Share

15. Ketauan

Hoekkk

Hoekk

Hoekkk

Huh huh rania memijat keningnya yang terasa pusing, tubuhnya juga lemas. Rania memandang dirinya dicermin, satu kata yang bisa menggambarkan dirinya saat ini Pucar macem zombi. Rania menghela nafasnya pelan, sudah seminggu belakangan ini rania selalu mengalami Morning Sicknes, jangan lupakan pola makannya yang berantakan. Dia mengghela nafas pelan, dia sadar ini semua adalah gejala dari kehamilannya. Tapi yang rania tak habis fikir adalah keinginannya untuk selalu berada didekat arya. 

Hampir setiap malam arya mengantarkannya makanan sehat untuknya, dan sialnya bayi dikandungannya selalu ingin berdekatan dengan papihnya. Tapi rania tidak pernah mengatakan keinginannya karena malu. 

Tapi untuk hari ini, rania tidak bisa menahan keinginnya lagi. Rasanya dia ingin menangis hanya karena ingin berangkat sekolah bersama dengan arya. Dengan ragu dia menelvon arya. 

" Halo, kenapa? "

Mendengar suara dia sebrang sana membuat jantungnya berdegub 2x lebih kencang, lidahnya kelu. 

" Lo gapapa kan? "

Rania menarik nafasnya panjang sebelum mengatakan keinginannya, sungguh ini memalukan. 

" Ehm gue, gue pengen berangkat bareng sama lo "

Rania memejamkan matanya ketika tidak ada sautan lagi dari sana, dia fikir arya keberatan mengenai permintaannya. 

" Kalo gabisa gapapa gue bisa berangkat bareng..."

" Gue kesana sekarang, jangan kemana mana "

Setelah menunggu beberapa menit, arya ternyata sudah sampai dirumahnya. 

" Udah minum susu? "

" Hah? "

Arya berdecak pelan " ck lo udah minum susu hamil belum hari ini? "

Rania menggaruk tengkuknya yang tak gatal " Oh hehe belum "

" Bikin sana, minum. Gue tunggu "

" Tapi.."

" Gada Penolakan "

Rania memandang kesal arya yang sedang memandangnya dengan sorot mata dingin, dia menggembungkan pipinya dan menghentakkan kakinya kesal. Dasar nyebelin.

Arya mengulum bibirnya, menahan senyumnya melihat rania yang begitu menggemaskan dimatanya. 

....

Koridor yang awalnya sepi sekarang terlihat ramai, mereka mulai berbisik setelah melihat pemandangan asing diparkiran. Sudah 2 kali Arya adi putra, pemilik sekolah StarLister School berboncengan dengan Rania Surya mahendra. Catat 2 kali.

Selama ini arya tidak pernah kedapatan berboncengan dengan perempuan, karena memang arya menutup celah untuk para perempuan mendekatinya semenjak insiden masalalunya. Dan lihat sekarang, arya sedang membantu rania turun dari motornya, jangan lupakan dia juga melepas pengait helm yang rania pakai, dan itu sukses membuat para ciwi memekik histeriss. 

" Itu beneran arya? King ice sekolah kita? Sweett banget anjir "

" Huaaa pengen banget gue jadi raniaa"

" Ya Ampun ka arya ganteng bangettt "

" Masih pagii udah nebar keuwuan aja "

" Anjirr jiwa jomblo gue meronta ronta "

" Emang mereka pacaran ya"

" Cocok si yang satu cantik yang satu ganteng "

" Pasti cewenya kecentilan banget tuh "

" Pake pelet apa cewenya ya,  ko bisa deket sama arya "

Kira kira begitulah bisik bisik yang rania dengar ketika berada di koridor, sungguh dia malu. Rania tak suka menjadi pusat perhatian seperti sekarang. Tapi sialnya arya yang menyebabkan semuanya, apalagi sekarang tangannya sedang di genggam lembut oleh arya tanpa mengidahkan penolakannya. 

" Ya gue bisa ke kelas sendiri, lo gausah anter gue sampe ke kelas " rania masih berusaha melepaskan tautan tangan mereka. 

" Gue ga minta pendapat lo " Rania mendengus lirih, sejak kapan arya menjadi sosok otoriter seperti ini?.

Karena asik dengan dunianya mereka tidak sadar jika ada sepasang mata yang memandang tajam keduanya jangan lupakan tangannya yang mengepal.

" Gue ga akan biarin lo rebut dia dari gue, gue pastiin lo bakal nyesel "

......

" Raniaa, jelasin ke gue sebenernya ada apa? " 

Rania yang baru tiba di kelasnya mengernyitkan dahi pertanda bingung.

" Ada apa gimana? "

" Gausah pura pura gatau, lo nih ya baru gue tinggal seminggu aja gue udah ketinggalan berita tentang lo. Ayo jelasin kasih tau. Sejak kapan lo deket sama ka arya." aurel meminta penjelasan kepada rania, jangan lupakan tatapan matanya yang menyipit meminta penjelasan dengan wajah yang berubah menjadi garang seperti ibu kos yang menagih uang bulanan wkwk

Fyi, seminggu lalu aurel memang izin tidak mengikuti pelajaran, dikarenakan ada keperluan keluarga yang mengharuskan dia libur sekolah. Karena orang tua wali murid datang meminta izin akhirnya aurel diizinkan untuk meliburkan diri. Back to topik. 

" Ayo cepet jelasin, gue nunggu " aurel kembali bertanya dengan nada yang menuntut. 

Rania menghela nafas pelan sebelum menjawab, pertanyaan aurel. 

" Gue sama ka arya gada apa apa, gue cuma minta tumpangan sama dia karena mobil gue mogok" jawab rania beralibi tidak mungkin dia menceritakan semuanya kepada aurel, ini bukan waktu yang tepat, fikirnya. 

Aurel kembali memicingkan matanya.

" Oke gue percaya "

.....

Arya baru saja memasuki kelasnya, hari ini akan ada kisi kisi untuk Ujian yang akan diadakan dua minggu lagi. Mau tidak mau dia harus memasuki kelasnya, jika tidak pasti mamahnya akan tau dan marah kepadanya. Sebenarnya jika tidak mengikuti Pra-Ujian pun arya akan dengan mudah menjawab soal soal ujian nanti, karena arya memang sudah pintar. 

" Woiilahh kayanya ada yang udah jadian nih gays, Traktir makan gasi rak? " Revi membuka obrolan ketika arya baru saja mendudukan diri dikursi paling belakang sebelah ardan. 

" Woiyaa harus rev, haram kalo jadian ga ngasih pajak "

" Gercep banget gasi, baru juga bulan lalu bilang suka, eh sekarang malah udah boncengan bareng, Alig alig alig "

Kavi mengerutkan keningnya, ketika mendengar kata asing yang memasuki telinganya. " Eh anjing, Alig apaan? " 

Raka dan revi sontak tertawa melihat wajah polos kavi yang bertanya kepada mereka. 

" Hahahah bangsat, norak banget lo kav. Alig itu Gila, lo bacanya dari belakang 

" Bangsat, sejak kapan gila berubah jadi alig "

" Sejak opah ngeramasin rambut upin "

Ucapan revi sontak mengundang tawa teman sekelasnya. 

" Gimana? " ardan bertanya kepada arya yang berada di sampingnya, posisi mereka terpaut dua meja dengan revi, kavi dan raka. Jadi tidak ada yang bisa mendengar percakapan mereka. 

" Gue udah bilang mamah papah, secepat mungkin gue tanggung jawab "

" Bagus, jangan kelamaan "

" yoi "

......

Surya menginjakan kakinya ke rumah yang sudah seminggu ini dia tinggalkan, dia memasuki rumahnya dan langsung menuju kamarnya. Karena niatnya pulang hanya untuk mengambil berkasnya yang berada dirumah, dia menghela nafas lelah. Perusahaannya memang sedang bermasalah,  itu alasan surya jarang pulang kerumah dan harus bulak balik ke luar kota. 

Setelah mendapatkan berkasnya, surya mendudukan diri ke sofa yang berada di ruang tamunya, tiba tiba dia merasa haus dan beranjak menuju dapur untuk mengambil minum. 

Ketika berada didapur, surya menatap benda asing yang berada diatas pantri dapurnya. 

Susu Hamil

Keningnya mengerut pertanda bingung, siapa yang sedang hamil dirumah ini?

Surya mengepalkan tangannya, jangan bilang Rania? Anaknya. 

Surya langsung menuju kamar rania, dia mencari benda itu diberbagai spot kamar anaknya. Di bawah kasur, lemari, laci dan berakhir di toilet. 

" Ini ga mungkin kan nak? "

Surya menggelengkan kepalanya berkali kali dan memegang erat benda tersebut. 

.....

Bell pulang sekolah sudah berbunyi sejak lima menit lalu, dan arya menunggu rania di parkiran sejak sepuluh menit lalu. 

" ck lama banget "

Dari jauh arya memandang rania yang sedang asik mengobrol dengan aurel. 

" Pasti lama " desisnya. 

" Ran lo mau pulang sama siapa? "

Aurel bertanya karena memang supirnya sudah berada di depan untuk menjemputnya, niatnya dia ingin mengajak rania untuk pulang bersamanya. 

" Gue gatau rel "

" Bareng gue aja gimana? "

" Dia bareng gue "

Suara itu sukses mengalihkan atensi dua perempuan tersebut. 

" Hah, gabisa gabisa rania sama gue "

" Gue ga minta pendapat siapapun "

Arya langsung menarik tangan rania ke parkiran tanpa menoleh ke arah aurel yang tengah meneriaki mereka. 

" Ihh aryanjing bisa bisanya lo bawa sahabat gue, awas ya lo "

" jangan kasar "

" Eh "

Aurel menoleh ke sumber suara itu, dan mendapati ardan disebelahnya, dia gugup. 

" Pulang bareng gue? "

" Tapi supir gue.. "Belum sempat aurel berkata, ardan sudah menyelanya. 

" suruh pulang " Aurel membulatkan mulutnya ketika tangannya ditarik paksa oleh ardan. Dia merutuki diri, ngga ketua ngga wakil sama aja, dua duanya otoriter,untung ganteng. 

.....

Arya mengantar rania sampai masuk ke gerbangnya, dia akan memberitahukan niatnya untuk segera meminta restu kepada ayah rania. Dia tidak ingin menunda lebih lama lagi, karena perut rania akan lebih membesar nantinya. 

" Ko lo ikut turun si? " rania menatap heran arya yang melepas helmnya dan ikut turun bersamanya. 

" Gue mampir bentar, sekalian ada yang mau gue omongin "

" Oh yaudah ayo masuk "

Arya mengekori rania yang berada didepannya, belum sempat memegangh handle pintu, pintu tersebut sudah terbuka dan memunculkan wajah surya dengan sorot mata tajam dan jangan lupakan rahangnya yang mengeras. 

" Ayah, kapan pulang? "

Rania berniat menyalami surya yang berdiri didepannya, tapi urung ketika surya mengeluarkan suara beratnya. 

" Dengan siapa? "

" Hah? Oh maksudnya ini, kenalin yah dia arya temen seko..."

Belum sempat rania menyelesaikan perkataannya surya sudah lebih dulu mengeluarkan benda kecil dari sakunya dan memperlihatkannya kepada rania. 

" Dengan siapa?" tanya surya untuk kedua kalinya. 

Mata rania membulat, apa yg dia takutkan akhirnya terjadi, bangkai yg dia tutupi sudah tercium. Dia mengepalkan tangan menahan rasa sesak yg menghimpit dadanya, rania masih diam enggan berbicara kepada ayahnya dia takut dan malu, rasanya dia ingin menghilang sekarang juga. Rania bahkan melupakan keberadaan arya di sampingnya. 

" Saya om " mendengar pernyataan tersebut surya murka, surya maju satu langkah dan langsung menghajar arya dengan membabi buta, sedangkan arya diam tak membalas. 

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status