共有

Bab 84. Kesepakatan

作者: Shenna
last update 公開日: 2025-09-07 14:44:08

"Kau serius, Alexander?" tanya Reagan lagi.

"Ya. Dia hanya seorang wanita. Aku tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan besar hanya karena dirinya."

"Dan jika suatu hari kau masih menemuinya?"

"Aku akan menjauhinya. Tidak ada alasan bagiku untuk kembali pada sesuatu yang hanya akan melemahkanku."

Reagan mengisap rokoknya dalam-dalam, bara merahnya memercik singkat. "Tidak ada salahnya berjaga-jaga. Maka dengar ini, nyawanya akan berada di tanganku saja, karena kau berbuat bodoh untuk kedua kalin
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 153. Sebuah Percakapan

    Sesaat kemudian, ketiganya pun memutuskan keluar dari meja makan tanpa menyelesaikannya. Kini, tak terasa sudah berapa jam Ella duduk di atas ranjang sambil memangku laptop. Layar di depannya masih menampilkan halaman lamaran pekerjaan. Kursor bergerak menuju tombol "Kirim", lalu satu klik mengakhiri proses tersebut.Lebih dari dua puluh lamaran kini sudah ia kirimkan ke berbagai ballet academy dan ballet school di Melbourne. Semoga setidaknya salah satu dari tempat tersebut segera memberikan respons. Walau memang tidak memiliki ijazah perguruan tinggi yang bisa dicantumkan. Namun, Ella memiliki pengalaman bertahun-tahun di dunia balet, lengkap dengan berbagai portofolio pertunjukan, kompetisi, dan penghargaan yang pernah diraihnya. Setidaknya, ia masih memiliki sesuatu untuk ditawarkan.Ella keluar dari kamarnya dengan niat mengambil minum di dapur.Namun, langkahnya terhenti ketika melewati jendela besar di dekat pintu depan.Di luar, tampak punggung Ayahnya berdiri sendirian. As

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 152. Malam Natal

    *** Empat bulan kehamilan. Ella tengah duduk manis di sebuah kursi. Kedua tangannya memeluk cangkir cokelat hangat yang sesekali ia teguk. Rambutnya sedikit berantakan tertiup angin yang masuk dari pintu garasi yang terbuka lebar. Sore ini angin dingin berembus cukup kencang. Langit mendung membuat udara terasa lebih menusuk, padahal siang tadi udara cukup hangat. Cuaca kota ini memang labil. Omong-omong, Ella sedang berada di garasi besar keluarga yang kini di sulap menjadi bengkel pribadi. Suara mesin dan dentingan peralatan terdengar bersahutan. Joshua dan Finn tampak sibuk pada sebuah mobil tua berwarna silver. Mobil itu memiliki bodi panjang, atap rendah, serta desain klasik yang membuatnya jauh dari kata modern. Namun, mobil tersebut memiliki sejarah panjang dalam keluarga mereka. Ayah mereka menggunakannya untuk mengajak Ibu mereka berkencan untuk pertama kalinya. Setelah itu, mobil tersebut berpindah tangan kepada dua putranya. Saat masih sekolah, keduanya b

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 151. Kehendak Bertahan

    Daisy langsung meraih lengannya. Wajahnya mendekat. Bibirnya bergerak tanpa suara, membentuk kalimat 'Kau hamil.'Ella hanya menatapnya, tidak ada keraguan atau bantahan.Ia mengalihkan pandangan kepada si kembar. "Aku pernah mencobanya sekali di Milan. Dan ternyata menyenangkan," ungkapnya datar. "Tidak ada salahnya mencoba untuk kedua kalinya. Mungkin besok ketiga, keempat, dan seterusnya. Bukankah hdup akan terasa lebih berarti saat berhenti memikirkan peraturan?""Biarkan saja, Daisy," ujar Ashlyn santai. "Kenapa kau tiba-tiba bersikap seperti ibunya? Dia juga bukan anak di bawah umur."Ashley ikut menyahut, "Ya. Kami juga bisa pikirkan lagi untuk memberimu sedikit."Tapi Daisy tidak menjawab.Ketika Ella menatapnya lagi, Daisy masih memandangnya dengan alis berkerut. Tatapannya seolah bertanya, 'Kenapa?'Ella akhirnya mendekatkan bibirnya ke telinga Daisy. "Mungkin ini caranya. Bantu aku, seperti sebelumnya."Dan malam itu berlalu tanpa terasa.Hingga sinar matahari kembali menyi

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 150. Pilihan yang Salah

    Kemudian Ella melangkah menuju pintu, ingin mengakhiri percakapan itu. "Bagaimana bisa kau menyimpulkan aku akan kecewa jika kau bahkan belum menceritakan separuhnya saja?" seru Daisy dari belakang. Namun Ella tetap tidak berhenti. Saat tangannya baru saja meraih gagang pintu seketika dua orang perempuan tiba-tiba berlari masuk. "AAAA!" Ella refleks mundur agar tak tertabrak. Kedua perempuan itu langsung menyelinap masuk sambil tertawa bersemangat. "Hahahaha! Cepat kunci pintu! Cepat!" Alis Ella terangkat. Mereka adalah Ashley dan Ashlyn, dua saudari kembar dari jurusan Teater. Meski berbeda jurusan dengannya, mereka cukup sering bertemu di kampus. Keduanya juga dikenal sebagai sosok yang santai dan sulit ditebak. Ashley yang memegang sebuah botol di tangannya menoleh ke arah Ella. Matanya langsung berbinar. "Kau Ella, bukan?" Ia melangkah mendekat. "Kudengar kau pindah ke kampus Milan. Apa sudah selesai?" Ashlyn yang baru selesai mengunci pintu ikut menghampiri mereka. "M

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 149. Siapa Alexander?

    Ella menatap Daisy beberapa detik, memastikan sahabatnya itu tidak sedang bercanda. "A-apa?" "Menuntut!" Daisy menjawab tanpa ragu. "Dia tidak boleh menjalani hidupnya dengan tenang setelah menghancurkan hidupmu! Kita harus melakukan sesuatu!" Napas Ella tertahan sesaat. Wajar Daisy bereaksi menggebu-gebu, tapi cerita sebenarnya tidak sesederhana itu. "Seperti ... apa? Ke polisi?" "Ya, itu bisa menjadi salah satu opsi! Atau kita memposting saja kronologi dan buktinya di media sosial. Cara itu sedang naik daun." Ella langsung menggeleng. "Tidak, Daisy, tidak. Lupakan saja rencana itu." "Oh! Atau kita langsung ke Milan saja? Supaya lebih mudah menghajarnya." "Tidak!" Dahi Daisy langsung berkerut melihat Ella yang seperti melindungi. "Kenapa?" Tubuhnya yang semula bersandar di ambang jendela kini tegak. Matanya menyipit ke Ella. "Jangan bilang kau ..." Suasana mendadak terasa sunyi. "KAU MASIH MENCINTAINYA!?" "T-ti ..." Bibirnya bergerak kecil, tetapi kaku mengeluarkan kalimat

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 148. Menuntut

    Ella mempercepat langkah meninggalkan dapur tanpa sekali pun menoleh ke belakang.Dadanya masih bergemuruh. Yang ada di kepalanya hanya satu, keluar dari rumah ini secepat mungkin.Namun, semakin mendekati ruang tamu, semakin padat pula kerumunan yang harus ditembusnya.Entah sejak kapan jumlah tamu terasa bertambah berkali-kali lipat. Orang-orang memenuhi hampir setiap sudut rumah, saling berhimpitan sambil tertawa dan membawa gelas di tangan."Permisi. Tolong berikan jalan sedikit."Tak ada yang mendengar.Ella kembali menyelip di antara tubuh-tubuh yang menghalangi jalannya. "Permisi!"Akhirnya, pintu depan mulai terlihat di kejauhan.Baru beberapa langkah lagi-"SELAMAT MALAM, GUYS! HUUUUU!"Suara menggelegar dari mikrofon memenuhi seluruh rumah. Seketika sorak-sorai membalas dari segala penjuru.Ella tak mengenal siapa suara ini. Siapa yang peduli juga?"C'mon guys, berkumpul dan kerahkan semangat kalian malam ini!"Dalam hitungan detik, keadaan berubah kacau. Semua tamu berbondo

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 86. Casino

    Casino Royale adalah simbol kemewahan, keserakahan, dan rahasia gelap yang dimiliki keluarga Hoffa. Malam ini, putra kedua Reagan hadir, setelan jas tuxedo melengkapi penampilannya dengan sempurna.Setiap langkah Alexander penuh percaya diri, tak ada ketakutan, tak ada keraguan. Mata panjangnya men

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 3. Antara Dua Racun

    "Apa?" Mata Ella membelalak. Tubuhnya seolah membatu, jantungnya memukul-mukul rusuk. Baru beberapa menit yang lalu Alexander mengaku tidak mengenalnya, tapi sekarang ucapannya berubah drastis. Ella menggeleng pelan, mencoba menahan gemuruh dalam dada. "A ... aku tidak mengerti. Apa yang Anda bicar

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 2. Kenangan Semalam

    "Ella, kemari," panggil pelatih Ballet-Eva. Panggilan itu membuat kesadaran Ella kembali. Ia diam sebelum akhirnya melangkah dengan kaki yang sedikit bergetar. Sekarang, dirinya bergabung bersama kumpulan orang-orang itu."Jangan menunduk dan sapa pria di depanmu," bisik Eva.Ella menelan ludahnya

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 1. Pangkuan dan Alkohol

    Cahaya strobo berkelip di langit-langit, melempar bayangan tajam ke wajah-wajah yang menari liar. Musik deep house menghentak dada, disusul asap kabut dan aroma pekat parfum, keringat, serta alkohol.Di sudut kursi bar counter, seorang pria duduk sendirian. Jas hitamnya masih rapi, meski dasi sudah

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status