Share

Dalam Perjalanan

Author: nababy
last update publish date: 2026-05-14 21:16:12

“Percepat kudanya. Kita harus tiba sebelum malam.” Suara Cassian terdengar dingin dari dalam kereta kerajaan.

“Baik, Yang Mulia!” jawab kusir cepat dari depan.

Detik berikutnya, suara cambuk menggema dan roda kereta bergerak lebih cepat membelah jalan utama ibukota menuju Valerante.

Hari ini Rombongan Raja meninggalkan istana bersama Ratu dengan dalih Ratu ingin mengunjungi kampung halamannya.

Angin pagi menerpa tirai hitam berhias lambang kerajaan Minerva. Di belakang kereta utama, puluhan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Kehangatan Suami Istri

    “Saya harap Anda lebih lembut pada Ratu. Bagaimanapun juga, beliau adalah istri sah Anda.” Aldric sekali lagi mengingatkan.“Aku tahu,” balas Cassian singkat.Cassian langsung meminta beberapa ksatria untuk memanggil para jenderal untuk mendiskusikan waktu yang tepat untuk mengeksekusi para pengkhianat. Setelah rapat berjalan hampir satu jam, akhirnya mereka mendapat hasil jika eksekusi akan dilakukan minggu depan tepat di alun-alun kota.“Baiklah, kalau begitu rapat selesai. Silahkan kalian istirahat. Aku tahu kalian sangat lelah.” Cassian mengakhiri rapat tergesa.Sang Raja langsung bergegas keluar dari ruangan rapat untuk menemui istrinya yang baru saja ia bentak tadi.​Langkah kaki Cassian terasa begitu berat saat ia menyusuri lorong panjang menuju kamar pribadi Ratu. Jubah kebesarannya yang megah kini terasa seperti beban yang menghimpit pundaknya. Sejak menginjakkan kaki di ibukota sehabis menempuh perjalanan jauh dari Valerante, dilanjutkan dengan rapat cepat yang menguras pik

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Ledakan Sang Ratu

    “Selama Anda di istana, Anda bisa memakai kamar Paviliun ini sesuka hati Anda.” Ronald, kepala pelayan mempersilahkan Marielle masuk ke kamar utama di paviliun tersebut.“Kau sungguh aku memakai kamar ini?” Marielle terlihat tidak percaya.“Benar Lady. Semoga Anda betah saat tinggal di istana ini. Saya pamit, karena masih banyak yang harus saya kerjakan.” Ronald akhirnya undur diri.Marielle mengangguk. Setelah pintu tertutup kembali, Mariella melihat sekeliling dengan wajah kagum. Ia masih ingat kamar selama dirinya menjadi selir Cassian tidak semewah kamar ini.“Lady, akhirnya kita kembali ke istana lagi. Wah… aku sangat merindukan kasur empuk seperti ini.” Diana langsung berbaring di ranjang utama kamar tersebut. Tangannya mengelus-elus bagaimana lembutnya sprei yang tengah ia tiduri.​Marielle tertawa kecil melihat tingkah pelayan pribadinya. Rasa lelah akibat perjalanan panjang seolah sedikit menguap melihat antusiasme Diana. Ia melangkah mendekati ranjang, lalu duduk di tepinya

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Selir Dan Ratu

    “Yang Mulia Ratu… hormat saya pada Anda, sang Rembulan Minerva.” Marielle langsung membungkuk memberi hormat bersamaan dengan Diana di sampingnya.Tangan Elira langsung meremas sisi samping gaunnya. Hal yang selama ini ia takutkan akhirnya terjadi. Elira sudah menduga Marielle tidak lama lagi akan menginjakan kaki di istana lagi, mengingat bagaimana kedatangannya kesini secara tiba-tiba saat meminta memberitahu terjadinya perang di Valerante tempo hari lalu.“Elira, sambutlah Marielle dengan hangat. Bagaimanapun dia adalah salah satu pahlawan dalam perang yang baru saja aku menangkan.” Cassian mendekati istrinya dan bicara dengan nada yang dingin.​Tangan Ratu Elira bergetar hebat di balik remasan kain gaun beludrunya. Kalimat dingin yang dilontarkan Cassian di hadapan para pelayan dan ksatria pengawal terasa bagai tamparan yang menjatuhkan martabatnya sebagai Ratu.​Elira menarik napas dalam-dalam, berusaha keras mempertahankan topeng keanggunannya meski suaranya tidak dapat menyembu

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Kembali Ke Istana

    ​”Kita akan istirahat di penginapan untuk malam ini Lady,” ucap Claude saat baru saja membuka pintu kereta kuda yang Marielle tumpangi.Marielle mengangguk. Ia langsung dibantu Diana untuk keluar. Matahari telah lama tenggelam, digantikan oleh hamparan langit malam yang pekat saat rombongan besar dari Valerante akhirnya memutuskan untuk menepi. Mengingat perjalanan menuju ibu kota memakan waktu hampir seharian penuh dan kondisi fisik Marielle belum sepenuhnya pulih, Cassian memerintahkan pasukan untuk bermalam di sebuah desa persinggahan.​Sebuah penginapan kecil yang cukup bersih telah dikosongkan seluruhnya demi kenyamanan sang Raja dan rombongan.​Di sudut halaman penginapan yang temaram, Aldric tampak berdiri menyendiri di bawah naungan pohon rindang. Pria Utara itu sengaja menjaga jarak, membiarkan para ksatria Valtore yang mengurus perimeter luar. Mata hitamnya bergerak lambat, sekadar mengamati keadaan sekitar dengan waspada, namun pandangannya sesekali tertuju pada jendela l

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Alasan Kembali

    "Bagaimana jika aku katakan..." bisik Cassian dengan suara parau yang sarat akan keputusasaan sekaligus penekanan. "Jika kau ikut bersamaku ke ibukota, aku akan membuka kembali kasus lama itu. Aku akan memimpin penyelidikan ulang dan membersihkan nama Enzo secara resmi, mengembalikan kehormatannya sebagai ksatria sejati, bukan sebagai seorang pengkhianat beracun."​Deg!​Mata perak Marielle seketika membelalak sempurna. Tubuhnya menegang, dan nafasnya seolah terhenti di tenggorokan. Ia langsung menoleh tajam, menatap lurus ke dalam mata Cassian yang dipenuhi ambisi untuk membawanya pulang.​Nama Enzo. Cassian benar-benar menggunakan satu-satunya kelemahan terbesar di hatinya untuk meruntuhkan tembok pertahanannya.​“Apa?!”​“Kau bisa memegang kata-kataku. Aku akan membersihkan nama Enzo untukmu.”​Marielle terdiam, dadanya naik turun menahan gemuruh emosi yang mencuat. Ia menatap Cassian dengan tatapan yang sulit diartikan. Perpaduan antara rasa sakit yang mendalam dan keputusasaan.

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Benang Merah Sang Ksatria

    “Bagaimana, Yang Mulia? Apakah ide saya bisa Anda terima?” Claude melihat pada sang Raja.​Cassian terdiam sejenak. Matanya berkilat saat memikirkan kembali kata-kata Claude. Sebuah senyuman tipis yang dingin terukir di sudut bibirnya. Itu dia. Sebuah alasan mutlak yang tidak akan bisa ditolak oleh siapapun, bahkan oleh Marielle sekalipun.​"Usulan yang bagus, Claude," ujar Cassian memecah keheningan, suaranya kembali dipenuhi otoritas mutlak. "Kita akan membawa para pengkhianat dari Kepala Keluarga Valerante yang membelot ke ibukota untuk dieksekusi di hadapan publik. Dan mengenai Lady Marielle... sebagai Raja, aku secara resmi akan menganugerahkannya gelar Pahlawan Kerajaan atas jasanya menyelamatkan nyawaku dan kontribusinya atas perang ini.”​Aldric memicingkan mata hitamnya, langsung menangkap niat terselubung dibalik keputusan mendadak Cassian. Rahangnya mengeras. Pria itu tahu Cassian sedang menggunakan kekuasaannya untuk menyeret Marielle kembali ke sisinya.​"Jika Anda memutu

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Insiden Perburuan

    “Dengan ini, festival berburu kerajaan tahun ini resmi dimulai!” Suara Cassian menggema di lapangan utama istana saat pidato pembukaan festival berburu yang akan diadakan tahun ini.Sorak para bangsawan dan tepuk tangan memenuhi udara pagi yang cerah itu. Panji-panji kerajaan berkibar, k

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Kesadaran Hati

    Marielle mengerjap ketika dirinya terbangun. Ia merenggangkan badan, menghembuskan nafas pada pagi ini.“Enzo, ambilkan aku air,” ucapnya pelan.Namun tak ada jawaban. Dia langsung duduk, mengamati sekeliling. Tak ada batang hidung Enzo yang terlihat.“Kemana dia? Biasa

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Menuju Pembalasan

    “Aku ingin menyaksikan sendiri saat wanita yang dia cintai mati perlahan di hadapannya.” Aldric tersenyum licik sambil menggenggam erat botol kecil tersebut. Angin malam Eldora berhembus dingin di balkon tinggi istana kekaisaran. Aldric masih berdiri disana, memandangi kota yang dipenuhi cahaya la

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Kunjungan Yang Menyedihkan

    “Raja akan pulang besok lusa.” Suara Marielle terdengar pelan di pinggir lapangan latihan sore itu.Angin berhembus lembut, menggerakkan rumput tipis di tepi arena. Matahari mulai turun, meninggalkan warna keemasan di langit.Enzo yang sedang membereskan pedang langsung menoleh ke arahnya. Marielle

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status