Share

Bab 10

Author: Kharamiza
last update publish date: 2026-04-09 14:54:11

Tubuh Eca terdorong ke depan. Namun, sebelum sempat kehilangan keseimbangan, genggaman kasar di lengannya mendadak terlepas.

Bugh!

Salah satu pria itu tiba-tiba tersungkur ke samping.

Eca terbelalak kaget, bahkan sebelum sempat ia mencerna apa yang terjadi, pukulan lain yang lebih keras dan cepat datang tanpa jeda.

Bugh! Bugh!

Pria yang satunya ikut terhuyung mundur, lalu jatuh menimpa tubuh temannya.

Di hadapan Eca, seorang pria berhelm berdiri dengan napas sedikit memburu.

Tanpa banyak bicar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 120

    Sekitar tiga puluh menit menghabiskan waktu di kamar mandi, Eca akhirnya keluar dengan tubuh yang jauh lebih segar.Rambutnya masih sedikit lembap ketika ia melangkah keluar sambil mengeringkannya dengan handuk.Matanya refleks menyapu seisi kamar, mencari sosok Ihsan. Namun, pria itu ternyata sudah tidak ada.“Mana Kang Ican?”Eca mengernyit pelan, tetapi tidak terlalu memikirkannya.Ia beralih mengambil hairdryer lalu mulai mengeringkan rambutnya.Saat tak sengaja melirik ke arah balkon, barulah ia melihat Ihsan di sana.Pria itu tampak duduk santai sambil membaca buku dan menyeruput kopi.Eca langsung mendecih.Tadi di kamar mandi seperti singa kelaparan.Sekarang malah duduk kalem seperti tak pernah terjadi apa-apa.Setelah merasa cukup rapi, barulah Eca turun dari lantai dua.Udara sore langsung menyambutnya begitu kakinya akhirnya menapaki teras rumah.Seharian berada di dalam rumah, embusan angin hangat sore itu terasa menyenangkan di kulitnya.Eca menarik napas panjang sebelum

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 119

    Tanpa menunggu lama, pria itu mulai menggerakkan pinggulnya. Maju mundur dengan ritme yang lambat namun menghujam dalam. Setiap kali ihsan menghantam ke dalam, Eca hanya bisa mendesah hebat, kepalanya bergerak ke kanan dan ke kiri, menikmati rasa penuh yang menjalar di perut bawahnya. “Ahhh ... ahh ... Kang Ihsan … pelanghh!”Namun, Eca merasa Ihsan seperti tak lagi benar-benar mendengarkan. Gerakannya kian tak terkontrol, seolah menahan sesuatu yang sudah di ambang batas.Tempo unggahannya semakin cepat. Suara decakan basah akibat penyatuan keduanya sampai terdengar memenuhi ruangan.Eca hanya bisa menggigit bibirnya, napasnya tersengal ketika kulit keduanya terus beradu, menciptakan suara tamparan daging yang makin cepat dan liar.Eca kelabakan, tubuhnya seolah kehilangan pijakan, mengikuti setiap tarikan dan gerakan Ihsan yang tak memberinya ruang untuknya benar-benar berpikir jernih.Tangannya memeluk leher ihsan semakin erat ketika bagian bawahnya terus dihantam sensasi panas

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 118

    Mature Content (21+)Ihsan tidak menjawab.Namun, tatapan pria itu yang mulai menggelap sudah cukup membuat jantung Eca berdebar kencang.Padahal tadi, ia hanya berniat mencari kenyamanan dalam pelukan suaminya.Tetapi, memang sejak semalam, ada sesuatu yang berubah di antara mereka.Kini, setiap kali Ihsan memandangnya seperti itu, Eca tidak lagi merasa ingin menghindar.Sebaliknya, ada kehangatan yang perlahan memenuhi dadanya saat menyadari betapa diinginkannya dirinya oleh sang suami.Detik berikutnya, bibir hangat Ihsan sudah mendarat di atas bibirnya yang sedikit terbuka.Kali ini Eca tidak lagi terkejut seperti semalam.Ia bahkan mendongak sedikit, membiarkan Ihsan memperdalam ciuman itu sambil memejamkan mata perlahan.Kehangatan yang mengalir di antara mereka rasanya begitu akrab sekarang.Eca merasa seluruh tubuhnya perlahan ikut melunak.Di tengah ciuman yang semakin dalam itu, tangan Ihsan mulai bergerak menyentuhnya.“Emh ….”Desahan tertahan lolos dari bibir Eca saat ciu

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 117

    Hari itu, keduanya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja, seolah benar-benar ingin menikmati hari libur berdua. Matahari sudah bergeser cukup jauh ketika Eca akhirnya menyerah menatap layar laptopnya. Sejak tadi ia memang duduk di atas karpet ruang keluarga sambil menonton drama terbaru yang sedang ramai dibicarakan orang. Namun, entah kenapa, ia mulai merasa bosan. Sambil menghela napas panjang, Eca menutup laptopnya lalu meletakkannya di atas meja. Matanya beralih ke belakang. Ihsan masih berbaring santai di sofa panjang sambil menatap ponselnya dengan ekspresi serius. Dari suara yang samar terdengar, sepertinya pria itu sedang menonton sesuatu tentang politik lagi. Eca mengangkat bahunya santai, sambil menghela napas panjang. Kalau dipikir-pikir, nonton politik seperti itu jauh lebih membosankan daripada drama yang baru saja ia tinggalkan. Dasar pria. Setelah beberapa saat berlalu, entah dapat keberanian dari mana, Eca akhirnya bangkit dari tempatnya duduk. Ia m

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 116

    Cahaya matahari sudah menyusup dari sela-sela gorden saat Eca membuka matanya keesokan pagi. Ia berkedip beberapa kali. Butuh beberapa detik baginya untuk mengingat apa yang terjadi semalam. Lalu, ketika ingatan itu datang begitu saja. Eca spontan menutup wajahnya dengan kedua tangan. Astaga. Rasanya ia ingin segera menghilang saja ke balik bantal. Pada akhirnya, selimut itu malah ia tarik sampai menutupi sebagian wajahnya sendiri. Tak lama kemudian, matanya melirik ke sisi ranjang. Kosong. Ihsan sudah tidak ada di sana. Eca mengerjap pelan. Pagi-pagi sekali pria itu pergi ke mana? Namun, ia tak terlalu memikirkannya. Cuma mengembuskan napas pendek sebelum akhirnya memaksa dirinya bangun dari ranjang. Hanya saja, baru saja kedua telapak kakinya menyentuh lantai, Eca langsung meringis tipis. Apa yang terjadi semalam rupanya masih meninggalkan bekas di tubuhnya. Tidak terlalu sakit, tetapi cukup membuat langkah pertamanya terasa sedikit aneh. Eca berdiri b

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 115

    Tanpa menunggu lebih lama, Ihsan langsung membopong tubuh Eca dan membawanya ke dalam kamar tidur mereka. Kasur di bawah punggungnya berayun pelan saat Ihsan membaringkannya dengan sangat hati-hati, membuat Eca sesaat lupa pada rasa gugup yang sejak tadi mengikat dadanya.Ihsan segera menyusul, merengkuh tubuh Eca dalam pelukan yang hangat. Cara Ihsan memandangnya membuat Eca sulit menahan gemetar yang perlahan menjalari tubuhnya.Entah sejak kapan, pakaian yang semula melekat di tubuh keduanya kini telah terlepas sepenuhnya, menyisakan kulit yang saling bersentuhan tanpa pembatas.Eca bisa mendengar napas mereka yang semakin tidak teratur di antara sunyinya kamar.Meski sudah hampir dua bulan menikah, ini tetap yang pertama bagi mereka.Gerakan Ihsan terasa lambat dan hati-hati, seolah pria itu sengaja memberinya waktu untuk menyesuaikan diri. Eca sempat menggigit bibirnya menahan pe

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 38

    Selesai akad dan acara sungkeman ke orang tua yang menguras air mata, pengantin baru itu diarahkan ke pelaminan. Eca kini duduk anggun di sana, senyum tipis tak pernah benar-benar lepas dari wajahnya. Sejak tadi, kegiatannya hanya berulang, dari duduk, berdiri, lalu kembali duduk ketika tetangga d

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 37

    Tatapan penghulu sempat beralih ke arah Eca, membuat gadis itu refleks menelan ludah. Ia mengangguk pelan, seolah memang sudah tahu tatapan itu ditujukan untuk meminta persetujuannya. Saat mic berpindah tangan ke Ua Jajang, dadanya seketika ikut mengencang. Eca mengangkat pandangannya sedikit. Pa

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 35

    Seperti yang sudah Eca duga, begitu sampai di rumah, ibunya langsung syok melihat kondisi Adit. “Ya Allah, ini anak kenapa jadi kayak gini?!” seru Nani panik.“Dia nyemplung di kubangan sawah orang, Mah,” jawab Eca datar sambil melepas sandalnya.Ia bahkan tidak berhen

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 34

    Eca bahkan tidak menunggu jawaban. Ia langsung bergerak, nyaris melompat turun ke pematang.Kakinya baru saja menapak, tetapi tanah yang becek membuat langkahnya goyah. Hampir saja terpeleset kalau tidak cepat-cepat menyeimbangkan tubuh.“Adit!” panggilnya keras.Napasnya langsung memburu. Jantungn

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status