เข้าสู่ระบบBacaan dewasa area 21+ Semua orang tahu bahwa Amanda telah mengkhianati Fazar dengan melakukan POLIANDRI. Kegilaannya akan harta dan kekuasaan sosial membuat Amanda melakukan tindakan tercela dengan menikah siri bersama pria lain yang jauh lebih tampan dan muda dari suaminya. Akan tetapi, saat pengkhianatan itu terus berlanjut, identitas asli suaminya terbongkar. Siapa sangka jika Fazar adalah putra tunggal pemilik EXCO Group, perusahaan besar tempat Amanda berkerja. Lalu, apa yang membuat suaminya itu merahasiakan jati dirinya sendiri?
ดูเพิ่มเติมكان الليل قد ألقى ستاره الأسود على المدينة، ولم يكن يُسمع داخل المصنع المهجور سوى صوت الرياح التي تتسلل بين جدرانه المتصدعة.
في منتصف المكان جلس رجل يرتدي بدلة رسمية فاخرة، وقد ارتسمت على وجهه ابتسامة خبيثة وهو ينفث دخان سيجاره بهدوء. بدا وكأنه ينتظر شخصًا مهمًا، بينما كانت حقيبة سوداء ممتلئة بالأوراق والمال موضوعة بجواره. وفجأة، اخترق صوت محرك سيارة رياضية فخمة سكون المكان. توقفت السيارة أمام باب المصنع ببطء، وما إن فُتح بابها حتى نزل منها شاب جعل الجو من حوله يبدو أكثر برودة. كان طويل القامة، يبلغ طوله قرابة المئة والثمانية والثمانين سنتيمترًا، ويرتدي بدلة سوداء أنيقة صُممت خصيصًا لتناسب جسده الرياضي. شعره الأسود الفاحم كان منسدلًا بخصلات ناعمة فوق جبينه، ليزيد من جاذبيته وغموضه في آن واحد. لكن أكثر ما يميزه كانت عيناه. عينان بلون أخضر داكن يشبه لون الغابات تحت ضوء القمر، تحملان نظرة باردة تخلو تمامًا من أي مشاعر، حتى إن النظر إليهما لعدة ثوانٍ كان كافيًا ليجعلك تشعر بالقشعريرة تسري في جسدك. ملامحه الوسيمة كانت أقرب إلى ملامح الممثلين الكوريين، إلا أن هالته المخيفة كانت كفيلة بإبعاد أي شخص عنه. فك محدد، وأنف مستقيم، وشفاه نادرًا ما تعرف معنى الابتسام. كان اسمه "ريو". قاتل مأجور لم يفشل في أي مهمة طوال حياته. لا يهتم بمن يكون هدفه، ولا يطرح الكثير من الأسئلة. بالنسبة له، ما دام الثمن مناسبًا، فالمهمة ستُنفذ بلا تردد. أغلق باب السيارة خلفه واتجه نحو الرجل بخطوات هادئة، ثم جلس على الكرسي المقابل له دون أن ينطق بكلمة واحدة. ابتسم الرجل وهو ينظر إليه قائلًا: - سمعت الكثير عنك، ويبدو أن سمعتك لم تأتِ من فراغ. لم يبدِ ريو أي اهتمام بكلامه، بل أخرج قفازيه السوداوين ووضعهما على الطاولة قبل أن يقول بصوت هادئ وبارد: - ادخل في صلب الموضوع. ضحك الرجل بخفة ثم قال: - لدي مهمة خاصة لك، وستتقاضى مقابلها خمسين مليون وون. لم يتغير تعبير وجه ريو وكأن الرقم لا يعني له شيئًا. - ومن الهدف؟ أخرج الرجل ملفًا صغيرًا ووضعه أمامه، لكنه لم يحتوِ على أي صورة. - منافس لي في عالم الأعمال. لا أريد قتله، بل أريد أن يتذوق ألم فقدان ابنته الوحيدة. رفع ريو نظره إليه دون أن يطرف بعينيه. - أكمل. - اسمها هانا، طالبة جامعية تبلغ من العمر ثمانية عشر عامًا. تذهب إلى جامعتها يوميًا في الثامنة صباحًا وتغادر عند الثالثة بعد الظهر. والدها شديد الحذر وقد عين لها حارسًا شخصيًا منذ فترة طويلة. أخذ الرجل نفسًا من سيجاره قبل أن يتابع: - لكن ذلك الحارس لن يحضر غدًا. ضيق ريو عينيه قليلًا. - ماذا تقصد؟ ابتسم الرجل بمكر وهو يقول: - لأنني تأكدت من أنه سيغيب. لقد أوصيت أحد معارفي بترشيحك للعمل بدلًا منه لمدة مؤقتة. ستذهب غدًا إلى منزل والدها، ستجري مقابلة بسيطة معه، ومن ثم ستتولى مهمة مرافقتها. ساد الصمت للحظات قبل أن يكمل: - وبعد أن تكسب ثقتهم، يمكنك قتلها أينما تشاء. أمام باب الجامعة، أثناء عودتها إلى المنزل، أو حتى بعد أن تنزل من السيارة. الطريقة والوقت يعودان لك. أغلق الملف ثم أردف بابتسامة خبيثة: - أريدها أن تموت وهي تعتقد أنها بأمان. نظر ريو إلى الملف بصمت تام، ثم وقف من مكانه وأخذه بيده. - هل هذا كل شيء؟ - ألا تريد معرفة شكلها؟ - لا يهم. اتسعت ابتسامة الرجل بدهشة قبل أن يسأله: - ألا تخشى أن تتردد عندما تراها؟ نظر إليه ريو بعينيه الخضراوين الباردتين وقال بنبرة خالية من المشاعر: - أنا لا أتردد. ثم استدار متجهًا نحو سيارته دون أن ينظر خلفه. لم يكن يعلم أن هذه المهمة ستكون الأولى التي سيعجز عن تنفيذها، وأن الفتاة التي لم يرَ صورتها حتى الآن ستصبح السبب الوحيد الذي سيجعله يخون جميع قواعده. فالهدف الذي اعتاد أن يكون مجرد اسم داخل ملف... سيتحول قريبًا إلى "هدف ممنوع"."Aku ingin bertemu dengan Cerry dan Ferro."Untuk sekian kalinya, Fazar meminta pada Amanda. Sejak diusir dari rumah tiga hari yang lalu, ia berusaha untuk menemui anaknya. Fazar sangat khawatir, mengingat pertemuan terakhir mereka, baik Ferro dan Cerry menangis histeris.Akan tetapi, permintaannya hanya ditanggapi dengan Amanda yang sibuk menyuapi Marvel buah-buahan potong. Sikapnya itu jelas sekali menunjukkan bahwa mereka mengacuhkan keberadaan Fazar. Seakan-akan dia ini makhluk tidak kasar mata.Merasa geram, Fazar pun menyentak. "Amanda, kamu mendengarku? Tolong, pertemukan aku dengan anak-anak."Brak!Amanda menghentakan garpu di meja dengan kuat. Wanita berusia 27 tahun itu lalu berdiri dan menatap nyalang suami pertamanya."Kamu tidak bisa bertemu dengan anak-anak. Sebaiknya kamu pergi saja, sana!" usir Amanda menunjuk pintu keluar."Jangan keterlaluan, Amanda. Aku ini ayah mereka," jawab Fazar tidak kalah bengis.
"Ah, akhirnya si beban itu mati juga." Setelah pemakaman Mbok Marni, Fazar pulang ke rumah bersama anak-anaknya. Sungguh, amarah dalam dirinya semakin bergejolak saat mendengar pernyataan kejam dari sang ibu mertua. "Ini tidak akan terjadi jika saja ibu tidak mendesak Mbok Marni." Fazar menatap tajam Ajeng setelah menyuruh kedua putra-putri kembarnya naik ke atas. Akan merusak mental mereka jika Fazar kelepasan marah. Sudah cukup dengan tingkah Amanada yang mencontohkan hal tidak baik dengan menjalani Poliandri. Ajeng yang sedang duduk di sofa ikut tersulut emosi. "Lho, kenapa kamu menyalahkanku? Memang sudah dasarnya ibumu itu penyakitan, makanya dia cepat mati." "Ibu!" sentak Fazar menaikan nada. Sungguh, tangannya gatal untuk menampar wajah angkuh Ajeng. Akan tetapi, Amanda yang datang bersama Marvel ke ruang tamu, segera menegur sikap kurang ajar Fazar pada ibunya. "Mas, apa hakmu membentak ibuku?!" "Dia
"Untuk apa kamu datang ke sini?"Fazar bertanya pada Kaiden yang duduk di sebelahnya. Kini mereka berdua sedang duduk menunggu di depan ruang operasi. Sementara, Marni sedang menjalani pemeriksaan di dalam sana."Ayah menyuruhku datang ke mari. Dia khawatir pada keadaanmu," jawab Kaiden tanpa menatap Fazar, sedangkan yang ditatap hanya menatap lurus ke depan.Raut wajahnya jelas dipenuh kebimbangan.Mendengar jawaban itu, Fazar mendengkus. "Lucu sekali. Setelah sekian lama si tua Bangka itu mengkhawatirkanku.""Hei, Naren. Sopanlah sedikit. Bagaimanapun dia ayah kita," tegur Kaiden menasehati.Sungguh, tidak ia sangka, meski Fazar sudah memiliki anak dua, tetapi sifat kekanakannya masih saja belum sirna.Di sisi lain, Fazar memilih tidak membalas. Bukan tidak ingin, tetapi ia sedang malas untuk berdebat. Pada akhirnya Kaiden akan selalu membela Hendra. Meski tahu bahwa apa yang dilakukan sang ayah salah, Kaiden selalu ada di kubun
"Apa kubilang?" sentak Fazar dengan nada suara tinggi.Meski demikian Amanda masih bersikap santai. Dengan tenang, ia membalas. "Aku menghentikan biaya pengobatan ibumu.""Kenapa?" tanya Fazar menahan kekesalan dan rasa frustrasi."Sudah kubilang biaya pengobatannya mahal.""Mahal?" ulang Fazar tidak percaya."Sebelumnya kamu tidak pernah mengeluhkan masalah ini, Amanda.""Memang.""Lalu? Kenapa kamu menghentikan pengobatannya? Kamu tahu bahwa ibuku sangat membutuhkan perawatan ini untuk bertahan hidup. Dan lagi, ini bukan seperti kamu membayarnya biaya pengobatan kelas atas. Ini hanya pengobatan biasa. Kenapa kamu tega sekali, Amanda?" rancau Fazar mengeluarkan uneg-uneg di hatinya.Oh Tuhan ... tidak bisakah sekali saja hidupnya baik tanpa ada masalah?Dulu saat masih menjadi Naren yang seorang pewaris kaya, Fazar dikhianati oleh Cinta yang hanya melihatnya dari harta dan kekuasaan. Sekarang pun saaat m
Setelah kejadian Minggu lalu, Fazar mau tak mau menerima kehadiran Marvel. Bagaimana lagi nyawa Mbok Marni dalam bahaya jika pengobatannya dihentikan. Lagi pula alasan utama Fazar tidak bisa bercerai dengan Amanda adalah ...."Papa!"Seruan imut itu berhasil menyentaknya dari lamuna
"Apa? Coba ulangi sekali lagi!"Rahang Fazar mengeras, wajahnya menunjukan amarah yang siap meledak kapan saja. Nada suaranya pun memberat, bergema menahan luapan emosi yang bergejolak yang disebabkan oleh pernyataan sang istri."Mau sampai kapan Mas bertanya begitu?"A
"Eungg ...." Fazar melenguh dari tidurnya. Dia menggeliat dengan mengerjapkan mata untuk menyesuaikan diri dengan cahaya terang benderang. Beberapa saat kemudian, Fazar pun terjaga. Sambil duduk di ranjang ia mengamati sekitar. Satu pengakuan terlintas di benaknya saat menya
Flashback ....Fazar mengamati seorang gadis yang tengah dikelilingi tiga orang preman berbadan besar."Sedang apa, Neng? Jalan-jalan sendirian tengah malam seperti ini. Memang mau ke mana? Biar Abang antarkan."Salah satu dari mereka mulai melayangkan rayuan. Ses












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
ความคิดเห็น