LOGINMesin Cuci berkisah tentang seorang wanita yang hidup di tengah-tengah keluarga suaminya. Pernikahan mereka yang tidak disetujui oleh ibu mertuanya membuat Vita tak mendapatkan kasih sayang dari mertuanya. Bahkan dia harus menghadapi adik ipar yang sifatnya membuat Vita sakit hati. Hingga kesabaran Vita habis, dia meminta suaminya untuk menentukan pilihan. Keluar dari rumah dan tinggal terpisah dengan keluarga suaminya atau bercerai. Riza—suaminya, akhirnya memilih menyelamatkan keluarga kecilnya dari prahara. Tetapi apa yang dikhawatirkan oleh Vita terjadi. Meski susah payah mereka pindah dari rumah mertuanya, gangguan dari mereka tetap datang. Ibu dan adik iparnya tak berhenti merongrong kehidupan keluarga Vita. Bagaimana kisah Vita mempertahankan rumah tangganya dari gangguan keluarga suami dan wanita dari masa lalu suaminya yang berniat buruk terhadap pernikahan yang sudah terjalin lebih dari lima tahun tersebut? Ikuti kisah Mesin Cuci yang pasti sarat akan pesan moral.
View MoreAnak-anak sudah tidur di kamar mereka. Ibu pun tak terlihat keluar lagi setelah jam sembilan tadi. Sedangkan Mas Riza sendiri entah apa yang dilakukannya di luar. Kurasa dia tengah menghubungi pegawai tokonya yang sedang melakukan proses bongkar kiriman gula pasir dari suplier. Aku bersyukur sekali, usaha Mas Riza berkembang begitu pesat seiring perjalanan waktu. Sungguh perjalanan yang tak mudah, aku dan Mas Riza sangat beruntung berada di posisi kami ini. Cobaan hidup yang tak mudah sudah kami lewati. Sungguh kuasa Tuhan, pemilik seluruh alam semesta dan isinya. Tak ada yang tak mungkin, seperti perubahan pada Tika contohnya. Gadis yang amat kubenci itu akhirnya berubah seiring pernikahannya yang juga tak semulus jalan tol. Aral melintang pun mereka jumpai di perjalanan rumah tangga Tika dan Tio. Tak kusangka, lelaki yang bukan berasal dari keluarga tak berpunya itu justru menjadi satu-satunya lelaki yang bisa menaklukkan hati Tika yang keras bagai karang. Sungguh kuasa Allah, p
Aku mengelus dada mendengar kabar wanita yang entah kemana nuraninya berada. Lila kini meringkuk di dalam penjara, berteman sepi. Tak ada lagi harta yang dia bangga-banggakan untuk menekan Tika. Tak ada lagi harta yang bisa dia sombongkan di depan orang-orang. Lila kembali menjadi kaum papa yang bahkan entah kapan bisa menghirup udara bebas. Dan kabar orangtua dan adik-adiknya yang baru sekejap menikmati harta peninggalan Pak Ranu kini kembali hidup seperti semula. "Makan, Bu," ucapku perlahan pada wanita yang dulu seringkali mencaci maki diriku. Terkadang masih ada ketakutan yang kusimpan saat beradu pandang dengan ibu tiri Mas Riza itu. Aku takut dia akan bertindak brutal padaku. Namun lagi-lagi itu hanya ketakutanku saja, nyatanya selepas dari rumah sakit jiwa kondisi Ibu seperti kehilangan tenaga. Waktunya hanya dihabiskan untuk melamun, dengan sesekali bibirnya meracau tak jelas. Hanya ungkapan maaf saja yang mampu kutangkap dengan jelas. Selebihnya tidak. "Bu," panggilku seray
Akhir Sebuah Kisah (Ending) Kutatap suami istri yang seluruh rambutnya memutih. Sang suami, duduk di atas kursi roda yang beberapa tahun terakhir setia menemani setiap pergerakannya. Beruntung setelah melewati puluhan kali terapi dan juga pengobatan, laki-laki itu mulai menampakkan hasil yang menggembirakan. Meski separuh tubuhnya sulit untuk digerakkan, cara bicaranya sudah kembali lagi seperti semula.HSementara sang istri duduk termenung di atas kursi kayu yang juga sengaja disiapkan di salah satu sudut rumah yang menghadap ke jalan. Pandangannya kosong, dan itu lebih baik dari pada keadaanya yang sebelumnya. Kami sekeluarga sepakat untuk merawatnya di rumah setelah dokter yang menanganinya memberi rekomendasi. Ibu sudah menampakkan kemajuan yang berarti menurutku. Dia tak pernah bertindak brutal seperti sebelumnya. Hanya sesekali dia berkata pada dirinya sendiri yang ucapan yang sama yang selalu diulang-ulang. "Maaf, maaf, maaf…."Siapapun yang dilihatnya, terlebih padaku yang
"Mas, bagaimana aku bisa melupakan hal yang membuatku menanggung malu seumur hidup?" Tika mengusap air matanya yang jatuh tak terbendung. "Bahkan aku selalu didera rasa malu pada suamiku. Aku merasa tak percaya diri dengan diriku sendiri. Aku begitu kotor, menjijikkan. Lebih-lebih saat ada wanita itu, yang mengorek luka lamaku. Dia membuatku muak, dia membandingkan dirinya denganku yang memang tak pantas bersanding dengan Mas Tio. Oleh karenanya aku ingin sekali mencari laki-laki yang memang bertanggung jawab pada semua yang menimpaku ini. Aku tak bisa membiarkannya lepas begitu saja. Itu terlalu menyakitkan untukku!" "Tik, tapi kau bisa membicarakannya denganku! Bukan dengan lelaki itu! Kau membuatku berpikir macam-macam!" Suami Tika pun sama dengan Mas Riza. Intonasi suaranya menunjukkan betapa laki-laki itu marah dengan perbuatan istrinya. "Maaf, itu memang salahku." "Ya, hanya kata itu saja yang mampu kau katakan! Kau tak mampu mengucap hal lain karena memang kau tak percaya p
Kemarahan Mas Tio (PoV Tika) Wanita bernama Lila itu diketahui sebagai janda dari seorang tuan tanah. Suaminya meninggal beberapa tahun yang lalu meninggalkan harta yang bisa dibilang tak sedikit. Lila yang tanpa anak itu bahkan tak perlu hidup susah hingga seumur hidupnya. Dari Mang Juned juga kuke
"Silahkan tinggalkan rumah ini. Aku harap ini pertama dan terakhir kalinya kau kemari. Jangan membuat istriku salah paham, aku tak ingin melukai hatinya sedikit pun. Siapa Tika, bagaimana masa lalunya, sudah kuterima dengan lapang dada. Tak perlu mengingatkanku akan semua itu, karena kau hanya melak
Permintaan Gila Lila (POV Tika) "Mas, kumohon. Jika orang sepertimu saja mengabaikanku, tak mempedulikan uluran tanganku untuk meminta tolong, kepada siapa lagi orang sepertiku menyembuhkan lukanya? Pertimbangkan permintaanku, aku benar-benar membutuhkan sosok seperti Mas Tio yang kurasa mampu mendi
"Aku permisi, belanjaanku masih banyak. Aku tak ingin membuat anak dan suamiku menunggu lama." Aku tersenyum sekilas dan berlalu tanpa menunggu jawabannya. Biarlah kali ini aku terlihat begitu angkuh, apalagi untuk wanita seperti dirinya. Meski tak bisa kupungkiri selera belanjaku lenyap sudah, aku












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore