LOGINDania Isabella Hartono rela menukar kehidupan mewah dan penuh kebahagiaan demi menikah dengan seorang pria sederhana bernama Reno. Keputusan itu ditentang keras oleh kedua kakak lelakinya, namun Dania tetap teguh mempertahankan cintanya. Sayang, setelah pernikahan berlangsung, kedua kakaknya menindak tegas dengan mencoret nama Dania dari daftar ahli waris keluarga. Sejak saat itu, sikap Reno berubah drastis. Ia menjadi kejam, sering menyiksa Dania, mengabaikannya, bahkan membiarkannya kelaparan setiap hari. Mampukah Dania bertahan menghadapi penderitaan yang menjeratnya?
View Moreตระกูลเฟย ตระกูลหมอที่ช่วยเหลือผู้คนมามากมายกลับถูกฆ่าล้างตระกูลภายในคืนเดียว
ลานบ้านภายในจวนที่เต็มไปด้วยกระจาดสมุนไพรมากมาย บัดนี้ ทุกอย่างกระจัดกระจายเต็มพื้นไปหมด กลุ่มคนชุดดำที่ยืนถือดาบ จ่อดาบไปที่คอของชายชราผู้หนึ่งอยู่นั้นไม่เอ่ยสิ่งใด ก่อนจะกระทำการลงดาบอย่างเลือดเย็นต่อหน้าหลานสาวและภรรยาของเขาที่ตอนนี้ตกใจจนวิญญาณแทบหลุดลอยออกจากร่าง ก่อนที่ร่างของเด็กสาวจะหมดสติไปด้วยความตกใจกลัว
“นี้คือสิ่งที่พวกเจ้าต้องได้รับ” เสียงเย็นเฉียบราวน้ำแข็งเอ่ยขึ้น
“พวกเราทำผิดอะไร ทำไมถึงทำกับพวกเราเช่นนี้”
หญิงชราแผดเสียงร้องด้วยความคับแค้นใจ ทั้งสะอื้นไห้น้ำตาแทบเป็นสายเลือด เมื่อผู้เป็นสามีถูกฆ่าต่อหน้าต่อตา
“ความผิดของพวกเจ้า คือช่วยคนที่ไม่สมควรช่วย”
น้ำเสียงเหี้ยมเอ่ยขึ้นอย่างเลือดเย็น
“พวกเราเป็นหมอ ตระกูลของพวกเราช่วยเหลือผู้คนมามากมาย เหตุใดจึงกลายเป็นเช่นนี้”
หญิงชราเอ่ยอย่างหมดแรง ความอัดอั้นไม่อาจระบายออกมาได้ นางหอบหายใจอย่างรุนแรง ก่อนจะหมดสติล้มลงดวงตาเบิกกว้าง แล้วจากไปอย่างไม่เป็นธรรม เหตุใดการที่พวกเขาช่วยเหลือผู้คน ถึงกลายเป็นความผิดด้วยเล่า
“แล้วเด็กนี้เล่า”
ชายชุดดำผู้หนึ่งถามขึ้นพร้อมกับชี้ดาบไปที่เด็กสาว
“ฆ่า” น้ำเสียงเอ่ยสั่งอย่างเลือดเย็น
ปัง! เสียงประตูจวนที่ถูกถีบจนกระเด็น เผยให้เห็นร่างสูงโปร่งของเด็กหนุ่มผู้หนึ่ง ร่างนั้นสั่นเทาไปทั้งตัวกับภาพที่ได้เห็นตรงหน้า
“พวกแกเป็นใคร! ใครส่งพวกแกมา ทำไมต้องทำเช่นนี้ พวกเราไม่เคยมีเรื่องบาดหมางกัน เหตุใดต้องฆ่าพวกเราด้วย”
ร่างสูงโปร่งตะโกนถามด้วยความโกรธจัด มือที่จับด้ามกระบี่สั่นเทิ้ม ก่อนที่สายตาคมจะเห็นร่างเล็กของน้องสาว ที่นอนไม่ได้สติอยู่ ความกลัวพลันก่อเกิดขึ้นในใจทันที ก่อนที่ร่างสูงจะตรงดิ่งเข้าไปหาชายชุดดำเหล่านั้นอย่างไม่เกรงกลัว ทุกการเคลื่อนไหว แม้จะแม่นยำ แต่กลับขาดประสบการณ์ และพลังในการต่อสู้ จึงกลายเป็นฝ่ายเสียเปรียบและพลาดพลั้งในที่สุด
ร่างกายที่เต็มไปด้วยรอยบาดแผลเล็กใหญ่ตามตัว นอนอ่อนระทวยหมดแรงอยู่กับพื้น ดวงตาแข็งกร้าวจ้องเขม็งไปยังคนกลุ่มนั้นอย่างอาฆาตแค้น
“มองเช่นนั้นก็ไม่มีประโยชน์หรอก อย่างไรเสียพวกเจ้าก็ต้องตายทั้งหมด ฆ่าเสีย”
ดวงตาแข็งกร้าวเมื่อครู่แปรเปลี่ยนเป็นไม่ยินยอม อย่างไรก็ต้องมีใครรอดสักคนก็ยังดี เขาทำได้เพียงร่ำร้องในใจ ร่างโปร่งมองไปยังร่างเล็กของน้องสาวที่ยังไม่ได้สติ อย่างน้อยก็ขอให้นางได้มีชีวิตอยู่ต่อ ขอร้องล่ะ
“ใครมันกล้า!!” เสียงแข็งกร้าวตะโกนขึ้น พร้อมกับการปรากฏตัวของบุรุษวัยกลางคนผู้หนึ่งบนหลังคาจวน เป็นจางหยวนเพ่ยนั้นเอง
คนทั้งหมดที่อยู่ ณ ตรงนั้น เพ่งจุดสนใจไปที่ผู้มาใหม่ทันที จางหยวนเพ่ยไม่รอช้า กระโดดลงจากหลังคามายืนอยู่ด้านหน้าของเด็กหนุ่มทันที
“ท่านอาจาง” เสียงเรียกแผ่วเบาดังขึ้น จากร่างที่นอนอยู่อย่างไรเรี่ยวแรง แต่กลับเต็มไปด้วยความหวังอย่างเต็มเปี่ยม จางหยวนเพ่ยมองไปยังเด็กหนุ่มพร้อมรอยยิ้มบางปลอบประโลม ก่อนจะหันมาสนใจกลุ่มคนชุดดำตรงหน้า ดวงตากลับเข้มขึ้น ทั่วทั้งร่างเต็มไปด้วยกลิ่นอายสังหารรุนแรง
“ใครให้พวกเจ้ามา” น้ำเสียงของเขาเย็นเยียบแผ่รังสีสังหารชัดเจน
“เรื่องนี้ไม่เกี่ยวกับท่าน” ผู้ที่ดูมีอำนาจสั่งการในกลุ่มเอ่ยขึ้นเสียงเครียด ถึงแม้จะเคยได้ยินข่าวลือเกี่ยวกับตัวตนของคนผู้นี้มาบ้าง แต่สิ่งใดจริงสิ่งใดเท็จนั้นยังไม่อาจทราบได้
“หึ เหตุใดจะไม่เกี่ยวเล่า ในเมื่อครั้งหนึ่งข้าเคยติดค้างพวกเขา อย่างไรเสียก็ต้องตอบแทน”
“ในเมื่อเป็นเช่นนี้ พวกข้าคงต้องขอล่วงเกินท่านแล้ว” คนชุดดำทั้งหมดพุ่งเข้าหาจางหยวนเพ่ยพร้อมกัน ด้วยหวังอาศัยจำนวนคนที่มากกว่า อาจทำให้พวกมันชนะได้ แต่ทุกอย่างก็เป็นเพียงความหวังเท่านั้น เพียงเมื่อพวกมันขยับพุ่งเข้าหา จางหยวนเพ่ยเพียงแค่สะบัดกระบี่หนึ่งครั้ง ก็สามารถปลิดชีวิตของพวกมันได้ทั้งหมดในคราวเดียว
ร่างไร้วิญญาณของคนตระกูลเฟย ถูกฝังอย่างเรียบง่ายไม่ไกลจากจวนมากนัก สองพี่น้องยืนมองร่างบุคคลอันเป็นที่รักถูกฝังกลบด้วยดวงตาแดงก่ำ ทุกคนที่อยู่ ณ ที่นี้ล้วนสัมผัสได้ถึงความสูญเสีย หดหู่ใจเกินจะบรรยาย
“พี่เฟย ท่านไม่ต้องเป็นห่วง หลานสองคนนี้ข้าจะดูแลพวกเขาแทนท่านเอง ท่านหลับให้สบายเถอะนะ” จางหยวนเพ่ยเอ่ยกับป้ายวิญญาณของเฟยอี้ ผู้ที่เป็นดังสหายและพี่น้องในยุทธภพที่เขาเคารพ ก่อนจะเอ่ยประโยคต่อมาในใจตน เพื่อบอกกล่าวผู้ที่ล่วงลับ ‘ส่วนพวกมันท่านไม่ต้องเป็นห่วง ข้าจะให้มันได้ชดใช้ ข้าสัญญา’สายตาคมจ้องมองป้ายวิญญาณอย่างแน่วแน่
“ท่านปู่ ท่านย่า ท่านอาทั้งสองขอรับ ข้าให้สัญญาว่าจะดูแล หรงหรงให้ดีไม่ให้นางต้องลำบากแน่นอน”
เฟยเทียนคุกเข่าลงตรงหน้าป้ายหลุมศพของผู้เป็นปู่พร้อมกับเฟยหรงทั้งสองคำนับพวกเขาเป็นครั้งสุดท้าย
Julian berdiri di balik kegelapan lorong, memegang ponselnya yang baru saja selesai merekam. Wajahnya tak setenang yang Maria lihat tadi. Ada senyum kecil yang menyeringai tipis.“Permainanmu semakin menarik, Maria,” gumamnya.Ia menutup file rekaman dan bergerak cepat kembali ke kamar mereka. Namun ketika ia melangkah, lantai kayu berdecit pelan. Maria mendongak tajam. Ia khawatir jika ada seseorang yang berani bermain api dengannya di rumah itu.“Siapa di sana?” serunya.Lorong sunyi. Hanya suara hujan yang terdengar. Maria keluar dari kamar kecil itu, tatapannya menyisir seluruh lantai dua seperti mata predator yang mencari mangsa. Tak ada siapa pun. Hanya ketenangan palsu yang menutupi kecurigaan dalam dadanya.“Aneh …” gumamnya.Ia kembali ke kamar utama. Ketika pintu dibuka, Julian sudah terbaring dengan mata terpejam, napasnya teratur seperti orang yang benar-benar tertidur.Maria menatapnya lama. Semua terlihat aneh, tapi ia tak menemukan alasan kuat untuk mencurigainya. Ia me
Langit malam di atas rumah besar itu tampak gelap pekat, tapi suasana di ruang kerja lantai dua justru hangat oleh cahaya lampu yang kuning redup. Samudra yang semula menunduk pada tumpukan dokumen langsung menegakkan tubuh ketika pintu terbuka perlahan.Viska masuk dengan anggun, membawa bau parfum lembut yang langsung memenuhi ruangan. Wanita itu menatap putranya dengan senyum hangat yang tak pernah gagal membuat Samudra merasa dihargai.“Bagaimana hari ini? Dania sehat?” tanya Viska sambil melepas mantel panjangnya. “Mama sudah lama tak mengunjunginya.”Pertanyaan itu saja sudah cukup membuat senyum tipis Samudra muncul tanpa ia sadari. Ingatannya masih segar, tatapan Dania, pipinya yang memerah, dan momen ketika kotak cincin itu ia letakkan di meja kerja Dania, tanpa kata-kata resmi namun penuh makna.“Dania menerima kotak cincin itu, Mah,” jawab Samudra pelan namun tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. “Aku nggak memaksa dia untuk jawab sekarang. Melihat dia menerima itu saja …
Maria menatapnya tajam. “Kau tak seharusnya ikut campur urusanku dan keluarga Hartono. Kau bisa kulenyapkan dengan mudah kalau aku mau.”Alih-alih mundur, Reno justru mendekat lebih jauh hingga jarak mereka hanya satu langkah. Ia menunduk sedikit, suaranya nyaris berbisik di telinga Maria. “Silakan, Maria. Tapi sebelum kau melakukannya, ingat sesuatu … aku memegang semua yang bisa menjatuhkanmu.”Maria terdiam, pupil matanya menyempit. “Apa maksudmu?”Reno tersenyum licin. “Kau pikir aku bodoh? Tak perlu bawa dunia bisnis dalam persaingan kita. Kehidupan pribadimu ... aku tahu sesuatu tentang itu. Dan kalau aku kau, aku bisa adukan pada ayahmu tentang dukungan penuhmu pada perusahaan seseorang bernama ... Julian."Maria menelan ludah, mencoba menahan gemetar. “Omong kosong! Kau tidak punya bukti!”Reno mendekat lagi, kali ini menatapnya langsung. “Aku punya. Bukti tak seharusnya kau lihat sekarang, yang pasti ... aku bisa lumpuhkan kehidupan pribadimu secara perlahan. Jadi jangan cob
Samudra mengelus kening Dania setelah mengecupnya cukup lama. Sentuhannya lembut, tapi cukup untuk meninggalkan sesuatu yang berdenyut pelan di dada wanita itu. “Tidur nyenyak malam ini, Nona,” ucapnya lembut, seolah menutup malam itu dengan kehangatan yang tak bisa digambarkan dengan kata-kata.Dania tersenyum kecil, matanya menatap Samudra seperti enggan melepas. “Terima kasih,” ucapnya pelan, hampir seperti bisikan. Samudra hanya mengangguk, menatapnya sesaat lebih lama sebelum benar-benar berbalik menuju pintu. Ia tahu, masih banyak hal belum terucap di antara mereka, terutama tentang hubungan yang perlahan tumbuh tanpa pernah mereka rencanakan.Begitu pintu tertutup, Dania masih berdiri di tempat. Hujan di luar masih belum berhenti, menetes pelan di kaca jendela. Tangannya menggenggam kotak cincin itu erat-erat, seolah benda kecil itu punya arti besar yang tak bisa ia ungkapkan pada siapa pun.“Dia benar-benar tulus .…” gumamnya pelan, lalu tersenyum sendiri sebelum akhirnya be
Langit sore di luar jendela mulai memudar menjadi jingga pucat. Hujan tipis yang sedari tadi menggantung akhirnya jatuh perlahan, menimbulkan suara lembut di kaca ruangan. Dania menghela napas panjang seraya menyandarkan punggungnya pada kursi, seakan beban yang ia pikul seharian kini luruh perlaha
Langit di luar kantor tampak mendung ketika Dania duduk menatap layar komputer tanpa fokus. Sejak pagi, ia tak mampu menandatangani lebih dari tiga berkas. Bolpoin di tangannya lebih sering berhenti di udara daripada menorehkan tanda tangan.Setiap kali menatap kaca jendela, pikirannya terbang pada
Dania terdiam sejenak. Tatapannya kosong ke arah jendela yang mulai diselimuti kabut tipis malam itu. “Jadi menurutmu … aku tak akan aman bekerja sama dengannya?” suaranya pelan tapi tegas. Axel yang berdiri di sampingnya hanya menatap tanpa ekspresi, kemudian berdiri dan berjalan mendekat. Ia men
Langit sore itu mulai berwarna keperakan, menandakan hujan sebentar lagi akan turun. Di dalam ruangan mewah bernuansa krem dan abu, tiga orang duduk berhadapan di meja bundar besar. Di tengahnya, segelas anggur merah belum tersentuh. Suara pendingin ruangan terdengar samar, menciptakan suasana yang


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore