مشاركة

Sedikit Berani

مؤلف: Anny Djumadi
last update تاريخ النشر: 2026-05-29 16:11:11
Perjalanan menuju Bandung berlangsung jauh lebih tenang dibanding yang Alena bayangkan. Setelah percakapan kecilnya dengan Leon tadi, suasana di dalam mobil kembali dipenuhi suara ketikan tablet Alex dan sesekali nada notifikasi email dari ponsel Leon.

Namun anehnya, Alena justru mulai merasa lebih santai. Sedikit. Ya, mungkin sedikit sekali. Setidaknya sekarang dirinya sudah tidak membeku setiap Leon bicara, walaupun jantungnya masih suka berdetak tidak normal sendiri.

Mobil melaju stabil d
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (2)
goodnovel comment avatar
Cici Mariana
nah loh salting lagi deh, si om balik goda ...
goodnovel comment avatar
Vivi
dasar Alena ceroboh, tapi kocak ...
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Dia Milikku

    Ting!Perlahan Alena membuka ponselnya dengan lesu. Namun hanya beberapa detik kemudian...Matanya langsung membelalak.Tidak percaya.Ia bahkan menggosok matanya sendiri. Lalu membaca pesan itu sekali lagi.Jangan ikut blind date!Apa-apaan ini?Sementara itu, Alena sama sekali tidak sadar. Di sebelahnya, ada seseorang yang lehernya sudah memanjang seperti jerapah. Sisca.Wanita itu sejak tadi berusaha mengintip layar ponsel Alena. Dan sekarang, matanya juga ikut membesar.Astaga. Ini menarik.Alena masih terpaku. Jantungnya mendadak berdetak lebih cepat.Kenapa Pak Leon mengirim pesan seperti ini?Apa dia...Tidak setuju?Atau...Tidak suka?Entah kenapa, memikirkan kemungkinan kedua membuat pipinya sedikit menghangat. Tanpa sadar, jarinya mulai bergerak. Ia mengetik pelan.Bai...Belum selesai mengetik. tiba-tiba ponselnya direbut."Eh!"Alena langsung tersentak."Sisca!"Namun wanita itu sudah memegang ponselnya tinggi-tinggi."Ih... enak banget!""Kembalikan!"Sisca menatapnya ti

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Jangan Ikut Blind Date!

    Beberapa saat kemudian, pintu ruang rapat terbuka. Begitu Leon keluar setelah hampir satu jam berada di dalam, seseorang langsung menghampirinya.Ibunya.Mira sudah tidak sabar."Sudah selesai?""Iya, Bu.""Bagus."Leon mengangguk pelan. Ia sudah terlalu lelah untuk bertanya kenapa ibunya masih ada di sana. Kalau dipikir-pikir, jawabannya pasti sama.Menemaninya.Atau lebih tepatnya...Mengawasinya.Mira langsung berjalan di samping putranya."Aku tadi jalan-jalan.""Hm.""Terus aku ke bawah.""Hm.""Terus aku ketemu Alena."Langkah Leon langsung melambat."Hah?"Mira sama sekali tidak menyadarinya."Aku sudah bilang, jangan ganggu Alena saat kerja.""Ibu tidak ganggu.""Lalu?""Justru Ibu bikin dia santai sejenak.""Hah?""Ibu ajak ngobrol-ngobrol.""Namanya perempuan pasti suka ngobrol.""Ibu...""Anaknya lucu ya."Leon mulai tidak tenang."Bu...""Polos.""Bu.""Dan imut.""Bu.""Malah Ibu sudah tidak heran."Leon menelan ludah."Tidak heran apa?""Kenapa kamu menganggap dia sepert

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Blind Date

    Keesokan paginya, Alena berangkat kerja dengan wajah lesu. Bahkan sejak turun dari kendaraan sampai masuk ke ruang marketing, senyum yang biasanya selalu menghiasi wajahnya sama sekali tidak terlihat.Tentu saja perubahan itu langsung ditangkap oleh seseorang.Sisca.Wanita itu langsung menggeser kursinya mendekat."Lena.""Hm?""Ayo senyum.""Hmm.""Aku kangen lesung pipimu."Alena tetap diam."Jangan pelit-pelit.""Hmm."Sisca mulai gelisah. Biasanya Alena memang gampang tersipu, gampang malu, tetapi selalu ceria dan tidak pernah semurung ini. Akhirnya Alena mengangkat sudut bibirnya sedikit.Namun... senyum itu begitu kaku.Sisca langsung memegang dada."Jangan begitu dong."Alena mengernyit."Kenapa?""Lebih baik kamu marah.""Hah?""Senyum kayak gitu bikin aku takut."Alena langsung menghela napas. Daripada berdebat dengan Sisca, lebih baik diam.Namun ternyata... diam juga tidak membuat sahabatnya berhenti bicara."Lena.""Hm?""Di dunia ini cowok banyak."Alena meliriknya."Buk

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Memilih Calon

    Keesokan paginya...Leon benar-benar mulai merasakan hidupnya berubah. Kalau biasanya ia bebas pergi ke mana pun, sekarang berbeda.Ke mana pun ia pergi, selalu ada satu orang yang mengikutinya.Ibunya.Pagi itu Leon baru saja mengambil kunci mobil."Sudah mau berangkat?""Iya.""Ibu ikut."Leon hanya bisa mengangguk pasrah.Begitu tiba di perusahaan...Mira langsung ikut turun dari mobil, menyapa para karyawan dengan ramah, bahkan sesekali berhenti mengobrol dengan mereka.Melihat tingkah ibunya, Leon sampai merasa wanita itu sudah naik jabatan menjadi sekretaris pribadi keduanya.Leon mulai punya firasat buruk."Bu.""Hm?""Ibu mau ke mana?""Ikut kamu."Leon menghela napas."Tapi Ibu tidak ada urusan di kantor.""Siapa bilang?""Lalu urusannya apa?""Menemani anak."Leon benar-benar kehabisan kata-kata.Sepanjang hari...Leon bahkan tidak pernah benar-benar sendirian. Saat menuju ruang rapat... Mira ikut sampai depan pintu."Mau meeting, Bu.""Iya.""Ibu tunggu."Saat Leon keluar

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Dua Ibu, Dua Rencana

    Sore itu...Jam kerja akhirnya usai. Sebagian besar karyawan mulai berkemas untuk pulang. Namun tidak dengan Leon. Pria itu justru menghela napas panjang begitu keluar dari ruangannya.Seharian ini... ia sama sekali tidak memiliki kesempatan mendekati Alena. Padahal sejak pagi sudah ada rencana di kepalanya.Sepulang kerja... ia ingin mengajak Alena makan malam. Bukan untuk berkencan. Setidaknya menurut pengakuannya sendiri.Ia hanya ingin menjelaskan semua kesalahpahaman yang terus menumpuk.Tentang Cynthia.Tentang ibunya.Dan tentang boneka singa yang ternyata malah membuat keadaan semakin rumit.Namun semua rencana itu langsung buyar. Karena begitu keluar dari lift... seseorang sudah berdiri sambil tersenyum manis.Ibunya."Sudah selesai?"Leon langsung memejamkan mata."Sudah, Bu.""Bagus."Mira langsung merangkul lengan putranya."Yuk pulang."Leon hanya bisa mengangguk pasrah. Sepanjang perjalanan menuju parkiran, Mira terus mengobrol.Mulai dari menu makan malam.Sampai membah

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Tidak Mengerti

    Begitu Leon dan Mira menghilang ke dalam lift...Area marketing mendadak hening.Lima detik.Sepuluh detik.Lalu..."AAAAAA!"teriak Sisca.Alena yang masih berusaha menenangkan jantungnya sampai terlonjak dari kursinya."Apa lagi sih?!"Sisca langsung menunjuk lift yang sudah tertutup."Itu!""Itu apa?""'Nanti Alena bisa resign!'"Sisca menirukan suara Leon dengan dramatis. Alena langsung memegang kepala."Tolong jangan diulang.""Tidak bisa.""Kenapa?""Karena aku merinding."Alex menghela napas."Aku juga dengar.""Nah kan!"Sisca langsung menepuk meja."Itu bukan kalimat bos biasa."Alena mendelik."Itu kalimat orang yang takut kehilangan karyawan.""Bohong.""Benar."Seperti biasa, Alena memilih diam daripada harus adu mulut dengan Sisca. Ekspresi Sisca sangat serius. Bahkan terlalu serius."Aku tahu sekarang.""Apa?""Pak Leon pasti sudah membayangkan masa depan."Alena langsung memejamkan mata."Tolong jangan mulai.""Tidak."Sisca mengangkat telunjuk."Analisis ini berdasarka

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Dua Mangkuk Bakso

    Sejak pagi itu, Leon merasa dirinya jauh lebih sulit berkonsentrasi daripada biasanya. Beberapa kali ia mencoba fokus pada pekerjaan. Membaca laporan, menandatangani dokumen, menghadiri rapat. Namun tanpa sadar, pandangannya selalu kembali ke area kerja para karyawan.Lebih tepatnya ... Ke satu mej

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Kesimpulan Ibu Selalu Berbeda

    Alex sebenarnya ingin membantah. Ia ingin mengatakan kalau Sisca salah paham. Namun kata-kata itu justru tertahan di tenggorokannya. Matanya tanpa sadar mengarah ke meja Alena. Perempuan itu sedang sibuk bekerja sambil sesekali merapikan rambutnya yang jatuh ke depan wajah. Alex tersenyum kecil. S

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Detektif Sisca Mulai Bingung

    Malam itu Alena pulang dengan pikiran yang benar-benar kacau. Sepanjang perjalanan pulang, bahkan saat sedang mandi, makan malam, sampai berbaring di tempat tidur, hanya ada satu kalimat yang terus berputar di kepalanya. "Kenapa tidak mencoba memperbaiki hubungan dengan Cynthia?" Dan yang lebih

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!    Penemuan Bukti oleh Detektif Sisca

    Perjalanan pulang berlangsung jauh lebih tenang daripada yang dibayangkan Alena. Atau lebih tepatnya, terlalu tenang.Sepanjang perjalanan, Leon fokus menyetir. Sementara Alena duduk dengan rapi di kursi penumpang sambil berusaha terlihat normal. Masalahnya, semakin ia berusaha terlihat normal, sem

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status