LOGINKeira tak tau salahnya apa hingga mendadak dirinya ditalak tiga suaminya begitu saja. Kei, hanya bisa menerima tetapi rasa kesal mulai menumpuk di dalam hati. Dengan tekad bulat ia akan bangkit tanpa seseorang spesial di sisinya. Kata siapa perempuan lemah? Sambil memasang wajah penuh keangkuhan, Keira merapikan semua pakaiannya untuk segera angkat kaki dari rumah yang selama pernikahan ia tinggali. Lantas apa alasan Bastian menalaknya? Akankah Keira bisa percaya ketulusan cinta lain saat ambisi untuk bangkit membara di dalam dirinya?
View Moreเดือนพฤศจิกายนของทุกปีอากาศจะเริ่มเย็น ลมหนาวจะพัดพาอากาศที่แห้งแล้ง ฝนจะหยุดตก ฝุ่นละอองจะเพิ่มขึ้นพร้อมกับภาคเรียนที่สองของปีการศึกษาที่เริ่มขึ้น
เสียงเตะบอลของนักเรียนชายกำลังโห่ร้องแสดงถึงความดีใจเมื่อมีใครคนหนึ่งเตะลูกบอลเข้าประตู
“พี่เหนืออีกแล้ว” เสียงหนึ่งดังเข้ามาในโสตประสาท ฉันขยับแว่นตาของตัวเองเล็กน้อยเพ่งมองไปยังกลางสนามฟุตบอลที่คนโดดเด่นแข่งกับแสงแดดในเวลาบ่ายของวันเช่นนี้ เวลานี้ฉันเชื่อว่าคงมีสายตาที่จับจ้องไปยังเขามากกว่าร้อยคู่
แน่นอนใครจะไม่รู้จักเขาประธานนักเรียนผู้โด่งดัง รูปหล่อ พ่อรวย เรียนดี กีฬาเด่น ผู้เป็นรักแรกของฉัน เด็กสาววัยสิบห้าที่เพิ่งจะได้ใช้คำนำหน้าว่านางสาว
“พี่เหนือนี่โคตรหล่อเลยเนอะ” คนข้าง ๆ ชวนฉันคุยซึ่งเพื่อนทั้งโรงเรียนของฉันยกให้พี่เหนือเป็นรักแรกกันทั้งนั้น ไม่เว้นแม้แต่ฉันและเพื่อนรักอย่างลิลิน
“อืมหล่อ” ฉันไม่ปฏิเสธ ใครจะกล้าปฏิเสธในเมื่อหลักฐานอยู่บนหน้าขนาดนั้น
“เสียดายอีกแค่สี่เดือนก็ไม่ได้เห็นหน้าพี่เขาแล้ว ทีนี้เราจะเอากำลังใจไหนมาเรียน” ลิลินฟุบหน้ากับม้าหินข้างสนามฟุตบอล ส่วนฉันยังเท้าแขนกับใบหน้ามองไปทางสนามฟุตบอล
“เป็นสิวสิ” ฉันแนะนำ
“อะไรเมลพูดอะไร ฉันงง” ลิลินโวยวายและแน่นอนว่าเธอคงไม่เข้าใจสิ่งที่ฉันแนะนำ
“บ้านพี่เหนือทำคลินิกความงาม แกก็เป็นสิวสิเผื่อบางวันจะได้เจอพี่เขา” เหมือนอย่างที่ฉันได้เจอเขาในวันนั้น
“สวัสดีครับ เป็นสมาชิกหรือเปล่าครับ”
พนักงานต้อนรับของคลินิกในวันนั้น หล่อเหลาและคุ้นตา ฉันยังจำอาการของตัวเองได้ดีในเวลานั้น น้ำเสียงตะกุกตะกักอย่างเห็นได้ชัด เขายิ้มมุมปากนิด ๆ ท่าทางขัดเขินของผู้หญิงที่อยู่ตรงหน้าเขาคงเป็นเรื่องปกติสำหรับเขา
“เพิ่งเคยมาค่ะ”
“มารักษาสิวใช่ไหมครับ” คำถามเขาไม่ทำให้ฉันแปลกใจเลยสักนิดเพราะเวลานั้นหน้าฉันก็เป็นสิวฮอร์โมนหนักมากจริง ๆ
“ขอบัตรประชาชนด้วยครับ” จำได้ว่ามือฉันสั่นในจังหวะที่ยื่นบัตรประชาชนให้เขา
“ผู้ปกครองมาด้วยไหมครับ”
“มาค่ะ”
เพราะฉันเพิ่งอายุสิบสี่ในเวลานั้น เขาจึงถามหาผู้ปกครอง ใครจะคิดว่ารุ่นพี่คนดังในโรงเรียนจะมาอยู่คลินิกความงาม เมื่อฉันเข้าไปอ่านประวัติคลินิกถึงได้รู้ว่ารุ่นพี่หรือ เหนือ ศิรา โชติภิวรรธคือทายาทเจ้าของลักซ์คลินิก คลินิกเสริมความงามขนาดใหญ่
“อย่าบอกนะว่าแกก็ไปคลินิกพี่เหนือ” ลิลินถามฉันอย่างตื่นเต้นและแน่นอนว่าฉันฉีกยิ้มสวยให้เพื่อน แม้หน้าจะเคยเป็นสิวแต่ฟันของฉันเรียงตัวสวยตั้งแต่ฟันแท้ขึ้น
“แกมันร้ายอีเมล ร้ายมาก” ลิลินชี้หน้าผากฉันอย่างหมั่นไส้ เพราะฉันไม่เคยเล่าเรื่องนี้ให้เพื่อนฟัง โอกาสเจอพี่เหนือในระยะต่ำกว่าสามเมตรเป็นไปได้ยากอยู่แล้วในโรงเรียน แต่ถ้าเป็นที่คลินิกฉันเคยแม้กระทั่งโดนเขาจับแก้ม
อย่าเพิ่งคิดไปไกลค่ะพี่เหนือเขาแค่ทำหน้าที่เช็ดเครื่องสำอางออกให้ในเวลาที่ทำทรีตเมนต์เท่านั้นเอง แต่เท่านี้ก็เพียงพอแล้วสำหรับสาวน้อยอย่างฉัน ถ้ามากกว่านี้ฉันกลัวว่าหัวใจของฉันจะระเบิด
“เป็นยังไงแก อยู่ใกล้หล่อไหม” ลิลินที่ก่อนหน้านี้ยังด่าฉันอยู่เลย แต่เวลานี้กลับอยากรู้อยากเห็น
“หล่อมากแก ตัวก็หอม” ฉันอธิบายพลางยกมือขึ้นมาแนบแก้มด้วยความเขินอาย
“ใกล้จนได้กลิ่นน้ำหอมเลยเหรอ” ลิลินจากที่นอนฟุบโต๊ะเวลานี้นั่งหลังตรงเป็นอาการที่บ่งบอกว่านางสนใจสิ่งที่ฉันเล่าเพียงใด
“แกไม่เคยไปคลินิกความงามเหรอ คนที่ทำหน้าให้เขาก็นั่งอยู่ตรงหัวเราไงส่วนเราก็นอนบนเตียง” ฉันอธิบายเพิ่มเติม
“พี่เหนือมุมเสยเป็นไงหล่อไหม รูจมูกบานไหมแก”
“โอย ใครจะเห็น”
“อ้าว ทำไมไม่เห็น”
“พี่เขาใส่แมส” ฉันก็อยากเห็นทุกอย่างที่เพื่อนถามนั่นแหละ แต่ที่ไม่ได้เห็นเพราะที่คลินิกเขาก็ใส่หน้ากากอนามัยกันหมด
“งือ เสียดาย คงมีแต่แฟนพี่เหนือแหละเนอะจะได้เห็นเขามุมนั้น ถ้ามุมนั้นยังหล่อก็แสดงว่าหล่อทุกมุม” คำพูดของลิลินทำฉันครุ่นคิด
“แต่ใส่แมส พี่เขาก็หล่อทะลุแมสเลยนะแก” เห็นแค่คิ้วกับตาก็หล่อจนใจเจ็บหล่ออย่างกับไม่ใช่คน เทวดาชัด ๆ
“เออ ก็คงจริง เดี๋ยวเย็นนี้ฉันจะไม่ล้างหน้าให้สิวขึ้นสักสี่ห้าเม็ดจะได้ไปรักษา ชื่อลักซ์คลินิกใช่ไหม” ลิลินถามย้ำ ฉันพยักหน้าหงึก ๆ เสียงกรี๊ดข้างสนามดังขึ้นอีกครั้ง ฉันกับลิลินหันไปมองเห็นพี่เหนือโดนเพื่อน ๆ วิ่งกรูเข้ามากอด คงจะยิงได้อีกละสิ
“แบบนี้สีแดงของเราชนะแน่” ฉันพยักหน้าเห็นด้วยกับลิลิน พี่เหนืออยู่สีแดงซึ่งแน่นอนว่าฉันเองก็อยู่สีแดงเช่นกัน กีฬาสีของโรงเรียนเราแบ่งออกเป็นห้าสีด้วยกัน แดง ชมพู เขียว ฟ้าและเหลือง
ฉันกับลิลินอยู่มอสามทับสิบแปด ส่วนพี่เหนืออยู่ห้องมอหกทับหนึ่ง ต้องขอบคุณตัวแทนของห้องที่จับได้สีแดง
“หมดเวลาแล้ว” ลิลินพูดขึ้น นักกีฬาเดินออกจากสนามมายังสแตนเชียร์ข้างสนามที่มีถังน้ำแข็งขนาดใหญ่พร้อมกับสตาฟอีกหลายคนยืนรออยู่
Met baca 🌿__________Kemal dan Ines berada di kampung halaman hampir satu minggu. Semua berubah semenjak bapak pergi untuk selamanya. Apalagi setelah tau bapak ternyata merestui juga membagi-bagi warisan.Diam-diam juga bapak merupakan pewaris tunggal keluarganya yang merupakan juragan tanah di sana. Semua diceritakan ibu di depan keluarga.Kemal sendiri tak bangga mendapat warisan, toh ia sudah kaya raya. Warisan dari bapak justru ia serahkan ke Ines, terserah mau diapakan. Untuknya Ines lah warisan berharga dari bapak untuknya. Itu sudah lebih dari cukup."Nes, jadi pulang siang ini?" Suara ibu terdengar sedih. Ines menoleh, ia sedang berdiri menatap foto keluarganya saat ia masih remaja dulu terpasang di dinding ruang keluarga."Iya, Bu. Kemal udah lama nggak kerja. Ibu mau ikut ke Jakarta?" ajaknya. Ibu berjalan mendekat, menggeleng pelan."Ibu ke Jakarta kalau kamu melahirkan, ya." Tangan ibu mengusap perut putrinya. "Ibu senang kamu bisa hamil diusiamu yang nggak muda tapi Ibu
Met baca 🌿__________Kemal segera membantu Ines berkemas, ia sendiri sudah sejak tadi merapikan pakaiannya ke dalam tas koper."Ayo, sayang," ajak Kemal bicara dengan begitu lembut. Ines duduk mendongak, menatap suaminya nanar. "Ayo, kita pulang." Kemal tersenyum. Ines berdiri pelan, menggandeng tangan Kemal.Kemal meminta pak Darmo segera berangkat bersama putranya untuk menemani selama perjalanan darat karena Kemal dan Ines naik pesawat. Mereka akan lama di sana sehingga pak Darmo diajak setelah izin dengan Reynan meminjam sopir anak-anaknya."Mas Kemal nanti di sana siapa yang jemput?" Pak Darmo harus memastikan."Ada keluarga Ines, kalian hati-hati ya. Saya sudah transfer untuk bensin, tol dan jajan Bapak sama Ado." Kemal membuka pintu taksi. Ado membantu membawakan tas kecil milih Ines yang isinya beberapa barang penting."Hati-hati, Mbak, Mas," tukas Ado."Makasih, Do," jawab Ines pelan.Perjalanan mereka tembuh sambil terus diam namun kedua tangan mereka tak lepas saling meng
Met baca 🌿______Kemal tak henti tersenyum semenjak tiba di rumahnya. Ines langsung lanjut nonton drakor di kamar setelah mandi dan memakai daster."Kamu mau ke mana?" tegur Ines walau matanya menatap ke layar tablet di atas pangkuannya. Ines merebahkan diri di atas ranjang, terlihat sangat malas beranjak."Mau beli buah. Kamu harus banyak makan buah, Nes," jawab Kemal masih mematut diri di depan cermin. Ia meraih sisir di atas meja rias, merapikan rambutnya yang basah setelah mandi."Ngapain sisiran, rambut kamu rapi sendiri. Lurus banget gitu." Kalimat yang diucapkan Ines terdengar seperti dumelan, lagi-lagi bicara tanpa menatap suaminya."Biar rapi aja," sahut Kemal lagi."Biar dilihatin cewek lain barang kali."Kemal diam. Ia meletakkan sisir kembali ke tempatnya lalu melihat istrinya dari pantulan cermin. "Cemburu?" gumam Kemal tapi menahan senyuman saat bicara."Sorry, ya, nggak tuh!" Ines menyelimuti diri setengah badan kembali fokus nonton."Masa, sih, hormon ibu hamil bikin
Met baca 🌿_________Kemal begitu bahagia saat ulang tahunnya dirayakan bersama keluarga di rumahnya. Tak lepas ia tersenyum sambil sesekali menunjukkan kemesraannya dengan Ines yang justru terlihat sedikit sendu.Seharian ia kepikiran bapak dan ibu, ia coba kirim pesan singkat ke bapak tapi tidak dibaca. Saat ke ibu, ibu hanya bilang kalau bapak tidak mau tau urusan juga apa yang terjadi dengan Ines.Ia anak perempuan, hubungan dekat dengan bapaknya sudah erat dari kecil. Perlahan pudar semenjak Ines ngotot merantau ke Jakarta dan kota besar lainnya hingga tersangkut kasus besar.Katon menghampiri Ines di dapur saat adiknya sedang merapikan piring dan gelas yang sudah kering, ia masukkan ke lemari dapur dengan rapi."Besok kalau Mas sempat, Mas ke rumah Bapak. Coba bicara lagi, ya."Ines diam, dengan wajah sendu menunjukkan balasan pesan singkat yang dikirim ibu. Setelah Katon baca ia hanya bisa menghela napas panjang."Maafin Bapak ya, Nes," tukas Katon."Ada juga aku, Mas, yang ha
Met baca 🌿__________"Pisah!" tegas Keira saat kedua insan itu sudah kembali ke Jakarta dan langsung menghadap Keira, Reynan dan om Wisnu."Mbakkk," rengek Kemal lemas."Apa! Mau gue tabok lo! Nggak pantes udah tua!" Sambung Keira sambil berkacak pinggang. Vinka dan Alta yang duduk di anak tangga ke l
Met baca 🌿__________"Keputusan ada di kamu, Mal," ucap Ines setelahnya ia berjalan ke arah kamar. Kemal mendesah, pasti Ines kecewa.Lagi-lagi tak bisa tidur baik Kemal maupun Ines. Menjelang pagi Ines mendengar suara gaduh. Buru-buru ia keluar kamar, Kemal tampak sibuk memakai sepatu kets sambil be
Met baca_______"Aku masih nggak percaya secepat ini kamu mau untuk kita coba lebih dekat, Mal." Tatiana menunduk malu, bahkan menyembuyikan wajahnya yang memerah dengan beberapa kali menatap keluar saat keduanya berada di dalam mobil saat perjalanan pulang. Kemal mengantar Tatiana pulang, hal itu sp
Met baca 🍃__________Pintu kamar keduanya terbuka lebar, sama-sama masih muka bantal dengan rambut acak-acakkan."Morning," sapa parau Ines seraya berjalan ke arah dapur, tak lupa menguap lebar mulutnya karena masih ngantuk."Pagi," balas Kemal lantas membuka laci meja dapur untuk mengambil stok kopi






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore