SUAMI YANG DIREBUT SAHABATKU

SUAMI YANG DIREBUT SAHABATKU

last updateLast Updated : 2023-04-30
By:  Nabila Khansa Completed
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
3 ratings. 3 reviews
98Chapters
19.6Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Naina begitu bahagia saat dokter menyatakan dirinya tengah mengandung, setelah lima tahun usia pernikahannya dengan Aditya. Wajah manis wanita itu tak henti-hentinya dipenuhi senyuman, sudah membayangkan bagaimana kabar ini akan ia sampaikan pada sang suami. Namun, segalanya sirna saat Naina mengetahui perselingkuhan Aditya, sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Kebahagiaan berubah menjadi luka, itulah yang kini ia rasakan. Lebih menyakitkan lagi, Naina baru mengetahui selama ini Aditya menjalin kasih terlarang dengan Lisa, sahabat karib yang sudah dianggapnya seperti saudara sendiri. Dengan bantuan Rangga, pria yang hadir dan menolongnya di masa terpuruk, Naina berusaha bangkit. Ia memutuskan untuk masuk ke dalam kehidupan Aditya dan Lisa dengan menyamar sebagai asisten rumah tangga. Perlahan tapi pasti, Naina berniat menghancurkan mereka, menjadi musuh dalam selimut demi membalas sakit hatinya!

View More

Chapter 1

BAB 1 : KETAHUAN

"Selamat Bu Naina! sebentar lagi Anda akan menjadi seorang ibu!" ucap Dokter tersenyum lebar ke arah seorang wanita yang sedang duduk di hadapannya.

Mendengar pernyataan tersebut, Naina menjadi terkesiap karena masih tidak menyangka dengan kabar mengejutkan yang baru saja diterimanya, dan sekarang hanya bisa mematung, masih mencerna yang telah Dokter katakan.

Dokter berambut pendek itu tidak heran dengan reaksi pasiennya, menganggap hal yang wajar karena mungkin saking terkejutnya setelah mendengar berita bahagia ini.

"A-apa, Dok? Bisa diulangi? Saya tidak salah dengar 'kan tadi?"

"Anda tidak salah dengar, Ibu sekarang memang sedang hamil! Selamat ya!" Dengan sabar, Dokter mengulanginya dengan wajah yang sumringah.

"Saya beneran hamil Dok?" Naina bertanya untuk memastikannya lagi.

Dokter pun mengangguk pelan sambil terus tersenyum, netra Naina pun langsung berkaca-kaca.

Setelah lima tahun menjalani mahligai rumah tangga bersama Aditya, akhirnya hamil juga, membuatnya bisa membuktikan kepada semua orang di luar sana bahwa ia juga wanita normal, bukan wanita tidak berguna seperti yang selama ini mereka duga.

Karena saking bahagianya, Naina sampai menutup mulutnya rapat-rapat dengan kedua tangan, tanpa sadar air matanya pun ikut mengalir, tangisan terharu bercampur bahagia jadi satu.

"Jadi ini alasannya kenapa saya begitu mual setiap pagi? Berarti saya tidak sedang sakit berat ya Dok?!" tanya Naina dengan begitu lugunya.

Dokter menggelengkan kepalanya dengan gerakan cepat sembari menahan tawa, tak habis pikir dengan pasiennya padahal itu salah satu gejala kehamilannya justru dianggap sebagai pertanda sedang mengidap penyakit yang berat.

"Bukan penyakit berat kok Bu! Pada awal kehamilan, memang gejala mual dan muntah wajar terjadi, sehingga mulai sekarang jangan khawatir apalagi sampai ketakutan seperti ini."

Naina sangat senang mendengarnya, tidak menyangka akhirnya bisa merasakan gejala hamil, sesuatu yang menjadi impiannya selama ini.

"Karena usia kandungan Ibu baru tiga minggu, masih sangat lemah, saya sarankan untuk tidak terlalu lelah, hindari pekerjaan yang terlalu berat, tidak boleh sampai stres, karena nanti bisa berpengaruh pada kehamilan," tutur Dokter dengan lembut.

Naina mengangguk dengan cepat.

"Tentu saja, saya pasti akan menjaga kehamilan ini dengan baik, kalau begitu saya permisi dulu dan terima kasih banyak atas informasinya!"

Setelah berpamitan dengan Dokter, Naina bergegas meninggalkan rumah sakit, hendak menemui suaminya untuk memberikan kejutan.

Naina awalnya hendak pulang, beristirahat di rumah setelah mendengar penjelasan Dokter bahwa ia harus banyak istirahat, berencana untuk memberitahukan saat Aditya pulang kerja saja, namun hal itu segera ia urungkan sebab sudah tidak sabar mengungkapkan kabar bahagia yang selama ini sudah mereka tunggu-tunggu.

"Mas Adit pasti senang! Lagian aku juga sudah lama tidak pergi ke kantor, rasanya rindu sekali untuk bertegur sapa dengan para karyawan!" gumamnya sembari mengelus perutnya yang masih rata.

Setelah menempuh perjalanan selama lima belas menit, akhirnya Naina sampai juga di PT. Wijaya group.

Naina terus mengelus perutnya, melangkahkan kakinya pelan dengan tetap mengembangkan senyuman.

Tampak para karyawan kaget melihat kedatangan Naina ke kantor, sebab sebagian dari mereka memang sudah tahu apa yang atasannya lakukan di belakang istrinya selama ini, namun tidak berani mengungkapkan secara langsung kepada Naina karena takut dipecat oleh Aditya.

"Selamat pagi! Apa kabar semuanya?!"

"Kenapa? Kok terlihat bengong begitu melihat kedatangan saya?" sapa Naina dengan ramah.

Ekspresi para karyawan tak luput dari perhatiannya, bagaimanapun, sikap mereka tidak biasanya dan cukup membuat Naina bertanya-tanya, tapi pada akhirnya berusaha berpikir positif menduga kalau para karyawannya sedang terkejut dengan kedatangannya yang cukup tiba-tiba itu tanpa pemberitahuan sebelumnya.

"Selamat pagi juga Bu, kami bengong karena terpesona melihat Ibu yang semakin cantik dan juga bersinar, senang sekali bisa melihat Ibu datang ke sini," timpal salah satu karyawan.

"Ah, kamu bisa saja, semangat kerja semuanya! Saya ke ruangan Pak Aditya dulu ya!"

Setelah menyapa semua karyawan, Naina kembali melanjutkan langkahnya, tapi saat tiba di area karyawan, Naina menatap heran karena ternyata tidak mendapati Lisa berada di sana.

"Lisa kok tidak ada? Padahal selain ingin menemui Mas Adit, alasanku datang ke sini ingin menemuinya dan bercerita banyak dengannya! Sudah lama kami tidak menghabiskan waktu bersama!"

"Tapi kemana dia? Apa mungkin di toilet? Kalau begitu aku ke ruangan Mas Adit dulu deh," gerutunya berinisiatif.

Ketika sampai di depan pintu ruangan CEO, Naina langsung memegang gagang pintu hendak membukanya saat itu juga, tapi justru mendengar sesuatu yang membuat ia tidak jadi melanjutkan aksinya.

"Kamu tidak perlu khawatir, sebentar lagi aku akan menceraikannya, dan lanjut menikahi kamu Sayang, wanita tercantikku!" ucap Aditya yang begitu jelas terdengar di telinganya.

"Aku pegang janjimu!" balas seorang wanita yang dikenali oleh Naina adalah suaranya Lisa.

DEG!

Naina pun menjadi terhentak, ada rasa sakit yang menjalar ke hati seperti ditusuk ribuan belati, tubuhnya bergetar dengan hebat, keringat dingin langsung bercucuran, sudah berusaha untuk tidak percaya, tapi apalah daya semua itu nyata, karena ia begitu mengenal suara mereka.

"Apa yang baru saja aku dengarkan? Lisa bukannya berada di di toilet, tapi ternyata, sedang berada di ruangan suamiku?" tanyanya pada dirinya sendiri dalam hati.

Karena begitu penasaran, akhirnya Naina memutuskan masuk saja tanpa mengetuk terlebih dahulu untuk bisa masuk ke dalam ruangan tersebut, tangannya kembali menggerakkan gagang pintu, dengan cepat ia mulai mendorong pintu tersebut hingga terbuka dengan lebar, berakhir terbentur tembok, hingga menimbulkan suara di sana.

"Apa-apaan ini!!"

Kedua bola mata Naina langsung membulat sempurna, tentu saja terperanjat melihat pemandangan yang menjijikkan sedang tersaji tepat di hadapannya, suami dan sahabatnya sedang bermesraan di dalam ruangan yang seharusnya dipakai untuk bekerja, bahkan kancing kemeja suaminya itu terlihat terbuka, sedangkan Lisa sedang bermanja-manja di atas pangkuannya.

Melihat kehadiran Naina yang begitu tiba-tiba juga tidak terduga, tentu saja membuat Aditya dan Lisa tidak kalah terkejutnya dan langsung terburu-buru untuk menghentikan kegiatan yang sedang mereka lakukan.

Aditya gegas berlari untuk menutup pintu ruangannya kembali, tidak mau kalau sampai aibnya ini diketahui semua karyawannya di kantor.

"Nai?!" kata Aditya, dengan masih sangat terkejut melihat istrinya sudah berada di hadapannya.

Naina tidak kunjung menjawab, sedang menatap marah pada mereka berdua, sambil mengarahkan pandangan penuh tanya pada wanita yang sudah dianggapnya sebagai saudara sendiri.

"Tak pernah kusangka, ternyata kamu selama ini berusaha untuk merebut Mas Adit dariku, Lisa!!" bentak Naina dengan suara yang hampir tercekat.

Tak hanya itu tangannya juga mengepal erat, karena saking geramnya ototnya menjadi terlihat hingga kuku-kukunya hampir menancap pada daging telapak tangannya.

Air mata Naina tumpah tanpa diminta, sakit, hancur, kecewa, semua jadi satu dan rasakannya saat ini.

"Kamu benar-benar keterlaluan Lisa, begitu teganya menusukku dari belakang! Bersikap seperti sahabat, tapi sebenarnya kau adalah pengkhianat!"

Wajah Naina terus memerah karena marah, diikuti tangisan sangat kecewa atas perbuatan dua orang yang begitu ia percayai melebihi siapapun.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

nadlirohkhuswatun
nadlirohkhuswatun
berharap banget Naina dan Rangga bisa berjodoh ...
2022-11-25 20:43:11
0
0
ibumasfufah04
ibumasfufah04
Semoga saja Aditya dan Lisa dapat karmanya...
2022-11-25 20:40:07
0
0
Almahyra Aqella
Almahyra Aqella
Alur ceritanya menarik, bikin penasaran untuk terus baca kelanjutannya
2022-11-23 12:13:29
1
0
98 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status