MasukSalwa, gadis desa yang terjebak dalam kehidupan gemerlap di kota Jakarta karena ajakan sahabat lamanya. Hidupnya berubah drastis semenjak merantau, banyak pejabat dan pria berduit yang menginginkan dirinya karena kecantikannya yang luar biasa. Himpitan ekonomi membuatnya harus menjadi pelayan di klub malam dan berujung pada keterpaksaan menjadi simpanan orang-orang kaya yang punya power di kota besar. Sosoknya yang polos lambat laun terbawa arus kehidupan yang keras sehingga menjalani pilihan yang sulit dan mengorbankan harga dirinya demi menghidupi keluarganya yang miskin.
Lihat lebih banyak“Sayang pagi ini aku pergi dulu ya! Bodyguard itu akan datang jam 7 nanti.” Sabiru berpamitan sambil mencium kening Salwa.“Baiklah, kamu juga hati-hati ya!” jawab Salwa.“Pasti.” Sabiru membuka pintu dan pergi meninggalkan Salwa sendirian di dalam unit apartemennya.Salwa melihat jam dinding yang masih menunjukkan pukul 5 pagi. Dia memutuskan untuk tidur lagi sampai bodyguard itu datang.‘Tok tok tok’ suara pintu diketuk oleh seseorang.Salwa mendengar ketukan itu, dia membuka matanya. Dilihatnya jam dinding yang menunjukkan pukul 07.10. Dia melompat dari tempat tidurnya untuk membuka pintu.“Selamat pagi, saya Dion, bodyguard yang sudah Anda sewa melalui aplikasi,” pria di depan pintu itu tersenyum memperkenalkan diri pada Salwa.“Oh… iya, silahkan masuk,” Salwa merasa canggung.Dion melihat Salwa dari ujung kaki ke ujung kepala. Salwa masih memakai baju tidur dan rambutnya berantakan. “Maaf ya, aku bangun tidur.” Salwa malu dan kemudian langsung masuk ke kamar mandi untuk membersi
“Hmm… makanannya enak sekali,” Salwa mengunyah makanannya sambil memuji cita rasanya.“Iya, aku juga setuju. Ini enak sekali.” Sabiru menanggapi sembari mengunyah makanannya.“Setelah ini kita kemana?” tanya Salwa.“Pulang, kita kan sudah lama di sini. Lebih baik kita istirahat saja di apartemen,” jawab Sabiru.Pria yang mengawasi Sabiru dan Salwa duduk di dalam kafe. Dia berniat mengikuti Sabiru dan memotret semua gerak-geriknya untuk diberikan pada seseorang.Lima belas menit berlalu, Salwa sudah menjinjing tasnya dan bangkit dari kursi. Sabiru memegang kunci mobilnya dan berjalan keluar dari kafe. Pria itu membuntutinya perlahan-lahan.Dengan gerakan cepat, pria tersebut sudah berada di atas motor. Melihat mobil Sabiru melaju, pria tersebut ikut tancap gas berjalan di belakang mobil dengan jarak yang diatur agak jauh supaya tidak mencurigakan.“Akhirnya sampai juga…” kata Sabiru lega saat mobilnya terparkir di basement apartement.Pria misterius itu membuntuti Salwa dan Sabiru samp
“Hah… apa kamu sudah gila? Itu terlalu berbahaya, aku tidak setuju,” Rani kaget mendengar bisikan dari Vino.“Ayolah! Bantu aku!” pinta Vino.“Aku tidak mau, resikonya terlalu besar untuk kita. Sabiru tidak akan tinggal diam jika terjadi sesuatu pada wanitanya,” Rani menolak mentah-mentah keinginan Vino yang ingin dibantu balas dendam.“Ah ya sudahlah…” Vino menyerah.“Aku sempat melihat Sabiru bersama anak dan istrinya,” cerita Rani.“Sabiru sudah punya keluarga? Tapi kenapa tidak pernah ada pemberitaan di publik? Aku pikir selama ini dia single,” Vino kaget mendengar cerita Rani.“Iya, aku melihat sendiri istri dan anaknya hari itu. Aku mendengar anak kecil itu memanggilnya dengan sebutan ‘Papa’,” terang Rani.“Sabiru benar-benar playboy kelas kakap. Sudah punya keluarga tapi masih suka main wanita, bahkan sebelum kamu kerja di klub, telah banyak wanita yang dikencaninya. Malang sekali nasib sahabatmu yang akan jadi korban selanjutnya.” Vino bicara sambil mengunyah makanan.“Habiska
“Aku cinta kamu,” Salwa menatap mata Sabiru setelah bercinta semalaman.“Aku juga, Sayang!” Sabiru memeluk tubuh Salwa yang masih berbaring di ranjang.Senyum manis menghiasi wajah keduanya. “Cepat mandi! Aku mau ajak kamu ke suatu tempat.”“Kemana?” tanya Salwa.“Sudah ikut saja, kamu pasti suka,” jawab Sabiru sambil mengelus kepala Salwa.Salwa turun dari ranjang dan bergegas ke kamar mandi. Dia membersihkan tubuhnya yang dipenuhi bekas kecupan pria yang dia cintai. Dipandanginya wajah dan tubuhnya di depan cermin.“Ah… ini ulah Sabiru,” kata Salwa berbicara sendiri.Beberapa menit kemudian, Salwa selesai mandi. Dia memakai dress putih yang membuatnya makin terlihat cantik. “Cantik sekali kamu, Sayang! Tunggu ya… aku mau mandi dulu,” Sabiru terpukau melihat kecantikan Salwa.Beberapa menit kemudian, Salwa dan Sabiru keluar dari apartemen. Sabiru membukakan pintu mobilnya untuk Salwa. Dengan tersipu malu, Salwa menatap mata Sabiru sambil masuk ke dalam mobil.Setelah keduanya duduk












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.