共有

Bab 95. Salfok

作者: weni3
last update 公開日: 2026-07-23 13:05:11

[Jo jadinya kapan kamu ke rumah aku? Pagi ini atau besok usai kampus? Kayaknya lebih baik pulang kampus aja deh. Kita bisa agak lama ngobrolnya. Bisa juga belajarnya jadi di rumah aku. Gimana?"]

Bejo berdecak kala melihat pesan masuk dari Caca. Baru juga melek mata, sudah ada yang menanyakan demikian. Kalau misal bukan karena penasaran akan wanita itu, malas sekali Bejo harus berurusan dengan perempuan yang satu ini.

Hidupnya masih terlalu sibuk untuk hal yang tak guna tetapi semua menjadi b
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 96. Makan Orok

    "Buseh dah! Untung ini mobil dia sendiri, mau dibanting, dibakar, bodo amat. Si Nyonya cepet banget bad mood-nya. Haish... Lupa gue kalau dia lagi PMS. Harusnya tadi jangan bahas itu ya. Eh tapi kenapa kudu marah? Nggak demen banget gue sama Caca. Bukannya ACC punya pacar? Masa' iya..... " Bejo terdiam setelah memikirkan itu kemudian menghela nafas berat dan menyandarkan tubuhnya. "Nggak tanggung jawab gue kalau Nyonya pakai hati. Kena ini kayaknya. Mana udah di ulti sama Tuan lagi." Bejo seperti makan buah simalakama kalau sampai membuat istri orang suka padanya. Padahal dia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk tetap profesional kerja. Eh malah istri majikannnya yang sepertinya memang mulai ada rasa tetapi belum sadar juga. "Nggak taulah! Ngampus dulu aja. Jangan mikirin begituan! Gue jadi pusing sendiri kalau begini." Bejo melanjutkan perjalanan menuju kampus. Seperti biasa, tidak ada hal yang membuatnya mangkir. Bejo langsung saja menuju kelas karena waktu sudah m

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 95. Salfok

    [Jo jadinya kapan kamu ke rumah aku? Pagi ini atau besok usai kampus? Kayaknya lebih baik pulang kampus aja deh. Kita bisa agak lama ngobrolnya. Bisa juga belajarnya jadi di rumah aku. Gimana?"] Bejo berdecak kala melihat pesan masuk dari Caca. Baru juga melek mata, sudah ada yang menanyakan demikian. Kalau misal bukan karena penasaran akan wanita itu, malas sekali Bejo harus berurusan dengan perempuan yang satu ini. Hidupnya masih terlalu sibuk untuk hal yang tak guna tetapi semua menjadi berguna setelah dia masuk di keluarga Saka. Yang berkaitan dengan majikannya menjadi penting walaupun terpaksa. [Nanti gue kabarin. Kalau pagi ini nggak bisa.] [Oke.] Jawaban dari Bejo yang hanya sekedar itu saja sudah bisa membuat Caca senang sekali. Bagaimana kalau sampai didatangi rumahnya oleh Bejo? "Banyak banget jadwal gue perasaan. Nyari tau ceweknya si dokter juga lagi. Ribet bin repot emang!" gumam Bejo kemudian menarik diri dari atas ranjang dan segera mempersiapkan semuanya sebel

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 94. Gemas

    "Saya tunggu kamu di halaman belakang sekarang juga, Jo!" Mendapati itu, Bejo pun segera melajukan motornya dengan cepat untuk segera pulang ke rumah. Sampai di rumah pun, segera dia melepas helm tanpa memperdulikan jaketnya. Bejo segera berlari masuk ke dalam rumah dan menemui Mila yang sudah ada di pinggir kolam. Kedua alisnya menukik saat melihat keberadaan Mila di sana. Baru juga Mila sembuh, tapi sudah main air lagi. Apa tidak kapok kemarin sakit sampai panas tinggi? "Nyonya ngapain malam-malam duduk di situ? Lagi belajar jadi duyung?" tanya Bejo yang kini sudah berdiri di belakang Mila. Namun wanita itu tidak sama sekali menoleh kepadanya dan hanya diam memperhatikan air. "Nya, Nyonya kenapa? Kok Nyonya diam aja? Ini Nyonya 'kan?" tanya Bejo sampai terdengar decakan lembut dari Mila. " Kamu kemana saja jam segini baru pulang? Pacaran?" tanya Mila yang kini menoleh memperhatikannya. Alis Bejo terangkat menangkap wajah Mila yang terlihat masih sedikit pucat tapi

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 93. Sugar Baby

    Bejo belum membuka pesan dari Mila. Kesibukannya membuat Bejo tidak banyak memiliki waktu untuk itu. Sampai siang dan jam ngampus selesai, masih ada kegiatan lainnya yang kebetulan sekali bisa dia ikuti karena masih free dari pekerjaannya. Keluar ruangan langit sudah mendung. Bejo tentu saja tidak sendiri saat ini. Dia bersama dengan kedua temannya mau mampir dulu di warung soto untuk makan siang yang sudah kesorean. "Begini kalau sok sibuk. Waktunya pulang malah masih banyak banget kegiatan. BTW lo makan dua mangkok, Jo?" tanya Didi dengan wajah yang begitu sangat terkejut sekali setelah melihat Ibu yang punya warung memberikan empat mangkok soto dan yang dua langsung diambil alih oleh Bejo. "Laper gue dari kemarin sore nggak makan. Sekarang udah ketemu sore lagi. Masih bisa berdiri juga udah bagus." "Apanya yang berdiri, Jo?" sahut Edo bercanda. "Leher loe yang berdiri, Do!" celetuk Bejo dan Edo terkekeh mendengar itu. Mereka pun lanjut makan. Bejo hampir lupa kalau

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 92. Dikelonin

    Bejo menarik napas panjang kala merasakan tangan Mila melingkar di tubuhnya. Bejo pun kembali mendengar napas teratur Mila yang menunjukkan bahwa wanita ini sudah kembali nyenyak. Dia sama sekali tidak mengganggu, tidak bertanya dan membiarkan Mila tidur dengan nyenyak. Hanya satu yang menjadi PR untuknya. Jangan sampai dia ikut tertidur dan tidak tau kalau Bibi atau Saka tiba-tiba datang. "Duh mana ngantuk banget lagi gue. Kalau merem alamat ketahuan. Nggak merem, mata gue sepet banget." Bejo berdecak lirih setelah mengatakan itu dan mengusap tangan Mila. Posisinya saat ini terlentang melihat langit-langit kamar. Bejo sama sekali tidak bergerak sampai waktu sudah menunjukan pukul tiga. "Gue pindah kali ya. Ini bentar lagi pagi. Bisa-bisa ketahuan sama Bibi kalau disini terus. Iya lah gue turun aja," gumamnya. Lagian mata sudah sangat berat. Berjam-jam dia menunggu Mila pindah posisi tetapi masih saja dengan posisi yang sama. Alhasil dia malah tidak kuat disuguhkan de

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 91. Menemani

    "Apa yang jatuh? Nggak mungkin pesawat yang jatuh dari atas langit 'kan, Bi?" gumam Bejo dan pelan-pelan beranjak dari sana menahan kesakitan di kakinya yang menjalar ke lutut juga pinggul. Namun sepertinya bukan hanya disitu saja melainkan sampai ke punggung-punggung. Hanya saja dia tidak mungkin diam. Bejo ingin sekali melihat kondisi Mila saat ini. Bejo mengetuk pintu kamar yang tertutup. Tidak ada yang membuka karena memang penghuninya sedang sakit, perlahan Bejo pun membuka pintu kamar tersebut kemudian melihat wanita cantik yang terlihat pucat dengan rambut berantakan. Selebihnya tubuh Mila tertutup oleh selimut tebal yang membalut rapi wanita itu. Perlahan dia menutup pintu kemudian melangkah mendekati Mila. Langkahnya tidak terdengar agar tidak mengganggu Mila. Dia sama sekali tidak ingin membuat wanita itu keluar dari mimpi indah. Entah mimpi yang sangat membahagiakan atau mimpi yang membuat Mila gelisah. Nyatanya saat dia semakin mendekat, bukan ketenangan yang

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 02. Tepat Di Titik Sensitifnya

    "Mulai malam ini kalian harus bisa terbiasa bersama!" "Apa maksudmu, Mas?" tanya Mila dengan suara lirih tetapi penuh penekanan dan Bejo hanya menundukkan kepala melihat ekspresi dari Nyonyanya. Saat ini Bejo diminta ikut ke dalam kamar utama. Di sana terlihat sekali ranjang sedikit berantaka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 01. Bercintalah Dengannya

    "Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan." "Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil." "Masuk dulu sana!" Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikan

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status