LOGINSetelah suaminya membawa perempuan lain ke rumah, emosi Shanaz menjadi tak terkendali. Ia pun terlibat kecelakaan mobil dan masuk ke jurang. Anehnya, Shanaz justru terbangun di tubuh wanita muda bernama Nabila. Berbekal wajah dan tubuh barunya, Shanaz pun memutuskan balas dendam pada suaminya yang telah tega mengkhianatinya. Dia akan menghancurkan rumah tangga suaminya dengan istri barunya itu dengan menjadi kepala pelayan di tempat mereka. Lantas, apakah dendam Shanaz akan berhasil terbalaskan? Selain itu, siapkah Shanaz menerima konsekuensi karena menggunakan tubuh wanita lain untuk menghancurkan suaminya?
View MoreBlood painted the ground in red. Screams of terror and yells of bravery and shouts from commanders resounded in the air.
Sword clanging. Mallets bashing. Crackles of lightning. Roars of various creatures. Burning flames. Healing glows. Deathly blows.
Matthew sucked in more air into his lungs as well as the atmosphere around him as he prepared himself.
Everywhere around him, on land, in the sky even underwater, every living creature there was fighting.
The strong who stood tall and mighty even the weak who braved the odds with high spirits. They clashed without mercy towards each other.
The beating wings of large birds, dragons, giant insects and even giant snake like creatures hovering high above the battlefield.
Even amongst these sounds, Matthew was focused on one thing and one thing only. He opened his eyes as he exhaled the deep breath he took earlier.
His eyes were filled with calmness, determination and confidence as he stared at his opponent standing in front of him.
His opponent was none other than the Scarlett King in his prime. A being that even threatened the heavens and hell itself. Someone truly worthy of being labelled as powerful.
Yet, why was Matthew not even shaking while others might have fallen already?
Easy, because Matthew knew of his opponent's history.
After a brief exchange of stares between the two, finally Matthew spoke.
"Well, are you ready for this?" Matthew asked with a smirk.
"Prepare yourselves first, for you all shall submit to me after I win." The Scarlett King replied with a grin also.
"Is that so?" Matthew lowered his body and extended arms and legs into a battle stance. "Then you also better be ready to lose soon."
"Hmph" The Scarlett King scoffed with a smirk. "Very well." Then he also entered battle mode.
The two stared at each other once again for a moment, before leaping straight into each other.
Their clash shook the entire battlefield even the hearts of those around them.
"Apa kamu pikir aku adalah barang. Yang seenaknya sendiri bisa dipindah tangankan seperti ini?!" Nabila tersulut emosi mendengar pernyataan dari Fernando. Kini dia percaya dengan ucapan dari Lorenzo dan Shanaz yang mengatakan hal-hal buruk mengenai lelaki itu. Dia sekarang mengerti mengapa akhirnya Lorenzo dan Shanaz nekat menikah saat wanita itu terjebak di tubuhnya. Karena selain saling mencintai. Lorenzo pasti ingin menyelamatkan Shanaz. "Bukan seperti tapi–" Fernando mau berkilah. Namun Lita memukul lengannya dengan kencang sambil menangis. Dia tak menyangka kalau ternyata kelakuan suaminya masih tak berubah. Laki-laki yang hanya mengedepankan hawa nafsunya saja. "Keterlaluan! Kamu ceraikan saja aku kalau mau menikahi wanita lain," amuk Lita."Aku juga tidak mau menikah dengan suamimu. Jadi kamu tenang saja," sambar Nabila. Ia kemudian pergi meninggalkan tempat itu. "Permisi!" Lorenzo dan Shanaz sebenarnya kasihan. Mereka berniat mengejar Nabila. Namun terlebih dahulu berpamita
Berbagai pengobatan telah dilakukan oleh Shanaz demi bisa sembuh. Dan setelah 3 tahun usahanya membuahkan hasil. Kini dia sudah cukup sehat untuk kembali ke rumah keluarga besar Lorenzo. Keluarga Lorenzo tak pernah mengetahui cerita mengenai jiwa Shanaz yang selama ini terperangkap di dalam tubuh Nabila. Dan saat tiba-tiba Shanaz muncul di keluarga mereka, Lorenzo hanya berkata kebetulan menemukan Shanaz. "Bagaimana bisa tiba-tiba kamu bertemu dengan Shanaz? Dia kan sudah–" tanya Santi yang tak bisa melanjutkan kalimatnya. Entah mengapa perasaannya campur aduk. Ayahnya juga mempunyai pertanyaan yang sama. Namun memilih diam.Sementara Fernando dan Lita di dalam hatinya merasa cemas. Apalagi kalau bukan masalah uang asuransi jiwa yang dimiliki oleh Shanaz. Mereka takut Shanaz akan mempertanyakannya. Padahal tidak. Shanaz dan Lorenzo tak peduli mengenai masalah itu."Belum Ibu. Shanaz belum meninggal," jawab Lorenzo dengan sopan.Di sana juga ada Nabila. Dia duduk di samping Lorenzo.
Karena kesal Santi mengakhiri sambungan teleponnya secara sepihak. Nabila menjauhkan ponselnya dari telinganya. Lalu meminta penjelasan dari Lorenzo."Siapa itu Edward?" tanya Nabila dengan raut wajah yang serius."Edward adalah kami. Maksudku anakku dengan Shanaz," jawab Lorenzo.Nabila mematung. Kini tak tahu harus berbuat apa. Lorenzo memohon agar Nabila mau pulang dengannya. Ini semua dia lakukan demi anaknya."Anakku membutuhkanmu. Setidaknya pulanglah demi Edward," pinta Lorenzo."Okey. Aku mau mengurus Edward. Tapi di rumah ibuku," sahut Nabila. "Dan 1 lagi. Aku tak mau kamu ikut denganku," lanjutnya memberi syarat. Padahal Lorenzo belum menjawabnya.Lorenzo terdiam. Dia tak bisa menyalahkan Nabila dalam hal ini. Seorang gadis yang tak tahu apa-apa. Tiba-tiba bangun dengan status baru sebagai seorang istri dan anak. Dia berhak marah. Meskipun sebenarnya Lorenzo terlanjur nyaman karena terlalu lama bersama dengan Nabila. "Bagaimana?" tanya Nabila ingin memastikan.Lorenzo tak b
Lorenzo menghargai keputusan Shanaz. Hanya saja dia tak menyangka, bahwa istri yang dia nikahi. Istri yang sanggup membuatnya merasa nyaman setelah kepergian Shanaz adalah mantan adik iparnya sendiri. Yang tak lain adalah Shanaz. "Lalu bagaimana cara agar mereka bisa kembali ke tubuh mereka masing-masing?" tanya Lorenzo."Pejamkan mata. Lalu genggam erat tangannya dan katakan mari bertukar posisi lagi sebanyak 3 kali. Maka kalian akan bertukar posisi seperti semula," jawab orang misterius tadi.Shanaz yang awalnya menunduk lesu karena bimbang, menjadi menoleh ke arahnya. "Kamu mau aku kembali ke badanku?" Shanaz bertanya balik."Semua keputusan ada di tanganmu," jawab Lorenzo. Shanaz dan Lorenzo bersitatap. Lorenzo kemudian menoleh ke arah orang misterius tadi. "Apa konsekuensi jika Shanaz memilih kembali ke tubuhnya?" tanyanya."Seperti yang kamu lihat. Dia akan koma. Jika kamu mau kamu harus menunggu sampai dia sembuh," jawab orang misterius tadi. "Jika tidak kembali ke tubuh masi
Seperti yang sudah Yuni katakan tadi. Ia saat ini tengah sibuk dengan urusan yang berkaitan dengan pakaian Felicia. Sementara Shanaz bermain dengan Felicia. Shanaz sebenarnya kasihan melihat wajah bayi tersebut. Terdapat luka yang dibalut perban. Tapi mau bagaimana lagi. Kenny hanyalah bayi yang bel
Selepas mengurus administrasi, Shanaz pergi ke apotik yang ada di rumah sakit. Dia tidak menunggu sampai nomor antriannya dipanggil. Shanaz meninggalkannya sementara waktu untuk pergi ke kamar perawatan seorang pasien. Seorang wanita paruh baya bangkit dari tempat duduknya. Saat Shanaz membuka pintu
Tak hanya bentakan yang Kenny terima. Yuni bahkan merasakan sakit luar biasa hingga menusuk ke dalam hatinya. Saat Lita menatap wajah Kenny dengan kilatan tajam dan penuh kebencian.Dia membawa Kenny dalam pelukannya untuk menyelamatkan anak itu. Sebelum Lita berbuat lebih jauh kepada bocah malang te
Lita ingin membantah perintah ibu mertuanya. Akan tetapi Fernando mencegahnya. Menepuk pahanya pelan. Lita kaget dan langsung menoleh ke arah Fernando.Fernando memberinya kode agar Lita mau menurut. Lelaki itu berpikir hal ini bagus karena Lita sementara waktu bisa lebih dekat dengan anaknya sendiri












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.