MasukGejolak gairah yang membangkitkan dendam di masalalunya, membuat pria tampan nan rupawan berambisi ingin menghancurkan masa depan kedua anak gadis orang yang telah membunuh orang tuanya. Dia menginginkan orang yang telah membunuh orang tuanya merasakan sakit yang teramat pedih, seperti rasa yang masih berkecamuk dalam dirinya. Menurut dia, orang tua mana yang tidak akan terluka ketika anaknya tersakiti bahkan tidak punya masa depan sama sekali. Makanya dia sangat berambisi membalaskan dendam melalui kedua anak pelaku pembunuhan terhadap mama dan papanya. Akankah ambisi itu berhasil dia lancarkan?
Lihat lebih banyakDifza terbuai dan terlena oleh sentuhan demi sentuhan Rebeka yang begitu memabukkan. Hampir saja dia lupa akan misi dan komitmen yang dia jalin sebelumnya. Rencana besar yang telah dikemas sedemikian rupa oleh Difza, terguncang dan hampir saja runtuh berantakan akibat dirinya tidak bisa menguasai kondisi yang saat ini dia alami. Sadar akan sesuatu yang sudah tidak beres dan bisa saja menghancurkan komitmennya, Difza yang sudah mulai terhasut oleh hasrat yang ditimbulkan oleh aksi Rebeka, dia kembali menguasai dirinya dan tidak membiarkan terlena semakin dalam lagi. Dengan deheman yang membuat dirinya kembali terlihat sangar, Difza mendorong tubuh Rebeka hingga terjatuh ke lantai. Sakit … sudah pasti sangat sakit dirasakan oleh pinggul Rebeka. Karena tanpa ada penghalang sedikitpun, tubuhnya mendarat dengan sangat keras ke lantai keramik yang begitu keras. Mata elang Difza memancarkan kemarahan yang sudah berkobar. Tangannya mengepal dengan rahang yang mengeras. Rebeka yang melihat p
"Katakan padaku, apa saja yang telah kamu lakukan dengan lawan jenismu sebelumnya?" tanya Difza yang sudah mengungkung Rebeka. Rebeka sekarang sudah berada dalam pelukan Difza dengan posisi dikunci pergerakannya dengan sangat erat. Rebeka yang duduk di depan Difza, bersandar pada tubuhnya, kedua tangan Rebeka dipegang erat oleh Difza, sedangkan kakinya dihimpit oleh kaki Difza. Hingga semua pergerakan Rebeka sudah terkunci dalam kungkungan pria itu. Bernafas pun Rebeka terasa sesak, Difza benar-benar seperti simpul mati yang melilit tubuh Rebeka dan sangat susah untuk dibuka.Rebeka mencoba melepaskan diri, tetapi itu hanya sia-sia. Karena kekuatan tubuh mungil Rebeka sudah pasti kalah oleh tubuh kekar Difza. Satu tangan Difza saja sudah bisa mengalahkan seluruh kekuatan Rebeka. Apalagi saat ini rebeka benar-benar dikungkung dan dikunci pergerakannya."Ayo jawab! Apa saja yang kamu lakukan dengan lawan jenismu sebelumnya?" tanya Difza yang semakin mengeratkan kungkungannya."Kalau in
"Ternyata wanita sialan itu punya nyali juga. Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus waspada dan lebih menekannya lagi, sebelum semuanya hancur." Difza menghempaskan tubuhnya ke ranjang yang begitu empuk.Difza dan Rebeka tinggal di satu rumah yang sama, tetapi kamar berbeda. Begitu juga tempat beristirahatnya yang jauh berbeda. Rebeka dibiarkan tidur di kasur usang yang sudah keras, tidak ada ranjang untuknya. Kasur yang langsung di biarkan tergeletak begitu saja di atas lantai. Sedangkan di kamar Difza, ada ranjang dan kasur yang begitu empuk untuk memberi kenyamanan pada dirinya saat beristirahat. Niat Difza yang semula mendatangi Rebeka ke kamarnya untuk menekan dan menyakiti wanitu itu, ternyata dia seakan datang untuk membangunkan singa yang sedang tidur. Akhirnya Difza kembali ke kamarnya untuk mencari ide tentang cara selanjutnya balas dendam pada keluarga Rebeka. Satu targetnya sudah masuk perangkap, tinggal menghancurkan yang lain.Dendam Difza yang telah mendarah daging, membu
Silau mentari berselimut mendung, telah datang menyibak gelapnya malam. Gemericik hujan masih setia beradu dengan isi bumi, menyembunyikan syair dalam kebisingan. Udara dingin yang seharusnya sudah berganti hangat, tetapi seakan enggan untuk pergi. Dia begitu setia menemani wanita malang yang sedang meringkuk di atas kasur. Badannya menggigil menahan pelukan hawa dingin yang datang menyapa. Entah atas dosa apa yang dia tebus, hingga dirinya harus kehilangan harsa kehidupan dalam sekejap mata. Hanya tangis yang bisa mewakili teriakan lara hati Rebeka. Derap langkah terdengar mendekatinya, tetapi Rebeka masih enggan menengadahkan kepala, walau hanya sekedar mengintip siapa yang datang padanya. Dia masih setia meringkuk dan meratapi luka hati yang sedang menganga. Hidup yang biasa bergelimang harta, kini dia harus hidup berbanding terbalik dengan dunia sebelumnya. Kasih sayang dan perhatian yang selalu dia dapatkan dari sang kakak, sekarang tidak lagi akan dia temui. Rebeka harus terbia
Sehari setelah pernikahannya dengan Rebeka, Difza membawa Rebeka pindah dari rumah orang tua istrinya. Rebeka yang biasa hidup bergelimang harta dan tinggal di rumah yang begitu mewahnya, setelah menikah dia harus ikut bersama Difza di rumah sederhana yang begitu asing bagi Rebeka. Rumah yang jauh d
"Inilah yang dinamakan sakit lahir dan batin. Sudah menderita akibat ujian yang datang seperti badai mengamuk laut, sekarang badanku juga dihajar tanpa ampun," batin Rebeka yang kini menghindari amukan Alina.Alina yang melihat Rebeka menghindar dari amukannya, bukan berhenti dan diam di tempat, teta






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan