LOGINAku dijodohkan dengan anak teman mama, umurnya masih sangat muda. Kukira ia lugu dan polos, tapi ternyata saat malam pertama dia cukup agresif!
View More"Astaghfirullah!" Aku langsung mendorong perempuan itu tanpa sadar, dia tersungkur ke pojokan."Aduhh sakit!""Mas kamu lagi ngapain sih? Kok malah meluk Teh Sari?!" Tanya GiaBenar saja kakak iparku itu langsung bangun, salah sendiri ngapain coba dia pakai baju Gia, mana bebentukannya sama."Aduh, Sari, eh Teteh."Aku jadi canggung, mau manggil Teteh tapi umurnya masih di bawahku, enggak manggil Teteh dipelototi Gia."Santai aja kali, Lan, maen dorong aja sakit nih.""Ih iya maaf.""Makanya jangan sembarang meluk, untung matanya masih normal kalau udah eror kebo juga pasti Mas peluk entar.""Ya Masa iya kebo dipeluk, beda lah bebentukannya juga, gimana sih."Aku masuk ke kamar, Gia masih nyerocos cemburu pada kakaknya, dasar bocah dikira aku ini buaya darat apa."Lagian ngapain kakak kamu ke sini, Gi?""Ya mau ketemu aku, masa mau ketemu Mas.""Maksudnya kalau ke sini bawa baju sendiri kek, jangan pakai baju kamu.""Dia cuma sebentar kok besok balik lagi, ngapain bawa baju kayak mau p
Hampir aja aku keceplosan mau ucapkan kata cerai, untung papa teriak, bener emang lelaki itu harus kuat mental dan segalanya."Papa bilang apa tadi di rumah?"Aku langsung nunduk lihat mata papa yang melotot."Begini Bu Ningsih tadi Gia bilang minta direstui sama Ibu karena Gia menyayangi Alan, mungkin lelaki itu cuma masa lalu Gia saja, saya rasa sebagai orang tua baiknya kita bijak untuk melihat keinginan anak bukan keinginan kita sendiri," ujar papa Untung ada dia kalau enggak ada mungkin gua udah minggat, mana tuh laki ada depan mata "Sekarang saya tanya sama Gia, apa kamu setuju sama ucapan ibu kamu barusan?" Tanya papa sambil natap Gia."Engga, Pa, bagiku Rudi itu masa lalu, sekarang masa depanku sama Mas Alan."Amarah yang tadi naik ke kepala sekarang mencair lagi, hidungku pun terasa mengembang kayak balon udara."Tuh kan Bu Ningsih, Gia ngomong begitu dengan kesadaran penuh tanpa paksaan, jadi apa alasan Bu Ningsih minta mereka bercerai?" Tanya papa, nah loh apa coba jawaba
Hadeuhhh, maksudnya apaan coba mertua ngomong begitu, apa dia engga takut dosa nyuruh anaknya bercerai, kalau gitu ngapain dulu kita dijodohkan."Ikuti kata hatimu, kamu masih sayang sama Mas atau enggak?"Gia nampak terdiam."Gi.""Ya aku sayang sama Mas.""Ya udah kalau gitu ikut aku, sekarang kamu udah nikah dan wajib taat sama aku bukan ibu kamu, bukan jahat tapi memang seperti itulah hukumnya, Gi.""Tapi aku juga sayang Emak, Mas, kalau tanpa bantuan emak AKu mana mungkin bisa seperti sekarang ini."Bener-bener bocah plin plan, jadi pengen garuk tembok jadinya, dia ini sekolah kagak sih dulunya, heran gue."Ya terus kamu maunya gimana? Mau tinggal di sini sementara Mas di Jakarta? Apa rumah tangga memang kayak gini?"Dia diam lagi."Aku bingung, Mas."Hadeuhh."Gini aja deh, sekarang Mas mau pulang ke Jakarta, kamu mau ikut apa enggak? Lagian kamu juga udah sembuh kan?"Aku menatap Gia, sementara dia malah menunduk kebingungan, emaknya juga kayak bocah banget, cuma gara-gara kelu
"Dipinjem .... Emak sama Uwa, Mas."Menghela napas sambil ngusap muka."Kamu pinjemin ke mereka semua?""Iya, soalnya Emak lagi butuh buat bayar orang yang kuli di sawah, nanti juga diganti katanya."Mama langsung melirikku, dia kalau dikasih pegangan uang kayaknya nggak bakalan bener, abis semua dipinjem keluarganya."Nah duit yang ini jangan kamu pinjemin lagi, itu buat bekel kamu, gajian Mas kan masih lama.""Iya, Mas."Duduk di kursi untuk meredakan rasa marah, bukan pelit tapi harusnya Gia mikir tuh duit jangan dipinjem semua, sekarang dia nggak punya duit sepeser pun emaknya malah seenaknya menghinaku.Pengen marah tapi ya udahlah bukan tipeku marah-marah sama istri."Maafin aku ya, Mas." Gia ngomong lagi, orang lagi kesel juga "Iya, terus itu duit kapan di balikinnya?" Tanyaku."Nanti kalau Emak sama Uwa udah punya uang, Mas, gitu katanya."Tuh kan nggak ada kepastian, yakin banget ini mah mereka pasti bakal susah ditagih nantinya.Satu jam kemudian mama mengajakku keluar dari












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews