แชร์

22. Hidangan Gadis Perawan

ผู้เขียน: Nona Muda
last update วันที่เผยแพร่: 2026-07-25 22:24:57

Evelyn merapikan lengan gaun malamnya yang sedikit kusut akibat cengkeraman Hiro, memastikan penampilannya kembali sempurna tanpa cela. Dia menatap Hiro untuk terakhir kalinya malam itu—sebuah tatapan yang penuh dengan penolakan mutlak dan ketidaktertarikan yang dingin.

"Simpan mainanmu untuk wanita-wanita di luar sana yang membutuhkannya, Bocah. Aku tidak punya waktu untuk drama remaja," ucap Evelyn dingin.

Tanpa menunggu balasan lagi, Evelyn berbalik dan berjalan membelah kegelapan VIP lo
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Suntik Lebih Dalam, Dok?   70. Taruhan Kedua

    Evelyn tidak membalas pesan teks tersebut.Dia meletakkan kembali ponselnya ke atas meja marmer dengan ketukan kaku yang sangat minimal, menolak membiarkan getaran jengah di dadanya terendus oleh Natalie. Dinding esnya tetap kokoh, tidak terusik oleh kehadiran sang gadis porselen ataupun kontrol tak terlihat yang sedang dimainkan oleh Hiro dari luar sana.Cklek!Tepat dua menit sesuai dengan estimasi waktu yang tertera di layar ponsel Evelyn, pintu kayu mahoni ruang kerjanya didorong terbuka dengan satu sentakan yang teratur. Marco melangkah masuk membelah ruangan dengan setelan jas hitam taktisnya yang kaku. Pria tegap kepala tim intelijen dinasti Rossi itu menundukkan kepalanya dalam-dalam ke arah Evelyn, memberikan penghormatan yang membekukan atmosfer ruangan."Maaf atas kelancangan intrusi ini, Dr. Crawford," ucap Marco, suaranya mengalun datar dan dingin khas profesional dunia bawah. Dia membalikkan tubuh tegapnya, menatap langsung ke arah Natalie yang masih meringkuk di atas so

  • Suntik Lebih Dalam, Dok?   69. Santai Saja, Dok ....

    Evelyn menghentikan langkahnya tepat dua jengkal setelah melewati ambang pintu.Sepasang matanya dari balik kacamata berbingkai perak menatap kaku sosok Natalie Vance yang sedang meringkuk ketakutan di atas sofa kulitnya. Aroma parfum mahal bercampur sisa ketegangan domestik yang dibawa gadis itu mendadak memenuhi ruangan kerjanya, mengusik ketenangan yang sangat Evelyn butuhkan setelah dua jam memeras fokus di ruang bedah.Namun, alih-alih melangkah panik atau memeluk gadis itu dengan simpati emosional, Evelyn justru menunjukkan reaksi yang datar. Dinding es Kepala Departemen Bedah Jantung miliknya kembali mengeras sempurna secara instan.Evelyn berjalan kaku melewati sofa tersebut, sepenuhnya mengabaikan isakan parau Natalie seolah-olah gadis itu hanyalah seonggok properti ruangan yang salah tempat. Dengan gerakan yang teratur dan mantap, Evelyn meletakkan map dokumen medis di atas meja kerjanya, melepas stetoskop dari lehernya dengan ketukan yang tegas, lalu menggantung jas putih d

  • Suntik Lebih Dalam, Dok?   68. Natalie

    Evelyn melangkah masuk ke dalam Ruang Operasi Utama nomor dua setelah menyelesaikan prosedur sterilisasi yang mendikte rutinitas hariannya.Di bawah paparan lampu operasi bersorot tajam, seluruh tim medis—mulai dari asisten bedah, perawat instrumen, hingga ahli anestesi—langsung menegakkan tubuh mereka dengan kaku. Mereka semua bisa merasakan aura yang sangat berbeda dari sang Kepala Departemen Bedah Jantung siang ini.Jika kemarin Evelyn memimpin operasi dengan emosi yang tertahan akibat frustrasi domestik, hari ini dinding esnya terasa jauh lebih solid, tajam, dan sarat akan fokus yang mengerikan."Parameter hemodinamik pasien?" tanya Evelyn, suaranya mengalun flat dan dingin di balik masker bedah hijaunya."Stabil, Dokter Crawford. Efusi perikardial minimal, katup aorta siap untuk dieksisi," jawab asisten bedah dengan cekatan."Bagus. Mulai insisi sekarang," perintah Evelyn kaku.Pisau bedah di tangan kanan Evelyn bergerak dengan presisi mekanis yang luar biasa jenius. Setiap irisa

  • Suntik Lebih Dalam, Dok?   67. Dia Pria Yang Membebaskanku dari Neraka

    Dua puluh menit kemudian, sedan hitam mewah dengan kaca antipeluru milik dinasti Rossi membelah jalanan Manhattan yang mulai padat.Evelyn duduk di kabin belakang, merapatkan mantel wol abu-abunya di atas kemeja sutra gading premium pemberian Chloe. Di sampingnya, Hiro Rossi menggenggam jemari ramping sang dokter dengan cengkeraman hangat yang protektif.Begitu mobil berhenti di depan lobi VIP Rumah Sakit Pusat Kota Manhattan, Hiro menatap Evelyn dengan tatapan elang yang dalam. "Pergilah bekerja, Evelyn. Status barumu sebagai wanita bebas sudah terdaftar di sistem sipil kota. Jika ada Sterling yang berani mendekat, empat pasukan taktisku di luar lobi ini akan langsung melenyapkan mereka."Evelyn mengangguk kaku, membiarkan sisa-sisa kehangatan mint napas Hiro menguap saat dia melangkah keluar mobil. Dinding esnya kembali mengeras sempurna saat dia memasuki lobi rumah sakit. Kabar mengenai penahanan federal Arthur Sterling dan gugatan cerai mutlak yang dikabulkan dalam waktu semalam

  • Suntik Lebih Dalam, Dok?   66. Kau Bukan Lagi Istrinya!

    Evelyn mengunyah sarapannya dengan ritme yang lambat, membiarkan kehangatan makanan itu mengalir konstan ke dalam tubuhnya.Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, rasa tenang yang murni ini benar-benar meresap hingga ke dasar jiwanya. Namun, sebagai seorang wanita yang telah puluhan tahun mengandalkan ketajaman nalar klinisnya, Evelyn tahu bahwa dunia di luar tebing terisolasi ini tidak akan membiarkan kebahagiaan mereka berjalan tanpa riak."Jangan menatapku seperti itu, Rossi," tegur Evelyn pelan, meletakkan garpu peraknya dengan ketukan yang tegas namun lembut di atas piring porselen. Dia membetulkan posisi kacamata berbingkai peraknya dengan ujung telunjuk, menantang kilatan mata elang Hiro yang sejak tadi terus mengunci pergerakannya."Fokus utamaku pagi ini adalah dua prosedur operasi kardiak di lantai tiga. Aku tidak bisa membiarkan debaran kardiakku terdistorsi oleh pesona telanjang dadamu."Hiro tidak langsung menarik tubuh tegapnya. Dia justru terkekeh rendah—sebuah keke

  • Suntik Lebih Dalam, Dok?   65. Chef Hiro

    Pukul 06.30 pagi, semburat cahaya matahari musim gugur Manhattan menembus dinding kaca vila, memantulkan pendaran keemasan yang hangat di atas lantai marmer.Kehangatan perapian semalam telah berganti dengan aroma harum kopi yang baru diseduh dan panggangan roti yang menguar gurih dari arah dapur modern di lantai bawah.Evelyn terbangun perlahan, meregangkan tubuh indahnya yang terbalut jubah mandi sutra putih milik vila. Rasa lelah yang sempat mengunci sarafnya selama berhari-hari kini menguap sepenuhnya, digantikan oleh kesegaran fisik yang belum pernah dia rasakan dalam sebelas tahun terakhir.Dia melangkah turun melewati anak tangga spiral dengan anggun. Begitu kakinya memijak lantai dasar, langkah kaki bersepatu selopnya melambat. Sepasang matanya di balik kacamata berbingkai perak sedikit melebar, menatap pemandangan yang langka di depan meja bar marmer putih.Hiro Rossi sedang berdiri di balik kompor tanam. Pemuda jangkung setinggi 189 sentimeter itu hari ini tampil sangat sant

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status