Teilen

BAB 51

last update Veröffentlichungsdatum: 21.06.2026 20:45:30

— ✵ —

Isabela masih tertidur di kursi bar saat Cane mengamatinya beberapa detik lebih lama dari yang seharusnya.

"Sial," gumamnya pelan, lebih untuk dirinya sendiri daripada untuk siapapun yang mendengar. "Gadis ini menyiksaku."

Ia mendekat. Satu lengan terselip di bawah lutut Isabela, satu lagi menopang punggungnya, dan dalam satu gerakan yang tidak memerlukan usaha berarti, ia mengangkatnya dari kursi bar. Kepala Isabela jatuh ke dadanya, rambutnya yang berantakan menyapu lengan jas Cane. Ia
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • THE DEVIL'S LITTLE SECRETARY - A Mafia Romance    BAB 53

    Isabela merosot duduk di lantai, bersandar ke pintu, kedua tangan menutupi wajahnya sendiri. "Sial," gumamnya, lebih ke dirinya sendiri daripada siapapun. "Sial, sial, sial." Ia menarik napas dalam, mencoba menenangkan detak jantungnya yang masih belum normal sejak meninggalkan ruangan Cane. Kenapa harus dia? Pikiran itu muncul tanpa diundang, dan begitu muncul, rasanya seperti membuka pintu yang seharusnya tetap tertutup. Selama ini—sejak SMA, sejak masa kuliah, bahkan sampai bertemu lagi dengan Theo di Madrid—Isabela selalu membayangkan ciuman pertamanya akan seperti apa. Dengan siapa. Dan bukan dengan bos menyebalkan yang suka menyuruhnya lembur sampai tengah malam, yang dingin tujuh hari dalam seminggu, yang sekarang—entah bagaimana—berhasil membuatnya lupa cara bernapas dengan benar. "Kenapa harus dia," ulangnya, kali ini lebih keras, hampir seperti rintihan. "Kenapa bukan... kenapa bukan Theo?" Nama itu terasa aneh diucapkan sekarang, seolah sudah lama tidak ia pikirkan—pa

  • THE DEVIL'S LITTLE SECRETARY - A Mafia Romance    BAB 52

    — ✵ — Isabela membuka mata perlahan, kepalanya berdenyut seperti ditimpa batu. Ia mengerang, tangan langsung naik memegangi pelipis sambil menatap sekeliling—langit-langit yang asing, seprai yang terlalu rapi untuk kamar hotel biasa, aroma yang tidak ia kenal tapi entah kenapa terasa familiar. Lalu matanya berhenti di satu titik. Meja kerja di sudut ruangan. Jam dinding berbentuk minimalis yang hanya ada satu di seluruh gedung ini—di ruangan Cane. Ia melompat dari ranjang seperti tersengat listrik, berdiri dengan napas tercekat. Ini kamar Presiden Cane. Aku tidur di kamar Presiden Cane?. Kakinya bergerak sebelum otaknya selesai berpikir, melangkah cepat ke arah pintu. Tangannya baru menyentuh gagang pintu— —dan berhenti total. Tubuhnya kaku seperti patung. Ingatan itu kembali sekaligus, tanpa peringatan. Bibirnya. Bibir Cane. Ciuman itu. Wajahnya memanas dalam sepersekian detik, merambat dari leher sampai telinga. "Sial." Suaranya hampir tidak terdengar, lebih seperti desisan

  • THE DEVIL'S LITTLE SECRETARY - A Mafia Romance    BAB 51

    — ✵ —Isabela masih tertidur di kursi bar saat Cane mengamatinya beberapa detik lebih lama dari yang seharusnya."Sial," gumamnya pelan, lebih untuk dirinya sendiri daripada untuk siapapun yang mendengar. "Gadis ini menyiksaku."Ia mendekat. Satu lengan terselip di bawah lutut Isabela, satu lagi menopang punggungnya, dan dalam satu gerakan yang tidak memerlukan usaha berarti, ia mengangkatnya dari kursi bar. Kepala Isabela jatuh ke dadanya, rambutnya yang berantakan menyapu lengan jas Cane. Ia tidak terbangun. Hanya mengerang pelan, lalu kembali diam, napasnya teratur dan dalam.Cane membawanya melewati pintu di sisi ruangan, menuju kamar yang lebih sering berfungsi sebagai tempat ia menghilang dari dunia luar untuk beberapa jam daripada tempat ia benar-benar tidur. Ranjangnya rapi, tidak tersentuh sejak terakhir dirapikan oleh staf kebersihan.Ia membaringkan Isabela perlahan, menyesuaikan bantal di bawah kepalanya dengan ketelitian yang tidak biasa ia berikan untuk hal sekecil ini.

  • THE DEVIL'S LITTLE SECRETARY - A Mafia Romance    BAB 50

    Sementara itu, di ruangan rapat sudah selesai. Cane keluar lebih dulu, Dante sudah menunggu di luar dan langsung mengikuti dua langkah di belakangnya seperti biasa. Di belakang mereka, satu per satu kepala divisi menyusul keluar, menyebar ke arah masing-masing tanpa banyak bicara — beberapa langsung menuju lift, beberapa lainnya berhenti sebentar di koridor untuk menelepon. Langkah Cane tetap tenang menyusuri koridor menuju ruangannya sendiri.Ia melewati ruangan Isabela sekilas — lalu melirik ke dalam. Kosong."Di mana dia?" tanyanya, tanpa menyebut nama, tanpa perlu menyebut nama.Dante sedikit terkejut ditanya, tapi menjawab cepat. "Kurang tahu, Tuan. Tapi mungkin sedang makan siang di kantin lantai tiga — sekarang jam istirahat."Cane tidak menjawab. Tangannya sudah di gagang pintu, siap mendorongnya terbuka bersama Dante yang menunggu di belakang untuk lanjut membahas urusan tadi.Tapi sesuatu menahannya.Aroma. Manis, samar, sudah sangat ia kenal.Ia melirik sekali lagi ke dalam

  • THE DEVIL'S LITTLE SECRETARY - A Mafia Romance    BAB 49

    BRN CorporationDi kantin lantai tiga selalu penuh di jam makan siang — meja-meja panjang yang terisi dari ujung ke ujung, suara sendok di piring, percakapan yang tumpang tindih, dan aroma makanan yang bercampur jadi satu hal yang tidak bisa didefinisikan tapi sangat familiar.Isabela duduk di tengah meja keempat dengan nampan di depannya — nasi, ayam panggang, dan segelas air yang belum disentuh. Di sekelilingnya empat orang lain dari divisi yang berbeda, obrolan ringan yang mengalir tanpa beban. Ia sudah mulai rileks.Lalu Vanessa duduk di seberangnya."Boleh?"Sudah duduk sebelum Isabela menjawab. Nampannya rapi, senyumnya rapi, semuanya rapi dengan cara yang selalu membuat Isabela tidak bisa menemukan alasan spesifik untuk tidak nyaman tapi tetap saja merasa tidak nyaman."Tentu." Isabela tersenyum.Obrolan di meja berlanjut — seseorang sedang cerita soal klien yang menyebalkan, seseorang lain menimpali, tawa kecil di sana-sini. Vanessa makan dengan tenang, sesekali ikut tertawa d

  • THE DEVIL'S LITTLE SECRETARY - A Mafia Romance    BAB 48

    Ruangan itu tidak punya nama resmi di dalam sistem manapun.Tidak ada di denah gedung, tidak ada di dokumen perizinan, tidak ada di catatan apapun yang bisa ditemukan oleh orang yang tidak seharusnya menemukannya. Dindingnya beton bertulang, langit-langitnya rendah, dan satu-satunya ventilasi adalah sistem sirkulasi udara yang mendengung pelan di balik panel baja di dinding belakang. Meja di tengahnya panjang dan berat — kayu gelap tanpa ornamen, tanpa keanggunan yang tidak perlu. Kursi-kursi di sekelilingnya terisi.Delapan orang.Delapan kepala divisi yang masing-masing mengendalikan satu urat nadi dari tubuh organisasi ini — jalur laut, distribusi darat, keuangan, pengamanan, intelijen, operasi lapangan, kontrak sipil, dan satu kursi di ujung kiri yang ditempati oleh pria dengan rambut mulai memutih di pelipisnya yang tidak pernah menatap langsung ke ujung meja berlawanan.Karena di ujung meja berlawanan, Cane duduk.Satu tangan di atas meja, jarinya tidak bergerak. Tangan lainnya

  • THE DEVIL'S LITTLE SECRETARY - A Mafia Romance    BAB 30

    Jumat malam.Bandara privat di pinggiran São Paulo berbeda dari terminal biasa. Tidak ada antrian. Tidak ada pengumuman yang bersahutan di pengeras suara. Tidak ada orang yang berlari mengejar gate yang hampir tutup.Hanya landasan yang terang, satu jet pribadi yang sudah menyala mesinnya, dan bebe

  • THE DEVIL'S LITTLE SECRETARY - A Mafia Romance    BAB 29

    Pukul 09.47.Di gedung BRN Corporation pagi itu terasa malas.Langit di luar jendela lantai 49 berwarna putih pucat — bukan mendung, bukan cerah, hanya jenis langit yang tidak memutuskan mau jadi apa hari ini. Dari ketinggian ini, kota di bawah sana tampak seperti organisme yang bergerak sendiri —

  • THE DEVIL'S LITTLE SECRETARY - A Mafia Romance    BAB 28

    Mobil itu baru saja mati mesinnya.Cane masuk ke dalam mansion tanpa mencopot jam tangannya, tanpa melonggarkan kerah bajunya — langkahnya sama seperti biasa. Terukur. Tidak terburu-buru.Udara di dalam berbeda dari tadi — lebih berat, lebih diam, seperti seluruh mansion sudah menahan napas sejak t

  • THE DEVIL'S LITTLE SECRETARY - A Mafia Romance    BAB 27

    Kabin mobil itu sunyi.Bukan sunyi yang biasa — sunyi yang terasa seperti sesuatu yang sengaja dibiarkan mengisi ruang, menempati setiap sudut, menghimpit tanpa menyentuh.Isabela duduk dengan pandangan lurus ke depan. Tangannya terlipat di pangkuannya. Jari-jarinya sesekali bergerak, menggosok-gos

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status