แชร์

Bab 329 Pemakaman

ผู้เขียน: Tristar
last update วันที่เผยแพร่: 2026-09-10 17:33:00

Joko meninggalkan rumah Kak Rita saat matahari sudah menggantung tinggi langit. Dia pulang ke rumah Lana.

Sampai di sana, terlihat semua wanitanya sedang sibuk berkemas.

"Sayangku, sudah pamitan nya?" tanya Lana sambil bergelayut manja.

Joko mengangguk. "Sudah! Besok kita berangkat!"

Semua wanita itu, terkecuali Nyonya Desi bersorak kegirangan. Mereka sudah tidak sabar ingin melihat Ibu Kota.

Joko menghampiri Nyonya
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 331 Kehangatan Di Vila

    Nadya menatap Joko, dia menyodorkan tangannya. "Mana mutiaranya!" Joko merogoh tas kecilnya. "Hei, kamu lebih gak sabaran dari aku yah," ucap Joko sambil meletakkan mutiara di telapak tangan Nadya. Nadya mendengus, lalu dia menatap mutiara itu dengan tatapan berbinar. "Benar... ini benar-benar mutiara kaisar!" ucapnya. Sonya menatap mutiara di tangan Nadya, lalu menatap Joko. "Kamu mendadak jadi pemuda yang punya uang lebih dari satu triliun!" ucapnya. Joko terkekeh. "Ini baru awal! Di masa depan, aku pasti dapat ratusan bahkan ribuan triliun!" ucapnya dengan penuh percaya diri. "Iya... iya, aku percaya sama kamu!" ucap Sonya. Nadya menatap Joko. "Uangnya mau pakai cek, atau transfer?" tanyanya. "Transfer saja!" balas Joko. "Baiklah." Dia mengeluarkan ponselnya, lalu menelepon seseorang. Dia menyuruh orang di telepon untuk mentransfer uang ke rekening Joko setelah itu telepon pun di tutup.

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 330 Ibu Kota

    Keesokan paginya... Joko sibuk memasukkan barang-barang ke mobilnya dan ke mobil Lana. Mereka ibu kota menggunakan dua mobil, karena satu mobil gak akan cukup. Sesaat kemudian, akhirnya semua barang selesai di masukan. "Kalau lelah, nanti gantian sama yang bisa menyetir," ucap Joko kepada Lana. Lana mengangguk. "Kamu di depan saja! Jangan kebut-kebutan santai saja!" ucap Joko. "Baiklah." Mereka semua masuk ke mobil. Mobil Lana melaju lebih dulu, disusul mobil Joko yang mengikuti dari belakang. Perjalanan ke Ibu Kota lebih jauh hampir tiga kali lipat dari perjalanan ke Kota Awan. Sehingga, mereka yang berangkat pagi-pagi, baru sampai di sana malam hari. Joko dan semua wanita yang baru pertama kali ke Ibu Kota, tampak sangat takjub saat melihat gedung-gedung tinggi, dan suasana ramainya jalanan. Meski ini sudah malam, mobil dan motor yang berlalu lalang di sana masih sangat padat. "Inikah Ibu Kota?" ujar Sinta yang duduk di samping Joko. "Ini lah Ibu Kota. Bag

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 329 Pemakaman

    Joko meninggalkan rumah Kak Rita saat matahari sudah menggantung tinggi langit. Dia pulang ke rumah Lana. Sampai di sana, terlihat semua wanitanya sedang sibuk berkemas. "Sayangku, sudah pamitan nya?" tanya Lana sambil bergelayut manja. Joko mengangguk. "Sudah! Besok kita berangkat!" Semua wanita itu, terkecuali Nyonya Desi bersorak kegirangan. Mereka sudah tidak sabar ingin melihat Ibu Kota. Joko menghampiri Nyonya Desi yang tampak sedikit murung itu. Joko seperti memahami apa yang wanita itu rasakan saat ini. Dia merangkul Nyonya Desi. "Jangan murung begitu! Yakinlah, musuhmu nanti... akan hancur di tangan kita!" ucapnya. Nyonya Desi mengangguk. Dia membaringkan kepalanya di dada Joko. "Kamu belum mengunjungi makam Kakek dan orang tuamu?" tanya Sinta kepada Joko. "Sore ini aku akan ke sana," balas Joko. "Awas lupa! Bagaimana pun, k

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 328 Berpamitan

    Keesokan harinya... Joko tidak pulang ke rumah Lana. Dia pergi menemui setiap wanita yang punya hubungan gelap dengannya. Dia berpamitan kepada para wanita itu, namun pamitan itu tidak biasa. Setiap wanita meminta jatah enak-enak kepada Joko sebelum akhirnya membiarkan Joko pergi. Wanita yang terakhir Joko temui adalah Tante Riana. Mereka bertemu di hotel yang berada di pusat Kota. Saat ini, terlihat keduanya sedang berpelukan dengan tubuh yang tak tertutup sehelai benang pun. Tubuh keduanya pun di banjiri keringat hangat ~ tanda kalau mereka baru saja selesai bercinta. "Tante, aku harus pergi! Ada satu wanita lagi yang harus aku temui," ucap Joko. Wanita yang di maksud Joko adalah Kak Rita. Dia belum sempat menemui Kak Rita. "Ini sudah malam! Besok saja lagi!" ucap Tante Riana. Joko melirik ke jendela. Terlihat bintang-bintang sudah menghiasi langit yang gelap. "H

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 327 Menemui Ketiga Gadis

    Di sore hari... Joko pergi menemui ketiga gadis SMA di kosan Mia. Karena sebelumnya dia sudah menghubungi mereka, dan meminta mereka berkumpul di kosan Mia. Sampai di sana, ketiga gadis itu berebut meminta pelukan Joko. Mereka sudah cukup lama tidak bertemu Joko, yang membuat mereka merindukannya. "Kakak ke mana saja sih? Kakak sudah gak mau kita lagi yah," keluh Tania. "Iya. Kakak pasti gak mau kita lagi!" sahut Mia. Dea paling pengertian. Dia tak merengek seperti Tania dan Mia. "Mungkin kakak lagi sibuk!" Joko menepuk kepala Dea. "Benar. Aku memang lagi sibuk akhir-akhir ini. Aku juga kan sesekali suka kasih tahu kalian kesibukanku," ucapnya dengan nada lembut. Tania dan Mia melepaskan pelukannya di tubuh Joko. Kemudian, mereka mendudukkan Joko di tempat tidur. "Emangnya sibuk apa sih kakak sekarang?" tanya Tania sambil duduk di pangkuan Joko dan melingkar tang

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 326 Berkumpul

    Benar saja, beberapa bawahan Bang Darto datang. Bahkan, ada beberapa yang membawa anggota keluarga mereka. Seketika, ruang tamu rumah Bang Joko penuh oleh orang-orang. "Kursinya gak cukup, gak apa-apa kan duduk di lantai?" tanya Bang Darto. "Gak apa-apa Bang, santai saja," balas beberapa orang itu. Joko berkenalan dengan semua anggota keluarga bawahan Bang Darto. Ternyata, hampir semua bawahan Darto sudah menikah dan ada beberapa yang bahkan sudah memiliki anak. Semua keluarga bawahan Bang Darto berterima kasih kepada Joko. Karena, setelah mengikuti Joko ekonomi keluarga mereka membaik, dan juga pandangan orang lain kepada mereka tidak seburuk dulu. Joko berbincang di sana sampai hampir menjelang malam hari. Dia membahas kepergiannya ke ibu kota, dan juga rencananya yang akan membawa Bang Darto dan semua bawahannya ke sana. Awalnya, anggota keluarga para preman itu tampak khawatir. Karena Joko bilang, Bang Darto akan jadi pengawalnya di sana. Namun, setelah Bang Darto dan baw

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 3 Goda Wanita Bersuami

    Setelah mengantarkan Bu Tika pulang ke rumahnya, Joko kembali melajukan motornya menuju warung Bu Sinta untuk mangkal di sekitar sana. Beberapa saat kemudian, Joko sampai di warung Bu Sinta. Warung Bu Sinta tampak sepi tak ada pembeli. Terlihat, Bu Sinta yang sedang sibuk menggoreng sesuatu di dal

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 7 Ada Yang Cemburu

    Waktu terus berlalu. Tak terasa, jam pulang sekolah pun sebentar lagi akan tiba. Selama menunggu waktu itu, Joko sudah mendapatkan tujuh penumpang. Tentu saja, penghasilannya hari ini sudah cukup banyak. Joko sudah bersiap menunggu para siswa SMA yang sebentar lagi pulang sekolah. Ia duduk santa

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 2 Memiliki Hasrat Besar

    Namun, saat Bu Sinta hendak meladeni godaan Joko, tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya mendekat ke warung. Perhatikan Bu Sinta dan Joko langsung teralihkan kepada wanita paruh baya itu. Bu Sinta yang mengenali wanita paruh baya itu, langsung menyapanya dengan hangat. "Bu Sri... mau ke mana? in

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 1 Pangkalan Baru

    "Jok, kamu emang ojek, tapi kamu baik banget. Anterin aku ya, tiap hari, nanti bayarannya uang sama ada deh, bayaran khusus, plus-plus kok!"Setiap wanita yang ditemui Joko, hampir selalu seperti itu. Entah itu gadis desa, wanita lajang, hingga para janda kesepian. Usianya dua puluh lima tahun. Ia

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status