti ini," ucap Bibi Erna, suaranya sarat akan rasa cemas yang mendalam. Diana tidak beranjak sedikit pun dari posisinya. Tasbih besar di tangannya terus bergerak tanpa henti. Ia melirik Bibi Erna sekilas melalui sudut matanya, lalu menjawab dengan suara rendah yang datar namun bergetar oleh emosi, "Bagaimana mungkin aku bisa makan dan tidur dengan tenang, jika

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 287. Janji di Bawah Zirah dan Tabuhan Genderang Perang

    "Saya telah membunuh Raja Debi," ucap Althaf sekali lagi, suaranya terdengar seperti ketukan palu hakim yang menjatuhkan vonis mati dalam keheningan kamar. Denada menatap ksatria di hadapannya dengan sepasang mata yang membelalak lebar. Jantungnya berdegup kencang, menabrak rongga dadanya hingga ia merasa sedikit pening. Segala skenario yang telah ia susun rapi bersama Isabella seolah koyak di bagian tepi oleh tindakan impulsif ksatria ini. "Apa... apa yang sebenarnya terjadi, Althaf? Kenapa kau bertindak sendiri tanpa perintah?" tanya Denada, mencoba menekan getaran dalam suaranya agar tetap terdengar seperti seorang permaisuri yang berwibawa, meski kedok rapuhnya semalam masih membekas. Althaf tetap berlutut dengan tegak, zirah peraknya yang ternoda darah memantulkan cahaya lilin yang temaram. "Yang Mulia Selir Isabella telah menceritakan semua fakta tentang Kaisar Alon kepada saya sore tadi, sebelum jamuan dimulai. Hamba telah mengetahui semuanya, Yang Mulia. Pengkhianat besar

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 286. Pembersihan Harem dan Pedang yang Ternoda

    BRAK! Pintu peraduan yang berat itu tiba-tiba terbuka dengan sentakan yang tidak sabaran. Sesosok gadis dengan jubah pelayan yang sedikit berantakan berlari masuk menembus tirai-tirai kelambu sutra dengan napas yang terengah-engah. "Yang Mulia! Yang Mulia Permaisuri!" panggil Embun dengan suara setengah berteriak, matanya berbinar-binar penuh dengan luapan emosi yang tak tertahankan. Bibi Erna yang sedang memegang handuk kering seketika mendongak. Wajahnya yang tegas berkerut dalam, memancarkan ketidaksetujuan yang nyata atas kelancangan pelayan muda tersebut. Ia berdiri dan langsung menghadang jalan Embun. "Perhatikan sikap dan suaramu, Embun! Kita saat ini berada di Istana Kediaman Kaisar, bukan di paviliun pribadi kita!" tegur Bibi Erna dengan nada berbisik namun tajam. "Kelancanganmu bisa dihukum cambuk jika terdengar oleh pengawal pribadi Yang Mulia!" Embun seketika menghentikan langkahnya, menyengir bersalah sembari menangkupkan kedua tangannya di depan dada untuk memoh

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 285. Sandiwara dalam Perjamuan

    Aula utama Istana Norvenia seketika berubah menjadi medan kekacauan yang tak terkendali. Pekikan histeris dari para selir bergema, bersahutan dengan deru derap langkah kaki para prajurit pengawal yang langsung menghunus pedang, membentuk barikade melingkar untuk melindungi podium kerajaan. Di tengah kegaduhan yang memekakkan telinga itu, seorang tabib istana dengan jubah yang sedikit berantakan tampak berlari terbirit-birit menaiki tangga podium, wajahnya pucat pasi seolah maut sendiri yang sedang mengejarnya.Sebelum tabib itu sempat menyentuh Diana, Embun bergerak cepat dari arah belakang kursi permaisuri. Dengan napas yang memburu namun tangan yang luar biasa stabil, ia menyodorkan sebuah kotak kayu cendana berukir rumit ke hadapan sang tabib."Tuan Tabib, gunakan ini saja! Ini adalah alat medis pribadi milik Yang Mulia Permaisuri!" seru Embun dengan suara yang lantang, memotong kepanikan pria tua itu.Tabib istana itu tidak memiliki waktu untuk berpikir panjang atau mempertanyakan

  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 129. Malam Ketika Bunga Dipetik Paksa

    Karin membuka matanya dengan sentakan tajam. Jantungnya berdegup keras bahkan sebelum telinganya benar-benar menangkap apa yang sedang terjadi. Udara di kamarnya terasa aneh—terlalu dingin, terlalu sunyi, seolah seluruh Istana menahan napas. Lalu suara itu terdengar lagi. Denting logam. Lang

    last update最後更新 : 2026-03-30
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 125. Pengakuan di Balik Jubah Hitam

    Kereta kuda melaju perlahan meninggalkan kawasan Istana, roda-rodanya berderak halus di atas jalan batu yang mulai diselimuti salju tipis. Di dalam kereta, Diana duduk tegak dengan kedua tangan terlipat rapi di pangkuannya. Tirai jendela sedikit terbuka, membiarkan cahaya senj

    last update最後更新 : 2026-03-29
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 15. Kebaikan Yang Terlalu Sempurna

    Arthur membuka kedua matanya perlahan, napasnya masih berat dan terputus-putus. Cahaya lembut dari jendela menerpa dinding kamar, membiaskan bayangan halus yang bergeser pelan setiap kali angin dingin malam menerobos celah tirai. Helaan napas laki-laki itu terdengar kasar, tenggorokannya kering s

    last update最後更新 : 2026-03-17
  • Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa   Bab 16. Masih Kurang, Yang Mulia?

    Ruang kerja Putra Mahkota tenggelam dalam keheningan berat yang hanya ditemani goresan kuas yang menari di atas lembaran laporan. Cahaya redup dari lampu minyak memantulkan bayangan tipis di sepanjang meja kayu panjang itu. Arthur duduk tegap, satu tangannya menandai bagian-bagian penting dengan

    last update最後更新 : 2026-03-17
更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status