Share

Rahasia Taufik.

Author: Deche
last update publish date: 2026-07-07 12:03:04

Foto-foto perempuan itu memenuhi galeri telepon seluler Taufik.  Baik sedang bergaya sendiri ataupun sedang berdua dengan Taufik. Bahkan ada video Taufik dan perempuan itu yang sedang bercanda di dalam kamar hotel. Video itu sangat vulgar karena pakaian yang mereka gunakan sangat minim. Ia merasa iri dengan perempuan itu karena ia belum pernah melakukan hal itu bersama suaminya.

Sari menggulir layar ke bawah, ternyata terdapat banyak foto-foto Taufik yang membuatnya ingin muntah. Bahkan foto-foto itu dibuat di kamar mandi rumah mereka. Sari menghela napas panjang, ternyata banyak yang Taufik lakukan secara diam-diam tanpa sepengetahuannya. Bahkan banyak foto-foto perempuan itu yang membuatnya ingin muntah. Ternyata mereka saling mengirimi foto-foto yang tidak senonoh.

Sari mengakhiri menggulir galeri foto, ia tidak kuat lagi melihat foto-foto mereka yang membuatnya muak dan ingin muntah. Bahkan ia tidak menemukan satu pun foto dirinya di galeri telepon seluler Taufik. Sari merasa sedih dan kecewa. Ternyata selama ini suaminya mengganggapnya tidak pernah ada.

Sari kembali teringat, Taufik jarang mengajaknya hubungan suami istri dengan alasan Taufik merasa kasihan kepadanya karena ia sudah capek mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Taufik selalu menyuruhnya untuk istirahat. Jika mereka melakukan hubungan suami istri, Taufik melakukannya dengan menggunakan alat kontrasepsi. Ia beralasan, ia masih ingin menikmati bulan madu mereka. Tidak heran, walaupun mereka sudah menikah selama 4 tahun, mereka belum dikaruniai anak.

Sari berlanjut pada aplikasi kirim pesan. Ia mencoba mencari nama Nena di antara daftar nomor kontak. Setelah ia menemukan nama Nena, tapi tidak ada pesan yang tertinggal. ‘Apa A Taufik sudah menghapus semua pesan-pesannya?’ tanya Sari kepada dirinya sendiri.

Sari keluar dari aplikasi tersebut, ia kembali menggulir layar telepon seluler. Keningnya berkerut ketika menemukan sebuah aplikasi yang diaggapnya janggal, yaitu aplikasi novel online. ‘Sejak kapan A Taufik baca novel?’  Selama ini belum pernah melihat suaminya membaca novel.

Sari membuka aplikasi novel online. Akun di aplikasi itu tidak ada foto dan nama akun ditulis dengan tulisan Jepang. Sari tidak tahu arti tulisan itu. Namun, daftar baca di akun tersebut ternyata kosong. Sari membuka kolom yang berada di aplikasi itu satu persatu, hingga ia menemukan kolom kirim pesan. Di kolom itu ia menemukan pesan akun Taufik dengan akun lain yang bertuliskan huruf Jepang juga dan tidak ada foto.

Sari membuka pesan yang dikirim di akun itu. Di sana banyak sekali percakapan Taufik dengan akun lain, yang ternyata akun itu milik seorang perempuan. Bahkan ia menemukan banyak foto-foto yang tidak senonoh mereka kirim melalui pesan di aplikasi itu.

Dada Sari terasa sesak membaca percakapan Taufik dengan perempuan itu. Suaminya sudah keterlaluan, ia sudah membohonginya.

.

.

Beberapa hari kemudian Sari ke rumah sakit untuk melihat keadaan Taufik. Namun, sesampai di rumah sakit ia enggan menemui suaminya. Ia masih sakit hati dengan apa yang telah suaminya lakukan kepadanya. Sari memutuskan untuk duduk di taman yang berada di tengah-tengah rumah sakit.

Sari memperhatikan anak-anak yang sedang bermain di taman itu. Hatinya merasa terhibur melihat anak-anak bermain. Sudah lama ia ingin memiliki anak, tapi sepertinya keinginannya tidak akan terwujud.

Ketika ia sedang memperhatikan anak-anak yang sedang bermain di taman, ia melihat Yoko datang ke taman sambil menggendong seorang anak balita. Gadis kecil itu itu menangis meronta-ronta di gedongan Yoko. Yoko kewalahan menggendong gadis kecil itu lalu ia menunjuk ke anak-anak yang sedang bermain di taman. Tanpa sengaja pandangan Sari dan Yoko bertemu. Sari menyapa Yoko dengan angguk kepala. Yoko membalas anggukan kepala Sari.

Gadis kecil itu tidak berhenti menangis, walaupun ia melihat anak-anak seusia dengannya sedang bermain di taman. Sari memutuskan untuk mendekati gadis kecil itu. Ia berjalan menghampiri Yoko. “Hallo anak cantik. Kenapa nangis?” sapa Sari.

Gadis kecil itu menoleh ke Sari. “Hana mau ke Mama,” jawab gadis kecil sambil sesegukan.

“Mama sedang istirahat, nggak boleh diganggu,” ujar Sari. “Mendingan kita main. Tuh, banyak teman-teman yang sedang bermain.” Sari menunjuk ke anak-anak yang sedang menaiki permainan anak. Kepala gadis kecil itu bergerak mengikuti arah tangan Sari.

Sari kembali menoleh ke gadis kecil itu. “Mau nggak?” tanya Sari. Gadis kecil itu menjawab dengan mengangguk.

“Kalau begitu turun, dong! Kasihan Papa nya cape menggendong terus,” kata Sari.

Gadis kecil itu mengikuti apa kata Sari. “Mau turun.” Gadis itu menggerakkan badannya meminta turun. Yoko menurunkan gadis kecil itu.

Sari membungkukan badannya menyamakan tingginya dengan gadis kecil itu. “Kita kenalan dulu. Siapa namanya?” Sari mengulurkan tangannya mengajak gadis itu bersalaman.

“Hana,” jawab gadis itu tanpa menyalami tangan Sari.

“Ayo Hana kita main.” Sari menuntun tangan Hana, mereka berjalan menuju permainan anak-anak. Sari menaikkan tubuh Hana ke atas ayunan lalu ia mendorong ayunan. Ayunan pun bergerak mengayun-ayun tubuh Hana. Wajah Hana yang tadinya sedih berubah menjadi gembira.

Seorang perempuan muda menghampirinya. Perempuan muda itu adalah pengasuh Hana. “Biar sama saya saja, Bu,” kata perempuan muda itu. Sari mundur, ia membiarkan perempuan itu yang mengayun ayunan.

Sari mencari tempat duduk kosong, kebetulan di sebelah Yoko ada tempat yang kosong. Sari duduk di sebelah Yoko, laki-laki itu sedang memperhatikan Hana. “Hana gadis yang cantik dan pintar,” kata Sari sambil memperhatikan Hana yang sedang bermain ayunan. Yoko menoleh ke Sari lalu ia tersenyum mendengar pujian Sari.

“Dia pasti secantik mamanya,” lanjut Sari sambil menoleh ke Yoko. Yoko tidak mengatakan apa-apa.

“Pak Yoko.” Sari memanggil Yoko.

Yoko menoleh ke Sari, “Ya, Bu Sari?”

Sari mengulurkan telepon seluler miliknya ke Yoko. Di layar telepon seluler ada foto perempuan yang ia temukan di telepon seluler milik Taufik. “Apakah ini foto istri Pak Yoko?”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Selingkuh Dibalas Selingkuh.   Menyerah.

    Yoko mengeluarkan sejumlah uang dari dalam pouch. Jumlahnya lumayan banyak. Ia memberikan uang itu kepada Sari. “Ini uang untukmu selama kamu di Ancol.” Namun, Sari tidak mengambil uang itu. “Saya masih ada uang yang diberikan Kang Yoko beri minggu kemarin, “ kata Sari.“Sayang, uang itu untuk keperluan kamu. Kalau uang ini untuk kamu senang-senang selama kamu berada di Ancol, “ ujar Yoko. “Di sini serba mahal. Bagaimana kalau uang kamu sampai habis? Nanti kamu nggak punya uang.“Sari berpikir sejenak. Benar juga apa yang dikatakan Yoko, nanti pulang dari Ancol dia makan dengan apa? Sari mengambil uang itu dari tangan Yoko dengan ragu-ragu. “Jumlahnya 3 juta rupiah. Kalau kurang kamu minta lagi ke aku, “ ujar Yoko.Sari terkejut mendengar perkataan Yoko. “Banyak sekali, “ kata Sari.Yoko tersenyum mendengar perkataan Sari. “Nggak apa-apa. Yang penting kamu senang, “ ujar Yoko sambil mengusap kerudung Sari. “Kita turun, yuk. “ Yoko mematikan mesin mobil.Sari turun dari mobil, ia m

  • Selingkuh Dibalas Selingkuh.   Sarapan.

    Sari memperhatikan apa yang dilakukan oleh Yoko. Yoko mendekati Sari, tanpa mengatakan apa-apa ia mengecup bibir Sari dengan lembut . Sari terkejut ketika Yoko tiba-tiba mengecup bibirnya. Namun, Yoko melakukannya tidak lama-lama. “Udah, ah. Jangan lama-lama, nanti nggak jadi pergi ke Jakarta.” Yoko mengecup kening Sari lalu kembali ke posisi semula. Ia memakai sabuk pengaman lalu menjalankan mobilnya. Sari sempat melongo dengan apa yang dilakukan Yoko. Namun, ia menundukkan kepala lalu tersenyum. Ia senang Yoko menciumnya.Pukul 6.30 mereka sudah sampai di Ancol. “Kita cari sarapan dulu,” kata Yoko usai membayar tiket masuk.“Tidak usah cari sarapan. Saya sudah siapkan makanan untuk sarapan kita berdua,” kata Sari.Yoko langsung menoleh ke Sari. “Kamu masak?” tanya Yoko. Sari tersenyum lalu mengangguk.“Kapan masaknya?” tanya Yoko sambil menyetir mobil.“Kemarin sore, Kang,” jawab Sari.“Kenapa masak? Padahal kita beli sarapan saja,” ujar Yoko.“Saya ingin masak untuk Yoko,” jawab Sar

  • Selingkuh Dibalas Selingkuh.   Pergi ke Jakarta.

    Yoko menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah bercat putih. Ia menatap rumah yang berukuran minimalis itu. Nomor rumah yang menempel di tembok pagar sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh pemiliknya. Yoko pun menelepon pemilik rumah itu.Tanpa menunggu beberapa lama, pemilik rumah itu pun menjawab telepon Yoko. “Hallo.” Terdengar suara merdu Sari di seberang telepon. Rumah yang di datangi Yoko adalah rumah Sari.“Hallo, Sayang. Aku sudah sampai di depan rumah kamu,” sapa Yoko.“Baiklah, Kang. Saya akan segera keluar,” kata Sari lalu menutup telepon.Yoko menaruh telepon di bagian ticket holder di dasboard. Ia memperhatikan ke sekeliling rumah Sari yang terlihat masih sepi, tidak ada satu orang pun yang lewat. Ini pertama kalinya ia datang ke rumah Sari. Sebuah perumahan yang terletak di pinggiran kota Bandung. Jaraknya lumayan jauh dari rumah Yoko.Yoko kembali menoleh ke rumah Sari. Ia melihat Sari sudah berada di depan rumah, ia sedang mengunci pintu rumah. Yoko turun dari mob

  • Selingkuh Dibalas Selingkuh.   Rindu

    Sari cepat-cepat mengumpet di balik tembok agar tidak terlihat oleh Yoko. Ia memperhatikan Yoko dari balik tembok. Wajah Yoko terlihat ceria ketika hendak menjenguk istrinya. Entah mengapa Sari merasa sedih ketika melihat Yoko yang hendak menjenguk Nena. Yoko yang ceria seolah Yoko senang karena hendak bertemu dengan istrinya. Sari cuma bisa menatap Yoko dari balik tembok dengan wajah sedih.Setelah Yoko terlihat jauh barulah Sari keluar dari tempat persembunyiannya. Air matanya menggenang di pelupuk mata. ‘Mengapa Nena bisa mendapatkan cinta dari Taufik dan Yoko? Sedangkan dia, tidak ada satu laki-laki yang mau mencintainya.’Tak terasa air matanya mengalir di pipi. Ia mengusap air mata lalu berjalan gontai meninggalkan rumah sakit. Semenjak pertemuan terakhir dengan Yoko, Yoko belum meneleponnya. Ia merasa Yoko sudah melupakannya dan kembali kepada istrinya. Sari hanya bisa pasrah pada kenyataan yang ia hadapi...Sari baru saja selesai solat. Ia membuka mukenah yang ia pakai lal

  • Selingkuh Dibalas Selingkuh.   Check Out

    Yoko sedang berbaring di tempat tidur, tubuhnya di tutupi oleh selimut. Ia menoleh ke samping, Sari sedang tidur dengan nyenyak. Perempuan itu letih karena mereka baru selesai bercinta. Mereka bercinta sebanyak 2 kali. Pertama di kamar mandi ketika mereka mandi bareng, yang kedua di ketika mereka hendak tidur.Yoko tahu apa yang mereka lakukan salah, tapi ia mengajak Sari melakukannya karena ia ingin balas dendam kepada istrinya. Ia dan Sari sama-sama menjadi korban permainan cinta Nena dan Taufik. Namun, dalam hal ini yang benar-benar dirugikan adalah Sari. Ketika mereka sedang bercinta Yoko tidak memakai pengaman, padahal Sari sudah mengingatkannya berkali-kali. Namun, ia tetap dengan pendiriannya. Alasannya balas dendam yang mereka lakukan harus setimpal dengan apa yang dilakukan oleh Nena dan Taufik. Jika Nena dan Taufik memiliki anak dari hasil selingkuh, maka ia dan Sari harus memiliki anak dari hasil selingkuh. Ia berjanji kepada Sari, ia akan bertanggung jawab jika Sari sampai

  • Selingkuh Dibalas Selingkuh.   Kolam Renang.

    Sari merebahkan diri di kursi santai sambil menikmati langit senja yang mula tenggelam. Ia baru saja selesai menghabiskan beberapa potong qroquette dan segelas minuman tropical mango mojito. Suasana di kolam renang sudah mulai sepi, hanya tinggal Yoko dan beberapa orang yang masih berenang. Sari heran melihat Yoko masih kuat berenang, padahal udara sudah mulai dingin. Sari membiarkan Yoko berenang sampai puas, ia melanjutkan scroll media sosial. Baru 5 menit Sari menikmati postingan di media sosial, ia mendengar suara Yoko memanggilnya. Sari mengalihan pandangannya dari telepon seluler. Ia melihat Yoko yang berada di pinggir kolam renang sambil memandang ke arahnya. Ternyata kolam renang sudah sepi tinggal Yoko sendiri yang berada di kolam renang. “Sari.” Yoko sekali lagi memanggil Sari. Sari meletakkan telepon seluler di atas meja lalu menghampiri Yoko. “Ada apa, Pak?” tanya Sari. “Tolong ambilkan handuk!” ujar Yoko. Sari kembali ke tempat duduk lalu mengambil hand

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status