Share

70. Taruhan Kedua

Author: Nona Muda
last update publish date: 2026-09-22 23:00:35

Evelyn tidak membalas pesan teks tersebut.

Dia meletakkan kembali ponselnya ke atas meja marmer dengan ketukan kaku yang sangat minimal, menolak membiarkan getaran jengah di dadanya terendus oleh Natalie. Dinding esnya tetap kokoh, tidak terusik oleh kehadiran sang gadis porselen ataupun kontrol tak terlihat yang sedang dimainkan oleh Hiro dari luar sana.

Cklek!

Tepat dua menit sesuai dengan estimasi waktu yang tertera di layar ponsel Evelyn, pintu kayu mahoni ruang kerjanya didorong terbuka de
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suntik Lebih Dalam, Dok?   71. Menikahlah Denganku, Dok?

    Hiro melonggarkan cengkeramannya pada pinggang ramping Evelyn, lalu memutar tubuh anggun wanita itu agar menghadapnya sepenuhnya.Di bawah temaram api perapian yang menari, sepasang mata elang pemuda sembilan belas tahun itu menatap lurus ke dalam mata Evelyn. Dia bisa melihat sisa-sisa ketegangan dari ruang operasi yang masih membekas di garis wajah sang dewi bedah jantung.Hiro tidak bertindak barbar. Dengan gerakan yang lembut namun pasti, jemari besarnya bergerak naik ke wajah Evelyn. Dia melepas kacamata berbingkai perak itu perlahan, meletakkannya di atas meja konter marmer hitam tanpa memutuskan kontak mata mereka. Tanpa lensa kaku itu, Evelyn terlihat begitu rapuh dan menawan dalam balutan gaun satin zamrudnya."Kau sudah menyelesaikan tugas medismu dengan sangat baik hari ini, Dok," bisik Hiro rendah, suara baritonnya yang berat mengalun dengan kelembutan yang mematikan. "Sekarang, biarkan aku yang mengambil alih kendalinya."Hiro menuntun Evelyn berjalan lambat menuju sofa b

  • Suntik Lebih Dalam, Dok?   70. Taruhan Kedua

    Evelyn tidak membalas pesan teks tersebut.Dia meletakkan kembali ponselnya ke atas meja marmer dengan ketukan kaku yang sangat minimal, menolak membiarkan getaran jengah di dadanya terendus oleh Natalie. Dinding esnya tetap kokoh, tidak terusik oleh kehadiran sang gadis porselen ataupun kontrol tak terlihat yang sedang dimainkan oleh Hiro dari luar sana.Cklek!Tepat dua menit sesuai dengan estimasi waktu yang tertera di layar ponsel Evelyn, pintu kayu mahoni ruang kerjanya didorong terbuka dengan satu sentakan yang teratur. Marco melangkah masuk membelah ruangan dengan setelan jas hitam taktisnya yang kaku. Pria tegap kepala tim intelijen dinasti Rossi itu menundukkan kepalanya dalam-dalam ke arah Evelyn, memberikan penghormatan yang membekukan atmosfer ruangan."Maaf atas kelancangan intrusi ini, Dr. Crawford," ucap Marco, suaranya mengalun datar dan dingin khas profesional dunia bawah. Dia membalikkan tubuh tegapnya, menatap langsung ke arah Natalie yang masih meringkuk di atas so

  • Suntik Lebih Dalam, Dok?   69. Santai Saja, Dok ....

    Evelyn menghentikan langkahnya tepat dua jengkal setelah melewati ambang pintu.Sepasang matanya dari balik kacamata berbingkai perak menatap kaku sosok Natalie Vance yang sedang meringkuk ketakutan di atas sofa kulitnya. Aroma parfum mahal bercampur sisa ketegangan domestik yang dibawa gadis itu mendadak memenuhi ruangan kerjanya, mengusik ketenangan yang sangat Evelyn butuhkan setelah dua jam memeras fokus di ruang bedah.Namun, alih-alih melangkah panik atau memeluk gadis itu dengan simpati emosional, Evelyn justru menunjukkan reaksi yang datar. Dinding es Kepala Departemen Bedah Jantung miliknya kembali mengeras sempurna secara instan.Evelyn berjalan kaku melewati sofa tersebut, sepenuhnya mengabaikan isakan parau Natalie seolah-olah gadis itu hanyalah seonggok properti ruangan yang salah tempat. Dengan gerakan yang teratur dan mantap, Evelyn meletakkan map dokumen medis di atas meja kerjanya, melepas stetoskop dari lehernya dengan ketukan yang tegas, lalu menggantung jas putih d

  • Suntik Lebih Dalam, Dok?   68. Natalie

    Evelyn melangkah masuk ke dalam Ruang Operasi Utama nomor dua setelah menyelesaikan prosedur sterilisasi yang mendikte rutinitas hariannya.Di bawah paparan lampu operasi bersorot tajam, seluruh tim medis—mulai dari asisten bedah, perawat instrumen, hingga ahli anestesi—langsung menegakkan tubuh mereka dengan kaku. Mereka semua bisa merasakan aura yang sangat berbeda dari sang Kepala Departemen Bedah Jantung siang ini.Jika kemarin Evelyn memimpin operasi dengan emosi yang tertahan akibat frustrasi domestik, hari ini dinding esnya terasa jauh lebih solid, tajam, dan sarat akan fokus yang mengerikan."Parameter hemodinamik pasien?" tanya Evelyn, suaranya mengalun flat dan dingin di balik masker bedah hijaunya."Stabil, Dokter Crawford. Efusi perikardial minimal, katup aorta siap untuk dieksisi," jawab asisten bedah dengan cekatan."Bagus. Mulai insisi sekarang," perintah Evelyn kaku.Pisau bedah di tangan kanan Evelyn bergerak dengan presisi mekanis yang luar biasa jenius. Setiap irisa

  • Suntik Lebih Dalam, Dok?   67. Dia Pria Yang Membebaskanku dari Neraka

    Dua puluh menit kemudian, sedan hitam mewah dengan kaca antipeluru milik dinasti Rossi membelah jalanan Manhattan yang mulai padat.Evelyn duduk di kabin belakang, merapatkan mantel wol abu-abunya di atas kemeja sutra gading premium pemberian Chloe. Di sampingnya, Hiro Rossi menggenggam jemari ramping sang dokter dengan cengkeraman hangat yang protektif.Begitu mobil berhenti di depan lobi VIP Rumah Sakit Pusat Kota Manhattan, Hiro menatap Evelyn dengan tatapan elang yang dalam. "Pergilah bekerja, Evelyn. Status barumu sebagai wanita bebas sudah terdaftar di sistem sipil kota. Jika ada Sterling yang berani mendekat, empat pasukan taktisku di luar lobi ini akan langsung melenyapkan mereka."Evelyn mengangguk kaku, membiarkan sisa-sisa kehangatan mint napas Hiro menguap saat dia melangkah keluar mobil. Dinding esnya kembali mengeras sempurna saat dia memasuki lobi rumah sakit. Kabar mengenai penahanan federal Arthur Sterling dan gugatan cerai mutlak yang dikabulkan dalam waktu semalam

  • Suntik Lebih Dalam, Dok?   66. Kau Bukan Lagi Istrinya!

    Evelyn mengunyah sarapannya dengan ritme yang lambat, membiarkan kehangatan makanan itu mengalir konstan ke dalam tubuhnya.Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, rasa tenang yang murni ini benar-benar meresap hingga ke dasar jiwanya. Namun, sebagai seorang wanita yang telah puluhan tahun mengandalkan ketajaman nalar klinisnya, Evelyn tahu bahwa dunia di luar tebing terisolasi ini tidak akan membiarkan kebahagiaan mereka berjalan tanpa riak."Jangan menatapku seperti itu, Rossi," tegur Evelyn pelan, meletakkan garpu peraknya dengan ketukan yang tegas namun lembut di atas piring porselen. Dia membetulkan posisi kacamata berbingkai peraknya dengan ujung telunjuk, menantang kilatan mata elang Hiro yang sejak tadi terus mengunci pergerakannya."Fokus utamaku pagi ini adalah dua prosedur operasi kardiak di lantai tiga. Aku tidak bisa membiarkan debaran kardiakku terdistorsi oleh pesona telanjang dadamu."Hiro tidak langsung menarik tubuh tegapnya. Dia justru terkekeh rendah—sebuah keke

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status