MasukDijual kepada pria paling berbahaya di kota demi melunasi utang sang ayah tiri, Eleanor Juliet Hayes tidak pernah membayangkan hidupnya akan berubah menjadi mimpi buruk tanpa akhir. Grayson Oliver Blake, mafia kejam dan tak tersentuh. Menerimanya bukan karena cinta, tetapi karena sebuah alasan yang lebih kelam. Tanpa kelembutan. Tanpa kasih sayang. Hanya kontrak dingin dan tatapan tajam yang menusuk jantung. Namun, di balik semua itu, ada rahasia yang disembunyikan. Ada masa lalu yang gelap, dendam yang belum selesai, dan bahaya yang mengintai dalam diam. Bisakah Eleanor bertahan di dunia Grayson yang penuh darah dan kekuasaan? Atau justru ia akan menjadi titik lemah dari pria yang tak pernah punya hati?
Lihat lebih banyakPOV EleanorHari demi hari kami lewati dengan penuh bahagia. Dari sebuah pilihan kecil membuat hidup kami begitu harmonis hingga tak terasa kini telah menginjak satu bulan kami tinggal di New Zealand. Grayson bahkan sudah mulai lihai memasak. Dan aku begitu menikmati masakannya yang nyaris jauh lebih enak dariku.Sinar matahari musim semi menyusup melalui jendela kamar, menyentuh kulitku yang mulai pucat. Aku duduk di tepi ranjang, tanganku refleks mengusap perutku yang masih rata, meski aku tahu di dalam sana ada sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang kecil, rapuh, tapi menjadi alasan baruku untuk hidup.Aku menatap Grayson yang berdiri tak jauh, sibuk membuka tirai sambil menoleh ke arahku. Wajahnya tampak lebih tenang dibandingkan beberapa minggu lalu, tapi aku tahu di balik matanya selalu ada kegelisahan yang tak pernah sepenuhnya pergi.“Gray…” suaraku lirih.Ia segera menoleh, mendekat, lalu duduk di sampingku. &
POV EleanorSetelah menikah kemarin, Grayson tak memberi jedah untuk kami. Grayson mengatakan ingin memberikanku sebuah hadiah pernikahan yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Ia menutup mataku dan ia membawaku menaiki sebuah jet pribadi yang sudah siap di halaman meski aku bahkan belum mandi pagi itu.Dan saat kami tiba, Grayson membuka penutup mataku. Sontak aku sangat terkejut. Tempat yang terlalu indah, penuh ketenangan.Aku menutup mulut dengan kedua tanganku.“Selamat datang di New Zealand istriku…” ucap Grayson dengan senyum yang begitu mengembang.Air mataku tak bisa tertahan lagi. Haru dan bahagia semakin tak terbendung lagi.“Gray… ahh terima kasih hadiah pernikahannya…” Aku masih menatap keseluruh penjuru dengan perasaan takjub.“Apa kamu menyukai tempat ini?”“Yah! Tentu…” mataku masih berkaca-kaca“Kalau be
POV EleanorUdara sore di luar kapel kecil itu terasa tenang, seolah angin pun menahan napas menyaksikan momen yang akan datang. Kapel tua di atas bukit yang dibelakangnya ada pantai yang indah, jauh dari hiruk pikuk dunia mafia, berdiri sederhana namun anggun. Dinding batu putih yang sudah berlumut tetap berdiri kokoh, sementara cahaya matahari senja menembus kaca patri, memantulkan warna merah dan emas di dalam ruangan.Aku—Eleanor—berdiri di depan cermin tinggi dengan gaun putih cantik nan elegant. Tidak ada kemewahan berlebihan, hanya renda lembut yang membalut tubuhku. Tanganku bergetar saat menyentuh kaca, seolah aku belum percaya bahwa hari ini akhirnya tiba.Suara pelan terdengar di pintu. “Eleanor…” Itu suara Clara. Ia masuk perlahan, mengenakan gaun biru gelap yang anggun. Tatapannya melembut saat melihatku. “Kau terlihat… indah. Bahkan lebih indah daripada yang bisa kubayangkan.”
POV GraysonSetelah rapat dengan Vincent, Clara, dan Damien berakhir, aku duduk sendirian di ruang kerja. Lampu meja menyinari berkas-berkas yang berserakan, tapi pikiranku tak lagi berada pada dokumen atau strategi. Jemariku berhenti di atas layar ponsel. Nomor yang sudah lama tersimpan, tapi jarang sekali kugunakan.Nomor ibuku.Aku menarik napas panjang, menekan tombol panggil. Suara sambungan terdengar, dan detik-detik itu terasa seperti menunggu vonis.“Gray?” suara ibuku akhirnya terdengar, lembut, hangat, tapi juga penuh keheranan. “Hallo sayang... tumben kamu telfon ibu, ada apa sayang?”Aku menutup mata sejenak, mencoba menahan gejolak emosi. “Ibu… aku ingin kau datang besok.”“Besok?” suaranya terdengar bingung. “Untuk apa? Kau jarang mengundangku mendadak seperti ini.” Ada jeda singkat sebelum ia menambahkan dengan nada lebih curiga. “Apakah
POV GraysonAsap menelan ruangan, membuat setiap langkah terasa seperti menembus kabut neraka. Suara tembakan bergaung di segala arah, bercampur dengan jeritan dan hantaman tubuh yang tumbang. Bau mesiu menusuk hidung, darah yang tumpah di lantai marmer berkilau samar di b
POV EleanorPelipisku masih terasa dingin oleh moncong pistol Antonio. Logamnya menusuk kulit, menempel begitu erat hingga aku hampir bisa merasakan getarannya saat ia bernapas di belakangku. Tangannya mencengkeram bahuku, keras, kasar, seakan aku hanya mainan yang siap di
POV GraysonAsap memenuhi aula, menelan cahaya lampu kristal dan jeritan para tamu undangan yang berubah jadi panik. Suara tembakan menggema, bercampur dengan suara besi jatuh dan teriakan terputus.Aku bergerak cepat, menarik pelatuk lagi—satu penjaga terjatuh, darahnya membasahi lantai marmer. Ma
POV GraysonCahaya menyilaukan dari lampu gantung kristal memukul wajahku begitu pintu aula terbuka. Ruangan itu luas, dengan langit-langit tinggi dan dinding batu tua berukir lambang Castel. Musik klasik mengalun dari gramofon di sudut, terdengar kontras dengan suasana penuh ketegangan.Puluhan pr






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan