แชร์

Bab 400 Merusak Momen

ผู้เขียน: Dama Mei
last update วันที่เผยแพร่: 2026-09-13 21:08:25

Valerie Collins melangkah masuk ke dalam unit apartemen mewahnya. Langkah kakinya terasa begitu kaku dan berat. Tas belanjaan dari restoran Tionghoa mewah yang sempat dibawanya keliling tadi siang dijinjingnya dengan lemas, sebelum akhirnya diletakkan secara kasar di atas meja konsol dekat foyer.

Valerie meremas pelan keningnya yang mendadak nyeri. Gema suara Adriel terus berputar tanpa henti di dalam benaknya.

"Bagaimana mungkin ayahmu, Gideon Collins, begitu bodoh mengira Aira benar-benar mel
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 402 Orang Tua Bodoh

    Pukul sembilan pagi tepat, empat orang pria paruh baya berkemeja batik sutra mahal duduk di sofa kulit di depan ruang kerja Adriel di kantor Varmadeo Group.Pintu terbuka. Marcus melangkah keluar dengan postur tubuhnya yang tinggi besar."Tuan Adriel sudah bersedia menerima kalian di dalam," ujar Marcus.Pak Kusuma dan tiga tetua lainnya seketika berdiri, hampir saja menabrak meja kopi di depan mereka.Di dalam ruang kerja pimpinan yang amat luas, Adriel duduk bersandar di atas kursi kulit hitam mewah. Pria itu tidak menyambut kedatangan para tetua dengan berdiri atau tersenyum. Pak Kusuma mendadak menjatuhkan kedua lututnya tepat tiga langkah di hadapan meja kerja Adriel. Tiga tetua di belakangnya ikut membungkukkan tubuh mereka dalam-dalam."Sir V, tolong kami!" seru Pak Kusuma . "Tolong selamatkan kami dan sisa aset Yayasan Ragendra!"Adriel menyesap kopi hitamnya secara perlahan."Selamatkan kalian?" ulang Adriel. "Sungguh menggelikan, Pak Kusuma," cemoohnya dingin. "Empat bulan

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 401 Membiarkanmu Kesepian

    Sinar matahari pagi di kawasan Ngawi terasa begitu hangat. Pendaran cahayanya menerobos masuk menembus celah gorden kamar 308, menyinari meja yang kini dipenuhi oleh coretan sketsa dan salinan dokumen.Di dalam kamar suite yang tenang itu, Aira dan Selena duduk berhadapan. Cangkir teh herbal yang sudah mendingin tergeletak di samping laptop milik Selena.Selena menggeser sebuah bagan alur. Tangannya bergerak sangat cepat."Berdasarkan analisis dan pola transaksi yang kuperiksa sepanjang malam, titik terlemah dari seluruh pergerakan ini sama sekali bukan pada Dimitri."Aira mencondongkan tubuhnya ke depan, mendengarkan. "Lalu di mana letak celah terbesarnya?"Selena menyunggingkan senyuman dingin."Celah terbesarnya ada pada emosi Valerie Collins," jawab Selena yakin. "Valerie adalah wanita narsistik yang bertindak berdasarkan obsesi dan ketergantungan pada pria. Dia tidak pernah menggunakan logika. Valerie membantu Dimitri karena rasa cemburunya padamu dan haus akan pengakuan."Selena

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 400 Merusak Momen

    Valerie Collins melangkah masuk ke dalam unit apartemen mewahnya. Langkah kakinya terasa begitu kaku dan berat. Tas belanjaan dari restoran Tionghoa mewah yang sempat dibawanya keliling tadi siang dijinjingnya dengan lemas, sebelum akhirnya diletakkan secara kasar di atas meja konsol dekat foyer.Valerie meremas pelan keningnya yang mendadak nyeri. Gema suara Adriel terus berputar tanpa henti di dalam benaknya."Bagaimana mungkin ayahmu, Gideon Collins, begitu bodoh mengira Aira benar-benar melarikan diri ke Swiss?""Dimitri yang kamu agungkan itu... saat ini sedang menyusun dokumen untuk melimpahkan seluruh tuduhan lima puluh miliar itu atas namamu sebagai tersangka tunggal, demi menyelamatkan dirinya sendiri.""Tidak... Tidak mungkin..." gumam Valerie. "Adriel pasti berbohong. Pria itu sengaja mengadu domba aku dan Dimitri!"Valerie menghembuskan napas panjang, mencoba memenangkan detak jantungnya yang memburu kencang. Ia melangkah perlahan menembus lorong tengah, melepas blazer.Na

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 399 Kembali ke Sisi

    Waktu menunjukkan pukul tujuh malam lewat sepuluh menit ketika kendaraan mewah itu berhenti tepat di pelataran teras depan yang diterpa lampu jalan. Marcus melangkah keluar lebih dulu, membukakan pintu kabin belakang.Adriel melangkah turun dari dalam mobil. Dua bilah pintu kayu jati raksasa di teras depan terbuka dari dalam.Tiga orang pelayan senior berbaris menundukkan kepala di sepanjang lorong foyer utama, menyambut kepulangan sang tuan."Selamat malam, Tuan Adriel," sapa kepala pelayan pria.Adriel melangkah masuk menembus foyer utama. Langkah kakinya menggaung di atas lantai granit mengkilap. Pria itu melepaskan kancing jas, menyapu pandangan ke sekeliling ruang tengah yang amat luas dan megah tersebut.Hampa.Adriel menghentikan langkah kakinya di tengah ruangan, dadanya berdesir oleh hantaman rasa sepi."Di mana Aira dan Nora?" tanya Adriel datar, sekadar menguji keheningan rumahnya.Kepala pelayan pria menundukkan kepalanya dengan raut cemas. "Mohon maaf, Tuan, seperti inst

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 398 Tinggi Besar

    "A-Apa maksudmu?" cicit Valerie. "G-Gideon... Collins? Kenapa kamu menyebut nama ayahku? Berani-beraninya kamu menyeret nama ayahku?!"Adriel menyandarkan punggung. Ia kembali memutar cincin pernikahan di jari manisnya secara pelan."Apakah pendengaranmu mendadak bermasalah? Kurasa aku sudah cukup jelas. Tapi baik, tidak masalah jika harus kuulang sekali lagi," balas Adriel. "Aku bertanya padamu, bagaimana mungkin seorang Gideon Collins, seorang jendral yang sangat disegani, begitu bodoh mengira Aira benar-benar melarikan diri ke Swiss?"Valerie menelan ludah. Ia mencoba mengumpulkan sisa-sisa harga diri dan keangkuhannya, mengepalkan kedua tangannya di bawah meja."Jangan main-main!" bentak Valerie. "Kamu menyebut nama ayahku untuk menakutiku, bukan?! Kamu tidak tahu apa-apa!"Adriel terkekeh. Ia justru duduk semakin santai, seolah menikmati raut panik di wajah Valerie."Aku tidak tahu apa-apa?" ulang Adriel.Adriel merogoh saku mengambil ponsel, lalu meletakkannya di atas meja marme

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 397 Mengira Terbang

    Ruangan berpendingin udara yang amat sejuk itu dipenuhi oleh wangi teh bunga krisan dan kayu cendana tua. Adriel duduk bersandar pada kursi berbalut beludru, menyilangkan kakinya yang panjang. Menatap wanita di seberang mejanya dengan tatapan dingin.Di seberang meja, Valerie duduk dengan kedua tangannya yang lentik di atas meja marmer, menyunggingkan senyuman paling manis. Binar matanya berkilat puas."Sungguh kejutan yang luar biasa manis, Adriel," tukas Valerie. "Seorang penguasa Varmadeo Group yang diagungkan, mendadak muncul di area parkir hanya untuk mengajakku minum teh?"Adriel tidak langsung menjawab. Jemarinya memutar-mutar cangkir berisi teh hangat tanpa niat menyesapnya."Apakah sebuah undangan minum teh dariku terasa begitu istimewa bagimu, Valerie?" balas Adriel.Valerie tertawa. "Tentu saja istimewa! Jangan pura-pura bersikap kaku di depanku. Kamu dan aku tahu betul kenapa kamu di sini sekarang."Valerie mencondongkan tubuhnya lebih dekat. "Aira sudah dicopot secara ti

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 7 Cara Melindungi Diri

    Restoran privat itu berada di lantai paling atas, sengaja dipesan oleh Leonidas Varmadeo untuk bisa menghabiskan istirahat siang dengan makan siang bersama. Leonidas duduk di tengah, di sisi kanan ada Alexander. Sementara di sisi kiri, Catarina yang paling antusias dengan kebiasaan macam ini.“Kali

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 6 Mengizinkanmu Tinggal

    Cahaya matahari pagi menyelinap masuk lewat jendela-jendela besar mansion Varmadeo. Para staf sudah mulai bekerja sejak subuh. Namun ketika Nora hendak turun ke dapur, ia terperanjat melihat Aira ada di sana. Ia sedang mengiris bawang, lalu bergerak gesit memeriksa panci sup. Aira juga membuka ove

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 5 Mimpi Buruk Aira

    Aira mengangkat gaunnya sedikit ketika turun dari mobil. Sementara Adriel langsung berjalan tanpa melihat ke belakang.Aira mengikutinya dari jauh, takut mengganggu jarak yang entah mengapa terasa seperti batas tak tertulis. Begitu ia melangkah masuk ke foyer mansion, para staf rumah sudah berbaris

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 4 Jika Tidak Menolak

    Aira masih duduk di kursi yang disediakan untuknya. Ia masih bisa merasakan tatapan tamu-tamu yang menertawakannya di aula tadi.“Aira, duduklah di sisi Adriel,” tukas Leonidas. Suaranya yang berat membuat Aira sedikit tersentak.Aira terbelalak kecil. Adriel menoleh sebentar, ekspresinya datar. Ta

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status