Compartir

Bab 59

Autor: Anfisor
last update Fecha de publicación: 2024-10-30 22:34:10

Calderon menghilang selama tiga hari usai mengajak Almora makan malam di rumahnya. Dia tidak ke kantor dan tidak mengabari Almora. Pesan-pesan yang Almora kirimkan tidak dibaca. Telepon darinya juga tidak diangkat. Operator telepon sering muncul dan mengatakan nomor yang Almora tuju tidak dapat dihubungi. Hal itu membuat Almora berpikir lagi mengenai malam itu. Tuan Saka yang menolaknya dan Calderon yang berjanji untuk menikahinya.

Apa jangan-jangan itu memang hanya omong kosong? Janji yang diu
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Menjadi Istri Cadangan Sang Tuan   Bab 85

    Calderon dihajar habis-habisan. Dipukul, ditendang dan ditampar. Kalau saja bisa, mungkin kepalanya sudah dilubangi oleh Tuan Saka. Sayang sekali, yang membuat ulah adalah putranya sendiri. Andai kata itu bukan Calderon, Tuan Saka tidak pikir panjang untuk melenyapkannya. Ini saja belum puas rasanya. Tuan Saka ingin menghajarnya lebih dari ini.Di lantai, Calderon terkapar bersimbah darah. Kemeja putihnya kotor dan lusuh. Sudut bibirnya membiru dan sobek. Hidungnya tak berhenti mengalirkan darah. Namun, dia masih bisa tertawa. Seolah pukulan dari Tuan Saka tidak memberikan rasa sakit.Tawanya kian keras beriringan dengan napas memburu Tuan Saka. Di tengah kekalutan itu, Calderon melirik ayahnya yang terlihat seperti cacing kepanasan."Puas kamu?!" teriak Tuan Saka. "Ini yang kamu inginkan?!"Calderon berusaha bangkit. Berdiri tak seimbang, berjalan sempoyong mendekati Tuan Saka. Naasnya, bangkitnya Calderon dianggap ancaman oleh Ros dan Rivaldo. Mereka langsung pasang badan, melindung

  • Menjadi Istri Cadangan Sang Tuan   Bab 84

    Pertemuan tak sengaja di optima membuat Kaleo merasa terancam. Firasatnya buruk usai berbincang sebentar dengan Calderon yang mengaku bekerja di perusahaan Saka. Entah kenapa, Kaleo merasa akan ada badai yang menghantamnya.Lantas, 3 hari setelahnya Kaleo mengirim pesan pada pelindungnya di Kroasia. Dia meminta agar dipesankan tiket penerbangan ke sana dan beberapa orang untuk menjaganya selama diperjalanan. Kaleo tau, ada banyak orang yang mengincarnya. Bos di tempatnya bekerja, orang-orang yang pernah dia tipu dan yang paling buruk, Tuan Dalas memburunya untuk dibunuh. Ayah mertuanya itu tidak ingin Kaleo muncul dan membawa kabur cucunya yang akan segera lahir. Padahal tujuan Kaleo memang untuk membawa Camelia dan anaknya pergi.Bandara pagi itu ramai oleh kedatangan domestik. Kaleo menatap sekitar sebelum melangkah menuju gerbang pemeriksaan. Dengan perasaan was-was Kaleo mengantri. Di beberapa titik, ada orang-orang berbadan tegap yang diperintahkan bosnya untuk menjaga Kaleo. Unt

  • Menjadi Istri Cadangan Sang Tuan   Bab 83

    Optima 434.Calderon berdiri di balkon, menatap hamparan kota di bawah kukungan langit biru. Kota tampak begitu jelas, seperti susunan rumah di game minecraft. Ini adalah bagian paling menyenangkan saat berkunjung ke Optima. Calderon bisa merasa tenang hanya dengan melihat bangunan-bangunan itu."Tumben mengajak saya ke sini," kata Max yang muncul dari balik punggung Calderon. Dia memang meminta pria itu untuk datang juga. Membosankan rasanya bila hanya sendirian di flat ini."Tidak suka?" Calderon menatap pria itu tajam. Selalu saja berkomentar. Nurut saja apa susahnya?"Suka, tapi kan aneh."Calderon mengabaikan. Dia memilih mengambil sebungkus rokok dari saku celananya. Dia tidak bisa leluasa merokok di rumah. Selain karena dilarang Nyonya besar, keberadaan Camelia yang sedang hamil juga menjadi alasannya. Calderon tentu tidak ingin anak itu meregang nyawa karena bapak tirinya hobi menghembuskan asap nikotin."Masih ngerokok?" heran Max.Calderon menyelipkan rokok itu di bibirnya l

  • Menjadi Istri Cadangan Sang Tuan   Bab 82

    Camelia rasa tubuhnya sudah agak mendingan. Tadi pagi hanya sedikit pusing karena tidur terlalu lama, tapi Calderon dan seluruh manusia di rumah itu menganggap dirinya sedang demam tinggi. Padahal hanya butuh berbaring sebentar, Camelia bisa pulih.Usai makan siang, Camelia berencana untuk pergi ke rumah kedua orang tuanya. Sudah lama Camelia tidak berkunjung ke rumah. Kedua orang tuanya juga jarang memberi kabar seolah lupa dengan anaknya yang satu ini."Mau kemana?"Langkahnya dihadang oleh Calderon yang tiba-tiba muncul. Berdiri di depan pintu utama seraya melipat kedua tangan di depan dada. Ah, magic. Pria itu penyihir. Sekejap di kamar, sekejap di ruang kerjanya dan sekejap lagi ada di depan mata."Ke rumah orang tuaku." Camelia menatap Calderon.Salah satu alis pria itu terangkat. "Sendiri?""Memangnya kamu mau ikut?" tanya Camelia, sangsi. Calderon benci sekali dengan ayahnya. Mana mungkin pria itu mau ikut dengannya bertemu mama dan papa.Sesuai dugaan, Calderon menggelengkan

  • Menjadi Istri Cadangan Sang Tuan   Bab 81

    "Kenapa? Apa sudah kalian temukan bajingan itu?" tanya Calderon melihat beberapa anak buahnya datang dengan napas tak beraturan. Mereka berlari dari gerbang utama seperti dikejar anjing gila.Yang paling besar, mengangkat tangan pertanda butuh beberapa detik untuk bisa bernapas normal. Yang satu lagi, menatap Calderon dengan napas yang mulai teratur. Apa yang mengejar sampai bernapas saja terlihat sulit? Roh mereka seakan tercabut dari tubuh hanya karena berlari dari gerbang."Ada berita buruk." Kalau tidak salah namanya Rob, entah Robert entah Roblok. Calderon tidak bisa mengingat nama-nama anak buahnya.Berita buruk sudah menjadi makanan sehari-hari Calderon. Jadi, dia tidak terkejut bila akan ada kabar buruk lagi yang dia dengar."Apa?""Ternyata Kaleo punya hubungan kerja sama dengan kartel di Kroasia," jawab Rob.Ah, masalah kartel lagi. Calderon malas sekali mengurus orang-orang yang terlibat kartel. Hal itu benar-benar memuakkan."Kroasia? Ada kartel di sana?" tanya Calderon. D

  • Menjadi Istri Cadangan Sang Tuan   Bab 80

    Calvin beringsut menaiki tempat tidur, merebahkan tubuh di sebelah Almora yang sudah lebih dulu berbaring. Mereka tidak punya kegiatan apapun lagi sebab tadi siang sudah menghabiskan banyak waktu dengan bermain game dan menonton beberapa film komedi rekomendasi dari Calvin sendiri. Sebenarnya Calvin masih punya beberapa pekerjaan yang mesti diselesaikan. Akan tetapi dia merasa tidak tenang jika Almora belum tidur. Pekerjaan yang menumpuk itu bisa diselesaikan nanti atau saat mepet deadline. Namun menemani Almora tidur tidak sama dengan pekerjaan yang bisa ditunda."Mau dibacain dongeng apa?" Calvin menatap Almora sembari mengembangkan sebuah buku cerita."Kamu pikir aku anak kecil?" Almora balik menatap Calvin. "Eh, itu buku dongeng siapa yang kamu curi?""Enak aja." Calvin menutup buku cerita dengan judul kisah petualangan seru kancil dan teman-temannya. "Ini aku beli di Indonesia. Sudah lama sih."Almora tertawa pelan. "Kok bisa kepikiran buat beli buku dongeng itu? Mana judulnya m

  • Menjadi Istri Cadangan Sang Tuan   Bab 31

    Tidak ada yang dapat menghalangi Calderon sekalipun darah yang kembali merembes di balik perban putihnya. Rasa sakit tidak ada lagi artinya kala Calderon berhasil menemukan anak buah dari sekutunya yang akhir-akhir ini mengacaukan jalur bisnisnya. Max berhasil menemukan Paris di pasar, sedang taruha

  • Menjadi Istri Cadangan Sang Tuan   Bab 24

    Bisa dibilang hari ini Almora tidak ada kerjaan. Calderon masih dirawat dan jadwal meeting diundur dalam jangka waktu yang belum ditentukan. Semua akan kembali normal ketika Calderon keluar dari rumah sakit. Kata Joya, Almora mesti menentukan jadwal meeting karena klien perlu diberi kepastian. Namun

  • Menjadi Istri Cadangan Sang Tuan   Bab 21

    "Mau langsung pulang?" tanya Joya kala menemukan Almora sedang merapikan meja kerjanya. Perempuan itu difasilitasi satu meja di dalam ruangan Calderon yang artinya mereka akan bekerja dalam satu ruangan yang sama.Almora menoleh, lalu mengangguk. Pekerjaannya sudah selesai. Cal

  • Menjadi Istri Cadangan Sang Tuan   Bab 15

    Calderon menatap Almora yang tertegun di hadapannya. Seperti melihat setan bolong di siang bolong. Wajahnya pias, mungkin merasa takut karena untuk kesekian kalinya, di belahan bumi tak terduga, mereka bertemu secara tiba-tiba."Ma-maaf." Almora sadar dan bergegas mengambil gelas kopi di lantai. Tida

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status