MasukSherine Souad Ahlam, wanita dengan simbol kecantikan yang sempurna, memiliki darah Lebanon dan Rusia menambah kecantikannya yang tidak biasa. Sebagai supervisor di perusahaan skincare ternama, Moonsky, sekaligus influencer dengan jutaan pengikut, ia tampak memiliki segalanya. Wajah menawan, karier cemerlang, dan kehidupan glamor yang diidamkan banyak orang. Namun, di balik semua itu, ia menyimpan rahasia kelam. Ia terlilit utang hampir 400 juta rupiah akibat gaya hidup borosnya. Dihantui ketakutan, ia tak berani meminta bantuan keluarganya dan memilih menanggung semuanya sendiri. Hingga di titik terendah, ketika tak ada lagi jalan keluar, sebuah tawaran datang dari pria misterius yang merupakan pemilik perusahaan tempatnya bekerja. Solusi atas seluruh beban yang mengikatnya ada di tangan pria itu, namun dengan syarat yang tak biasa. Apakah Sherine akan menerima tawaran tersebut? Dan berapa harga yang harus ia bayar demi kebebasannya?
Lihat lebih banyakKalimat itu seperti memukul dada Dewa.“Sherine—”“Nanti saya akan mengurus semuanya.”Air matanya jatuh semakin deras.“Termasuk… perceraian kita.”Ruangan itu langsung membeku.Dewa seperti kehilangan udara untuk bernapas.“Apa?”Ia melangkah satu langkah mendekat. Namun Sherine sudah memalingkan wajahnya. Dewa menggeleng pelan, tidak percaya.“Tidak… kita bisa bicara—”“Semuanya sudah cukup.” Sherine menghapus air matanya dengan punggung tangan. “Pernikahan ini sejak awal memang salah.”Dewa merasakan sesuatu di dadanya seperti retak. Ia meraih lengan Sherine lagi. “Kita bisa memperbaikinya.” Nada suaranya berubah… bukan lagi keras seperti sebelumnya.Justru terdengar memohon.“Aku minta maaf.”Kalimat itu keluar dengan berat. Sherine menutup matanya sesaat. Namun sebelum ia sempat menjawab—Mustafa melangkah maju. Suara sepatu pria tua itu terdengar tegas di lantai marmer.“Cukup.”Ia berdiri di antara mereka. Tatapannya dingin pada Dewa. “Ambil uang empat ratus juta itu.” Ia menun
Tak lama kemudian suara lain menyusul, lebih muda namun tak kalah keras.“SHERINE! TURUN SEKARANG!”Ibrahim.Dewa langsung terdiam.Seluruh tubuhnya menegang. Ada firasat buruk yang tiba-tiba menyusup ke dadanya. Ia menoleh ke arah tangga.“Siapa itu?” tanya Veneza bingung.Namun Dewa tidak menjawab. Ia sudah berjalan cepat menuju tangga. Langkahnya terasa berat saat menuruni setiap anak tangga.Begitu sampai di ruang tamu, pemandangan di sana langsung membuat napasnya tertahan. Mustafa Ahlam berdiri di tengah ruangan dengan wajah keras seperti batu.Di sampingnya ada Ibrahim, rahangnya terkunci rapat menahan emosi. Dan sedikit di belakang mereka—Jeeh.Tatapan Dewa langsung mengeras.Dadanya seperti disulut api.Jadi benar…Ia tahu siapa yang membawa mereka ke sini. Namun saat ini ia tidak punya ruang untuk melampiaskan kemarahannya. Karena yang berdiri di hadapannya adalah ayah dan kakak dari istrinya.“Baba…,” ujar Dewa mencoba menenangkan situasi. “Kenapa datang malam-malam sepert
Di kamar itu, udara terasa berat. Tirai jendela bergoyang pelan tertiup angin malam, tetapi suasana di dalam ruangan justru terasa panas dan menyesakkan.Sherine terbaring di atas ranjang dengan tubuh gemetar. Air matanya tidak berhenti mengalir.Dewa masih berada di dekatnya, napasnya berat, dadanya naik turun menahan emosi yang bercampur antara keinginan, amarah, dan ketakutan kehilangan.Sherine memalingkan wajahnya.Tangannya mencengkeram seprai dengan kuat seolah menahan sesuatu yang hampir runtuh di dalam dirinya.“Kenapa kamu menangis seperti itu…” suara Dewa terdengar lebih pelan sekarang, namun masih berat.Sherine tidak menjawab. Tangisnya justru semakin pecah. Di matanya, hari ini terasa seperti penghinaan terakhir terhadap harga dirinya.Ia merasa seolah-olah dirinya hanya sesuatu yang diambil ketika diinginkan… lalu dibuang ketika tidak lagi dibutuhkan.Dewa mengusap wajahnya dengan frustrasi.“Sherine… dengarkan aku.” Ia menunduk sedikit, mencoba menangkap tatapan istrin
Dewa seperti tidak mendengar. Emosinya benar-benar meledak. Dengan gerakan kasar, ia mendorong Sherine hingga jatuh ke atas ranjang.Kasur itu berderit saat tubuh Sherine terlempar di atasnya.Dewa berdiri di depan ranjang, napasnya berat seperti seseorang yang hampir kehilangan kendali.“Jadi kamu mau pergi?” suaranya rendah namun penuh kemarahan.Sherine bangkit setengah duduk.“Ya.”Jawaban itu membuat mata Dewa menggelap.“Kamu pikir semuanya semudah itu?”“Saya hanya menjalankan isi kontrak.”“Kontrak?” Dewa tertawa pendek, penuh emosi. “Sekarang kamu baru ingat kontrak?”Sherine menatapnya dengan mata yang masih berkaca.“Anda yang mengingatkan saya semalam, Pak Dewa.”Kalimat itu menusuk tepat sasaran.Profesional.Itu kata yang ia ucapkan sendiri. Dewa berjalan mendekat, aura kemarahannya terasa begitu kuat.“Kamu tidak boleh pergi.”Sherine menggeleng.“Anda tidak berhak menahan saya.”“AKU SUAMIMU!”Bentakan itu membuat Sherine terdiam sejenak. Namun ia tetap berkata dengan
Setelah gunting itu jatuh ke lantai, ketegangan di kamar perlahan mereda.Veneza masih terisak. Napasnya tersengal-sengal seolah baru saja melewati badai besar.Dewa berdiri di hadapannya dengan wajah tegang.Beberapa detik berlalu dalam diam.Tiba-tiba Veneza melangkah maju.Tanpa memberi kesempat
Langkah Sherine terdengar pelan namun tegas menuruni anak tangga.Dari lantai dua ia sudah melihat semuanya—koper besar, Una dan Bi Lilis yang kebingungan, dan seorang perempuan yang berdiri seolah rumah itu adalah miliknya.Veneza.Ketika Sherine sampai di anak tangga terakhir, suara langkahnya me
Ada jeda panjang sebelum Jehanara akhirnya berdiri dan mendekati putranya.“Dengar Mama baik-baik, Jeeh.”Tatapan mereka bertemu.“Apa pun penyesalanmu… apa pun rencanamu dulu… sekarang Sherine adalah istri dari sepupumu Dewa.”Nama itu terdengar berat.“Dewa bukan hanya sepupumu. Sejak kecil kali
Pintu kamar Sherine tertutup pelan.Begitu ia masuk, suasana sunyi langsung menyelimuti ruangan itu. Sunyi yang terasa terlalu berat.Sherine berjalan menuju meja kecil di dekat jendela.Tangannya membuka laci perlahan.Di dalamnya tersimpan sebuah map cokelat yang selama ini hampir tidak pernah ia






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.