LOGINEmpat tahun pernikahan mereka berjalan, dan dua tahun lamanya, Diana tak pernah lagi disentuh. Ketika malam pun, hanya punggung dingin yang ia dapat. Diana tahu suaminya berselingkuh di belakangnya. Namun ia tetap berusaha mempertahankan. Berharap pria itu kembali seperti dulu, saat masih mencintainya. Akan tetapi, manusia memiliki batas kesabaran, bukan? Dan Diana sudah berada dalam titik jeranya kala ia menemukan suaminya bercinta dengan selingkuhanya di apartemen mereka. Diana meminta talak. Diana meminta putus pernikahan. Tapi siapa sangka satu malam panjang yang ia lalui dengan sang suami merubah semuanya. Dimana, suaminya yang tak mau melepaskan Diana dalam ikatan perkawinan. Suaminya ... atau jiwa lain dalam tubuh suaminya?
View MoreJika kalian pikir dengan semua ancaman Edwin, Marley akan menyerah, kalian semua salah. Setelah dicekik, hampir tertabrak mobil, dan semua kata penuh nada amarah yang telah Edwin lontarkan, Marley masih tetap berani. Jika bertanya apa alasannya, Marley akan dengan keras mengucapkan bahwa dia mencintai Edwin. Dia tidak rela jika Edwin tiba-tiba lepas darinya tanpa alasan yang jelas. Dan Marley tetap yakin bahwa ... bahwa Edwin akan kembali kepadanya. Pasti. "Minumnya, Nona?" Suara seseorang membuyarkan lamunan Marley. Marley segera mengalihkan pandangan yang tadinya terfokus pada Edwin ke seseorang yang berpakaian seperti pelayan. Memegang nampan berisi berbagai alkohol yang ia bawa berkeliling dan ditawarkan pada semua tamu. Marley mengambil satu gelas tanpa mengatakan apapun. Kemudian kembali memandang Edwin sembari meminum minuman itu. Malam ini adalah malam kedua mereka di Bali. Dan saat ini, Marley serta Edwin sedang menghadiri pesta perayaan atas suksesnya pembangunan resort
Sekarang sudah waktunya pulang bekerja. Dan Kalyani benar-benar merasa takjub, kagum, dan tidak percaya dengan apa yang dirinya alami. Karena, semua orang divisi keuangan benar-benar diam membisu! Dari awal Kalyani kembali dari restoran itu, hingga pulang bekerja, mereka benar-benar diam tidak berbicara. Dan sekarang pun, saat membereskan meja dan barang-barang yang akan mereka bawa pulang, situasi masih sama. Merasa terlalu pusing memikirkan hal aneh itu, Kalyani segera membereskan barang-barang miliknya. Sesudah selesai, dirinya segera berjalan ke arah meja Diaa. "Kak Diana ngerasa aneh nggak si?" tanya Kalyani ketika sampai di samping Diana. Menunggu wanita itu membereskan barang-barangnya. Diana menghentikan kegiatannya dan memandang Kalyani bingung. "Aneh kenapa?" "Aku merasa, bukankah divisi kita terlalu sepi, 'Kak? Mereka benar-benar diam dan tidak menggosip seperti biasanya." Kalyani menerangkan pada Diana yang tampak tidak peka dengan keadaan sekitar. Mendengar itu, Dian
Kalyani merasa makanan yang baru saja masuk di perutnya adalah makanan paling enak. Bumbunya begitu terasa pas dan daging itu begitu lembut ketika menyentuh lidah Kalyani. Kalyani akan menambahkan restoran tersebut sebagai restoran favoritnya. Kalyani dan Diana sekarang sedang berjalan kembali ke divisi mereka. Dan seperti hari-hari biasa, karena kalyani berjalan bersama Diana, maka dari itu gosip tidak pernah lepas saat mereka melewati pegawai lain. Namun kali ini Kalyani bisa merasakan tatapa mereka yang menyimpan rasa tidak suka pada Diana. Bahkan mereka dengan terang-terangan melirik sinis Diana. Kalyani dengan segera menggandeng tangan Diana. Membuat Diana menoleh ke arahnya. Dan Kalyani memberikan senyum lebar. Seakan mengisyaratkan, "Aku ada di sini, Kak. Kakak tenang saja." Akhirnya setelah perjalanan horor penuh mata sinis, mereka sampai juga di divisi keuangan. Namun berbeda dengan divisi lain, divisi mereka justru sangat ... sunyi. Diana sepertinya tidak menyadarinya.
Kalyani dan Diana akhirnya sampai pada restoran yang Kalyani katakan menjual kelinci bakar dengan rasa sedap. Segera setelah mereka memesan, mereka memilih tempat duduk di pinggir jendela. Hingga dapat melihat pemandangan padatnya ibu kota dengan orang yang berlalu-lalang. "Maafkan aku karena melibatkanmu, Kalyani." Diana merasa bersalah ketika wanita itu selalu terseret dalam masalahnya. Namun Kalyani sepertinya tidak masalah. Dia justru tersenyum lebar ke arah Diana. "Tidak masalah, Kak. Aku senang bisa membantumu. Karena kau tahu, aku tidak memiliki teman selain Kak Aria." Walau Kalyani mengatakan itu, tetap saja Diana merasa tidak enak. Andai Zerkin sudah tidak mengejarnya lagi. Andai Diana bisa hidup tenang selama ia bekerja. Diana hanya menginginkan itu. Sekarang, Edwin sudah berubah. Rasanya Diana sangat senang. Namun ketika masalah satu selesai, masalah lain justru datang. Suara dering ponsel milik Diana terdengar. Menandakan adanya pesan masuk. Segera Diana mengambil ben
Oliver sudah bersiap untuk pergi tidur. Badannya sangat lelah karena tidak segera beristirahat setelah penerbangan panjang Belanda-Indonesia. Maka dari itu, walau waktu baru menunjukan pukul delapan, dirinya telah membersihkan diri dan berbaring nyaman di kasur. Lampu utama telah dimatikan dan digan
Dalam satu dobrakan saja, pintu di depan Edwin terbuka. Tanpa peduli dengan rasa sakit di bahunya, Edwin segera mengangkat tinju dan memukul lelaki yang telah melecehkan istrinya. "Beraninya kamu menyentuh milikku!" Tubuh Zerkin yang tidak siap menerima itu segera terjatuh ke lantai. Rasa nyeri sege
Memang keberuntungan untuk Marley. Dirinya tidak pernah merasa sangat beruntung seperti saat ini. Yaitu ketika istri dari kekasihnya, Diana, memergoki mereka yang bertubuh polos saling menindih di sofa apartemen miliknya. Marley tahu, selama dua tahun Edwin tidak pernah menyentuh Diana. Dan ketika m
Zerkin mengamati Diana yang baru saja turun dari mobil. Wanita itu tampak santai berjalan masuk. Tanpa tahu apa yang telah menunggunya di dalam apartemen miliknya. Zerkin mengendurkan sedikit dasi yang sebelumnya terpasang rapi. Kemudian mengambil rokok dan menghisapnya santai sembari terus memanda












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore