Beranda / Semua / Menikah Demi Hak Asuh / Bab 14. Yang Tersembunyi

Share

Bab 14. Yang Tersembunyi

Penulis: Dera Tresna
last update Tanggal publikasi: 2026-04-06 04:54:02

Napas Kelly tercekat dengan perlakuan suaminya, tubuhnya membeku. Lantas apa yang harus dia lakukan? Dia berpikir keras membayangkan apa yang akan dilakukan seorang wanita jika berhadapan dengan pria setampan Zack.

Tangan Zack bergerak ke bawah dan mengusap lengan Kelly. “Kenapa kamu diam saja?” tanya Zack.

“A-pa yang harus aku lakukan?” tanya Kelly gagap.

“Ikuti apa yang aku lakukan!” jawab Zack yang kemudian menurunkan kepala, mendekatkan bibirnya ke bibir Kelly d
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 118. Pesta Ulang Tahun

    “Tapi kamu butuh teman, Hazel. Kamu tidak bisa hidup sendiri,” Richo berusaha membuat mengerti.“Aku tidak pernah hidup sendiri, hanya saja aku berbeda dengan kalian. Maafkan aku,” bantah Hazel.“Baiklah aku tidak akan memaksamu, tapi bisakah sekali saja kamu pergi bersamaku?” pinta Richo.“Ke mana?” tanya Hazel.“Kamu akan mengetahuinya nanti, tapi aku harus sedikit mengubah penampilanmu,” ujar Richo.“Aku suka dengan penampilanku, kenapa aku harus mengubahnya?” tolak Hazel.“Please, sekali ini saja dan aku tidak akan mengganggumu lagi,” pinta Richo. Hazel yang merasa bersalah pada pria itu akhirnya mengiyakan permintaannya.“Terima kasih untuk kesediaannya. Akhir pekan ini, aku akan menjemputmu,” ujar Richo.“Jangan, aku tidak nyaman ada seseorang yang datang ke tempat tinggalku. Berikan alamatmu dan aku akan datang ke sana,” ucap Hazel yang tidak mau Ethan mengetahui rencananya bersama Richo. Richo

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 117. Mengekang dengan Maksud Tersembunyi

    Hazel sempat ingin mengurungkan niatnya untuk makan di kantin, tapi ketika melihat suasana hati Abigail sedang senang dan tampak tidak peduli dengan kedatangannya, dia kemudian masuk ke kantin dan makan di meja yang tidak jauh dari tempat duduk mereka karena kebetulan hanya meja itu yang tersisa.“Siapkan uang kalian untuk membeli tas yang aku mau?” ucap Abigail yang bisa di dengar oleh Hazel.“Apakah kamu sudah mendapatkan Ethan?” tanya temannya yang lain.“Sedikit lagi. Malam ini dia ingin menginap di rumahku,” jawab Abigail dengan penuh percaya diri.“Apakah kalian akan ...?”“Tentu saja, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk bisa seranjang dengannya.” Abigail menanggapi perkataan teman-temannya.Teman-temannya seketika berteriak kagum dan menggoda Abigail karena telah berhasil menggaet pria tampan dan kaya di kampusnya. Ethan adalah pria yang masuk dalam jajaran pria paling dicari di kampus tersebut. Banyak wanit

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 116. Menunggu Dia Pulang

    Pekikkan keras menggema di kamar apartemen tersebut ketika akhirnya Ethan berhasil memenuhi miliknya. Milik pemuda itu terbenam sempurna di dalam kelembutan yang hanya dirasakan Ethan seorang. Rasa perih yang menyengat, membuat setetes air mata Hazel keluar dari ujung matanya. Bibir Ethan kembali melumat puncak dada Hazel, mengalihkan perhatian Hazel dan membuat milik wanita itu mampu beradaptasi dengan miliknya. Ketegangan Hazel mereda ketika menikmati cecapan bibir Ethan. Saat itulah tubuh Ethan bergerak di dalam Hazel, memuaskan dirinya dengan kehangatan alami dari wanita yang belum tersentuh siapa pun. Desahan keduanya saling bersahutan seperti lagu yang merdu dari dua insan yang saling menyatu. Dengan gerakan alami tanpa dibuat-buat, Hazel menyambut gerakan Ethan. Akibat dari obat perangsang yang ada di dalam tubuhnya, semua syarafnya semakin sensitif menerima gerakan dan sentuh Ethan. Gerakan kedua orang itu berubah

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 115. Pura-Pura Tidak Terjadi Apa-Apa

    Hazel merasa tubuhnya memanas dan tiba-tiba inti miliknya berdenyut dan melembab. “Ada apa denganku? Apakah aku sedang mabuk? Bukankah tadi aku memesan minuman yang tidak memabukkan?” batin Hazel. Duduk Hazel mulai tidak tenang, dia meremas tangannya untuk menahan rasa cemas dan kegelisahan dalam dirinya. Tenggorokannya juga mulai kering, dia butuh air minum saat ini. Tak mampu menahan rasa haus, dia memberanikan diri untuk menolehkan dan menatap Ethan. Tadinya dia ingin meminta Ethan untuk menghentikan mobilnya agar dia bisa membeli air minum, tapi matanya terpaku ketika menatap wajah Ethan yang tiba-tiba terlihat sangat menarik baginya. Hazel membasahi bibirnya dengan lidah ketika matanya menatap bibir Ethan. Entah kenapa bibir pemuda itu begitu menggoda, ingin rasanya dia mengecap dan merasakan rasa bibir milik Ethan. “Jangan menatapku seakan ingin menerkamku. Sadarlah! Kamu sedang berada dalam pe

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 114. Tempat yang Harus Dihindari

    “Tuan bangun! Hari ini, Anda ada kuliah pagi,” Hazel membangunkan Ethan dengan menggoyangkan tubuh pria itu.“Kepalaku pusing sekali, aku tidak bisa berangkat kuliah hari ini,” gumam Ethan sambil menutup wajahnya dengan selimut, menghindari cahaya matahari yang menyilaukan mata.“Anda tidak boleh bolos kuliah. Saya sudah menyiapkan obat sakit kepala dan sarapan untuk Anda. Ada minuman herbal yang bisa membuat rasa tidak nyaman Anda berkurang,” kata Hazel sambil menarik selimut Ethan.Ethan yang masih malas bangun, balas menarik selimut tersebut dengan kuat, tanpa sengaja membuat Hazel ikut tertarik dan jatuh menimpa tubuh Ethan. Untuk sesaat, mata mereka saling menatap dan membeku. Namun Ethan dengan cepat mendorong tubuh Hazel hingga jatuh ke lantai.“Aauww ...” seru Hazel sambil mengusap pantatnya yang sakit karena jatuh terduduk di lantai yang keras.“Dasar pelayan berisik! Mengganggu kesenangan orang saja,” geram Ethan yang akhirnya t

  • Menikah Demi Hak Asuh   Bab 113. Bertahan Menangani Pemuda Arogan

    Sedangkan Hazel yang melihat hal tersebut hanya bisa menggerutu tak jelas karena tidak berani meminta bantuan pada majikannya itu.“Duduk di depan, aku tidak ingin duduk di sebelah seorang pelayan,” ucap Ethan dengan nada jijik pada Hazel ketika mereka masuk ke mobil. Hazel mengangguk patuh sambil membetulkan kacamata besarnya. Dia duduk dengan tenang di samping sopir yang membawa keduanya ke tempat tinggal yang sudah disediakan di Cambridge.Sampai di apartemen, Hazel hampir tak percaya dengan apa yang dia lihat. Apartemen itu sangat mewah, bahkan di bagian terluarnya terdapat kolam spa dengan pemandangan begitu mengagumkan.Dia baru akan melangkah masuk ketika Ethan menarik kerah bajunya, membuat langkah Hazel tertahan.“Mau ke mana kamu?” tanya Ethan.“Mau masuk, Tuan,” jawab Hazel dengan polos.“Angkat semua tasku dan masukkan ke kamarku, kamu rapikan semua bajuku ke lemari setelah itu kamu boleh pergi ke kamarmu. Satu hal la

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status