Home / Mafia / Menikahi Gadis Malam / Akademi Atmajaya

Share

Akademi Atmajaya

Author: Aisyah Ahmad
last update publish date: 2026-09-05 22:35:55

​"Rizan pikir dia sudah menang hanya karena berhasil membersihkan nama cewek itu di depan media," sahut Faruq rendah. "Tapi dia tidak tahu... kalau reputasi cewek itu hancur karena kasus pembocoran rahasia perusahaan, dewan komisaris sendiri yang akan memaksa Rizan menyingkirkannya."

​Rayyan yang duduk di kursi depan menoleh ke belakang, menyunggingkan cengiran licik. "Maksud Papa... kita pakai Raisa buat menjebak Alin di Akademi?"

​"Tepat," angguk Faruq mantap. "Raisa punya akses penuh di Akad
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menikahi Gadis Malam   Rencana licik mulai di jalankan

    ​"Wah, wah... lihat siapa yang baru sampai," sapa Raisa dengan nada sinis sambil melipat tangannya di bawah dada. "Anak baru yang masuk lewat 'pintu belakang' akhirnya datang juga."​Alin menghentikan langkahnya. Mengingat Raisa adalah senior di Akademi ini, Alin berusaha tetap tenang dan sopan.​"Selamat pagi, Kak Raisa," sapa Alin seadanya, tanpa raut takut sedikit pun.​Raisa mendengkus tajam. Senyum miring yang terukir di bibirnya, menutupi jemarinya yang sebenarnya masih dingin akibat desakan keluarga Faruq.​"Nggak usah sok ramah sama aku, Alin. Kamu pikir dengan modal belas kasihan Rizan, kamu bisa bertahan di Akademi ini?" sergah Raisa dengan tatapan judes. "Di sini itu tempatnya orang-orang berpendidikan, bukan cewek desa yang cuma tahu numpang hidup!"​Alin menghela napas pelan, menatap lurus mata Raisa. "Maaf, Aku di sini buat belajar, Kak. Bukan buat cari musuh."​"Cih, sok polos," cetus Raisa ketus. Perempuan itu sengaja berjalan mendekat, secara kasar mengibaskan ujung k

  • Menikahi Gadis Malam   Akademi Atmajaya

    ​"Rizan pikir dia sudah menang hanya karena berhasil membersihkan nama cewek itu di depan media," sahut Faruq rendah. "Tapi dia tidak tahu... kalau reputasi cewek itu hancur karena kasus pembocoran rahasia perusahaan, dewan komisaris sendiri yang akan memaksa Rizan menyingkirkannya."​Rayyan yang duduk di kursi depan menoleh ke belakang, menyunggingkan cengiran licik. "Maksud Papa... kita pakai Raisa buat menjebak Alin di Akademi?"​"Tepat," angguk Faruq mantap. "Raisa punya akses penuh di Akademi Atmajaya. Kita manfaatkan posisinya untuk menyusupkan salinan berkas rahasia proyek tender besar Atmajaya ke dalam modul belajar Alin. Begitu dokumen itu bocor ke kompetitor dan sidik jari Alin ada di sana, Rizan tidak akan punya alasan lagi untuk membelanya di hadapan dewan komisaris."​Valerian menghela napas panjang, merapikan gaun mahalnya. "Tapi Mas... apa Raisa mau menurut? Anak itu kan gampang bingung dan penakut kalau sudah berhadapan sama Rizan."​"Dia tidak punya pilihan, Mama," se

  • Menikahi Gadis Malam   Rencana Gagal. Susun lagi

    Gema tepuk tangan para tamu undangan dan deretan komisaris senior seketika memecah keheningan ballroom. Kilatan kamera wartawan kini beralih sepenuhnya mengabadikan momen ketegasan sang CEO muda PT Maple Syrup Atmajaya.​Di sudut balkon lantai dua, suasana terasa mencekam. Valerian meremas gaun mahalnya dengan napas memburu, wajah cantiknya memerah padam menahan malu saat beberapa awak media di bawah mulai mengarahkan lensa kamera ke arah mereka.​"Mas... bagaimana ini?!" bisik Valerian panik, suaranya gemetaran. "Rizan tahu! Dia bahkan sudah memegang data dari komputer Felix!"​Faruq tidak menjawab. Pria paruh baya itu berdiri kaku dengan rahang mengeras rapat. Tatapannya menancap tajam pada sosok Rizan yang masih berdiri tenang merangkul Alin di panggung utama.​"Mundur," desis Faruq dingin, memutar tubuhnya dengan cepat. "Rayyan, tutup semua akses ke akun Felix. Jangan sampai polisi menemukan benang merah yang mengarah pada kita malam ini!"​Rayyan mengepalkan tangannya hingga buku

  • Menikahi Gadis Malam   Bukti Palsu

    "Anak kurang ajar! Kamu tega menelantarkan bapak yang membesarkanmu, demi jadi simpanan pria kaya ini?!"​Suara Pak Rustam memecah keheningan ballroom. Hesti yang berdiri di sampingnya berpura-pura mengusap air mata dramatis, memompa emosi wartawan yang kini bergerombol maju, menyorotkan puluhan kamera tepat ke arah panggung utama.​"Pak Rizan! Apakah Anda memanfaatkan gadis desa ini untuk manipulasi keuangan perusahaan?""Apakah ini alasan sebenarnya pernikahan rahasia Anda disembunyikan?"​Di sudut balcony lantai dua, Rayyan mengusap dagunya dengan cengiran puas. Faruq dan Valerian berdiri menatap ke bawah, menantikan kehancuran Rizan di depan para komisaris utama.​Namun, di tengah hiruk-piruk dan sorotan flash yang membabi buta, Rizan sama sekali tidak panik. Rahagnya mengeras kaku, tetapi sepasang matanya tetap tenang penuh dominasi. Rizan melangkah setengah badan ke depan, menyembunyikan Alin di belakang tubuh tegapnya.​"Jangan menunduk, Alin. Tatap mereka," bisik Rizan rendah,

  • Menikahi Gadis Malam   Malam Puncak dan Retakan Pertama

    Grand Ballroom hotel bintang lima malam itu disulap menjadi samudra kemewahan. Lampu-lampu kristal raksasa memancarkan cahaya keemasan yang hangat, memantul pada deretan hidangan mahal, gelas-gelas kristal, dan deretan busana bermerek milik para tamu undangan VIP. Ratusan pejabat, mitra bisnis papan atas, serta puluhan awak media nasional sudah memenuhi ruangan.​Mobil sedan hitam berpelat istimewa berhenti tepat di depan karpet merah. Pengawal bersafari hitam dengan sigap membukakan pintu.​Rizan melangkah keluar lebih dulu. Pria itu tampak sangat gagah dan dominan dalam balutan tuxedo hitam buatan penjahit Italia. Garis rahangnya yang tegas dan aura dinginnya seketika mencuri perhatian kamera wartawan.​Namun, bukannya langsung berjalan masuk, Rizan berbalik. Ia mengulurkan tangan tegapnya ke dalam mobil dengan gerakan yang sangat lembut.​Jemari mungil Alin menyambut uluran tangan itu. Dengan gaun sutra biru navy bertabur kristal kecil yang anggun, Alin melangkah keluar. Rambut hit

  • Menikahi Gadis Malam   Rencana

    Di ruangan lounge VIP itu, Faruq menyesap cerutunya dalam-dalam, menghembuskan asap tebal yang membumbung ke langit-langit. Sorot matanya yang dingin menatap Pak Rustam dari atas ke bawah.​"Pak Rustam," panggil Faruq dengan suara berat berwibawa. "Bapak tidak perlu khawatir. Setelah acara lusa selesai dan Rizan jatuh, saya sendiri yang akan memastikan hidup Bapak di kampung dijamin penuh kemewahan. Tidak akan ada lagi yang berani meremehkan Bapak."​Pak Rustam menggenggam erat seikat uang di tangannya, matanya berbinar serakah. "Terima kasih, Pak Faruq! Bapak tenang saja, saya bakal ngomong sesuai skenario. Anak kurang ajar seperti Alin memang harus diberi pelajaran!"​"Ingat," sela Valerian dengan nada tajam dan dingin. "Jangan sampai ada kesalahan sedikit pun. Tatap kamera wartawan, pasang wajah paling teraniaya. Buat semua orang percaya kalau Rizan adalah pria arogan yang membeli anakmu dan memanfaatkan kepolosannya untuk kejahatan bisnis."​"Siap, Bu! Serahkan sama saya!" jawab P

  • Menikahi Gadis Malam   Makan malam pertama

    Alin tak sadar betapa lama ia memperhatikan Rizan dari balik kaca. Pemandangan itu seperti memaku langkahnya. Ia baru tersadar ketika salah satu pria hitam menoleh ke atas… tepat ke arah jendela kamar. Alin refleks menutup tirai separuh. Tapi sayangnya, gerakannya terlambat. Rizan juga ikut mene

  • Menikahi Gadis Malam   Istana Atmajaya

    "Di jidatmu!!! Ya jelas lah di situ! Kamu sekolah kan? Bisa baca kan? Di situ sudah jelas, letak dimana kamu tanda tangan!" ucap Rizan lagi.Alin segera mengusap air matanya dengan kasar, lalu segera membubuhkan tanda tangan di atas materai itu."Bagus. Kalau gitu kita akan menikah besok!""Hah? Be

  • Menikahi Gadis Malam   Kilas Balik Alin

    "Buk... Ibuk... Assalamu'alaikum!!!" Gadis cantik berambut lurus tergerai itu berlari dengan girang mendekati ibunya yang tengah memasak. Ia baru pulang sekolah, meski jam menunjukkan masih pukul sepuluh pagi."Loh, kok sudah pulang, Al? Baru jam sepuluh kan?" tanya Bu Hanum sembari mengulurkan tan

  • Menikahi Gadis Malam   Pertemuan Malam itu

    "A a ampun Tuan... Jangan, jangan sentuh Alin, Alin mohon..." Wanita berpakaian mini berwarna purple itu berjalan mundur seirama dengan pria berbadan kekar yang melangkah di depannya dengan tatapan penuh nafsu. Pria itu sama sekali tidak menggubris Alin yang tampak ketakutan. Ia terus mendekat, ba

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status