แชร์

Roommate: Bos, Yang Ini Kamarku!
Roommate: Bos, Yang Ini Kamarku!
ผู้แต่ง: Namorae

Bab 1 Apartemen baru

ผู้เขียน: Namorae
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-30 18:43:08

"B–baju siapa itu?"

Althea menatap sekeliling ruang apartemen itu. Ia baru saja menginjakkan kaki di apartemen barunya itu setelah hampir dua tahun tinggal di kamar kos sempit.

Kini, kerja keras Althea seolah terbayar. Ia mampu membeli apartemen sendiri, meskipun memang bukan apartemen mewah.

Namun, melihat keadaan apartemen itu yang agak berantakan — beberapa pakaian tergeletak sembarangan, Althea merasa janggal. Ia melangkah masuk perlahan setelah meletakkan koper dan beberapa tasnya di depan pintu. Pandangannya menyapu ke segala penjuru, mencoba mencari keberadaan seseorang.

Untungnya, tak ada siapapun di sana.

Althea menghela napas pelan. Ia tidak ingin merusak suasana hari pertamanya di rumah baru. Ia mulai membereskan beberapa barang yang berantakan sambil memperhatikan ruangan itu.

“Mungkin pemilik sebelumnya lupa beresin,” gumam Althea sambil meletakkan beberapa potong pakaian itu di tempat sampah.

Lepas membereskan sedikit kekacauan itu, Althea menarik kembali kopernya menuju kamar utama. Baru beberapa langkah memasuki ruang tengah, tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dari arah kamar.

Althea sontak menghentikan langkah.

Seorang laki-laki keluar dari salah satu kamar dengan langkah santai. Rambutnya tampak berantakan, sementara wajahnya masih menyisakan ekspresi mengantuk seperti seseorang yang baru saja terbangun. Ia hanya mengenakan celana tidur berwarna gelap tanpa atasan apa pun.

Althea langsung membeku di tempat. Tatapannya terpaku pada tubuh laki-laki itu. Bahunya lebar dengan bentuk tubuh yang tegap dan berisi, tetapi tidak berlebihan seperti pria yang menghabiskan sebagian besar waktunya di pusat kebugaran. Otot-otot di lengannya terlihat jelas, begitu pula garis perut yang terbentuk rapi di balik kulitnya.

Wajah Althea perlahan memanas.

Laki-laki itu juga berhenti. Keduanya saling menatap selama beberapa detik, sama-sama tampak terkejut.

“AAAA!” Althea buru-buru menutup kedua matanya dan memalingkan wajah. “Siapa kamu?!” 

Althea masih berdiri dengan wajah memerah karena terkejut. Pandangannya kembali menatap wajah pria itu.

Pria tersebut memiliki wajah tampan dengan rambut sedikit berantakan, seolah baru saja bangun tidur.

Namun, Althea tidak ingin terlarut dalam ketampanan pria itu. Bagaimanapun juga, yang paling penting sekarang adalah memastikan ia bisa mengambil kembali apartemen ini.

“Seharusnya aku yang bertanya! Kenapa ada orang asing di apartemenku?!” Pria itu hanya mengangkat sebelah alis. Berbeda dengan Althea yang terlihat panik, ia justru terlalu tenang menghadapi situasi aneh tersebut.

“Apartemenmu?” ulang Althea seolah tak terima. “Ini apartemen yang baru aku beli cash, no nyicil-nyicil. Jadi, apartemen ini adalah milikku secara sah!” 

Pria itu menatap Althea dengan tenang, lalu melirik koper dan beberapa tas yang masih tergeletak di dekat pintu.

“Ini apartemen saya.”

Althea langsung melotot. “Tidak mungkin! Sudah kubilang, aku yang beli apartemen ini!”

“Saya juga,” sahut pria itu tenang.

Althea terdiam sesaat.

Pria itu masih berdiri santai di hadapannya, sama sekali tidak terlihat panik meskipun baru saja dituduh sebagai penyusup. Bahkan, dalam keadaan hanya mengenakan celana tidur, wajah tampannya tetap terlihat terlalu tenang.

“Jangan bercanda!” Althea mulai kesal. “Aku punya bukti pembayaran!”

“Saya juga.”

“Aku punya dokumen pembelian!” Althea tak mau kalah.

“Saya juga.”

Althea langsung kehilangan kata-kata. Ia menatap pria itu dari atas sampai bawah.

Entah dari mana pria ini muncul, tetapi dia benar-benar berani mengaku sebagai pemilik apartemen yang baru dibelinya dengan uang hasil kerja keras selama bertahun-tahun.

Sejak lulus kuliah, Althea memang sudah terbiasa hidup mandiri. Hampir dua tahun terakhir, ia tinggal di kamar kos sempit dan harus menabung mati-matian demi bisa membeli apartemen ini. Ia bahkan rela mengorbankan banyak hal hanya untuk mengumpulkan uang yang cukup agar bisa membayar unit tersebut secara tunai.

Jadi, tidak mungkin ia salah membeli apartemen.

“Pokoknya ini apartemenku, kamu harus keluar!” titah Althea final, ia langsung menarik kembali kopernya masuk lebih dalam.

Namun, baru satu langkah, pria itu menahan tangan Althea.

“Eh?”

Althea belum sempat berbalik ketika pria itu menarik tangannya. Tubuhnya sontak tersentak mundur hingga hampir menabrak dada bidang pria tersebut.

Jarak mereka mendadak begitu dekat.

Althea membeku.

Pria itu menundukkan kepala sedikit, menatapnya dengan ekspresi tenang yang justru membuat Althea semakin gugup. Tangannya masih menggenggam pergelangan tangan Althea, seolah sama sekali tidak berniat melepaskannya.

“Jangan terlalu percaya diri kalau belum ada bukti pasti,” ujar pria itu tepat di depan wajah Althea.

Gadis itu berkedip beberapa kali. Posisi mereka dan ucapannya membuat Althea mendadak kehilangan kata-kata.

Terlebih, kini ia bisa mencium aroma tubuh pria itu dengan jelas.

Wangi maskulin yang samar, bercampur dengan aroma parfum yang segar, entah kenapa justru membuat wajah Althea semakin panas. Ia buru-buru mengalihkan pandangan.

Sial.

Kenapa mereka harus berdiri sedekat ini?

“Ka-kamu...” Althea berusaha menarik tangannya, tetapi pria itu belum juga melepaskannya.

“Apa?”

Suara rendah itu terdengar begitu dekat.

Althea semakin salah tingkah. Ia bisa merasakan tatapan pria itu seolah sedang mengamati setiap perubahan ekspresinya.

“Aku...”

Tok! Tok! Tok!

Ketukan dari pintu tiba-tiba terdengar.

Althea tersentak kaget hingga hampir melompat.

Pria itu akhirnya melepaskan tangannya, lalu menoleh ke arah pintu dengan ekspresi tenang, seolah tidak terjadi apa-apa.

Sementara itu, Althea buru-buru mundur beberapa langkah. Tangannya refleks menyentuh pipi sendiri yang terasa panas.

Pria itu berjalan menuju pintu dan membukanya.

Seorang pria berpakaian formal berdiri di sana. Begitu melihat keduanya, ia langsung membungkuk sopan.

“Maaf, Pak, Bu. Ada kesalahan pada sistem kami. Ternyata apartemen ini disewa oleh dua orang sekaligus,” jelas pengelola apartemen itu. Ia kembali menatap Althea dan pria tadi bergantian.

“Kami ingin mendiskusikan siapa yang akan tetap mengambil apartemen ini. Bagi pihak yang bersedia membatalkan sewanya, kami akan mengembalikan 60% dari biaya sewa sebagai kompensasi. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya.”

Althea dan pria itu saling menatap.

Tatapan keduanya seolah sedang beradu, masing-masing mempertahankan hak atas apartemen yang sudah mereka bayar. Sama sekali tampak tak ada yang berniat mengalah. 

Setelah hening beberapa detik.

Lalu, hampir bersamaan, keduanya berkata, “Saya tetap ambil apartemen ini!”

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Roommate: Bos, Yang Ini Kamarku!    Bab 5 Bos Gila

    Setelah tiga kali laporannya dikembalikan tanpa alasan yang jelas, Althea kembali berdiri di depan ruang kerja Naren Wijaya. Tangannya menggenggam map laporan itu erat. Jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Seharusnya satu jam lalu ia sudah meninggalkan gedung perusahaan, tetapi sampai sekarang ia masih harus berurusan dengan bos barunya itu. Saat hendak mengetuk pintu, suara beberapa karyawan yang masih lembur terdengar dari dekat meja mereka. “Baru kali ini ada anak baru yang langsung lembur,” bisik salah seorang karyawan. “Iya. Tadi aku sempat lihat Pak Naren sampai turun tangan sendiri,” sahut yang lain sambil melirik ke arah ruangan Naren. “Serius? Padahal aku dengar beliau paling tidak suka membuang waktu.” Langkah Althea terhenti. Ia menoleh sekilas ke arah mereka. Dahi Althea sedikit berkerut. Jadi, bukan hanya dirinya yang merasa ada yang aneh dengan perlakuan Naren hari ini? Namun, rasa penasaran itu segera ia singkirkan. Althea mena

  • Roommate: Bos, Yang Ini Kamarku!    Bab 4 Bosku? Teman Apartemenku?

    Naren menatap ke arah Althea yang terlihat begitu terkejut. Gadis itu hanya diam, seakan otaknya membutuhkan waktu untuk mencerna kenyataan yang baru saja ia ketahui.Pria yang setiap hari akan ia temui di apartemen, pria yang kemarin ia ajak berdebat, pria yang selama ini ia anggap sebagai pekerja kantoran biasa. Ternyata adalah CEO dari perusahaan tempatnya bekerja.Bosku? Teman Apartemenku? Dua fakta itu terus berputar di kepala Althea, rasanya ia ingin tertawa karena merasa situasi ini terlalu tidak masuk akal.'Dari semua orang di dunia ini, kenapa harus dia?' keluhnya dalam hati.Naren hanya mengamati perubahan ekspresinya. Ia tidak mengatakan apa pun, tetapi tatapannya membuat Althea semakin tidak nyaman. Beberapa detik kemudian, Naren berjalan menuju kursinya."Silakan tunggu di luar," ucapnya kepada asisten dan staf HRD yang masih berada di ruangan. "Saya akan melanjutkan wawancara ini sendiri."Althea yang tadi masih bisa bersikap percaya diri, kini duduk dengan tubuh sediki

  • Roommate: Bos, Yang Ini Kamarku!    Bab 3 Tinggal bersama

    Naren menatap Althea cukup lama. Ekspresinya masih sulit dibaca, membuat Althea tidak tahu apakah pria itu sedang mempertimbangkan usulannya atau justru mencari alasan untuk menolaknya. “Aku tahu ini bukan situasi yang ideal,” ujar Althea akhirnya. “Tapi kita sama-sama sudah membayar apartemen ini. Kalau salah satu dari kita pergi sekarang, uangnya juga ikut hilang. Jadi menurutku, untuk sementara kita bisa tinggal di sini bersama.” Naren masih terdiam, ia hanya mengangkat satu alisnya seolah tak memahami ucapan Althea. Althea terdiam sejenak, berpikir sebelum akhirnya kembali bersuara. “Dua tahun. Kurasa cukup untukku mengumpulkan uang dan mencari tempat lain. Kalau semuanya sudah siap, aku akan pindah lebih dulu. Jadi kita juga nggak perlu terus tinggal bersama,” lanjut Althea dengan penuh percaya diri. Naren tidak langsung menjawab. Ia kembali mengamati ruangan di sekitarnya, seolah sedang memastikan apakah keputusan itu benar-benar layak diambil. Apartemen tersebut memang cuk

  • Roommate: Bos, Yang Ini Kamarku!    Bab 2 Kesalahan

    Pengelola apartemen terlihat semakin canggung melihat dua penyewa di hadapannya. Ia tidak menyangka kesalahan administrasi kecil dari pihak mereka bisa menyebabkan situasi serumit ini.“Baik, Bapak Naren Wijaya dan Ibu Althea Roselyn. Karena kesalahan ini berasal dari pihak kami, kami akan memberikan waktu untuk Bapak dan Ibu berdiskusi terlebih dahulu mengenai masalah ini. Silakan hubungi kami dalam tiga hari ke depan setelah mendapatkan keputusan. Jika tidak ada konfirmasi sampai batas waktu tersebut, kami akan menganggap masalah ini telah selesai. Tentu saja, kami juga akan membantu proses penyelesaian, termasuk pengajuan refund sesuai dengan ketentuan yang berlaku.”Althea mengerutkan kening. Ia masih tidak percaya apartemen yang sudah ia cari selama berbulan-bulan ternyata memiliki masalah seperti ini.Pengelola apartemen kemudian membungkuk kecil sebelum beranjak meninggalkan mereka.Pintu apartemen tertutup, meninggalkan suasana hening yang terasa jauh lebih canggung dari sebel

  • Roommate: Bos, Yang Ini Kamarku!    Bab 1 Apartemen baru

    "B–baju siapa itu?" Althea menatap sekeliling ruang apartemen itu. Ia baru saja menginjakkan kaki di apartemen barunya itu setelah hampir dua tahun tinggal di kamar kos sempit.Kini, kerja keras Althea seolah terbayar. Ia mampu membeli apartemen sendiri, meskipun memang bukan apartemen mewah.Namun, melihat keadaan apartemen itu yang agak berantakan — beberapa pakaian tergeletak sembarangan, Althea merasa janggal. Ia melangkah masuk perlahan setelah meletakkan koper dan beberapa tasnya di depan pintu. Pandangannya menyapu ke segala penjuru, mencoba mencari keberadaan seseorang.Untungnya, tak ada siapapun di sana.Althea menghela napas pelan. Ia tidak ingin merusak suasana hari pertamanya di rumah baru. Ia mulai membereskan beberapa barang yang berantakan sambil memperhatikan ruangan itu.“Mungkin pemilik sebelumnya lupa beresin,” gumam Althea sambil meletakkan beberapa potong pakaian itu di tempat sampah.Lepas membereskan sedikit kekacauan itu, Althea menarik kembali kopernya menuj

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status