แชร์

Bab 269. Burung Lo Jamuran

ผู้เขียน: weni3
last update วันที่เผยแพร่: 2026-09-16 19:02:54

Mila mendorong tubuhnya hingga hampir terjungkal dan memintanya untuk segera pergi dari sana. Wanita itu pun bergegas beranjak dan merapikan penampilan yang sedikit berantakan sedangkan Bejo tentu saja bergegas kabur dari sana.

Abaikan dengan gaya kabur Bejo yang guling-guling. Kalau tidak begini, Saka bisa melihat keberadaannya. Bejo keluar lewat pintu samping. Langsung saja dia menuju mobil dan menghempaskan tubuhnya di sana.

"Aman!"

Bejo mengusap bibirnya. Dia menyeringai melihat tan
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 294. Lanangan Bajingan!

    Bejo menatap heran mobil yang ada di parkiran toko roti milik Mila. Namun pikirannya, wajar saja kalau Bu Keysa mampir. Mungkin mau beli roti. Tidak expect kalau ternyata Bejo menemukan wanita itu tengah duduk bersama dengan Mila di salah satu meja. "Anjir! Perasaan gue nggak enak." Bagaimana tidak, jika dia tau semua masalah yang kedua wanita itu hadapi. Bejo tidak bertanya dan tidak mengatakan apa-apa. Dia memperhatikan dengan sangat teliti tanpa menyapa kedua wanita yang ada di hadapannya saat ini. "Mbak, saya minta maaf kalau kedatangan saya membuat anda menangis. Saya juga sakit hati. Jika Mas Saka bisa adil, saya tidak akan meminta apapun pada Mbak. Apalagi datang untuk membongkar rahasia ini." Mila menunduk dengan tubuh gemetar. Bukan hanya hancur ini namanya tetapi hatinya remuk, halus, seperti bubuk. Sungguh ini sakit yang tidak bisa dia utarakan lagi. Katanya cinta, katanya sayang, katanya cinta, kenapa malah begini kelakuannya? "Ya Tuhan... Kenapa begitu sa

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 293. Sama Sepertimu

    "Aaagghhhh!" Caca berlari mendekati Lira yang terjatuh di lantai dengan sangat mengenaskan. Wanita itu dibanting oleh Bejo setelah mendengar alasan yang Lira berikan. "Kak..." Uhuks Uhuks "Dek usir dia, Dek!" "Nggak perlu kalian repot ngusir gue! Gue bakal angkat kaki dari sini." Bejo dengan lantang mengatakan itu kemudian mendekati dan berjongkok di hadapan Lira. Tangannya meraih ujung pakaian Lira dan menariknya hingga tubuh wanita itu terangkat. "Ampun, Jo!" "Setelah ini, kalau Lo masih berani nyakitin Mila dan membuat majikan gue berdarah-darah hatinya, gue injek badan Lo!" ancam Bejo kemudian melangkah pergi dari sana. Bejo meninggalkan kedua orang tersebut dan membanting pintu dengan kasar. Bejo segera melajukan mobilnya menuju toko roti. Emosi sekali Bejo hingga mengeratkan kedua tangan di setir mobil. Sementara Mila saat ini tengah berdiri dengan wajah bingung setelah mendapati kedatangan seorang wanita yang pernah dia lihat. "Kamu bukannya .

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 292. Mencekik

    "Kamu tuh ya! Aku nggak suka sama cowok ini, Ca! Dia tuh dari awal udah nggak sopan sama aku! Lagian kamu tuh jangan buta, Ca! Yang beginian kamu bawa pulang!" Lira sangat sewot sekali tetapi Bejo justru menyeringai mendengar ocehan Lira yang saat ini terlihat sangat marah dan tak terima dengan apa yang dia katakan. Namun agaknya ini bisa menjadi ajang balas dendam. Dia bisa membuat mental Lira hancur setelah menghina Mila. "Terus kalau bukan goblog apa? Orang pintar nggak akan mau jadi yang kedua apalagi ke tiga. Cuma orang goblok sama cewek kegatelan yang nggak pake otak buat deketin laki-laki beristri!" ujar Bejo dengan sewot sekali. Namun dari cara bicara masih tetap tenang dan santai. Bahkan Bejo masih santai menikmati duduknya di sofa menonton wanita jalang yang menolak di panggil bodoh. "Kurang ajar kamu ya!" Lira beranjak hendak menyiram Bejo dengan air yang ada di meja tetapi Caca menghalangi hingga mengenai pakaian wanita itu. "Kak! Kak tuh kenapa sih? Basah

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 291. Lo Goblok!

    Bejo memarkirkan mobilnya di depan teras rumah Caca. Dia turun setelah memutuskan untuk ikut pulang karena banyak hal yang menurutnya harus dicari tau tantang Saka. Sampai sana tentu saja dia disambut oleh kedua orang tua Caca yang begitu sangat hangat sekali menyapa dan terlihat ramah. Bejo tentu saja mengimbangi. Dia bersikap ramah sampai dimana pertanyaan keramat keluar dari mulut beliau. "Sejak kapan dekat dengan Caca?" "Dekat? Dekat gimana ya, Bu? Kami berteman," jawabnya dan Caca tersenyum kecut mendengar itu. "Oh, Ibu pikir pacarnya Caca. Katanya Caca mau mengajak pacarnya datang ke rumah. Ibu pikir itu kamu." Bejo melirik Caca. Jengah sekali dia memandang Caca yang ternyata memberikan kabar palsu. Untungnya Ibu dari Caca tanya dulu padanya. Beliau tidak asal mengira kalau mereka itu pacaran. "Yeee.... Caca marica hehe! Kapan gue nambak Lo? Halu aja jadi perempuan. Pengen gue jitak kepalanya sekalian." Tentu saja dalam hati Bejo sewot sendiri. Kalau tidak karena

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 290. Kaleng Kerupuk Seribuan

    "Jo tolong aku!" TUT Kedua alis Bejo menukik mendengar suara seorang wanita yang meminta tolong. Bukan Mila! Sekarang panggilan itu pun sudah ditutup. Hanya sekedar kode yang Bejo sendiri tidak mau terpancing akan hal itu. "Siapa sih? Mau ngejebak gue apa gimana?" gumam Bejo. Dia pun memastikan kalau benar bukan Mila. Bejo melipir ke dekat tiang penyangga bangunan dan bersandar di sana seraya menghubungi Mila. "Hallo ada apa, Jo?" "Nyonya dimana?" "Toko." "Aman?" "Aman. Kenapa memangnya?" "Oh, nggak kenapa-kenapa. Kalau aman ya baguslah! Ya sudah lanjut ya, Nyonya!" "Eh tunggu, Jo!" "Ada apa, Nyonya?" "Kamu aman?" "Selagi Nyonya aman, saya akan selalu aman," jawab Bejo tetapi dalam hati dia bersorak. "Anjaaayyyy! Sok puitis banget, najis!" "Oh, ya sudah." Entah bagaimana tanggapan Mila saat ini tapi Bejo terpancing ingin kembali bertanya pada wanita itu. "Nyonya aman?" "Kan tadi saya sudah jawab kalau saya aman, Jo." "Bukan situ

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 289. Memohon

    Kedua mata Bejo terbelalak kala depan mata, depan hidung, depan mulut, depan pipi, semuka-muka, langsung disuguhkan dengan dada montok dosennya. Bahkan aroma wangi itu langsung menyeruak masuk ke dalam indera penciumannya yang tajam. Bukan hanya itu, kulit mulus. Bu Keysa juga lansung menyapa kulitnya. Tidak! Gila! Nekat ini perempuan! Wangi sih, tapi sorry. Sudah terikat kontrak dengan Nyonya Mila yang sulit dilepaskan. Bejo segera mendorong tubuh Bu Keysa hingga terjerembab ke lantai. Hal itu tentu saja sangat mengejutkan beliau. Jangan salahkan dia yang kasar! Bejo tak ingin melakukan itu tetapi dosennya malah nekat memaksa. Maka jangan salahkan dia yang nekat juga demi bisa menyelamatkan diri. "Aakkhh!" pekik Bu Keysa dan Bejo pun segera beranjak dari duduknya. Dia mengusap wajahnya dan menyugar kembali rambut yang berantakan akibat ulah dosennya. Bejo melirik Bu Keysa yang kini memandangnya dengan kedua mata dan pipi yang memerah. Wanita itu agaknya malu dengan t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 04. Mandul

    "Sudah setahun lebih saya menunggu, tapi mana? Sabar! Sabar! Sabar terus! Kamu tuh bisanya cuma nyuruh orang sabar tapi kamu nggak mau berusaha! Kamu mandul 'kan?"sentak wanita tua itu hingga membuat Bejo menghentikan langkahnya. "Apaan sich? Heboh banget!" "Kalau begitu, seenggaknya kasihlah

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 03. Sampai Klimaks

    "Gila! Yakin malam ini mulai deketin Nyonya? Berat! Berat!" gumam Bejo sesampainya kembali di rumah besar milik majikannya setelah mengantar Tuan Saka ke bandara. Bejo menatap rumah besar itu dan memutuskan untuk masuk lewat belakang. Sebelum menemui Nyonya Mila, lebih dulu Bejo mengambil makan.

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 02. Tepat Di Titik Sensitifnya

    "Mulai malam ini kalian harus bisa terbiasa bersama!" "Apa maksudmu, Mas?" tanya Mila dengan suara lirih tetapi penuh penekanan dan Bejo hanya menundukkan kepala melihat ekspresi dari Nyonyanya. Saat ini Bejo diminta ikut ke dalam kamar utama. Di sana terlihat sekali ranjang sedikit berantaka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 01. Bercintalah Dengannya

    "Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan." "Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil." "Masuk dulu sana!" Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikan

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status